
"Kakak jangan menangis dong! Yaudah yuk kita shoping?"
Zaskia bersiap-siap, Kimmy langsung tersenyum senang. Dengan cara begitu agar Zaskia mau diajak pergi, jika tidak maka Zaskia akan memutuskan di kamar saja dengan perasaannya yang kesal.
"Kak, ,Zaskia udah siap!"
"Bentar kakak mau izin dulu sama kakak mu,"
"Buat apa? Dia saja pergi dengan istri barunya tanpa izin dengan kakak!" Mendengar nama kakaknya sekarang membuat Zaskia kehilangan selera moodnya.
"Kia, bagaimana pun dia itu kakak kamu. Kamu harus hormat dan sayang sama dia seperti dulu,"
"Tapi kakak aku aja udah berubah kak, sekarang sukanya marah-marah biar apa coba?"
"Sudah jangan kesal lagi, kakak juga membuat kesalahan. Kakak juga memarahi mu,"
"Kakak memarahi ku karena kakak sayang padaku, kakak tau orang waras seperti ku jangan meladeni wanita tak waras sepertinya!"
Kimmy tertawa "Kakak juga begitu, dia marah karena enggak mau ajaran kedua orang tua kalian itu hilang hanya karena seseorang!"
Zaskia terdiam, wajahnya cemberut. Kimmy menghibur adik iparnya walau ia sendiri juga merasakan kesedihan.
Keduanya keluar dari kamar Zaskia, memanggil baby sister untuk mengajak Kayla juga
Namun saat mereka ingin keluar, Tammy dan Devano kembali
"Mau kemana?" Devano bertanya kepada Kimmy dan Zaskia, namun hanya Kimmy yang menjawab sedangkan Zaskia? Ia membuang wajahnya ke sembarang arah.
"Mau pergi shopping sama Zaskia,"
"Kalau begitu, Kayla dirumah aja! Biar aku yang menjaga," cetuk Tammy, Tammy memang menyayangi Kayla.
"Kayla mau kan sama mami?"Kayla mengangguk, ia pun meminta Tammy untuk menggendong dirinya. Namun di tahan oleh Kimmy
"Enggak usah! Dia kami bawa saja,"
"Sayang, mereka kan mau shoping kasihan dong Kayla! Pasti capek mengikuti dua wanita berbelanja,"
"Kayla juga wanita!" ketus Zaskia, Kimmy memegang tangan adik iparnya agar tidak terpancing lagi.
"Gapapa, aku bisa menjaganya!"
Namun Tammy masih meminta Devano agar Kimmy mau meninggalkan Kayla.
"Kayla di rumah aja sama aku dan Tammy, maminya. Kalian bersenang-senang saja!"
Kimmy menatap Devano tak percaya
"Kayla juga anak aku Kim, dia juga anaknya Tammy sekarang. Kamu harus bisa terima, lagipula kalian mau bersenang-senang kasihan Kayla mengikuti Kalian,"
Kimmy mengalah "Baik! Aku percayakan anakku kepada mu, Van! Tapi, jika sesuatu terjadi kepada Kayla anakku, aku tidak akan memaafkan mu! Jangan sampai anakku tergores sedikit saja!"
Devano berjanji akan menjaga Kayla dengan baik "Kamu jangan khawatir dengan semua itu, Kim!"
Kimmy dan Zaskia pergi, Kimmy meminta Kayla untuk menelpon dirinya jika sesuatu terjadi.
Kayla mengangguk, ia pun meminta Tammy menggendong dirinya. Kimmy dan Zaskia pergi masuk ke dalam mobil
"Kak, kenapa kakak membiarkan Kayla bersama wanita itu?"
"Bagaimana pun Tammy juga tantenya, dan sekarang sudah menjadi ibu tiri untuk Kayla! Kita harus menerima segalanya Zaskia. Kita boleh enggak percaya dengan wanita itu, tapi kita harus percaya sama kakak kamu! Devano pasti akan menjaga Kayla dengan baik"
Walau Kimmy sudah meyakinkan tetap saja Zaskia merasa khawatir "Kak,"
"Sudah Zaskia! Kamu tenang aja ya?"
Huft!
Zaskia melengus, Kimmy sungguh keras kepala. Kimmy tak khawatir dengan keselamatan anaknya, bagaimana jika Kayla terluka?
"Kak, kita batal saja perginya,"
"Zaskia, kamu harus percaya sama Devano!"
