Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 44~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Kimmy meminta kepada Tammy untuk tidak banyak bicara


"Kayla anakku, dan biar kan aku yang menyelesaikan masalah ini! Kau diam saja,"


Tammy diam, apa yang Kimmy katakan memang benar dan dia tak mempunyai hak untuk ikut campur lebih dalam


"Rama, sekali saja kasihani aku dan Kayla. Jangan sakiti anak yang tak berdosa itu, kau akan menyesal nantinya!"


Rama semakin meledek, dia tidak akan pernah menyesal dengan semua perbuatannya. Bahkan, ia sudah membunuh banyak nyawa dan tidak pernah merasa menyesal sedikit pun.


"Aku mohon, Van. Tolong beritahunya!" Kimmy sudah tak mengerti harus melakukan apa agar Rama mau melepaskan anaknya.


"Kami sudah menyiapkan uangnya berikan Kayla kepada kami,"


Rama pun akhirnya mau melepaskan Kayla, ia meminta Devano melemparkan koper yang berisi uang tersebut


Rama senang, ia akan menjadi orang kaya dengan uang yang begitu banyak.


Saat dirinya melepaskan Kayla, anak berusia lima tahun itu berlari ke arah ibunya.


Namun, pihak polisi dan pengawal tak sabaran, mereka mengepung Rama. Spontan, ia melepaskan platuk pistol ke arah Kayla


Peluru itu mengenai tepat di jantung Kayla yang sedang berlari. Kimmy, Devano, dan Tammy menjerit histeris


"Kayla!"


Teriak ketiganya yang berlari ke arah Kayla


Darah mengalir ke lantai, Kimmy histeris memeluk anaknya yang berlumuran darah. Polisi segera menahannya


Kimmy bangkit, dengan tangan yang penuh darah berjalan ke arah Rama


"Manusia enggak punya hati, darah ini! Ini darah anak kandung mu! Kau membunuhnya!"


Apa?


Tammy, Devano sekaligus Rama terkejut mendengar ucapan Kimmy


"Bahkan kau tak pantas menjadi seorang ayah, kau iblis!"


Kimmy menangis histeris, berteriak kepada Rama


"Lihat! Lihat darah ini! Ini darah anak mu, anak kandung mu!" Kimmy berteriak kepada Rama.


"Apa? Enggak mungkin," Rama menoleh ke arah Kayla yang berlumuran darah


"Ini enggak mungkin,"


"Ini mungkin! Kau sudah menodai ku dulu! Dan karena perbuatan bejad mu. Aku hamil anakmu, aku hamil! Lihat dia! Dia anakmu!"


Tammy syok bukan main, bukan hanya Tammy namun juga dengan Devano dan Rama. Rahasia yang selama ini Kimmy simpan, ia ungkap juga


"Ini enggak mungkin,"


Kimmy kembali berlari ke arah anaknya, meminta pengawal untuk membawa ia dan anaknya segera kerumah sakit.


Rama mematung, tanpa sadar air matanya menetes. Ia tak menyangka jika anak kecil itu adalah anak kandungnya. Anak yang selama ini ia inginkan.


Se-bajingan apapun manusia dia akan menyayanginya begitu juga hewan. Namun mengapa Rama membuat anaknya celaka?


"Maafin papa nak," Rama ingin melihat keadaan anaknya namun polisi menahan dirinya. Membawanya segera ke kantor polisi.


Sementara Tammy dan Devano masih membeku di tempatnya. Seperti di sambar petir kenyataan itu bagi keduanya.


Takdir semacam apa ini Tuhan? ~ujar Tammy.


Sebelum ia bercerai dengan Rama, suami dan saudara kembarnya bermain api. Bahkan, Kimmy mengandung anak suaminya. Dan sekarang? Tammy menikah dengan suami saudara kembarnya itu.


Tammy terduduk lemas, kepalanya terasa pusing. Mengapa Kimmy dan Rama menyembunyikan semua itu?


"Kenapa kamu enggak cerita sama aku?" Bahkan Tammy tak menyangka mengapa Devano tak jujur kepadanya, Devano diam. Mengingat kondisi Kayla sekarang, ia memutuskan pergi kerumah sakit. Masalah ini akan dibahas nanti setelah Kayla sudah sadar.


Tammy mengikuti suaminya Devano untuk menyusul Kayla. Kondisi anak malang itu sedang tak baik-baik saja.


