
"Saat ini aku bukan hanya kembaran mu tapi madu mu," ujar Tammy yang tersenyum kepada Kimmy.
Kimmy membalas senyuman saudara kembarnya "Setidaknya, kita akan selalu bersama walau dengan takdir yang tak masuk akal seperti ini,"
Seakan menyindir saudara kembarnya itu "Sayang, aku lelah. Kita istirahat ya?"
Dengan rasa tidak tau malu, Tammy mengalungkan tangannya ke leher Devano. Kimmy hanya membuang wajah ke sembarang arah.
Besok adalah hari perayaan pernikahan mereka yang ke enam namun Devano memberikan luka untuknya.
"Aku antar Tammy ke kamarnya dulu ya?"
Kimmy tak menjawab, lagipula untuk apa Devano bertanya kepadanya? Bahkan, mengambil keputusan besar seperti ini saja tidak memberitahu dirinya.
Setelah memastikan Tammy dan Devano naik ke atas, spontan Kimmy menjatuhkan tubuhnya ke lantai dengan tatapan yang kosong.
"Mengapa sesakit ini?" Tak terasa air matanya menetes, ia tak percaya dengan semua ini. Setelah beberapa bulan Devano tak pulang kerumah ia justru menikah dengan Tammy.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Devano dan Tammy menikah?"
Kimmy membutuhkan penjelasan, namun baik Tammy dan Devano tak ada yang menjelaskannya.
Suara langkah kaki terdengar "Biasa aja dong, jangan sedih gitu!" Tammy meledek
"Aku kebawah karena mau mengambil minum untuk suami ku, eh maksudnya suami kita!"
Kimmy bangkit, menghapus air matanya
"Kenapa kamu sejahat itu sama aku?"
Tammy tersenyum "Aku enggak jahat, aku juga enggak mengambil apapun dari siapapun!"
"Enggak mengambil siapapun?"
Tammy mengangguk, wajahnya terlihat seperti meledek
"Di mana adik ipar kita?"
"Jangan pernah kau ganggu dia!"
"Di mana dia?"
"Untuk apa kau mencari ku?"
Tammy menoleh kebelakang, lalu berjalan mendekati Zaskia.
"Hai adik ipar ku yang manis, kamu ingat nggak enam bulan lalu? Saat kamu datang dan marah sama aku? Makasih ya? Berkat kamu, aku dan Devano semakin dekat. Kami mencintai satu sama lain, jika saja waktu itu kamu enggak datang. Mungkin, sekarang aku bukan istrinya,"
Tammy ingin memeluk Zaskia, namun wanita itu menghindar. Tammy pun tak perduli, ia langsung mengambil gelas dan stok air minum untuk di kamar. Tammy naik ke atas tanpa rasa malu
*********
Di kamar
Tammy memberikan minum untuk suaminya
"Minum lah!"
Devano pun menurut "Aku minta, kamu jangan sering-sering ke bawah. Aku enggak mau kalau kamu, Kimmy juga Zaskia bertengkar. Bagaimana pun Zaskia adik aku, kamu harus bisa menerima dia sebagai adik kamu juga,"
"Jangan khawatir sayang! Mana mungkin, aku sudah menerimanya hanya aja, dia yang enggak pernah bisa menerima aku!"
"Semuanya butuh waktu, Tammy! Kamu harus sabar,"
Tammy mengangguk. Ia pun membersihkan dirinya di kamar mandi.
Tammy menatap dirinya didepan cermin
"Aku juga enggak mau begini, tapi takdir berkata lain. Ia membawa ku dengan posisi ini,"
Tammy menganggap ini semua sudah suratan takdir, ia harus membagi suami dengan kembarannya.
"Sudah cukup sedih mu Tammy! Kau sudah bebas dengan keadaan toxic dan Devano akan membahagiakan mu," ujarnya kembali tersenyum.
*************
Malam harinya
Semua makan bersama, semuanya terlihat sangat tegang kecuali Kayla. Ia yang masih kecil belum mengerti dengan semua yang terjadi
"Papa, Kayla kangen banget sama papa!"
