
Kimmy turun ke bawah, Devano menghampirinya "Mata kamu sembab, kamu habis menangis?" tanya Devano yang khawatir, mengapa Kimmy begitu sedih saat saudara kembarnya datang.
"Kamu enggak suka kalau Tammy disini? Aku akan memintanya pergi,"
Kimmy menggelengkan kepalanya "Bukan,"
"Lalu?"
"Ak-aku ingin memiliki anak dari mu,"
Devano kaget dengan ucapan Kimmy, memang selama lima tahun mereka menikah. Keduanya tidak pernah melakukan hubungan layaknya suami dan istri.
Mengapa sekarang Kimmy menuntut itu darinya?
"Maaf, aku enggak bisa!"
Kimmy pun diam, memang ia begitu hina dan tak pantas disentuh oleh lelaki baik seperti Devano. Tapi bagaimana jika Kimmy hamil lagi oleh Rama? Ia ketakutan, ia tidak pernah mengkhianati suaminya Devano, namun Rama yang bejat sudah menghancurkan segalanya.
***********
Tammy pun bermain dengan Kayla, dia mungkin membenci Kimmy namun menyayangi Kayla
"Kamu sudah hadiah yang mami kasih?"
Dia bahkan sudah memberikan panggilannya sendiri untuk dirinya kepada Kayla
"Iya suka mami," Tammy tersenyum, rasanya ingin sekali memiliki anak namun takdir membuatnya tidak bisa menjadi seorang ibu.
"Mami menangis?"
Tammy menghapus air matanya "Mami enggak menangis,"
Kimmy mendekati anaknya "Kayla, kenapa kamu disini? Zaskia, kan kakak udah bilang sama kamu bawa Kayla ke kamarnya!"
Zaskia pun menurut, membawa Kayla menjauh dari Tammy.
"Takut banget anak mu sama aku," ujarnya dengan tatapan kosong
"Kamu bukan seorang ibu jadi enggak tau gimana rasa takutnya ibu jika anaknya terjadi sesuatu,"
"Kimmy!"
Devano menegur istrinya, tak seharusnya Kimmy mengatakan hal kasar kepada wanita yang tak bisa menjadi seorang ibu.
"Iya, aku tau!"
"Dan kamu enggak tau gimana hancurnya seorang wanita yang enggak bisa punya anak,"
Kimmy diam, dia menyesal namun kekesalan karena perbuatan Rama ia lampiaskan kepada Tammy
"Kamu pergi dan jangan ganggu anak aku! Aku enggak akan biarin kamu menghancurkan dan menganggu keluarga aku,"
Kimmy meminta pengawalnya mengusir Tammy juga Rama "Tenang aja! Kedatangan aku kesini hanya memberikan hadiah kepada Kayla!"
Tammy pun pergi, ia tak tahu dimana keberadaan suaminya Rama.
Devano kesal, ia kecewa dengan sikap Kimmy kepada Tammy "Kamu enggak seharusnya mengatakan hal yang menyakitkan kepadanya!"
"Aku juga sakit, aku juga menderita apa kamu tau? Lima tahun loh van, lima tahun lebih kita menikah, tapi kamu enggak pernah sentuh aku sama sekali!"
Devano terdiam sejenak lalu ia menjawab Kimmy "Kamu lupa? Kalau hubungan kita hanya sebatas bayaran saja? Aku enggak bisa menyentuh kamu karena aku enggak cinta! Kamu bisa bayar aku untuk menjadi suami dan ayah bayaran untuk Kayla. Tapi, kamu enggak bisa membayar harga diri aku! Karena bukan kamu yang aku mau, Kim!"
Kimmy terdiam mendengar ucapan suaminya, sejauh dan selama apapun pernikahan mereka. Pernikahan itu hanya berdasarkan kesepakatan saja
"Aku udah kasih yang terbaik untuk kamu, apa kamu enggak bisa memberikan aku satu saja?"
Devano meminta maaf "Maafin aku Kimmy! Aku enggak bisa, dan Kayla sudah lebih dari cukup untuk pernikahan kita,"
Devano pergi setelah mengatakan itu, cinta memang sulit ditebak. Cinta juga enggak bisa ditebak. Devano sudah berusaha mencintai Kimmy namun tetap saja tidak bisa.
*********
Devano berlari, mencari keberadaan Tammy! Ia tak enak karena perkataan Kimmy yang sudah menyakiti hatinya. Menurut Devano, Kimmy sudah sangat keterlaluan. Mengapa Kimmy tidak menjaga perasaan kembarannya itu?
"Awas!"