__ADS_1
"Baik kak," ia pun mengalah, karena tak ada gunanya berdebat terlalu lama dengan Kimmy.
*******
Tammy bermain dengan Kayla, kekurangannya membuat ia menyayangi Kayla
Devano menatap Tammy yang begitu tulus dengan Kayla, bahkan Kayla merasa nyaman
"Di balik semua yang terjadi dan keadaan Tammy, ia sangat menyayangi Kayla. Semua orang memiliki sisi baiknya dan aku percaya itu," gumam Devano. Ia tersenyum, Tammy terlihat sangat menyayangi Kayla
Jika di pikir, Tammy sangat membenci Kimmy kembarannya. Bisa saja ia membenci seluruh keturunan Kimmy, namun Devano tak menyangka jika Tammy akan menyayangi Kayla.
Tammy menoleh ke arah Devano "Kamu istirahat aja, aku yang akan menjaga Kayla,"
Devano mengatakan jika dirinya tidak lelah "Tidak! Melihat kalian kompak membuat lelah ku hilang,"
Tammy tersenyum, sungguh Devano jauh lebih manis dari Rama
Bahkan, Devano selalu memperlakukan Tammy dengan lembut. Dia tidak lebay namun tau cara menghargai wanita.
Kayla tak sengaja menjatuhkan slime dan terkena ke baju Tammy, namun wanita itu terlihat tenang dan tidak marah
"Maaf, mami!"
"Enggak apa-apa, Kayla! Kamu kan enggak sengaja,"
Kayla memeluk Tammy dengan erat "Kayla sayang mami,"
Tammy terharu, matanya berkaca-kaca
Beginilah rasanya memiliki anak dan dipeluk oleh anak?
"Nak, mama kamu beruntung mempunyai anak yang manis dan pintar seperti Kayla,"
"Mami Kayla sayang banget sama mami,"
Air mata Tammy menetes, andai ia memiliki anak. Mungkin, ia akan merasakan hal yang begitu bahagia di peluk oleh anak kandung sendiri.
"Mami juga sangat sayang, sayang dan sayang banget sama kamu!"
"Kayla kelak nanti harus menjadi wanita yang hebat dan jangan lemah ya nak? Kayla harus kita menjalani kehidupan Kayla kelak, dan mami akan menjaga Kayla hingga Kayla dewasa,"
Devano tau jika Tammy pasti merasa sedih, Devano mendekati Tammy
"Kayla ini juga anak kamu, kamu bisa menyayangi dia kapan saja," Tammy mengangguk, namun ia tak yakin.
Karena ia tahu, Kimmy dan Zaskia tidak akan membiarkan Kayla terlalu dekat dengannya. Itu tidak salah, mereka mungkin takut jika Tammy akan menyakiti Kayla.
"Mami, Kayla mengantuk,"
Devano memanggil baby sister untuk membawa Kayla ke kamar dan tidur.
"Kamu juga bisa mengadopsi anak," ujar Devano, Tammy menoleh ke arah Devano
"Tammy, kita bisa mengadopsi anak. Kita akan mengadopsi bayi dari panti asuhan agar kamu bisa merawat anak kamu sendiri,"
Tammy kaget, apakah Devano tak keberatan? Dahulu, saat ia dengan Rama Tammy sudah menyarankan seperti itu. Bukannya setuju, Rama semakin menghina kekurangannya.
"A-apakah aku pantas menjadi seorang ibu?"
Devano mengangguk "Pantas! Ibu bukan hanya mengandung dan melahirkan saja. Namun, seorang ibu itu yang mampu merawat dan menyayangi anak yang bukan terlahir dari rahimnya sesungguhnya itu adalah ibu yang luar biasa,"
Tammy menangis, memeluk Devano. Devano selalu mendukungnya hal yang tak pernah ia dapatkan dari kedua orang tuanya mau pun dari Rama, mantan suaminya dulu.
"Jangan menangis Tammy, aku sudah mengatakan kepada mu, kau harus bangkit!"
Tammy mengangguk, ia pun berterimakasih kepada suaminya
"Makasih Dev, hanya kamu yang bisa mengerti dan memahami aku. Aku enggak tau kalau enggak ada kamu, mungkin aku enggak ada lagi di dunia ini!"
Hussst!
