
"Kemarahan mu enggak ber-alasan Tammy! Mama dan papa sayang banget sama kamu, mereka enggak pernah membeda-bedakan kita!"
"Dasar enggak tau diri! Selama kamu berada di rumah sakit koma yang setia menunggu kamu itu kakak iparku! Kenapa sekarang jahat?"
"Orang asing tidak usah ikut campur!" Tammy menatap tajam Zaskia, Kimmy meminta adik iparnya untuk sabar
"Zaskia, biar kakak yang menyelesaikan ini ya?"
Zaskia menurut kepada kakak iparnya
"Dokter bilang, besok kamu udah bisa pulang, kamu kerumah aku ya?"
Tammy menolak "No! Apa kamu bodoh? Melihat muka mu saja aku benci, apalagi harus tinggal dengan mu?"
Padahal wajah keduanya sangat mirip, jika Tammy membenci wajah Kimmy itu tandanya ia membenci wajahnya sendiri.
Kimmy memegang kepalanya yang sedikit pusing "Tammy, dengarkan aku! Saat ini Rama belum bisa ditemukan, aku enggak mau malah dia menyakiti kamu lagi! Sudah banyak korban, dan nyawa karena ulah Rama. Mama, Papa, Umi dan kamu? Kamu koma selama dua bulan lebih itu semua karena dia!"
Namun, Tammy yang terlalu mencintai suaminya ingin bertemu dengan Rama "Dia melakukan itu karena dia enggak sadar, dia emosi. Aku mau ketemu sama dia,"
"Buat apa?"
"Aku yakin dia akan menerima ku lagi, dia akan meminta maaf kepada ku!"
Sebelumnya Tammy begitu marah dan benci kepada Rama. Namun sekarang, ia ingin bertemu dengan pria itu
"Jangan Tammy! Itu bahaya!"
"Diam! Sebaiknya kamu pergi dan jangan ikut campur!"
Tammy menatap perut Kimmy yang mulai besar, ia mengingat jika Kimmy baru dua bulan menikah.
"Berapa usia kandungan mu?"
"Lima bulan,"
"Hahaha! Pelacur!"
Tammy mengatakan hal yang menyakitkan bagi Kimmy, dia mengatakan saudara kembarnya pelacur "Kau bahkan hamil di luar nikah!"
Andai Tammy tahu siapa yang membuat Kimmy seperti ini!
"Kau selalu bersikap polos dan alim, namun ternyata kau mencari pelacur gratisan sebelum menikah!"
Tammy masih saja menghina Kimmy, Zaskia merasa geram. Mengapa wanita itu tidak bisa menjaga mulutnya?
__ADS_1
Melihat Zaskia yang hampir kehilangan kendali, Kimmy mendekati adik iparnya dan seakan memberikan kode untuk tidak memberitahu Tammy tentang kebenaran
"Aku pergi, jaga diri mu!" Kimmy pergi keluar kamar membawa Zaskia, ia memilih mengalah daripada Zaskia kehilangan kendali dan mengatakan yang sebenarnya
"Kenapa kak Tammy enggak bisa menjaga mulutnya kak? Bisa-bisanya dia mengatakan hal itu!"
"Udah enggak apa-apa Zaskia! Dia sedang terluka karena umi tiada dan rahimnya sudah diangkat. Dia enggak bisa memiliki anak, sebab itu ia merasa kesal dan stres,"
"Mungkin itu hukuman untuknya kak, jadi anaknya kelak enggak merasakan karma atas apa yang diperbuat oleh mama dan papanya,"
Kimmy mengelus perutnya "Apakah dia akan mendapatkan karma atas perbuatan ayahnya? Aku mohon jangan Tuhan, anakku tidak bersalah!" Batinnya
Ia takut suatu saat, anaknya menjadi sasaran atas dosa yang dilakukan oleh Rama selama ini.
"Kak, kakak memikirkan nasib anak kakak ini?" Kimmy mengangguk, Zaskia menenangkan kakak iparnya
"Dia enggak akan mendapatkan hal buruk di masa depan, mungkin ayahnya itu iblis tapi ibunya adalah malaikat. Dan semua kebaikan-kebaikan dan nilai-nilai di dalam diri kakak akan dapat menyelamatkannya dari kejahatan,"
Semoga saja!
Kimmy berharap yang terbaik untuk kedepannya, apalagi untuk masa depannya.
