Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 43 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Kimmy menangis, ia kebingungan dan ketakutan


"Mengapa Kayla menghilang?" Ia menyesal telah hadir ke acara yang akan membuat anaknya hilang, seharusnya ia tak datang ke acara itu. Jika dirinya di rumah saja dengan Kayla, semua enggak akan terjadi.


"Aku percaya dan yakin, ini semua karena Tammy! Tammy yang membuat anak aku menjadi hilang, dia udah culik Tammy!"


Sulit membuat Kimmy mengerti di saat dirinya merasa panik


"Kita enggak punya bukti,"


"Kamu diam aja Van! Aku tau kamu akan terus membela istri kedua mu! Kamu enggak terima dia di salahkan lagipula Kayla itu siapa? Dia hanya orang asing bagi kamu jadi dia enggak penting kan?"


Devano tak mengerti mengapa Kimmy berfikir hal yang sampai sekotor itu? "Aku enggak pernah menganggap apa yang kamu katakan, Kim! Aku menyayangi Kayla, apa kamu mengira aku enggak khawatir? Aku juga khawatir, tapi aku lebih khawatir dengan sikap kamu sekarang! Kamu enggak bisa menuduh orang tanpa bukti! Kamu tau kan? Semenjak Tammy dan aku mengangkat anak. Tammy enggak pernah kemana-mana dia juga fokus dengan anaknya. Dan aku juga melihat dengan mata dan kepala aku sendiri kalau dia sangat menyayangi Kayla! Dia enggak pernah menganggap Kayla sebagai musuh walau dia enggak suka sama kamu!"


Kimmy terisak, ia khawatir dengan Kayla anaknya "Lalu, bagaimana penculikan ini bisa terjadi? Kenapa? Tadinya Kayla ada sama kita kenapa dia menghilang?"


"Seharusnya kamu tanya sama diri kamu sendiri! Kamu asik dengan pikiran kamu sendiri, apa kamu enggak mengontrol di mana Kayla? Andai kamu nggak lalai menjaganya semua ini enggak akan terjadi!"


Hati Kimmy hancur mendengar ucapan suaminya "Teganya kau mengatakan itu kepada ku Van? Anak aku hilang loh! Aku enggak tau dir mana dia sekarang tapi kamu? Kamu justru menyalahkan aku?"


"Enggak! Aku enggak menyalahkan kamu!! Aku hanya ingin kamu sadar dan enggak menyalahkan orang lain tanpa adanya bukti. Kamu ibunya Kayla, kamu yang harus lebih bertanggung jawab atas Kayla bukan orang lain!"


Devano pergi, ia mencari keberadaan Kayla yang hilang entah kemana. Begitu juga dengan Kimmy, ia masih mencari anaknya dengan mata yang sembab dan hati yang hancur


"Kayla sayang, kamu ada di mana? Mama enggak bisa hidup tanpa kamu nak! Tolong mama, kembali lah sayang!"


Kimmy berharap anaknya segera kembali dengan keadaan yang sehat.


"Kayla, di mana kamu sayang?"


***********


Tammy mengambil Bintang dari Zaskia


"Gimana kak? Apakah Kayla sudah ketemu?" Tammy menggeleng, terlihat jelas dari wajahnya jika Tammy sangat sedih dan khawatir.


"Belum, Devano meminta ku untuk menjaga Bintang di sini,"


Zaskia memberikan Bintang ke dalam gendongan Tammy


"Aku harus menemani kak Kimmy," Tammy mengangguk, Kimmy memang butuh teman saat ini agar Kimmy tak melakukan hal yang lebih nekat.


Zaskia keluar dari kamar Tammy, saat ia turun ke bawah sudah tidak ada siapapun.


Kemana Devano dan Zaskia?


Mereka pasti mencari keberadaan Kayla, Zaskia pun berdoa agar Kayla segera di pertemukan.


**************


Devano dan seluruh orangnya mencari keberadaan sang anak "Di mana kamu sayang? Kenapa kamu enggak bilang papa kalau mau pergi?" Rasanya Devano tak sanggup jika anaknya menghilang


"Sayang, kamu di mana nak?" Devano meneteskan air matanya, perasaanya sangat cemas sekali.


Tammy pun terus bertanya kepada anak buahnya, bagaimana perkembangan pencarian Kayla


"Saya enggak mau tahu, segera kalian mencarinya,"


Tammy mematikan ponsel itu, mengapa Rama terlintas di pikirannya?


"Apakah Rama yang sudah menculik Kayla?"