***********


Di rumah sakit, Kimmy menangis menunggu anaknya di luar. Tiada henti mulutnya terus berdoa untuk keselamatan sang anak.


Di koridor rumah sakit,


Terdengar suara langkah kaki, itu adalah Devano dan Tammy.


Keduanya bahkan tak bertanya kepada Kimmy bagaimana kondisi Kayla. Mereka hanya menunggu kabar dari dokter.


Kimmy tak memikirkan itu lagi, yang ia tahu bagaimana kesembuhan anaknya.


Dokter keluar


Mengatakan jika keadaan Kayla saat ini sedang kritis. Membutuhkan banyak kantung darah, Kimmy memohon kepada dokter untuk melakukan yang terbaik untuk anaknya. Ia akan membayar berapa pun biayanya


"Dokter, tolong selamatkan anak saya bagaimana pun caranya! Saya akan membayar berapa pun untuk keselamatan anak saya, bahkan dengan nyawa saya sekali pun! Saya mohon dokter,".


Tangan Kimmy gemetar, ia tak sanggup jika harus kehilangan anaknya

__ADS_1


Baginya, kayla adalah segalanya. Walau, Kimmy tak pernah menginginkan kejadian itu yang membuatnya harus hamil namun kehadiran Kayla sangat anugerah bagi dirinya.


Tammy mendekati Kimmy, ia pun menampar Kimmy dengan keras.


"Murahan!"


Devano menarik Tammy, ia menyatakan jika ini bukan waktu yang tepat


"Tammy, ini bukan waktu yang tepat membahas hal ini,"


Devano juga kecewa, ia tau sejak awal memang Kayla bukan anaknya namun Kimmy tak pernah memberitahukan siapa ayah kandung Kayla yang sebenarnya. Rahasia ini tetap di simpan oleh Kimmy, jika tak ada kejadian ini mungkin rahasia itu akan tetap menjadi sebuah rahasia.


Tammy kesal, ia tak menyangka jika Kimmy lebih rendah darinya. Kimmy juga tak berniat menjelaskan apapun kepada siapapun. Yang paling utama baginya saat ini sekarang adalah anaknya, ia tak perduli dengan penilaian Tammy juga suaminya Devano.


"Kamu lihat kan?" Mata Tammy memerah, ia marah dan lebih membenci Kimmy tadinya Tammy ingin berbaikan dengan Kimmy. Namun mengetahui kenyataan yang ada membuatnya semakin membenci Kimmy.


"Tammy, kita akan membahas ini jika Kayla sudah baikan ya? Kamu sayang kan sama dia?" tanya Devano dengan lembut, Tammy mengangguk ia menyayangi Kayla, bahkan khawatir dengan Kayla.


Devano meminta Tammy untuk mendoakan keselamatan Kayla


"Kita harus mendoakan keselamatan Kayla, setelah Kayla kembali pulang. Masalah ini akan kita bahas," ujar Devano, Tammy setuju walau rasanya ia ingin membunuh Kimmy


********


Di kantor polisi


Rama memohon kepada pihak kepolisan melepaskannya atau mengantarkannya ke rumah sakit, ia memikirkan ucapan Kimmy


Apakah benar Kayla memang anak kandungnya? Jika iya, dirinya akan sangat merasa bersalah dan berdosa.


"Pak tolong antar kan saya melihat anak saya;"


Bukannya memberikan izin, polisi justru memberikan pukulan kepada Rama sebagai hukuman atas perbuatannya itu.


Rama tak merasakan kesakitan, ia hanya memikirkan tentang keadaan Kayla. Apakah Kayla akan baik-baik aja setelah ini?


"Pak, tolong antarkan saya ke anak saya! Sekali ini saja," Rama memohon kepada pihak kepolisan namun mereka tetap tak mengizinkan.


"Kayla anakku!".


Rama lemas, kenyataan ini sangat menyakitkan bagi dirinya, apakah Kayla akan baik-baik saja? Apakah dia bisa menebus semua kesalahannya kepada sang anak?


Jika sejak awal Rama mengetahui semua ini, dia akan membawa Kayla pergi dan hidup bersama anaknya.


"Bertahan lah anakku! Bertahan lah sampai kamu menjadi anak gadis yang begitu cantik, sampai kamu menikah dan memilik anak. Berikan papa kesempatan untuk memperbaiki segalanya nak!"


