
Zaskia lebih diam dan kalem lagi, tidak mau terlalu dekat dan percaya dengan siapapun. Sebelum sedingin ini, Zaskia pernah begitu hangat dan baik kepada teman-teman kampusnya.
Bahkan, satu kampus pernah merasakan uang Zaskia. Namun, saat dia susah semuanya pergi meninggalkan dia.
*******
Kimmy sedang termenung di meja makan, menunggu pelayan menyiapkan makanan untuk Zaskia pulang dari kampus
"Bi, jangan lama dong! Nanti Zaskia pulang dia kelaparan loh kan kasian,"
"Baik nona,"
Devano menuruni anak tangga, ia melihat istrinya yang sedang mengomel kepada pelayan "Kenapa?"
"Ini, aku bilang masaknya jangan santai keburu Zaskia pulang, kasian kalau dia kelaparan!"
"Enggak apa-apa, jangan buru-buru juga nanti bibinya bisa bahaya, utamakan keselamatan kerja aja,"
Kimmy memukul meja dengan kuat, terlihat ia tidak suka jika ucapannya di potong oleh siapapun termaksud suaminya.
Devano kaget dengan sikap Kimmy yang berubah menjadi kasar dan mudah marah
"Maaf," Kimmy langsung meminta maaf, Devano memaklumi mungkin saja ini hormon dari ibu hamil.
"Kamu istirahat di kamar saja," Kimmy menolak, ia mengatakan jika dirinya akan menunggu Zaskia pulang "Aku tunggu Zaskia dari kampus aja!"
Tak lama kemudian, Zaskia sampai kerumah. Kimmy dengan bahagia menyambut adik iparnya
"Gimana hari kamu?"
Zaskia hanya tersenyum "Gitu lah kak, banyak yang mau berteman dengan aku orang-orang palsu,"
"Tidak heran, saat kita di atas semua pasti akan mau bersama kita. Apalagi, mereka tahu kampus itu punya kamu!"
Jujur, Zaskia kurang suka dengan semua itu. Menurutnya semua itu sangat berlebihan "Kak, tapi bukannya semua itu berlebihan?"
"Siapa bilang? Hanya mereka orang-orang sirik yang mengatakan itu semua! Kita ini punya uang, wajar kan kalau kita bisa membeli apa aja yang kita mau? Contohnya, kakak bisa membeli abang mu,"
Ucapan Kimmy tentu saja membuat Devano dan Zaskia tersinggung "Mana ada asing mau menikah jika bukan karena uang?"
"Kak, Zaskia ke kamar dulu ya?" Zaskia segera izin masuk kamar
"Mau kemana? Kamu makan dulu, kakak udah minta bibi buat masak. Kakak tau kamu pasti lapar dik!"
"Enggak kak! Aku udah kenyang kok!"
Zaskia langsung pergi meninggalkan Zaskia dan Devano
"Van, Zaskia kenapa ya? Kenapa dia enggak happy?"
__ADS_1
Devano hanya diam tak menjawab "Kamu juga kenapa?"
"Enggak apa-apa, aku harus kerumah sakit. Sebentar lagi waktunya Tammy makan dan minum obat,"
Astaga!
Kimmy hampir saja lupa "Aku lupa, maaf-maaf! Yaudah kamu kesana aku temani ya? Aku juga mau lihat gimana keadaan kembaran aku,"
Devano mengangguk, tidak mau banyak bicara. Karena ia sadar diri dengan posisinya sekarang, terlebih Kimmy baru saja menyadarinya
********
Zaskia menangis di dalam kamarnya, ucapan Kimmy memang benar namun sangat menyakiti hatinya
"Apakah serendah itu kak Devano Dimata kak Kimmy? Aku menyayanginya sebagai kakakku, kak Kimmy memang baik namun ia tidak sadar terkadang tindakannya menyakiti hati orang lain, apakah baginya uang itu segalanya? Apakah kak Kimmy hanya memandang segala hal hanya uang?" Gumamnya terisak, mengapa Kimmy berubah?
Memang sikapnya masih biasa saja, ia menyayangi Zaskia bahkan perhatian dengan Zaskia namun kesombongannya mulai keluar. Ponselnya berbunyi, itu dari Dio
"Kenapa sih? Kenapa dia harus menganggu aku?"
