Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 67 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Devano mengatakan itu karena ia tau jika adiknya sedang berpura-pura pingsan. Terlihat jelas, saat teman mamanya mengatakan pernikahan itu di undur. Tersirat senyuman kecil di wajah Zaskia. Devano tak mengerti, dari mana adiknya belajar untuk bersandiwara.


"Tante, om! Terimakasih karena sudah berkunjung ke sini dan salam untuk Vero!"


"Iya sayang! Kamu tolong jagain adik kamu ya? Tante khawatir sesuatu terjadi kepadanya, dan jika Zaskia belum siap kita bisa mengundur untuk beberapa bulan,"


"Enggak Tante! Percayalah dengan Devano! Tak ada yang harus di undur lagi! Zaskia akan memahaminya. Mau sampai kapan? Kita undur juga kedepannya akan tetap sama. Kalau enggak dari sekarang kita membuatnya terbiasa kapan lagi?"


"Iya nak Devano! Kamu memang benar, tapi Tante lebih khawatir dengan keadaan Zaskia enggak baik kalau dia sering-sering enggak sadarkan diri loh!"


"Tante percayakan semuanya dengan Devano ya?"


Kedua orang tua Vero segera berpamitan pulang. Devano dan Kimmy mengantar keduanya sampai depan pintu. Setelah kedua orang tua Vero pulang Devano masuk ke kamar adiknya dengan raut wajah yang serius


"Bangun!"


"Van, apaan sih! Dia lagi enggak sadarkan diri kamu paksa untuk bangun dengan kasar lagi?"


Hust!


Devano meminta istrinya untuk diam dan tenang


"Kamu jangan khawatir! Masalah Zaskia, serahkan sama aku! Dan Zaskia bangun! Atau kakak akan mengurung kamu di gudang gelap! Kakak tau kamu sedang bersandiwara!"


Perlahan, Zaskia bangkit dengan wajah yang cemberut. Devano membuang nafas dengan kasar, lalu mengusap wajahnya dengan gusar


"Kamu bukan anak kecil lagi Zaskia! Kapan kamu akan mengerti!"


"Kakak tau aku bukan anak kecil, tapi kenapa kakak anggap aku seperti anak kecil? Tanpa memberitahu atau bertanya terlebih dahulu sam aku, bisa-bisanya kalian menentukan Minggu depan! Apa kalian pikir aku ini barang ya!"


Zaskia terlihat kesal, ia sudah mau menerima perjodohan ini namun mengapa kakaknya enggak mau menghargai dirinya?

__ADS_1


"Kak, yang menikah dan nantinya yang akan menjalani semuanya itu aku! Aku! Dan aku! Bukan kakak, bukan kak Kimmy, bukan tante Chyntia juga suaminya! Kenapa kalian enggak pernah memikirkan tentang perasaan aku! Masa depan aku!"


"Semua kami lakukan demi kebahagiaan kamu!"


"Gimana aku mau bahagia, kalau aku sendiri enggak menginginkan pernikahan ini kak? Gimana caranya?"


Zaskia menangis menatap kakaknya, ia ingin kakaknya sadar jika dirinya menderita dengan perjodohan ini


"Yaudah, kalau begitu kamu bilang ke makam mama dan papa sana! Kamu protes dengan mereka! Karena ini amanah dari mama dan papa! Kalau kamu mengira wasiat itu enggak penting kamu bisa kok enggak usah melakukan ini semua!"


Zaskia terisak, mengusap air matanya. Kimmy dengan lembut menenangkan ia juga meminta suaminya untuk tenang


"Kamu selalu beranggapan kakak dan kak Kimmy enggak sayang sama kamu, kami meminta ini karena kami mau kamu cepat pergi kan? Itu kan yang ada di pikiran kamu!"


"Tenang lah Van! Jangan memarahinya!"


"Tidak Kimmy! Aku sudah sangat lelah membuatnya mengerti dan memahami semua sifat kekanak-kanakannya. Jika dia tidak mau menikah, enggak masalah! Jangan pernah memaksanya untuk menikah! Dan abaikan semua amanah dari mama dan papa ku! Semuanya akan selesai, dia juga akan bahagia! Dan aku? Aku tidak harus berpisah dari keluarga ku satu-satunya! Aku enggak harus sedih karena jauh dengan adik ku, aku enggak harus menangis tengah malam, saat makan atau saat mengambil nafas setiap detiknya karena merindukan adikku yang menjadi milik orang lain!"