Devano meletakan jari telunjuknya di mulut Tammy, meminta agar Tammy tak mengatakan hal itu lagi
__ADS_1
"Tanpa ada atau tidaknya aku! Kamu harus bangkit Tammy! Jangan bergantung kepada siapapun, kamu kuat dan bisa menghadapi semua ini,"
"Apa kamu mau pergi dari aku?"
Devano menggeleng "Enggak! Aku akan selalu ada disamping kamu! Tapi, kamu juga harus bisa bangkit tanpa adanya siapapun disamping kamu! Kita enggak tau gimana kedepannya, bagaimana jika aku telah tiada? Kamu harus bisa kita sendirian,"
"Jangan katakan itu Dev! Aku bisa gila tanpa kamu!"
Tammy menangis menatap Devano, Devano pun membalas tatapan itu
"Kita enggak tau sampai mana umur seseorang tammy, aku hanya mau kamu bisa bangkit di kaki kamu sendiri! Tanpa adanya genggaman orang lain!"
"Aku enggak bisa Dev! Aku terlalu rapuh, aku masih butuh genggaman tangan mu!"
Devano menghapus air mata Tammy, keduanya terlihat begitu lembut dan teduh.
Tanpa disadari, empat pasang mata memandang keduanya
"Sial! Ngapain tadi balik lagi!"
Tammy dan Devano kaget, itu adalah Zaskia dan Kimmy. Zaskia berjalan menaiki anak tangga sedangkan Kimmy? Masih menatap keduanya dengan bengong.
Devano dan Tammy masih berpelukan dengan mesra
Devano langsung melepaskan pelukan itu, namun Tammy dengan manja mengayunkan tangannya di lengan Devano
"Udah pulang?"
"Iya, Zaskia kurang mood katanya pergi. Makanya balik lagi, aku ke kamar ya?"
Devano mengangguk, Tammy kesal mengapa Kimmy cepat sekali pulangnya dan mengganggu adegan mesra mereka.
"Dev,"
Tammy memanggil Devano yang melamun "Iya Kim?"
"Aku Tammy, bukan Kimmy!"
Tammy kesal, ia pun berjalan menjauh dari Devano "Maaf tammy, aku enggak bermaksud membuat kamu kesal!"
"Iya aku enggak kesal, kan dia istri pertama mu gimana pun akan tetap menjadi yang pertama, aku ini apa? Bukan ada apa-apanya!"
Begitu lah konsekuensi jika menjadi yang kedua. Akan tetap menjadi yang kedua, walau selembut apapun pria memperlakukannya tetap saja ia akan menjaga perasaan istri pertamanya
"Kita ke panti asuhan yuk?" ajak Devano, ia ingin Tammy berhenti kesal
Tammy menghentikan langkah kakinya "Sekarang?"
Devano mengangguk "Iya, kamu kan lagi kesal sekarang. Mana tau disana kamu akan lebih tenang. Dan kamu bisa mendapatkan bayi yang kamu inginkan,"
Tammy yang kesal berubah menjadi senang "Tapi, apakah aku bisa mengurus bayi?" Devano mengangguk
"Pasti kamu bisa!"
Tammy pun setuju, keduanya pergi ke panti asuhan untuk mengadopsi anak.
*******
Di kamar, Kimmy menangis mengingat pemandangan tadi
Devano bersikap baik kepadanya juga kepada Tammy. Apa yang sebenarnya Devano mau?
Jika ia menginginkan Tammy, mengapa ia meminta Kimmy untuk menarik perjanjian pernikahan itu?
Jika ia menginginkan Kimmy, mengapa ia menikahi Tammy?
Entah sampai kapan Kimmy akan bertahan dengan situasi yang sulit, bahkan Devano tak mengerti juga menghargai perasaannya.
Berbagi suami dengan saudara kembar sendiri akan membuatnya semakin terluka.
Namun, jika ia berpisah dengan Devano bagaimana dengan nasib Kayla? Ia tidak bisa egois, yang hanya memikirkan dirinya sendiri, Kehidupan Kayla masih panjang. Ia akan diledek oleh teman-temannya di sekolah jika tanpa ayah.
Dan Zaskia? Bagaimana ia bisa meninggalkan Zaskia? Zaskia tidak akur dengan Tammy bahkan Devano beberapa kali memarahi Zaskia hanya karena membela Tammy.
__ADS_1
Ia akan mengorbankan perasaannya yang selalu tersiksa demi anak dan juga adik iparnya itu.