Tammy menghubungi Devano, ia meminta Kimmy dan Devano untuk pulang kerumah dulu. Ia yakin, ini semua ada hubungannya dengan Rama.


******


Kimmy dan Devano telah kembali ke mansion namun seluruh anak buahnya masih mencari keberadaan Kayla


"Apa, apa yang ingin kau katakan? Omong kosong apa? Sandiwara apa?"


"Tenanglah Kimmy! Di sini aku bukan untuk bersandiwara, aku juga mempunyai anak! Enggak mungkin aku tega menculik anak kecil,"


"Omong kosong! Kau juga mempunyai orang tua, tapi kau tega membunuh kedua orang tua mu! Aku sudah tak percaya dengan mu?"


"Kimmy!"


Devano membentak Kimmy, menurutnya kali ini Kimmy sudah sangat keterlaluan!

__ADS_1


"Kalau kamu enggak bisa tenang, kamu bisa masuk kamar!"


Devano menoleh ke arah Tammy "Katakan apa yang mau kamu bahas Tammy!"


"Apa mungkin Rama yang menculik Kayla? Mungkin saja, dia merasa enggak terima karena pernikahan kita berdua. Dia marah dan mau membalas dendam lewat Kayla,"


"Enggak masuk akal! Apa hubungannya pernikahan kalian dengan anakku?"


"Karena Kayla anaknya Devano, dan ia ingin membalas rasa sakitnya!"


Sampai sekarang, Tammy enggak pernah tau jika Kayla bukan anak kandung Devano.


Kimmy terdiam, Devano juga memikirkan hal yang sama


"Apa yang dikatakan oleh Tammy memang masuk akal, Kimmy!"


Kimmy semakin histeris, ia berharap jika Rama tak melakukan hal yang nekat kepada Kayla. Ini salahnya, ia tak memberitahukan hal ini kepada Rama. Jika Rama tau Kayla anak kandungnya pasti Rama tak akan melalukan hal yang nekat


"Di mana dia sekarang?"


Kimmy bertanya di mana keberadaan Rama sekarang namun ia tak tahu di mana Rama


"Aku enggak tau di mana dia!"


"Alasan! Kau pasti bekerja sama dengan dia," Kimmy seperti kehilangan akalnya. Ia ingin membunuh Tammy, namun dihalang oleh Devano


"Sudah aku katakan jangan menuduh orang tanpa adanya bukti! Kamu udah keterlaluan!"


Devano kesal dengan Kimmy, Tammy pun mengatakan jika mereka harus mencari keberadaan Rama.


Tak lama, ponsel Kimmy berbunyi


Nomer yang tak di kenal...


Kimmy menoleh ke arah Devano "Angkat saja siapa tau penting,"


Kimmy mengangkat panggilan itu.


Panggilan terhubung


Terdengar suara tangisan Kayla, Kimmy terlihat khawatir


"Kayla,"


Devano dan Tammy mendekat saat mendengar Kimmy memanggil nama Kayla


"H-halo, siapa ini? Kembalikan anak aku!"


Terdengar suara lelaki diseberang sana yang tak asing baginya.


"Aku mohon Rama jangan sakiti anakku! Kau bisa membunuh ku, tapi jangan sakiti anakku!"


Kimmy menangis, ia memohon dari telepon agar Rama mau melepaskan anaknya. Namun sepertinya Rama tak mau mendengarkan Kimmy


"Sediakan uang sepuluh triliun dalam dua jam kedepan, kita bertemu di jalan kenanga. Jika kau berani memanggil polisi, aku pastikan anak mu akan menyusul nenek dan kakeknya,"


Panggilan Terputus.


Kimmy terduduk lemas, ia meminta kepada Devano untuk menyiapkan uang itu. Tidak ada uang sebanyak itu sekarang, mereka harus ke bank. Dan bank pastinya sudah tutup


"Aku mohon lakukan apapun, dan kembalikan anakku!"


Kimmy meminta kepada Devano, bagaimana pun caranya uang itu harus ada dalam dua jam kedepan.


"Kita bisa mengumpulkan uang itu tapi besok, kamu tau bank juga enggak buka sekarang,"


"Gunakan saja cek!"


"Tapi dia maunya uang cash!"


Tammy meminta Kimmy dan Devano tenang. Ia akan meminta anak buahnya untuk menyiapkan uang tersebut.


**************


Dua jam berlalu


Mereka bertiga menemui Rama tanpa adanya pengawal atau polisi. Sebenarnya, pengawal dan polisi sudah berjaga-jaga dari jauh.

__ADS_1


"Kayla!"