"Kayla, papa kamu juga kangen banget loh sama kamu. Makanya papa membawa mami kesini biar kita sama-sama,"
Kayla terlihat senang, Kimmy menatap anaknya yang begitu bahagia dengan keberadaan Tammy. Zaskia yang kehilangan selera makan, meninggalkan meja makan
"Apa begitu bersikap di meja makan Zaskia!"
Devano menegur adiknya "Aku sudah kenyang!"
"Zaskia!" Devano berteriak, ia bangkit bahkan memukul meja, membuat Kayla menangis ketakutan.
Zaskia tak menatap kakaknya, terlihat diwajahnya dengan kemarahan.
"Sejak kapan kamu menjadi orang yang tidak mempunyai sopan santu?"
Kimmy menatap Devano "Cukup!"
Devano terdiam "Aku diam bukan berarti kau bisa melakukan sesuka mu, lihat anak dan juga adik mu, mereka ketakutan karena kau!"
"Jangan ikut campur Kimmy!"
Kimmy mengatakan jika berhubungan dengan Zaskia dan Kayla ia akan ikut campur
__ADS_1
"Sudah aku katakan, jika mengenai Kayla dan Zaskia aku akan menjadi garda terdepan untuk mereka!"
Kimmy menatap Devano dengan serius, pria itu pun akhirnya mengalah dan pergi dari meja makan. Tammy makan dengan santainya
"Wanita tidak tahu malu, cih!" Zaskia mengatakan itu kepada Tammy, rumah yang terasa indah kini berubah menjadi neraka.
Zaskia mengajak Kayla untuk ke kamar, ia pun menggendong Kayla yang menangis
"Sayang, jangan menangis ya? Anak manis,"
Kayla masih kaget dengan papanya, biasanya Devano tak pernah marah apalagi sampai memukul meja dengan kuat
Setelah selesai makan, Tammy bangkit untuk ke kamar
"Kembaran ku, aku ke kamar dulu ya? Soalnya suami kita bilang, aku jangan sering-sering di bawah. Makanya setelah selesai makan aku akan ke kamar,"
Kimmy tak merespon, ia terduduk di meja makan sendirian. Semenjak Devano pulang, mereka belum ada bicara.
Devano selalu bersama Tammy di kamar. Kimmy meminta maaf kepada kedua orang tuanya
"Mama, papa. Maafin Kimmy, Kimmy gagal menjadi kembaran yang baik untuk Tammy. Maafin Kimmy umi, jika perasaan sayang Kimmy kepada Tammy berubah menjadi kebencian dan kemarahan seperti ini kepada Tammy,"
Lagi dan lagi air mata Kimmy menetes, ia juga tak mengerti mengapa dirinya menangis?
Dia tidak mencintai Devano, namun mengapa semuanya terasa sesak?
Kimmy meminta pelayan membersihkan makanan, tidak ada yang memakan makanannya kecuali Tammy.
"Nyonya, sepertinya anda belum makan?" Ujar kepala pelayan, Kimmy pun hanya tersenyum dan mengatakan dirinya tidak lapar
"Saya akan makan di luar nanti ya?"
"Maaf nyonya, bukan saya ingin ikut campur. Namun semua yang terjadi ini salah,"
Kimmy menatap pelayannya "Maksudnya?"
"Nyonya, hubungan tuan dan saudari kembar nyonya itu salah. Itu terlarang nyonya,"
"Bi, tapi mereka juga sudah menikah. Sudah lah, kamu jangan memikirkan itu! Saya ke kamar dulu ya?"
Pelayan itu mengangguk, dan kembali meminta maaf karena ucapannya mungkin menyakiti hati majikannya itu.
*********
Zaskia menangis dikamarnya, kakaknya sungguh telah berubah. Mengapa Devano berubah drastis? Apakah Tammy sudah membawa pengaruh buruk untuk kakaknya Devano?
"Kak, kamu harus sadar jika kak Kimmy terluka. Bukan hanya kak Kimmy, tapi aku dan Kayla juga,"
Zaskia ingin kakaknya kembali seperti dulu, mengapa kakaknya begitu berbeda?
"Aunty jangan menangis," Kayla memeluk dirinya, namun Zaskia tak bisa menutupi kesedihannya. Ia semakin terisak. Bukan karena Devano membentak tapi karena perbuatan Devano kepada Kimmy.
"Ini semua salah!" Zaskia mengatakan itu, entah bagaimana membuat kakaknya sadar.
