Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 58 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

"Kita harus membawa mama kerumah sakit mas!"


"Kamu di rumah aja, dan jangan berpura-pura untuk khawatir dengan mama ku! Karena semua ini kesalahan kamu!"


Kevin masih menyalahkan Namira, ia pun mengalah demi keselamatan mama mertuanya


"Pa, tolong jagain mama ya?"


"Iya nak, papa titip Tammy sama kamu ya!"


Namira mengangguk, ia cemas dengan keadaan ibu mertuanya namun suaminya tak mengizinkan.


Namira hanya bisa berdoa untuk kesembuhan mamanya.


"Aku yang salah, enggak seharusnya aku membebankan pikiran mama dengan cara seperti ini,"


Namira menyesal telah datang kerumah Tammy, ia menyesal telah memberitahu mama mertuanya tentang kelakuan Kevin kepada dirinya.


***************


Kimmy sudah boleh pulang kerumah, Zaskia membantunya untuk ke kamar


"Kak, kakak istirahat yang total ya?"


Kimmy mengangguk "Zaskia, sepertinya kakak enggak butuh teman, kakak sudah punya kamu bukan?"


Zaskia terdiam, bingung harus mengatakan apa kepada Kimmy


"I-iya kak, ada aku di sini tapikan Zaskia juga harus ke kantor jadi saat Zaskia dan kak Devano enggak ada. Ada teman kakak,"


"Kakak hanya mau Kayla!"


Zaskia menatap kakak iparnya, apakah sesulit itu menjadi ikhlas?


"Kakak sudah berusaha menerima jika Kayla sudah pergi meninggalkan kita, namun rasanya sangat sakit sekali. Kakak ingin dia! Kakak ingin Kayla,"

__ADS_1


"Kak, jika waktunya tepat kita juga akan bertemu dengan Kayla, kok!"


Kimmy berharap hal yang sama namun hanya takdir yang bisa menentukan segalanya


"Kakak makan ya?"


Zaskia meminta Kimmy untuk makan, ia berharap Kimmy bisa menerima semua kenyataan yang ada.


Kimmy menuruti adik iparnya, ia makan dengan di suapin oleh Zaskia


"Makasih Zaskia,"


"Untuk apa kak?"


"Terimakasih untuk semuanya, kamu mau menjaga kakak dengan baik. Kamu dan Devano selalu ada disamping kakak di saat kakak membutuhkan kalian, terimakasih banyak atas itu semua,"


Zaskia tersenyum "Santai saja kak! Jangan terlalu khawatir! Aku ini adik ipar kakak dan kak Devano itu suaminya kakak. Jadi, kami akan selalu ada dan menjaga kakak setiap saat,"


Kimmy memeluk Zaskia "Kakak tak mau mengecewakan kalian, kakak juga ingin bangkit seperti dulu. Namun semuanya sia-sia! Kakak masih saja seringkali kehilangan momen-momen yang indah. Kakak merasa menjadi wanita sempurna saat menjadi seorang ibu dan saat anak kakak tiada. Kakak merasa tak ada gunanya,"


Zaskia sedih, Kimmy menatap adik iparnya "Jangan menangis Zaskia! Kakak minta maaf,"


Zaskia menggelengkan kepalanya "Tidak kak! Jangan mengatakan hal itu! Kakak enggak salah, ini bukan kesalahan kakak! Kakak seperti ini juga karena rasa dukanya,"


Kimmy terisak, ia mau melupakan rasa sedihnya "Kakak sudah berusaha namun kakak enggak bisa,"


Tidak ada kata sembuh untuk sebuah kehilangan, semuanya akan tetap sama. Sakit dan pedih, luka itu tidak mudah hilang walau sebenarnya ingin berusaha tenang.


*************


"Makasih sudah mau menangani istri ku,"


Devano sengaja mengajak Clara untuk sebuah pertemuan "Sudah tugas ku,"


"Tapi saya minta, kamu harus bersikap profesional! Jangan lagi membahas tentang masa lalu,"

__ADS_1


Clara tersenyum "Jangan khawatir dengan ke profesional saya! Saya bisa bersikap baik dengan segalanya,"


"Bagus kalau begitu,"


"Ada apa meminta saya bertemu di sini?"


Clara bertanya kepada Devano, ia tak mau waktunya habis dengan sia-sia


"Saya hanya mengatakan itu, dan jangan sampai istri saya tau jika kamu adalah masa lalu saya;"


"Jangan khawatir tuan Devano! Tugas saya di sini hanya sebagai psikolog istri anda bukan sebagai masa lalu yang anda katakan itu!"


Clara bersikap seperti tak mau mengenal, Devano pergi tanpa mengatakan apapun.


Setelah Devano pergi,


Clara menangis, apakah sehina itu dirinya di mata lelaki itu? Clara mencintainnya dengan tulus namun Devano menganggap Clara seperti musuhnya


"Mengapa dia mengatakan hal yang sangat menyakitkan? Aku datang bukan untuk merusak rumah tangganya,"


Tangannya gemetar, luka yang diberikan Devano hingga sekarang belum juga sembuh. Dan sekarang, pria itu mengatakan hal-hal yang membuatnya kembali sakit


"Apa kesalahan ku kepada mu, Devano?"


Dulu, cinta mereka terhalang karena agama yang berbeda. Sekarang, Clara memegang keyakinan yang sama dengan Devano


Bukannya demi Devano, namun ia memilih jalannya sendiri


Devano keluar dari cafe dengan kesal "Kenapa harus terlibat dengannya lagi?" Kesalnya, ia membanting setir mobilnya


Devano malas jika harus berurusan dengan masa lalunya itu namun mengapa takdir harus mempertemukan mereka lagi?


Apakah tak ada jalan lain? Kenapa harus dia yang menangani Kimmy! Ia ingin mencari psikolog yang terbaik selain Clara. Namun semuanya merekomendasikan Clara.


Devano mengingat saat dahulu di bangku SMA. Karena Clara, dirinya harus di Drop Out oleh pihak sekolah.

__ADS_1


__ADS_2