
Selama ini, Tammy hidup penuh dengan bayang-bayang Kimmy karena suaminya tidak henti membandingkan mereka berdua. Kini, Tammy kembali untuk membalas rasa sakit hatinya.
"Lihat anak kita ketakutan,"
"Jangan sentuh anakku!".
Kimmy tidak mau, bayangan hitam mereka menghantui bahkan menghancurkan masa depan anaknya, selama ini mereka hidup dengan tenang dan mengapa sekarang Tammy dan Rama harus kembali ke hidup mereka?
"Kenapa? Pada tegang banget mukanya?"
Devano mendekati Tammy "Kamu mau apa?"
Tammy pun memegang dada Devano "Kamu! Aku mau kau!"
Zaskia, Kimmy dan Devano kaget mendengar ucapan Tammy.
Rama juga biasanya, ia tak marah mendengar ucapan Tammy
Rasa cinta keduanya telah hilang sejak lima tahun belakangan ini, Tammy hanya menjadi pelampiasan nafsu dan kemarahan Rama saja.
Kimmy menarik tangan Tammy "Mau kamu apa? Kenapa kamu datang setelah sekian lama pergi?"
"Kenapa? Takut kalau suami mu aku ambil?"
Plak!
Satu tamparan mendarat di wajah Tammy, itu hal yang biasa bagi Tammy. Selama ini, Rama selalu memperlakukannya dengan kejam.
Tammy hanya bisa tersenyum, Devano mendekat dan meminta istrinya tenang "Tenang Kimmy!"
"Gimana rasanya? Gimana rasanya disayang sama orang tua, di sayang juga sama suami?"
tanya Tammy dengan tatapan yang kosong "Apa sih! Selama ini mama dan papa selalu sayang sama kamu!"
Cih!
Tammy memalingkan wajahnya ke sembarang arah, Devano tau jika wanita itu menahan air matanya.
"Mama?"
Panggil Kayla, berlari mendekati Kimmy lalu memeluknya "Mama jangan marah-marah,"
Zaskia pun mengajak Kayla untuk bermain di luar dulu, suasana menjadi kacau. Bahkan, para tamu undangan pergi dari acara tersebut
"Kenapa kalian merusak acara anak aku? Kenapa Tammy! Kenapa Kamu selalu iri sama hidup aku?"
Tammy tertawa
"Haha, coba deh kamu jawab pertanyaan aku tadi Kim! Gimana rasanya di sayang oleh orang tua? Gimana rasanya di perlakukan baik dan disayang sama suami? Gimana rasanya punya anak dan disayang sama anak?"
Hal itu tidak didapat oleh Tammy, bahkan Rama orang yang dulu ia harapkan bisa memberikannya kebahagiaan juga menyakitinya tanpa ampun.
Kimmy menggelengkan kepalanya "Kamu udah memilih kehidupan mu sendiri, kenapa mengeluh?"
Kimmy meminta Tammy dan Rama pergi dari rumahnya, ia takut jika Rama tau jika Kayla adalah anaknya, dia akan mengambil Kayla!
"Aku datang untuk melihat keponakan aku, memangnya salah?"
__ADS_1
Memang tidak salah! Namun Kimmy merasa takut jika semuanya terbongkar. Kimmy mengatupkan kedua tangannya ke depan, ia memohon kepada Tammy dan Rama agar segera pergi dan jangan mengganggu keluarganya termaksud anaknya
"Aku mohon, pergi lah dari sini!"
"Tapi, aku mau mengobrol dengan suami mu," Tammy menatap Devano dengan begitu dalam, Devano mengajak Tammy untuk berbicara di taman belakang.
Kimmy tak bisa melarang, itu keputusan Devano suaminya. Tammy dan Devano pergi menuju taman belakang.
**********
Keduanya duduk
"Ada apa?"
"Makasih,"
"Untuk?" tanya Devano yang penasaran, mengapa Tammy mengucapkan terimakasih kepadanya?
"Terimakasih karena dulu udah pernah merawat aku, makasih usah kasih perhatian ke aku,"
"Kenapa?"
"Kenapa apanya?" Kini, gantian Tammy yang bertanya kepada Devano "Kenapa waktu itu memutuskan kembali lagi sama orang yang udah buat kamu menderita?"
Tammy menghapus air matanya yang jatuh membasahi pipi manisnya itu
"Cuma dia yang aku punya," ujarnya dengan tatapan yang kosong.
"Tapi, kita semua tau bagaimana gilanya dia! Apakah dia tidak pernah menyakiti mu?"
Tammy membuka gardigan yang ia pakai, menunjukan luka lebam di bagian tangannya.
"Kenapa masih bertahan?" Devano menatap Tammy, ia bingung! Mengapa Tammy masih bertahan dengan pria yang sudah jelas-jelas selalu menyakitinya
"Aku hanya punya dia,"
Devano menggelengkan kepalanya tidak percaya "Untuk apa bersama orang yang terus menyakiti mu? Kenapa kau tidak mengatakan segalanya kepada Kimmy? Jika kau memberitahunya, dia pasti akan menjemput mu,"
Tammy tertawa
"Haha!"