Devano berlari, ia menyelamati Tammy dari sebuah truck yang ingin menghampirinya. Jika Devano terlambat sedikit, ia tidak tahu apa yang akan terjadi kepada Tammy
"Kenapa kau menyelamati aku? Seharusnya aku mati aja tadi!"
Devano memeluk Tammy, menenangkan wanita itu "Kamu jangan nekat!"
Tammy menangis di pelukan Devano, pria itu bingung dengan hatinya. Rasanya begitu sakit mendengar tangisan Tammy, hatinya seperti ter-iris mendengar isakan tangis Tammy.
Devano pun melepaskan pelukan itu, membawa Tammy untuk duduk di taman yang tak jauh dari rumah Kimmy
Devano meminta Tammy duduk, dan menunggunya sebentar.
"Kamu di sini dulu, aku akan membeli minum," untung saja, warung tak begitu jauh Tammy masih bisa dijangkau oleh Devano.
*********
"Minum lah!" Devano meminta Tammy untuk minum, ia pun membuka tutupnya, Tammy meminum perlahan.
Isakan tangis sesekali masih terdengar dari Tammy
"Maaf ya? Aku yakin, sebenarnya Kimmy enggak bermaksud apa-apa,"
__ADS_1
"Aku enggak masalah, ucapannya memang benar! Aku enggak akan bisa menjadi seorang ibu, sebab itu aku enggak akan paham gimana rasanya menjadi ibu,"
Devano menjadi tidak enak, ia tahu Tammy sering melakukan kejahatan kepada Kimmy namun apakah wajar jika Kimmy harus mengungkit masalah anak kepada Tammy?
"Kamu enggak seharusnya datang,"
Mungkin lebih baik, Tammy tidak akan datang ke acara anaknya mereka. Dengan begitu, Kimmy enggak harus menghinanya
"Sebenarnya Kimmy enggak bermaksud menyakiti hati kamu, dia hanya khawatir! Kamu tau gimana suami mu kan? Dia takut jika kalian menyakiti Kayla, Kayla segalanya bagi dia,"
"Kayla juga segalanya bagi aku," timpal Devano kembali
Tammy mengatakan jika dia tidak pernah memiliki niat buruk kepada Kayla.
"Aku enggak pernah berniat buruk kepada Kayla, sungguh! Aku mengakui, aku bukan orang baik, tapi aku juga bukan manusia yang tak punya hati, Kayla bukan lawan aku!""
.
Devano mengerti, ia juga tak yakin jika Tammy akan melakukan hal buruk kepada Kayla. Namun, ia juga tidak bisa menyalahkan Kimmy yang merasa khawatir.
"Ak-aku emang bukan seorang ibu dan tak ak-akan pernah menjadi seorang ibu, tapi ak-ku juga tidak bisa menyakiti anak kecil,"
Tammy menyatakannya dengan nada yang terbata-bata, rasanya begitu sesak.
Saat ia bersama dengan Kayla, ia merasa dirinya begitu dekat dengan Kayla. Ia merasa jika dirinya merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ibu.
Devano hanya bisa menenangkan Tammy "Aku antar kamu pulang ya? Aku enggak mau tadi terjadi lagi sama kamu,"
Tammy mengangguk, Devano pun mengantarkan Tammy pulang menggunakan taksi online. Ia malas pulang kerumah mengambil mobil karena Kimmy pastinya akan bertanya panjang lebar.
******
"Kamu bisa mengadopsi anak dari panti asuhan jika kamu mau menjadi ibu,"
Tammy diam, bukannya ia tak mau. Namun Tammy tidak ingin anak yang ia adopsi mentalnya akan terganggu, apalagi sikap Rama yang selalu kasar setiap harinya.
Tammy enggak mau, anak yang tak berdosa mendapatkan trauma yang berat karena melihat dirinya yang setiap hari di siksa
"Tammy, kamu juga berhak bahagia. Mau sampai kapan kamu hidup menderita? Lapor polisi, biarkan suami mu mendapatkan hukuman yang pantas!"
Tammy hanya meneteskan air matanya "Kamu harus bahagia! Mau sampai kapan kamu diam dan di siksa? Lihat, hanya wajah kamu yang terlihat mulus. Namun sekujur tubuh mu? Penuh dengan memar!"
Tammy diam, apa yang dikatakan oleh Devano benar. Namun Tammy hanya punya Rama yang mau bersamanya
Jika ia berpisah dengan Rama, ia akan sendirian dan tak punya siapa-siapa
"Lebih baik kamu sendirian daripada bersama namun batin kamu tersiksa, bukan hanya batin namun juga fisik kamu!"
"Kamu enggak tau apa-apa mending diam aja!"