Zaskia sadar,


"Maaf kak!"


Zaskia segera memeluk Devano dengar erat, sesekali isakan tangisnya masih terdengar


"Maaf, Zaskia hanya memikirkan perasaan Zaskia saja! Bahkan, Zaskia tak bertanya apakah kakak senang atau tidak,"


Kimmy ikut menangis melihat kakak beradik ini '


"Apa kamu pikir gampang melepas kamu? Merelakan kamu menjadi milik orang lain? Enggak Zaskia! Semuanya juga berat untuk kakak, tapi kakak juga enggak boleh egois demi masa depan kamu dan juga demi memenuhi keinginan mama dan papa!"


Devano mengatakan dengan nada yang berat, walau ia tak menunjukannya namun terlihat jelas Jiak Devano merasa sedih karena akan kehilangan sang adik satu-satunya yang paling ia sayang dan cinta.

__ADS_1


"Kita sudah tumbuh bersama sejak kamu masih di dalam kandungan mama, kita besar bersama-sama dan saat mama dan papa meninggal kedekatan kita semakin erat! Aku menjadi ibu, ayah dan juga kakak bagi mu! Apakah ini mudah bagi ku? Kau mengira kakak mu ini ingin adik kesayangannya cepat-cepat pergi dari hidupnya!" Zaskia menggelengkan kepalanya, berulangkali kata maaf terucap di bibirnya "M-maaf!"


"M-maaf kak, Ak-aku salah!"


"M-maaf! Mm-maafk-an adik mu ini kak," ujarnya dengan nada yang sesenggukan! Bahkan, hati Devano merasa hancur mendengar adiknya menangis seperti itu!


"Jangan menangis! Mulai sekarang kakak tidak akan memaksa lagi! Kamu sudah dewasa sudah tau mana yang baik dan tidak baik untuk kamu! Dan masalah Vero dan keluarganya, kakak yang akan bicara dengan mereka,"


Zaskia melepaskan pelukannya dengan Devano "Enggak kak! Jangan! Za-zaskia aka-an menikah dengannya!" Tutur Zaskia dengan ragu, namun Devano mengatakan jika ia tak mau menikahkan Zaskia dengan Vero jika Zaskia terpaksa.


"Tidak Zaskia! Kakak enggak akan membiarkan kamu menerima pernikahan ini karena terpaksa! Kakak menyayangi kamu!"


"Kak, ini emang berat untuk aku! Tapi percaya lah Zaskia enggak mau membuat mama dan papa sedih! Maaf kalau Zaskia labil, tapi Zaskia akan menerimanya! Jangan kan Minggu depan, besok pun Zaskia bersedia menikah dengan Vero!"


Zaskia hanya bisa ikhlas, bertemu dengan Vero dan meminta Vero menolak juga tak akan bisa! Zaskia tak mau kakaknya merasa sedih lagi


Kimmy mendekati adik iparnya "Kakak yakin dengan adik ipar kakak ini kalau dia orang yang bijaksana! Dan bisa mengambil keputusan yang tepat!"


Zaskia tersenyum kepada Kimmy, menyenderkan kepalanya di pundak Kimmy dengan manja.


"Tapi berjanji lah kepada ku! Walau aku sudah menikah, kalian jangan melupakan aku!".


"Dasar bodoh!" Devano mengusap rambut adiknya dengan gemas, dengan manja Zaskia menjauhkan kepalanya dari pundak Kimmy lalu mendekati Devano dan memeluk kakaknya


"Zaskia sayang banget sama kak Kimmy, sama kakak juga! Zaskia cinta banget sama kalian berdua, love banyak-banyak!"


penyakit lebay-nya Zaskia keluar, Devano dan Kimmy hanya menggelengkan kepala saja melihat tingkah kelakuan Zaskia!


"Ya sudah, kakak akan menghubungi Tante Chyntia dan mengatakan kamu bersedia menikah dengan Vero Minggu depan!"


Zaskia mengangguk, walau hati kecilnya menolak namun ia harus ikhlas! Dan percaya jika semua demi kebaikannya!

__ADS_1


Harus bisa ya? Aku harus kuat demi kak Devano juga kak Kimmy! ~batinnya


****************


__ADS_2