Kimmy menaiki anak tangga menuju kamar, ia bertemu dengan Devano
"Aku ingin pernikahan perjanjian ini berakhir,"
Deg! Jantung Kimmy seakan bergerak lebih lama. Sangat sesak, ia memikirkan masa depan Kayla tanpa seorang ayah.
"K-kamu mau kita pisah?"
Devano menggeleng "Tidak! Aku akan tetap menjadi suami mu, namun hilangkan perjanjian itu. Aku suami mu, berhenti membayarku!"
Kimmy tertawa
"Haha," menatap Devano seakan tak percaya
"Egois kamu!"
"Egois?" Devano bertanya kepada Kimmy mengapa mengatakannya egois.
"Kamu meminta perjanjian ini hilang, tapi kamu sudah menikah dengan wanita lain?"
"Tammy! Dia Tammy, saudara kembar mu,"
"Aku enggak perduli!"
"Semua ada ditangan mu Kimmy! Aku hanya ingin menjadi suami yang berguna. Berhenti dengan perjanjian itu atau kita,"
"Kita apa? Bercerai?"
Devano mengangguk "Atau kita akan bercerai," Kimmy begitu penat dan sesak.
"Apa yang sebenarnya ia inginkan?" Kimmy bertanya-tanya dalam hatinya. Ia juga tidak bisa berpisah dengan Devano, jika ini hanya tentang dirinya ia akan melakukan itu, namun ini? Ada Kayla dengan masa depannya.
Devano menatap Kimmy dengan begitu dalam. Mata Kimmy berkaca-kaca. Keduanya saling menatap satu sama lain.
Tiba-tiba saja, Devano mengecup bibir Kimmy! Wanita itu kaget bukan main, namun ia tak mempunyai waktu untuk berfikir lebih lama, Devano ******* bibir Kimmy dengan lembut
Lalu melepaskannya, ia masih menatap mata Kimmy. Malam ini malam pertama Devano dengan Tammy. Namun pria itu justru di kamar Kimmy, dan mengambil ciuman yang tak pernah Devano dan Kimmy lakukan.
Ini ciuman pertama mereka, namun mengapa di hari pernikahan Devano dan Tammy? Semuanya begitu tak masuk akal bagi Kimmy. Devano kembali mencium dan menggigit bibir Kimmy dengan lembut. Tangannya memegang pipi kimmy, semuanya terasa hangat tanpa terburu-buru Devano mencium istrinya.
Kimmy hanya diam, saat Kimmy ingin melepaskan ciuman itu. Devano dengan perlahan membawa Kimmy ke atas tempat tidur tanpa melepaskan ciuman mereka.
Deru nafas Kimmy memberat, sentuhan demi sentuhan yang Devano berikan membuatnya melayang. Ia bahkan melupakan peristiwa yang terjadi.
Ia membaringkan tubuh Kimmy, merapikan rambut Kimmy yang terurai berantakan. Ciuman itu mendarat ke leher Kimmy, kecupan demi kecupan yang Devano berikan membuat wanita itu semakin melayang.
Hingga terjadilah malam pertama keduanya setelah enam tahun genap pernikahan mereka.
***********
__ADS_1
Sudah pukul dua belas malam, Tammy mencari keberadaan Devano
"Kemana dia? Apa dia dikamar Kimmy?" jika memang benar, Tammy merasa kesal.
"Lebih baik aku tidur sekarang!"
Tammy senang, ia bisa keluar dari zona nyaman. Ia bisa keluar dari hubungan yang toxic ia pun bersyukur karena Devano sudah berhasil membuatnya keluar dari kehidupan yang kelam. Devano menepati janjinya
*Flash Back*
Enam bulan yang lalu
Saat Zaskia melabrak dirinya dan mengatakan ia perusak rumah tangga orang. Devano pun datang untuk meminta maaf
Namun Tammy yang kesal mengusirnya, namun saat Devano ingin pulang. Tammy terjatuh tak sadarkan diri
Devano dengan panik membawanya kerumah sakit. Dokter mengatakan kondisi Tammy yang semakin memburuk.
Saat Devano keruangan dokter, ternyata Rama menemukan Tammy. Tammy sendirian di ruangan, Rama masuk ke dalam.