Untuk pertama kalinya, Rama berdoa kepada Tuhan untuk keselamatan Putrinya


Rama berdoa dengan penuh penyesalan, ia menginginkan anaknya baik-baik saja. Ia berdoa agar anaknya tidak mendapatkan karma atas kejahatan yang selama ini ia lakukan.


********


Di rumah


Zaskia merasa gelisah, ia menatap Bintang yang sangat terlelap tidurnya.


"Ternyata Bintang ganteng banget kalau tidur ya?" Tersenyum memandang Bintang, namun entah mengapa hatinya merasa gelisah.


"Kenapa aku sangat gelisah? Aku enggak boleh berpikir macam-macam mereka sedang menjemput Kayla pulang, dan saat Kayla sudah pulang aku akan menjaganya lebih ketat lagi! Enggak ada yang boleh memegang kedua keponakan aku! Mereka akan aku jaga sendiri dengan tangan aku!"


Namun tetap saja Zaskia merasa gelisah, ia memikirkan Kayla, sudah lima jam mereka pergi dan belum juga kembali


"Apakah telah terjadi sesuatu?"


Zaskia mengambil ponselnya, mencoba menghubungi Kimmy dan Devano namun keduanya tidak bisa di hubungi. Ia juga tak tahu nomer ponsel Tammy


"Kenapa mereka belum juga kembali?"


Zaskia terus melihat jam, Bintang menangis. Mungkin saja bayi itu haus, Zaskia membuat susu untuk Bintang. Itu hal yang muda karena Zaskia juga mengurus Kayla dari bayi, sering membuat susu untuk Kayla. Jadi ini bukan hal yang rumit untuk zaskia


Setelah selesai membuat susu, , Zaskia menggendong Bintang untuk diberikan susu. Bintang anak yang pintar, ia tak mudah rewel


"Anak ganteng, anak pintar? Walau mamanya enggak ada kamu enggak rewel ya?" Ujarnya tersenyum


Ia senang bisa merawat Bintang seperti ini.


"Sebaiknya aku tidur saja, nanti saat mereka pulang aku akan mendengarkan suara mereka,"


Zaskia kembali meletakan tubuh Bintang di atas tempat tidur, ia berbaring di sebelah Bintang dan langsung memejamkan kedua matanya.


******************


Malam telah berlalu


Suasana di rumah sakit masih sangat canggung


Kondisi Kayla masih belum sadar, dokter mengatakan karena kehabisan darah Kayla koma. Dan enggak tahu berapa lama anak kecil itu akan siuman.


Devano meminta pengawal untuk memberikan sarapan untuk mereka namun Kimmy enggak bisa makan


"Kalian saja!" Ujarnya ketus


"Jika kau ingin menjaga Kayla lebih lama kau harus sehat! Aku enggak bisa menjaga dua orang sekaligus!" Ujar Devano dengan dingin, kenyataan masih membuatnya kecewa namun ia tidak bisa berhenti perduli dengan Kimmy.

__ADS_1


Akhirnya Kimmy menerima makanan dari Devano, ia memakannya dengan terpaksa. Air matanya menetes.


Devano menghapus air mata Kimmy tanpa mengatakan apapun. Tammy makan dengan santai, bukannya ia tak menyayangi Kayla namun dirinya juga butuh makan dan sehat


Jika dia sakit, bagaimana dengan anaknya Bintang? Meninggalkan Bintang satu malam saja membuatnya gelisah


"Dev, aku harus pulang! Kasian Bintang kalau aku tinggal lama-lama,"


Devano mengerti,.ia akan mengantarkan Tammy pulang kerumah.


"Aku akan mengantar kamu pulang!"


Tammy menolak, ia mengatakan bisa pulang sendiri. Tammy meminta Devano untuk menemani Kimmy saja.


"Enggak usah Deh! Aku bisa pulang sendiri Dev, kamu temani aja Kimmy. Dan kasih tau aku gimana perkembangan tentang Kayla oke?"


Devano mengangguk, Tammy pulang dengan di kawal tiga pengawal. Memang Rama sudah di dalam penjara, namun penjagaan untuk keluarganya masih perlu di lakukan.


Devano dan Kimmy duduk berjauhan, mata Kimmy sangat kosong pandangannya


Entah sampai kapan anaknya akan sadar ia pun tak tau


Kimmy berharap anaknya segera sadar dari komanya.


"Sayang, kamu harus bangun Mak! Mama ingin kamu bangun, mama janji kan menjaga Kayla lebih baik lagi," gumamnya dengan pandangan kosong.


