
Kevin semakin merasa bersalah, pertama ia sudah membuat mamanya meninggal dunia dan sekarang ia membuat Namira menjadi tertekan dan stres
"Namira?" Kevin mendekat kepada istrinya saat melihat Namira mulai membuka mata "M-mas," suaranya terdengar masih lemas, namun Namira berusaha untuk kuat dan bangkit dari tempat tidur. Melihat sekitar tak ada papa mertuanya
"Mas, di mana papa?"
"Papa udah pulang kerumahnya," Namira kaget mendengar ucapan suaminya
"Maksud mas ap-apa?"
"Aku meminta papa untuk kembali kerumah, aku pusing Namira mendengar papa setiap hari yang selalu saja memojokkan aku,"
"Mas, kamu apa-apaan sih? Sekarang papa cuman punya kita kalau kamu mengusir papa dari rumah ini papa berarti akan sendirian? Papa udah tua mas kenapa kamu enggak bisa mengalah?"
Kevin terdiam, namun menurutnya itu yang terbaik untuk keluarga "Namira, jangan membantah! Ini semua saya lakukan untuk kebaikan keluarga kita, kamu tau kan? Saya ingin keluarga kita diam dan damai, kalau papa terus di rumah kita. Aku dan papa akan selalu bertengkar dan kamu? Kamu pasti akan merasa tertekan setiap saatnya!"
Namira menggelengkan kepalanya "Mas kamu salah! Dengan papa enggak ada di rumah kita aku enggak bisa menjaga dan memantau papa. Itu akan membuat ku merasa cemas dan khawatir setiap harinya,"
Namira meminta suaminya untuk membawa papa mertuanya kembali, namu Kevin masih saja keras kepala dan tidak mau
"Saya enggak akan meminta papa kembali, kalau kamu mau meminta papa kembali kerumah ini ya kamu saja!"
"Mas, papa itu papa kandung kamu loh!"
Kevin diam, memilih keluar dari kamar. Ia menghindari perdebatan lagi walau Kevin tau itu kesalahannya namun egonya tak pernah terima jika dirinya di salahkan oleh siapapun termaksud papanya sendiri. Kevin merasa benar dan merasa dirinya tak pantas diperlakukan seperti itu
Namira memegang kepalanya yang tak pusing, kenapa suaminya begitu keras kepala padahal itu papa kandungnya sendiri
__ADS_1
****************
Namira memutuskan untuk pergi sendirian,
Ia ingin papa mertuanya kembali kerumah mereka, namun di jalan Namira tak sengaja bertemu dengan Tammy yang menggendong anaknya
"Hai,"
Tammy menyapa terlebih dahulu, Namira tersenyum ia merasa malu dan masih bersalah dengan keadaan kemarin. Di mana Tammy di permalukan di depan umum, terlebih lagi saudara kembarnya Kimmy yang beberapa waktu lalu menampar dirinya
"Ini Tammy atau Kimmy?"
Rasanya. Namira masih bingung membedakan mana Tammy dan Kimmy, karena wajah keduanya sangat mirip
"Aku Tammy, lihat aku menggendong anakku Bintang!"
Namira tersenyum, ia pun meminta maaf untuk kesekian kalinya atas perbuatan yang di lakukan oleh papa mertuanya beberapa waktu lalu.
"Sudah lah Namira! Aku juga pernah kehilangan orang yang aku sayang, jadi aku memahami dan mengerti kemarahan dan kebencian yang papa kamu rasakan waktu itu. Aku juga pernah ada di posisi papa mu, menyalahkan semua yang terjadi di kehidupan ku kepada saudara kembar ku Kimmy! Aku jahat kepadanya dan selalu saja menyalahkan dia dengan semua yang terjadi,"
Namira tak percaya dengan ucapan Tammy. Melihat bagaimana Kimmy sangat membela Tammy waktu itu, bahkan kembaran Tammy tak segan
"Namira ada apa?"
Namira menggelengkan kepalanya "T-tidak apa-apa Tammy,"
"Kamu mau kemana Namira?"
__ADS_1
"Aku mau kerumah mertua ku,"
Tammy mengangguk, ia pun menitip salam kepada papanya Kevin juga Tammy, anaknya Kevin dan almarhum istri pertama kevin yang telah tiada.
Keduanya pun berpisah,
Tammy berharap, jika semuanya akan membaik dan rumah tangga Kevin juga Namira akan baik-baik saja.
"Bintang sayang, kita mampir ke supermarket dulu ya? Beli susu kamu,"
Tammy lupa, jika stok susu anaknya sudah menipis
Memang sedikit kesulitan pergi kemana-mana membawa bayi namun Tammy merasa senang
"Sayang, mami enggak tau gimana mami tanpa kamu. Aku adalah cahaya di hidup mami dan mami sangat bersyukur sekali memiliki kamu di kehidupan mami," Tammy sangat menyayangi dan mencintai anak angkatnya itu. Sejak awal pertemuannya dengan Bintang, ia sudah jatuh cinta sejak pandangan pertama. Ia menyayangi Bintang, walau bukan Tammy yang melahirkan dan mengandungnya
Beribu kali Tammy selalu mengucapkan kata syukur telah memiliki Bintang dalam kehidupannya, membuatnya menjadi orang yang lebih baik lagi.
Tidak bisa di pungkiri, Tammy wanita yang kejam dan jahat. Banyak melakukan dosa di masa lalu, namun sekarang ia memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik lagi
"Anakku sayang, buah hati ku!"
Tammy dengan perasaan senang membawa Bintang untuk ke supermarket
Ia membeli stok susu dan Pampers untuk anaknya, Tammy berfikir akan menggunakan asisten rumah tangga untuk membantunya dengan begitu Tammy akan lebih fokus kepada Bintang.
"Jika aku membersihkan rumah aku pasti akan abai dengan Bintang. Tapi jika aku menggunakan asisten pribadi, aku akan fokus dengan Bintang,"
__ADS_1
Tammy menghubungi orang suruhannya untuk mencari asisten pribadi yang akan membantunya di apartemen.
Sangat mudah bagi Tammy meminta orang suruhannya untuk melakukan segalanya namun selama ini Tammy tak menggunakan kekuasaannya dan memilih menjadi wanita yang sederhana.