
Semua persiapan pernikahan telah di lakukan oleh keluarga Vero dengan begitu antusias. Kimmy dan Devano juga membantu dalam segala hal, menginginkan semua yang terbaik untuk pernikahan Zaskia juga Vero
Kini,
Zaskia sedang mencoba gaun pengantin yang akan ia kenakan nanti "Adikku sangat cantik," ujar Devano terharu, ia pun meneteskan air mata tanpa sadar
"Jangan menangis! Sisakan nanti air mata mu di hari pernikahannya!" ledek Kimmy, ia belum pernah melihat Devano menangis sebelumnya.
"Ia sangat cantik!"
"Iya, Zaskia sangat cantik siapa dulu kakak iparnya!"
Devano menoleh ke arah Kimmy "Apa hubungannya dengan kakak ipar?" tanya dia bingung, Kimmy terkekeh
"Tentu saja! Aku cantik, anakku cantik, adik ipar aku juga pastinya cantik. Mana ada keluarga kita yang jelek haha!"
"Iya kalian cantik,"
Zaskia berjalan perlahan menuju cermin besar, menatap dirinya yang di balut dengan baju pengantin.
"I-ini aku?" gumamnya pelan!
Rasanya sangat beda sekali, Zaskia tak percaya dengan kecantikan dirinya yang makin bersinar saat menggunakan baju pengantin.
"Wah, menantu mama cantik sekali!" Zaskia, Devano dan juga Kimmy menoleh ke arah suara itu berasal, Chyntia berjalan mendekati Zaskia. Ia mengecup kening Zaskia!
"Cantiknya!" Bahkan teman mamanya itu menangis haru melihat kecantikan Zaskia
"Belum apa-apa udah secantik ini, bagaimana jika di bantu dengan make-up? Pasti seperti bidadari,"
"T-terimakasih banyak atas pujiannya Tante,"
"Sayang, mulai sekarang jangan panggil Tante lagi oke? Tapi panggil saja mama! Sekarang, saya ini mama kamu yaa?"
Dengan canggung Zaskia mengangguk, Kimmy melihatnya dengan senang
"Betapa indahnya memiliki mama mertua ya?" tanpa sadar, mulutnya berucap. Devano menatap istrinya "Maaf ya, karena menikah dengan aku, kamu enggak merasakan kasih sayang dari mertua,"
Chyntia menoleh ke arah Devano dan Kimmy, mendekati keduanya!
"Nak, sekarang! Panggil saya mama ya? Saya akan menjadi mama untuk kalian,"
Kimmy terharu mendengar ucapan itu, Chyntia memeluk Kimmy dengan erat dan penuh kasih sayang
"Mama ini mama kalian, mertua kalian! Terserah mau anggap apa tapi jangan pernah mengira kalian ini sendiri tanpa adanya ibu. Ada mama di sini! Walau mama bukan mama kandung kalian tapi mama akan menyayangi kalian dengan tulus dan berusaha menjadi mama yang terbaik untuk kalian!"
Kimmy pun merasa terharu, begini kah rasanya di peluk oleh ibu mertua?
"T-terimakasih banyak tante,"
Chyntia melepaskan pelukannya "Hey! Jangan memanggil Tante lagi! Mulai sekarang, kalian bertiga harus panggil mama oke? Bukan hanya panggilan saja, namun mulai sekarang saya akan menjadi mama kalian,"
"I-ya mama,"
Chyntia kembali memeluk Kimmy, Zaskia menatap dengan mata yang berkaca-kaca. Setelah kehilangan orang tua, ketiganya tak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu.
__ADS_1
Ketiganya saling menjaga dan menyayangi satu sama lain saja, namun kehadiran teman mamanya membuat kekosongan itu sedikit terisi
Mungkin, ini alasan mamanya meminta Zaskia untuk menikah dengan Vero, agar Chyntia bisa menemani kekosongan yang di rasakan oleh anak-anaknya
"Makasih Tante, eh maksudnya ma! Makasih mama udah mau menjadi mama kita, mau sayang sama kita,"
Chyntia mengelus rambut Kimmy dengan lembut "Kamu tau? Mama dan mama mertua kamu itu sudah bersahabat sejak kami di bangku sekolah menengah pertama! Awalnya kami tidak terlalu dekat, namun berjalannya waktu kami berdua dekat! Bahkan, dari beberapa teman kami. Hanya kami berdua yang bertahan persahabatan sampai mama kalian meninggal!"