Tammy mengatakannya dengan ketus kepada Devano
"Hanya itu yang kamu tau kan? Kalau aku mengikuti saran kamu, lalu aku sendirian. Aku enggak punya siapa-siapa! Aku hanya ada Rama yang selalu bersama aku, kalau aku pisah sama dia. Aku enggak punya siapa-siapa!"
"Kamu salah Tammy! Kamu masih punya aku, punya saudara kembar kamu terutama! Aku yakin, kalau kamu pisah sama suami mu, Kimmy akan menerima kamu. Dia akan menjaga kamu lagi,"
Tammy menggelengkan kepalanya, tidak akan bisa dua saudara itu akur
"Percaya sama aku! Kimmy sangat menyayangi kamu, hanya saja kamu yang perlu untuk membuka hati untuk kembarnya Kamu! Kimmy sangat menyayangi kamu Tammy!"
Taksi berhenti didepan rumah Tammy, wanita itu mengucapkan terimakasih karena Devano sudah menemaninya dan mengantarkannya pulang
"Makasih sudah mengantarkan aku pulang, kebaikan Kimmy telah mengizinkan suaminya mengantar aku,"
Devano diam, Kimmy tidak tau tentang ini. Apakah dia sudah mengkhianati istrinya? Devano mengangguk, meminta Tammy menjaga dirinya
"Jaga diri kamu baik-baik kalau ada apa-apa kamu bisa menghubungi aku," Devano memberikan kartu pengenalnya kepada Tammy, Devano hanya ingin membantu Tammy keluar dari hubungan toxicnya.
Tammy menerima kartu itu, lalu keluar dari taksi ia tak mau jika Rama melihat dan salah paham kepadanya.
Devano kembali pulang bersama taksi tersebut.
********
Tammy melihat suaminya yang begitu bahagia di dalam rumah "Kemana aja kamu?"
Rama bertanya kepada Tammy, Tammy tak menjawab membuat pria itu kesal dan menampar Tammy sekuatnya hingga wanita itu terjatuh ke lantai
"Bukan urusan mu! Lagipula kau yang meninggalkan aku di acara!"
Tammy berteriak kepada suaminya memang Tammy tidak pernah tinggal diam kalau Rama melakukan hal yang kasar. Ia akan melawan dan memberontak, namun tenaganya tak sekuat Rama.
"Kalau kamu aja enggak perduli sama aku, ngapain aku perduli dengan kamu? Terserah aku mau kemana aja! Bukan urusan mu,"
Rama semakin emosi, dia pun mendekati Tammy mencekik wanita itu dengan kasar. Tammy kehilangan akal, ia kesulitan bernafas.
Rama tersadar dan melepaskannya "Masuk ke kamar dan jangan menunjukan wajah mu sekarang!"
"Kenapa? Kau ingin apa? Membunuh ku jika aku terus ada dihadapan mu? Iya? Bunuh aku sekarang! Bunuh!"
Plak!
Tamparan yang begitu kuat mendarat lagi di wajah Tammy, bahkan Rama membenturkan wajah Tammy ke tembok. Membuat hidung wanita itu berdarah.
Devano kembali kerumahnya, melihat Kimmy yang sedang menunggu "Kamu dari mana? Ini acaranya Kayla dan kamu pergi entah kemana?"
Devano meminta maaf "Maaf! Tadi aku pergi sebentar,"
__ADS_1
"Mengantar Tammy pulang?"
Entah bagaimana Kimmy bisa mengetahuinya "Dia tadi hampir tertabrak mobil, aku hanya menolongnya. Pikirannya kacau, aku mengantarkannya pulang karena takut sesuatu terjadi kepadanya,"
Kimmy mendengus kesal "Sepenting itu dia daripada acara Kayla? Aku enggak marah kamu mau jalan sama siapa aja Van, tapi ini acara Kayla loh! Anak kamu!"
"Maaf!" hanya maaf yang dapat Devano katakan, ia juga menyesal telah meninggalkan acara.
"Kayla menangis, acaranya rusak dan batal. Kamu tau kan siapa yang buat? Tammy! Dan sekarang, kamu justru mengantar pulang wanita yang sudah merusak acara anak kita!"
"Dia Tammy, saudara kembar kamu sendiri!"
"Iya aku tau dia saudara kembar aku, tapi apa aku salah kalau aku mau keluarga kita tenang? Tanpa adanya pengganggu?"
"Dia tidak mengganggu, dia hanya ingin hadir ke acara keponakannya, apa itu salah?"
"Enggak salah kalau dia enggak menjadi pengacau!"
Devano tak mengerti, mengapa kehadiran Tammy dan Rama membuatnya menjadi marah seperti ini.