Hidupnya terasa kosong, dan mati! Devano merasa tak tega dengan kondisi istrinya


"Kamu harus tegar untuk Kayla!"


"Ini semua salah aku! Andai aku enggak datang sama Kayla ke acara itu. Ini semua enggak akan terjadi, apalah arti pengakuan di hadapan keluarga besar kalau nyawa anak aku jadi taruhannya?"


Kimmy sungguh menyesal, ia menyesal karena membiarkan anaknya jauh dari pandangannya.Devano mengepalkan tangannya, ia mencoba menahan kemarahannya.


Ucapan Kimmy yang mengatakan jika Kimmy adalah anak Rama membuatnya menjadi kesal dan marah.


Namun, ia harus bisa menahan amarahnya. Bagaimana pun, Kayla lebih penting dari segalanya


"Ini semua karena Tammy membuat acara,"


"Ini juga kesalahan kamu dan Tammy! Kalian menikah membuat Rama dendam, ia melampiaskan kebencian dan kemarahannya kepada Kayla anakku! Kenapa kalian harus menikah dengan menyebabkan penderitaan untuk anakku?"


Kimmy masih terisak "Kenapa anak ku harus menahan penderitaan karena kalian? Kalian manusia yang egois! Karena kalian anakku yang menjadi korbannya!"..


Devano memejamkan kedua matanya untuk tetap bersabar. Ia enggak mau terlalu terbawa emosi yang akan membuat suasana semakin kacau.


**********


Zaskia mendengar suara mobil


"Itu pasti mereka, Kayla telah kembali!" Zaskia tersenyum, ia segera bangkit dari tempat tidurnya. Karena merasa senang, ia lupa jika Bintang tidur disebelahnya. Ia pun memperlambat geraknya agar Bintang enggak bangun.


Ia melihat jam dinding pukul enam pagi,


Zaskia berlari menuruni anak tangga,


Tidak ada Kimmy dan Devano, apalagi Kayla yang ada hanya Tammy


"Di mana Kayla kak?"


Tammy pun mengatakan yang sebenarnya kepada Zaskia dengan wajah yang sedih, Zaskia kaget bukan main


"Kayla?" dirinya juga menangis, mengapa Rama melakukan hal yang nekat?


"Kak kenapa kak Rama melakukan hal yang nekat?"


"Dia merasa terancam, jadi menembak Kayla tanpa sengaja. Tapi pasti dia sudah hancur dan terluka saat mengetahui jika dirinya telah menyakiti anak kandungnya sendiri,"


Zaskia kaget, ia tidak kaget karena mengetahui Rama ayah kandung Kayla. Namun, Zaskia kaget karena Tammy bisa mengetahui rahasia yang ia dan Kimmy simpan selama ini.


"Kamu kaget kan? Sama, aku dan Devano juga kaget. Namun, Kimmy sudah menyatakan semua kebenarannya. Ia mengatakan Rama adalah papa kandung dari Kayla, ini semua seperti hukuman bagi Rama karena selama ini dia sudah jahat sama semua orang,"


"Tapi kak. Ini enggak ada hubungannya dengan Kayla, dia enggak salah!"


Tammy tahu Kayla enggak bersalah dalam hal ini, namun kejadian ini bisa membuat Rama sadar atau bahkan merasa terhukum


"Iya kakak tau kalau ini tidak salah Kayla! Namun dengan adanya hal seperti ini, dia bisa berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi! Dia jangan jahat sama orang!"


"Di rumah sakit mana kak?"


Zaskia enggak mau berdebat dengan Tammy, ia hanya ingin melihat keadaan Kayla di rumah sakit.


"Rumah sakit Deristya,"


Zaskia segera pergi, ia ingin mengetahui keadaan Kayla. Dirinya cemas, mungkin ini pertanda dirinya yang terus merasa uring-uringan sejak tadi


"Kayla sayang, kamu harus bertahan nak! Aunty akan datang untuk kamu,"


Usia Zaskia udah sangat cocok menikah dan mempunyai anak


Namun Zakia tidak kepikiran, pengkhianatan yang dulu dilakukan oleh mantan pacar dan sahabatnya membuat Zaskia tak mau memikirkan tentang cinta. Cinta hanya akan membuatnya hancur dan menderita. Ia tak mau hancur dan menderita lagi.


Zaskia juga tak memikirkan tentang pernikahan. Mempunyai Devano, Kimmy dan Kayla juga sudah cukup bagi dirinya.

__ADS_1


__ADS_2