Chyntia mengingat momen-momen persahabatannya dengan ibunya Zaskia dan juga Devano
"Walau kami tidak selalu bersama, namun kami selaku ada di saat baik atau pun susah! Di saat teman-teman mama menjauh karena mama lagi terpuruk, mama mertua kamu yang selalu ada untuk mama! Dia mempercayai mama dan menolong mama di masa-masa sulit mama!"
"Ma, apakah persahabatan kalian tidak pernah renggang?"
"Sayang, setiap hubungan apa pun pernah mengalami masalah, bahkan menjadi anak dan ibu sekaligus pernah ada di posisi salah paham! Apalagi hanya sebatas hubungan suami istri atau persahabatan! Tentu saja kami pernah berdebat! Salah paham, bahkan saling diam dan seperti orang asing!"
"Kenapa ma?"
"Karena ada seseorang yang tidak menyukai persahabatan kami! Dia mengadu domba kami dan itu salah mama! Mama yang terpancing emosi tanpa mendengarkan penjelasan dari mama kalian. Mama mengatakan hal-hal kasar yang membuat mama kalian sedih, kecewa atau mungkin sakit hati!"
"Lalu ma?"
"Kami tidak ada komunikasi, bahkan sekali bertemu tanpa sengaja. Kami seperti orang asing yang tak pernah mengenal. Itu di saat kami sudah sekolah menengah atas! Kalau di bilang, masih labil-labilnya. Namun, momen menyeramkan itu untungnya hanya sekali saja! Setelah kami menyelesaikan masalah itu, kami langsung berbaikan dan hingga mama kalian meninggal dunia. Persahabatan kami masih hangat!"
"Sungguh, mama mertua ku beruntung memiliki sahabat yang sangat baik dan pengertian seperti mama!"
Chyntia menggelengkan kepalanya "Tidak sayang! Bukan mama kalian yang beruntung! Tapi saya yang beruntung memiliki sahabat sebaik dan sesabar dia!"
Zaskia berjalan mendekati Chyntia, dia pun menangis memeluk calon mertuanya sambil menangis
"Sayang, ada apa nak?" Chyntia kaget melihat Zaskia menangis memeluknya dengan erat. Begitu juga dengan Kimmy dan Devano
Hati Chyntia merasa hancur mendengar isakan tangis Zaskia "Sayang, katakan sesuatu nak! Jangan membuat mama khawatir!"
Zaskia melepaskan pelukan itu perlahan, lalu ia mengatakan jika dirinya menemukan sosok mamanya yang telah pergi jauh di dalam diri Chyntia
"Nak, kamu ingin pernikahan ini di batalkan?" Zaskia menggelengkan kepalanya "T-tidak ma! Zaskia merasa menemukan sosok mama yang telah meninggal di dalam diri mama! Selama ini Zaskia selalu merindukan mama Zaskia!"
Cynthia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh calon menantunya, apalagi ia menjadi saksi bagaimana temannya itu menyayangi dan menjaga anak-anaknya.
"Mama tau nak!"
"Mungkin, saat mama dan papa kalian masih hidup kalian mengira mereka hanya memberikan kalian materi yang banyak tanpa memperdulikan kalian bukan? Kalian salah sayang! Mama dan papa kalian sangat menyayangi kalian, mereka selalu memantau kalian dari jauh! Bagaimana pergaulan kalian! Mereka memanjakan kalian dengan materi, karena mereka enggak mau anak-anaknya merasakan hidup susah seperti yang mereka rasakan dulu!"
Zaskia terdiam, ia salah sangka dengan mama dan papanya dahulu. Seringkali Zaskia menangis karena mama dan papanya hanya sibuk kerja saja
"Mereka enggak mau anak-anaknya merasakan menahan lapar karena enggak punya uang, menahan selera untuk enggak jajan, dan melihat teman-temannya memakai baju bagus, mainan baru tanpa tidak mampu membelinya,"
"Mama dan papa kalian sangat menyayangi kalian! Mereka ingin yang terbaik untuk kalian. Mereka bekerja keras untuk masa depan kalian, tapi ketamakan Tante dan paman kalian yang merebut hak kalian! Sungguh! Jika mama mengetahui kebenarannya mama pasti akan menjebloskan paman dan bibi kalian kedalam penjara saat itu juga!"
Devano mendekati teman mamanya itu "Ma, sudah lah! Jangan lagi membahas tentang dulu. Kami sudah memaafkan paman dan bibi,"
"Enggak kak! Zaskia belum! Ma, penjarakan saja mereka! Mereka sudah membuat Zaskia dan kak Devano tinggal di kolong jembatan dulu!"