*****
Keduanya tak sadar, sepasang mata menatap juga mendengar perbincangan itu "Zaskia tahu ayah dari anak Kimmy?" batin Devano, jika benar adiknya tau kenapa adiknya tak pernah mengatakan apapun?
Devano berperang dengan pikirannya sendiri, ia berjalan mendekati keduanya
"Kak, udah selesai?"
Devano mengangguk, Kimmy masih khawatir dengan Tammy.
Dia pun tetap memberikan perintah kepada pengawalnya untuk menjaga Tammy dengan ketat.
"Kak,"
Zaskia ingin protes namun dihalangi oleh Devano, ia menarik tangan adiknya menjauh dari Kimmy
"Kenapa kak?"
Devano memegang pipi adiknya dengan lembut
"Kakak tahu kamu sayang sama kakak ipar mu, tapi Tammy adalah saudara kembarnya. Bagaimana pun dia sangat menyayangi saudaranya, jangan mencampuri urusan antara saudara! Kita juga hanya orang asing didalam hidupnya,"
"Kak, tapi kak Tammy itu jahat banget loh sama kak Kimmy! Bahkan, dalam keadaan begini dia masih saja jahat sama kak Kimmy!"
__ADS_1
Devano memeluk adiknya yang menangis "Rasa sayang kamu dan marah kamu wajar kok, tapi Tammy itu sebagian nafas dari Kimmy! Kamu paham kan?"
Zaskia mengangguk "Bagaimana kakak sayang banget sama kamu, dan kamu sayang banget sama kakak begitu juga rasa sayang Kimmy kepada saudaranya,"
"Tapi kak Tammy jahat, dan kita enggak pernah saling menyakiti!"
"Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya! Kamu lupa? Dulu mama dan papa masih ada, kita jauh bagai orang asing. Tapi sekarang? Mungkin saja, dengan keadaan ini Tammy dan Kimmy bisa dekat dan saling menyayangi satu sama lain,"
Zaskia juga berharap begitu, ia berharap agar Tammy sadar betapa Kimmy sangat menyayanginya "Semoga hati dan pikiran kak Tammy kebuka,"
Kimmy berjalan mendekati keduanya "Kalian sedang membicarakan apa?"
Devano dan Zaskia menggelengkan kepalanya, mereka pun memutuskan untuk kembali di rumah
*******
"Ini cek satu milyar, gaji kedua kamu sesuai kesepakatan," Kimmy memberikan cek kepada Devano ketika mereka sampai di rumah.
Devano tersenyum akhirnya ia bisa meminta Zaskia untuk kembali melanjutkan kuliahnya
"Dek, kita ke kampus kamu ya?"
"Aku kuliah lagi kak?" tanya Zaskia dengan mata nanar, merasa sangat terharu ia memeluk Devano "Makasih banget kak,"
"Kamu harus melanjutkan pendidikan kamu!"
"Tapi kak,"
Zaskia memikirkan teman-temannya yang sudah menghinanya "Aku takut mereka membully ku?"
"Bully? Kamu tenang saja Zaskia, akan kakak pastikan jika mereka tidak akan berani menyakiti kamu," Kimmy berjanji kepada adik iparnya
"kak, pindah kampus saja,"
"Zaskia, enggak bisa! Kamu tahu kan jika fakultas itu adalah impian kedua orang tua kita,"
"Mama dan papa berharap pada kamu di kampus itu," Zaskia terdiam sejenak, menatap kakaknya
"Iya kak, demi mewujudkan impian mama dan papa. Zaskia akan melanjutkan pendidikan Zaskia,"
Padahal sebenarnya Zaskia malas kembali ke kampus itu, bertemu dengan orang-orang palsu terutama mantan pacar dan sahabatnya namun ia sadar akan perjuangan kakaknya
"Kakak sudah mengorbankan masa depannya demi aku, jadi aku harus tahu diri dan membahagiakan kakak,"
*********
__ADS_1
Tammy masih saja menangis di rumah sakit "Sekarang aku enggak punya siapa-siapa, umi kenapa pergi?"
Tammy meratapi kepergian pelayan itu "Andai saja aku tidak mendengarkan ucapan Rama. Mama dan papa pasti masih ada disini, kenapa aku bodoh? Aku membunuh mama dan papaku demi lelaki itu. Tapi dia? Dia tega dengan aku! Dan karenanya aku kehilangan masa depan ku hiks,"