"Aku capek, mau ganti baju dulu!" Devano meninggalkan Kimmy sendirian, wanita itu menangis. Mengapa Devano tak mengerti perasaannya? Mengapa Devano tak tau apa yang sudah ia alami?
*******
Zaskia memandangi kedua kakaknya dari atas, ia mengerti ketakutan yang dialami oleh Kimmy, namun bagaimana kakaknya Devano bisa mengerti atau memahami? Jika Kimmy tidak pernah mengatakan semua kebenaranya?
Kini, Zaskia sudah harus memberitahu segalanya kepada kakaknya Devano. Agar Devano tau kekhawatiran apa yang sudah di alami oleh Kimmy.
"Kak,"
Zaskia memanggil kakaknya yang berjalan melewatinya "Kenapa? Kamu juga mau marahi kakak? Salah kakak?"
Zaskia menggelengkan kepalanya "Kita harus bicara,"
"Zaskia, kakak lelah. Nanti saja ya?"
Devano berjalan meninggalkan adiknya "Ini tentang papa kandung Kayla!"
Devano menghentikan langkah kakinya "Papa kandung kayla?" Ujarnya yang menoleh ke arah Zaskia
"Iya kak, ini udah waktunya kakak tau semua kebenaranya nya!"
Devano berjalan mendekati adiknya "Kamu tau siapa papa kandung dari Kayla?"
Zaskia mengangguk dan menangis "Iya kak, aku tau sejak awal kehamilan kak Kimmy, aku tau siapa papa kandung nya Kayla,"
"Papa,"
Kayla memanggil Devano, pembicaraan keduanya pun terhenti. Devano tersenyum mendekati anak sambungnya itu
"Hai anak papa, kata mama kamu sedih ya? Sedih karena acaranya bubar?"
Kayla mengangguk "Iya papa, kenapa teman-teman semuanya pulang? Dan mama mami yang mirip mama?"
Kayla bertanya keberadaan Tammy, ia senang karena sudah bermain dengan Tammy.
"Mami baik pa, memberikan Kayla mainan yang banyak!"
"Ohiya? Mana papa lihat mainannya?" Devano menggendong Kayla, ia penasaran dengan papa kandung Kayla. Namun bersama dengan Kayla jauh lebih penting dari apapun bagi Devano.
Devano tak perduli siapa papa kandung Kayla, yang terpenting baginya adalah dia menyayangi dan menganggap Kayla seperti anak kandungnya sendiri.
Devano membawa Kayla keruangan khusus Kayla bermain "Wah, banyak banget kado Kayla ya!"
Acaranya memang tak sampai habis, namun kado ulang tahun Kayla hampir memenuhi satu ruangan, begitu banyak dan besar-besar kadonya.
Dari banyaknya mainan, hanya mainan dari Tammy yang Kayla suka, bahkan ia tak melirik kado dari Devano, Zaskia dan juga Kimmy.
"Papa, ini bagus kan?" tanyanya dengan nada yang menggemaskan layaknya usia anak pada umumnya.
"Iya sayang, bagus banget! Kayla suka?" Kayla mengangguk "Ya papa, Kayla suka sekali!"
Kimmy mengambil mainan itu dan membantingnya, Kayla tentu saja menangis "Mama jahat!"
"Kenapa?"
"Kenapa apanya?" Kimmy marah, ia tak mau jika bayang-bayang Tammy juga Rama ada pada kehidupan anaknya
"Kamu enggak paham apa yang aku katakan sama kamu selama ini ya? Aku udah bilang sama kamu Van, aku enggak mau bayang-bayang hitam mereka ada pada anakku,"
Ponsel Devano berbunyi, pria itu segera mengangkatnya
Panggilan terhubung!
Setelah mendengar pembicaraan dari telepon, Devano segera pergi dengan terburu-buru
"Kamu mau kemana lagi van?"
Devano tak menjawab, ia pergi begitu saja. Mengambil kunci mobil
"Kamu lihat kelakuan kakak kamu Zaskia! Semenjak kehadiran Tammy dan Rama dia berubah menjadi aneh,"
Kimmy pun bingung kemana suaminya pergi? Mengapa begitu terlihat khawatir dan terburu-buru? Siapa yang menghubunginya? Jika pekerjaan, pasti Devano lebih santai dan mengutamakan Kayla yang menangis
Zaskia menenangkan Kayla "Kayla, kamu jangan main ini lagi nak! Kamu buang ini,"
"Enggak mau! Mama jahat!"
__ADS_1
Kayla berlari, memeluk mainan itu. Zaskia mengatakan kepada Kimmy untuk tidak terlalu keras kepada Devano juga Kayla.