Terlihat Kayla sedang dalam gendongan Rama, namun ada pistol dikepala anaknya


Kimmy histeris, tangannya gemetar


"Wah-wah, ternyata dua kembar ini sudah akur ya? Kembaran ku ternyata madu ku, judul yang pas untuk kalian membuat film!" Ledek Rama


"Lepaskan dia bajingan!"


Tammy meminta Rama untuk melepaskan Kayla, Kimmy yang memegang uang dalam koper meminta Rama melepaskan anaknya "Aku mohon lepaskan anakku!"


Kimmy menangis, ia hanya ingin anaknya segera di lepaskan. Kimmy takut, pistol itu akan menembak anaknya.


"Rama, kasihani lah aku dan Kayla! Tolong lepaskan dia!"


Rama tertawa senang melihat ketidak berdayaan mereka.


"Hai Kimmy, bagaimana kabar mu?"


Kimmy tak menjawab, ia hanya menangis. Devano meminta Rama untuk menyerahkan Kayla kepada kita.


"Lepaskan anakku!"


Mendengar suara Devano membuat Rama kesal, baginya Devano sudah merebut dua wanita idamannya.


"Kau boleh melakukan apapun tapi tolong lepaskan anakku!"


"Lepaskan dia, bajingan!"


"Hai wanita mandul dan tak berguna, sudah pandai kau melawan?"


Rama memandang Tammy dengan tatapan tajam, Devano membela Tammy


"Dia wanita berharga dan berguna, kau lah pengecut!"


"Cukup Devano!" Kimmy membentak suaminya, ia takut jika Rama akan melakukan sesuatu hal yang nekat kepada Kayla jika dirinya merasa kesal.


"Kau bebas berdebat dengannya dan membela istri kedua mu tapi tolong jangan sekarang! Biarkan anakku bebas dulu,"


Kimmy membentak suaminya dengan isakan tangis, saat ini yang ada dipikiran Kimmy adalah keselamatan Kayla anaknya.


"Kimmy sayang, lihat suami yang begitu kau cinta dan kau hormati! Dia sekarang berpaling dan lebih membela pelakor. Bahkan dia tidak memperdulikan keselamatan anaknya sendiri haha,"


Andai Rama tau jika Kayla itu anaknya bukan anaknya Devano.


"Rama, aku mohon berikan anakku! Ini uang yang kau minta sudah aku siapkan,"


"Tenang dong Kimmy! Jangan terlalu terburu-buru kita masih mempunyai banyak waktu!"


Entah bagaimana caranya agar Rama mau melepaskan Kayla.


Bukannya mereka tak bisa berbuat apapun, namun pistol sedang berada dikepala Kayla. Mereka takut, jika Rama akan melakukan hal yang tak mereka inginkan.


"Rama, aku mohon sekali! Lepaskan anakku!"


"Rama, kau jangan beraninya dengan anak kecil? Kayla enggak bersalah,"


"Kimmy, lihat madu mu! Dia sekarang membela anak mu dan anak suaminya! Dia menyayangi anak dari suaminya sekarang haha!"


Rama seperti orang yang tak waras, Tammy begitu kesal "Jadi lah manusia yang memiliki hati, Rama!"


"Seorang pembunuh seperti mu masih memberikan nasihat kepada ku? Haha!"


"Kau marah dengan pernikahan Tammy dan Devano, lalu mengapa anakku yang menjadi korban?" Suara Kimmy begitu memelas, harapan seorang ibu yang menginginkan keselamatan untuk anaknya.


"Karena dia putri dari pria yang sudah merebut mu dan juga Tammy! Ia begitu tamak, menikahi putri dari pria yang sangat kaya raya, kalian berdua adalah pewarisnya. Dan dia sengaja menikah dengan kalian berdua agar bisa menikmati seluruh harta kekayaan keluarga Baskoro Tan. Lalu aku? Aku hanya akan menjadi gembel!"


Tammy menyalahkan Rama, semua yang terjadi karena kesalahan Rama.


"Kau yang salah, kau sudah menjadi menantu dari keluarga Baskoro Tan. Kau menikmati seluruh harta kekayaan dan semua kemewahan. Namun apa? Kau menyalahgunakannya bukan? Disini Devano tak bersalah begitu juga anaknya!"


"Sekali lagi aku mendengarkan suara mu, aku pastikan anak tiri mu ini akan tiada ditangan ku!"


"Diam lah Tammy! Jangan membuat suasana menjadi runyam!"


Kimmy membentak Tammy, ia tak mau karena kecerobohan Tammy nyawa anaknya terancam.

__ADS_1


__ADS_2