Ia pun kembali menyiksa Tammy wanita itu ingin berteriak meminta tolong namun tak ada yang mendengarkannya karena mulutnya di tutup.
Tammy di perlakukan seperti binatang oleh Rama, bahkan ia harus melayani nafsu bejat Rama.
Tammy merasa frusti, Ia keluar dari ruangannya. Saat Devano masuk keruangan, terlihat ruangan itu berantakan. Devano mencari keberadaan Tammy. Ia melihat tammy berada di balkon rumah sakit.
Tammy ingin mengakhiri hidupnya, Devano sudah mengatakan kepada Tammy untuk tidak nekat
"Jangan nekat Tammy!" Devano berjalan perlahan agar bisa menyelamatkan Tammy
"Tammy, jangan gegabah!"
Tammy dengan tatapan kosong "Pergi!"
Ia merasa hidupnya sudah berakhir, ia mengusir Devano
"Tammy, kamu jangan gegabah!"
"Enggak ada gunanya aku hidup, kalau kau hidup. Aku akan terus menderita, aku akan terus disiksa, diperlakukan seperti binatang olehnya lebih baik aku mati!"
"Tammy, jangan mengatakan itu! Kimmy juga mengkhawatirkan kamu, jika sesuatu terjadi kepada kamu Kimmy akan menderita,"
Tammy tak mendengarkan ucapan Devano "Tammy, kita bisa bicarakan ini baik-baik,"
"Enggak ada yang bisa di bicarakan dengan baik-baik,"
"Semua orang menyayangi mu Tammy!"
"Tidak ada! Aku enggak punya siapa-siapa, lebih baik aku mati!""
Tammy mengatakan jika tidak adalagi kebahagiaan dalam hidupnya namun Devano meyakinkan Tammy jika akan bahagia Tammy hanya perlu bersabar sedikit
"Aku enggak punya siapa-siapa,"
"Kamu punya aku, kamu punya Kimmy!"
Tammy tak mendengarkan, ia menatap bawah yang begitu jauh, saat dia terjun dirinya akan tenang tanpa adanya beban lagi
"Percaya sama aku, kau akan bahagia Tammy! Tapi jika kau bercerai dengannya, kau bisa melanjutkan kehidupan mu!"
"Aku wanita tak sempurna, siapa yang akan mau dengan aku? Aku akan selalu sendirian, untuk apa aku menahan kehidupan yang tak ada kemajuan? Lebih baik aku mati,"
"Percaya dengan aku!"
Devano menarik tangan Tammy, wanita itu terjatuh di pelukan Devano
"Lepasin aku!"
Devano tak melepaskannya, jika ia melepaskan Tammy wanita itu akan melalukan hal nekat
"Aku mau mati!" Wanita itu tidak ingin hidup, namun Devano memintanya untuk bertahan hidup
"Untuk siapa aku hidup?"
"Kau akan bahagia Tammy,"
"Bercerai lah dengan Rama! Maka kau akan bahagia,"
"Itu tidak mungkin! Dia tidak akan akan melepaskan aku,"
"Dia akan melepaskan mu,"
"Lalu, bagaimana aku kedepannya? Aku tidak punya anak, dan jika aku bercerai. tak akan ada lagi lelaki yang mau dengan ku,"
"Jangan memikirkan itu!"
Tammy mendorong Devano, ia ingin loncat
"Tolong jangan Tammy! Aku akan melakukan apapun yang kamu mau, tapi tolong jangan mengakhiri hidup mu!"
"Menikah lah dengan ku setelah aku berpisah dengan Rama?"
Devano kaget mendengar ucapan Tammy "Enggak bisa, aku suami dari kembaran mu!"
"Jika begitu aku akan mati,"
"Jangan! Baiklah! Aku akan menikah dengan mu tapi kau harus turun!"
"Kau bersumpah!"
Dengan ragu, Devano mengangguk "Sebelum pernikahan itu terjadi, kau tidak boleh meninggalkan ku! Kau tidak boleh pergi sebentar, kau tidak boleh pulang kerumah mu! Kau akan kembali kerumah mu di mana hari pernikahan kita,"
Devano masih diam, namun demi keselamatan Tammy ia setuju
__ADS_1
"Baik, aku setuju!"
*Flashback end!*