Ingin rasanya ia membanting ponsel itu, namun ia tau kakaknya sudah berkorban agar Zaskia mendapatkan fasilitas yang mewah lagi. Zaskia tidak akan kembali seperti dulu
*******
Kimmy bingung, kenapa Zaskia tiba-tiba tidak semangat "Van, kamu perhatikan enggak tadi? Kenapa ya Zaskia nampaknya murung? Harusnya dia senang kan? Karena kampus itu miliknya, enggak ada yang bisa menyakiti nya!"
"Menurut kamu?"
"Enggak sih, kan apa yang aku bilang itu bener Van!"
Jika Kimmy menganggap dirinya enggak bersalah, maka Devano tak mau memperpanjang masalah itu lagi.
"Ya sudah, jika kamu anggap kamu benar kenapa harus memikirkan adik ku?"
"Zaskia juga adikku Van! Aku berhak tahu gimana perasaannya!"
"Kita udah sampai, aku aja yang turun. Kamu tunggu di dalam mobil ya?"
Devano mengambil makanan dari rumah untuk diberi kepada Tammy, Kimmy pun mengiyakan suaminya karena tiba-tiba ia malas keluar untuk berjalan
"Aku di mobil aja, lagian aku juga enggak boleh masuk sama Tammy!"
Kimmy mengambil cemilan, ia membukanya lalu memakan cemilan itu.
*******
Seperti tadi, Devano masuk kedalam ruangan Tammy. Dan melihat Tammy masih menangis
"Enggak baik terus menangis, bukannya cepat sembuh malah makin memburuk keadaan,"
__ADS_1
Tammy menghapus air matanya "Kamu bisa berbicara seperti itu karena kamu enggak tahu gimana rasanya jadi aku!"
"Kan kamu sendiri yang membuat semuanya seperti ini? Kamu yang bunuh kedua orang tua mu, kamu yang terlalu percaya dengan suami mu, kalau saja kamu lebih mendengarkan hati nurani kamu. Mama dan papa kamu masih ada!"
Tammy menyesal, ia semakin menangis "Bodoh sekali aku! Aku mempercayai cintanya hingga buta. Aku membunuh kedua orang tua ku hiks,"
"Iya kenapa kamu tega?"
"Ak-aku tidak membunuh mereka secara langsung, aku hanya diam saat Rama membunuh mereka,"
"Tapi kamu terlibat bukan?"
"Aku enggak ada ditempat!"
"Tapi kamu diam! Kan sama aja? Kalau kamu mencegah dan melaporkan Rama kepolisian mama dan papa kamu masih ada,"
Tammy melempar Devano dengan bantal "Kalau kedatangan kamu kesini buat menghina aku lebih baik kamu pergi!"
Devano menggelengkan kepalanya, kembali meletakan bantal itu ke asal semula
"Aku enggak membahas kesalahan kamu terus, aku cuman mau kamu sadar aja kalau itu semua salah!"
"Kamu pergi aja! Aku enggak minta kamu datang kesini!"
"Kan aku udah bilang, aku akan selalu datang. Kalau kamu ingin aku cepat keluar, kamu bisa cepat makan dan menghabiskan ini! Minum obat, selesai aku akan pergi!"
Tammy pun memakan makanan yang Devano bawakan untuknya. Ia pun melahap sampai habis
"Aku udah selesai, dan kamu boleh pergi!"
"Oke!"
Devano pergi tanpa mengatakan apapun, ia hanya memenuhi tugasnya saja. Saat ia ingin keluar ruangan. Tiba-tiba Tammy histeris, Segera Devano berbalik badan. Tubuh Tammy gemetar ketakutan, sepertinya trauma karena Rama kembali datang
"Tammy?"
Devano pun mendekatinya dan ingin menenangkan namun Tammy masih berteriak ketakutan
"Ampun, sakit!"
Devano memeluk saudara kembarnya Kimmy, hingga wanita itu merasa tenang
"Semuanya akan baik-baik aja,"
Tammy pun tertidur, Devano ingin pergi namun tangannya dipegang oleh Tammy
"Jangan pergi," gumamnya pelan, Devano melihat begitu banyak trauma yang dialami oleh Tammy.
Tammy harus menderita seperti ini, bahkan ia akan menjadi wanita yang tidak sempurna karena tak bisa memiliki anak sampai ia tua. Gimana nasibnya untuk kedepannya?
__ADS_1