Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 77 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Segera Tammy membawa anaknya pulang kerumah


"Huh, panas sekali harinya," Tammy mengambil air dingin dari kulkas, meneguknya hingga habis tanpa tersisa lagi


"Panas sekali harinya sayang, mami mengganti pakaian Bintang dulu ya? Setelah itu kita minum susu, dan tidur oke sayang?"


Tammy menatap anaknya, mencium dengan gemas dalam gendongannya


Tammy merasa gemas melihat anaknya yang semakin besar


Ting...!


Bel apartemen Tammy berbunyi, ia segera membukanya sebelumya orang suruhan Tammy sudah memberitahu jika lima menit lagi mereka akan sampai


"Siang nyonya," Tammy mengangguk tersenyum, mempersilakan orang suruhannya untuk masuk, melihat wanita paru baya menghampiri


"Ini adalah Bi Siti, dia yang akan membantu nyonya. Bi siti ini dari Indonesia yang membantu keluarga saya,"


"Nyonya jangan khawatir, Bi Siti sudah lama tinggal dengan saya dan saya memastikan bagaimana sikap dan caranya bekerja tak akan membuat anda mengeluh,"


"Terimakasih banyak Raka,"

__ADS_1


Raka pria tampan yang selama ini menjadi sektaris pribadi untuknya. Namun, semenjak Tammy berpisah dengan Rama, ia meminta sekretarisnya untuk tidak menemaninya beberapa waktu dan akan ia hubungi jika dirinya membutuhkan Raka


"Raka, saya tau selama ini kamu selalu memantau saya dari jauh itu sebabnya kamu di sini kan?"


Pria itu tak menjawab ucapan bosnya "Jika saya bicara dan bertanya, kamu tau kan Raka? Saya tidak menyukai orang yang diam jika saya sedang berbicara?"


"Maaf nyonya, saya hanya khawatir dengan keadaan nyonya dan tidak lebih,"


"Sebaiknya kamu jangan seperti itu! Kamu juga harus melanjutkan kehidupan kamu Raka!"


"Nyonya selalu menggaji saya setiap bulannya dan saya harus bekerja untuk gaji yang anda berikan nyonya,"


Tammy menatap Raka yang menunduk "Lihat saya jika saya sedang berbicara Raka!"


Lelaki itu melihat Tammy, namun tak berani menatap


"Sudah lah, terimakasih telah kamu sudah mengantarkan Bi Siti, dan saya minta kamu kembali saja ke tanah air. Kamu harus berkumpul dengan keluarga kamu, dan jangan khawatir! Saya akan tetap menggaji kamu,"


"Maaf nyonya, saya tidak bisa! Jika anda meminta saya kembali ke tanah air itu tandanya saya tidak memiliki pekerjaan, dan saya tidak bisa menerima gaji buta seperti itu. Jika anda ingin memecat saya tidak masalah,"


"Bukan seperti itu Raka!" Tammy mengalah dan meminta maaf "Maaf jika ucapan saya membuat kamu tersinggung, baik lah kamu tidak harus kembali ke tanah air. Kamu disini menjaga saya, Bi Siti juga Bintang anak saya,""

__ADS_1


Raka mengangguk, Tammy menunjukkan kamar yang akan di tempati oleh Bi Siti dan Raka. Tak ada bedanya


Bahkan kamar Tammy juga sama seperti kamar yang ia berikan kepada pekerjanya


"Bi Siti, saya akan memberitahu apa saja yang akan bi Siti kerjakan ya?"


"Baik nyonya,"


"Apakah Bi Siti sudah tau berapa gajinya?"


"Maaf nyonya, masalah itu saya tidak memberitahu Bi Siti. Karena saya tidak tau berapa gaji yang akan anda berikan kepada Bi Siti,"


Tammy mengangguk "Gaji Bi Siti akan saya dua kali lipat dari gaji yang diberikan oleh Raka kepada bibi. Saya berharap, Bi Siti tak menganggap saya dan Bintang sebagai orang lain. Saya berharap, kita ini keluarga yang akan saling menjaga dan menyayangi ya? Bibi jangan khawatir masalah gaji! Saya akan memberikan gaji pokok, gaji makan, gaji keperluan sabun dan bonus itu berbeda. Saya harus ke kamar dulu mengurus anak saya. Bibi istirahat saja, mulai besok pagi saja bekerjanya karena sebelumnya saya juga sudah berberes,"


"Baik nyonya,"


Tammy masuk ke dalam kamarnya, ia dan anaknya Bintang juga mau istirahat


"Sayang, mama rasanya lelah sekali. Kamu jangan nakal ya? Kita bobok habis ini oke?"


Tammy memang sering mengajak anaknya berbicara, walau Bintang mungkin tak mengerti apa yang dikatakan oleh Tammy namun Tammy selalu saja mengajak anaknya mengobrol. Menurutnya, itu akan bagus untuk membantu perkembangan anaknya tersebut

__ADS_1


Tammy segera mengganti pakaian untuk anaknya, ia juga membuatkan susu untuk Bintang agar anaknya mau tertidur.


"Mama senang sayang, sekarang mama enggak harus membagi perhatian mama kepada kamu juga rumah. Ada Bi Siti yang akan membantu kita, dengan begitu mama akan dua puluh empat jam menjaga dan menemani kesayangan mama ini,"


__ADS_2