Devano menggelengkan kepalanya "Tidak Zaskia! Jangan mengatakan itu, paman dan bibi sudah mendapatkan hukumannya sendiri dari Tuhan. Kita jangan lagi!"
__ADS_1
"Jika Zaskia menginginkan itu, kita akan menjebloskan mereka ke dalam penjara!"
"Tidak ma! Ini semua enggak benar. Kimmy, tolong buat mama dan Zaskia mengerti!" Kimmy pun berjalan mendekati Zaskia juga Cyntia
"Kita sebaiknya membahas ini di rumah saja ya? Jangan pikirkan yang lainnya!"
Devano menoleh ke arah istrinya, mengapa Kimmy tidak meyakinkan Zaskia dan juga teman mamanya?
"Percaya sama aku ya?" Kimmy yang mengerti isi pikiran suaminya pun mengatakan itu dengan tenang.
Devano hanya bisa mengangguk dan pasrah, sesi pemilihan baju pengantin telah selesai. Pemilihan baju pengantin juga tanpa hadirnya Vero, bahkan Zakia tak mengerti apakah pernikahan ini penting atau tidak bagi lelaki itu.
Mereka pun memutuskan pulang kerumah.
*********************
Sesampai di rumah,
Kimmy mempersilahkan Cyntia untuk duduk, Cyntia ikut kerumah Devano karena ingin membahas tentang paman dan bibi Devano
"Ma, tolong berikan hukuman kepada mereka! Berikan keadilan untuk kami," Zakia memohon kepada calon ibu mertuanya, ia ingin paman dan bibinya di hukum atas semua kejahatannya itu.
"Zaskia, sebaiknya kamu ganti pakaian dulu!" Kimmy meminta adik iparnya untuk berganti pakaian, Zaskia tak membantah! Seperti anak kecil yang di suruh oleh mamanya, Zaskia dengan patuh menuruti.
Kimmy meminta pelayan untuk membuatkan teh dan menghidangkan cemilan ringan
"Ma, tolong jangan dengarkan Zaskia!" Devano memohon, namun Kimmy meminta suaminya untuk diam
"Suami ku, aku meminta Zaskia mengganti pakaiannya bukan untuk kamu berbicara dengan mama Chyntia! Diam lah! Kita akan membahas ini setelah Zaskia selesai ganti pakaiannya!"
Teh dan cemilan ringan telah datang, Kimmy mempersilakan Chyntia untuk menikmatinya
"Ma, sambil menunggu Zaskia. Minum lah dulu, mama juga pasti lelah kan?"
Chyntia tersenyum "Terimakasih sayang!" Ia mengambil segelas teh dan meminumnya perlahan, dan menikmati cemilan ringan itu
Tak lama kemudian,
Zaskia datang dan duduk "Kalian pasti sudah membahasnya kan? Dan membujuk mama untuk enggak melaporkan paman dan bibi?"
Zaskia menuduh tanpa bukti, ia kesal dengan kakaknya juga kakak iparnya itu mengapa mereka membahas tanpa ada dirinya?
"Sayang, kamu salah! Bahkan, kakak ipar kamu tidak membiarkan mama dan suaminya untuk membahas ini sebelum adanya kamu!"
"Kebiasaan! Menuduh tanpa bukti!" celetuk Devano dengan kesal, Zakia yang malu pun meminta maaf
"Maaf ma, maaf kak Kimmy, maaf kak!"
"Semuanya sudah hadir, dan boleh mengeluarkan pendapatnya!"
"Paman dan bibi harus di penjara!"
"Kamu gila! Mereka udah mengakui kesalahannya dan bertobat. Apakah itu enggak cukup?"
"Enggak kak! Itu belum cukup! Apakah mereka bisa memutar waktu dan mengembalikan kebahagiaan kita? Bisa mereka menebus dosa mereka dan membiarkan anak yatim piatu ini hidup di kolong jembatan, bahkan untuk makan harus menjadi pemulung, jika tak ada uang dan perut sudah lapar memakan makanan bekas orang lain dari tong sampah yang baru di buang. Apa bisa?"
__ADS_1
Chyntia dan Kimmy merasa sakit mendengar ucapan Zaskia, betapa menderitanya Devano dan Zaskia
"Kita kedinginan, di lebatnya hujan dan petir yang begitu besar di malam hari tanpa adanya selimut? Kulit terbakar dan terhidrasi karena panasnya cuaca dan tidak ada air minum. Kita harus meminum air keran dari kamar mandi umum? Bahkan jika tak ada uang, kita harus sakit menahan untuk tidak membuang air besar atau air kecil?"