Devano mengerutkan dahinya "Kenapa tertawa?"
"Kamu enggak tau rasanya, saat ada orang tua tapi seperti enggak punya orang tua. Tinggal bersama tapi enggak tau gimana rasanya di sayang! Cuman sama Rama aku tau rasanya di sayang, ya tapi gitu deh! Gimana pun dia suami ku, cuman dia yang aku punya!"
"Kamu masih punya Kimmy yang menyayangi mu,"
Tammy menggelengkan kepalanya "Dia menyayangi mu jika jauh, jika kami dekat hanya sebagai ajang perlombaan siapa yang lebih unggul diantara kami, dan ujung-ujungnya aku di hina karena dia lebih unggul,"
"Kamu salah paham sama Kimmy!"
"Aku enggak salah paham sama dia, semua yang aku katakan memang fakta adanya,"
Devano bertanya mengapa Tammy kembali setelah lima tahun menghilang
"Kenapa kamu kembali disaat kamu sudah pergi begitu lama? Kamu sendiri yang menyatakan jika tidak mau di ganggu, tapi kenapa kamu kembali datang?"
__ADS_1
"Aku kembali bukan untuk menjawab pertanyaan, tapi mengambil hak ku!"
"Hak apa?"
"Hak yang selama ini dia rampas dari ku!"
Devano mengatakan jika Kimmy tak pernah mengambil apapun darinya
"Kimmy enggak pernah mengambil apapun dari kamu! Bahkan, saat kamu enggak mengambil hak mu, dia menyimpannya sebagai deposito. Saat kamu datang dia akan memberikannya!"
Ternyata, Devano tak memahami maksudnya.
"Tidak ada gunanya lagi berdebat dengan mu!"
Tammy bangkit, ia pun pergi meninggalkan Devano sendirian.
Tammy kembali ke acara yang sudah kosong, para tamu undangan sudah bubar terlebih dahulu.
"Kamu pergi aja sekarang!" Kimmy mengusir kembarannya, namun Tammy tak bergeming
"Kenapa? Bukannya dulu mau banget aku kembali? Sekarang, aku udah kembali! Kenapa kamu usir?"
Kimmy pun berlari ke atas, ia mau menuju kamarnya. Namun seseorang menariknya menuju gudang.
Kimmy ketakutan, ia ingin teriak namun mulutnya di bungkam oleh tangan yang kekar
"Kalau kamu teriak, nanti semua akan tau. Memangnya kamu mau kalau suami dan anak kamu tau?" Rama pun membisikkannya kepada Kimmy, Kimmy ketakutan.
Entah sejak kapan, Rama ada di lantai atas
"M-mau apa kamu?" Perasaan Kimmy tidak enak, dibawa di gudang yang gelap dan begitu sempit
"Lepasin aku!"
"Aku kangen banget sama tubuh kamu,"
Rama mendorong tubuh Kimmy hingga punggungnya terbentur tembok, Kimmy hanya bisa menangis. Ia mau berteriak namun takut jika semuanya akan terbongkar lagi. Dengan masih menahan tangan Kimmy ke atas, Rama menyerukan wajahnya di leher Kimmy
"Lepasin Rama! Ini enggak pantas!" Kimmy berlinangan air matanya, setelah lima tahun Rama kembali menodai-nya. Itu yang membuat Kimmy takut dengan kehadiran Tammy dan Rama.
Ia mendaratkan ciuman ringan yang perlahan berubah menjadi ciuman penuh nafsu, Kimmy masih memberontak. Namun, tenaga laki-laki lebih kuat daripada tenaga seorang wanita. Rama menaikan kepalanya, hingga mencapai ke telinga Kimmy, menghembuskan nafasnya di sana. Memberikan getaran yang begitu menggairahkan di tubuh wanita itu
"L-lepasin R-ram!" Kimmy sudah menolak, namun batinnya juga membutuhkan sentuhan yang tidak pernah ia dapatkan dari siapapun. Bahkan, dari Devano suaminya sendiri.
Tanpa disadari, Kimmy mendesah saat merasakan tangan Rama mulai mengelus paha bagian dalam. Gaun yang ia gunakan tidak terlalu pendek namun masih bisa membuat Rama leluasa menjamah bagian itu.
Rama lantas mengambil langkah yang sejak tadi ingin ia lakukan saat masuk ke rumahnya Kimmy.
***********
Kimmy menangis menatap pantulan dirinya di cermin, Beberapa menit yang lalu, Rama sudah kembali menodainya didalam gudang. Dengan tempat yang minim pergerakan dan pengap, ia terpaksa melayani nafsu besar iparnya itu.
Bayangkan saja, dengan gaun pesta yang menyulitkan Kimmy bergerak, ia di nodai sambil berdiri.
Kimmy memutar air keran dan membersihkan dirinya. Matanya masih sembab. Ia merasa begitu hina dan hancur.
Rama begitu bejad dan sangat tak punya hati
__ADS_1