
Tangan Tammy bergetar saat Devano mengucapkan ikatan sakral pernikahan. Air matanya menetes, semua bukan keinginannya namun semua ini harus terjadi untuk masa depan anak-anak
Kini, Tammy dan Devano resmi menjadi suami dan istri. Tidak ada yang bahagia dengan pernikahan itu kecuali Laras. Semuanya menderita dan sedih, saat Kimmy masih koma di rumah sakit harus terjadi pernikahan.
Bukan kah itu sebuah pengkhianatan?
"Sayang, selamat! Kamu sudah menjadi istri Devano yang sah! Kamu harus menjadi mama yang baik dan adil untuk Queen dan Bintang ya sayang?"
Laras menasihati keponakannya, Tammy hanya mengangguk namun air matanya menetes "Sayang jangan menangis! Semua ini kamu lakukan demi masa depan anak-anak. Jangan beranggapan jika kamu wanita yang buruk ya?"
"Tante,"
"Sudah nak! Sekarang kamu harus fokus dengan keluarga baru mu ya?"
Laras sekali lagi mengucapkan selamat atas pernikahan Tammy dan Devano.
Cyntia, Zaskia dan Vero hanya diam, mereka sendiri tidak tau apakah harus bahagia atau menangis?
Di sisi lain, mereka tidak terima dengan pernikahan itu namun di sisi lain, semua ini terbaik untuk masa depan Queen.
Devano menoleh kearah Tammy "Maaf, aku kembali membuat mu terjebak dalam situasi sulit ini Tammy,"
Devano juga tak enak hati dengan Tammy, namun ia juga tak bisa melakukan apapun semuanya demi anak-anak
"Sudah lah Dev! Semuanya sudah terjadi,"
Setelah pernikahan terjadi, Laras pun berpamitan pulang kerumahnya. Ia juga meminta kepada Zaskia untuk pulang kerumahnya
"Zaskia, sekarang kakak mu sudah mempunyai pasangan yang akan membantunya merawat Queen. Sebaiknya kamu dan keluarga mu pulang saja dan biarkan pengantin baru ini menjalani kehidupannya berdua!"
Vero yang memahami maksud wanita itu langsung mengajak ibu dan istrinya pulang kerumah "Ini sudah malam, sebaiknya kita pulang saja ma?"
"Tapi-,"
"Ma, Tuan Devano sekarang sudah mempunyai istri yang bisa menjaga dan merawat Queen. Ada baby sister juga yang membantu, kita sudah terlalu lama disini, mereka sudah mempunyai kehidupan lain jadi jangan terlalu dicampuri lagi ma,"
Vero ingin mamanya mengerti, Cyntia pun mengerti. Mereka segera berpamitan kepada Devano dan Tammy
"Kami pulang dulu, selamat atas pernikahan kalian," ujar Cyntia
Zaskia memeluk Tammy dan Devano "Kak, tolong jaga kakak ku dan juga Queen ya?"
Tammy mengangguk "Ak-aku akan berusaha menjaga Queen dan Devano dengan baik,"
Zaskia percaya dengan Tammy, karena wanita itu sudah menjaga Bintang dengan baik walau seorang diri
"Kak, aku pamit pulang dulu ya? Jaga diri kakak baik-baik ya?"
"Kamu juga jaga diri baik-baik, dan jadilah istri dan menantu yang berbakti untuk keluarga baru mu,"
Pesan Tammy, mengingatkan Zaskia kepada Kimmy. Ia pun menangis memeluk Tammy "Kak, kapan kak Kimmy akan sadar? Aku sangat merindukannya,"
"Percayalah, dia akan segera sadar,"
Mendengar itu telinga Laras menjadi panas "Sudah-sudah! Ini sudah larut malam! Sebaiknya kita semua pulang dan biarkan sepasang pengantin baru ini menikmati malam pertamanya! Jangan menganggu lagi,"
Chyntia hanya menggelengkan kepalanya saja, wanita itu hanya memikirkan tentang Tammy tanpa peduli dengan Kimmy yang koma di rumah sakit!
Apakah tidak ada rasa simpatinya sedikit saja kepada Kimmy yang melemah di tempat tidur rumah sakit itu?
Semuanya langsung berpamitan kepada Tammy dan Devano, semuanya mengucapkan selamat walau perasaan mereka sedih
"Semoga kamu bisa adil dalam menyayangi Bintang dan juga Queen ya Tammy? Dan semoga kamu juga enggak lupa bahwa mamanya Queen masih hidup dan suatu saat nanti, kapan saja bisa kembali," Chyntia mengingatkan Tammy dengan posisinya dengan Kimmy. Tammy mengangguk mengerti
"Tante, di sini saya tidak pernah ingin menguasai Devano atau merebut Devano dari Kimmy-,"
"Sayang ku Tammy! Jangan mendengarkan apa yang orang asing katakan. Itu tidak penting nak! Saat ini kamu adalah istrinya Devano dan juga mamanya Queen jadi fokus dengan keluarga kecil mu saja,"
Devano tau bagaimana mama mertua adiknya itu sangat menyayangi Kimmy, itu sebabnya Cyntia mengatakan hal yang mungkin menyakiti hati Tammy.
*************
__ADS_1
Semua orang sudah berpamitan pulang, sebelumnya Laras sudah menghias kamar untuk Tammy dan Devano. Di mana kamar itu milik Kimmy dan Devano sebelumnya
"Maaf, kalau Tante terlalu berlebihan!" Tammy menjadi tak enak saat melihat kamar itu "Jangan khawatir Dev! Aku akan tidur di kamar lain saja,"
Tammy ingin keluar kamar, namun Devano mencegahnya "Tidak Tammy! Bagaimana pun kamu juga istri ku jadi aku akan memperlakukan mu seperti istriku. Tammy, aku tak mau membuat mu menderita lagi," Devano memegang tangan Tammy, ia sadar sikap Tammy yang selalu menghindar kepadanya dulu itu karena Tammy terlanjur kecewa dan sakit
"Aku gagal dengan janji ku dulu, dan sekarang aku enggak mau gagal lagi,"
Tammy meneteskan air matanya, menunduk tanpa menatap Devano
"Dev, ingat! Kita menikah hanya untuk anak-anak!"
Perlahan, Tammy melepaskan genggaman tangan suaminya. Tammy enggak mau terjerat dalam cinta Devano lagi
"Kamu ibu dari anak-anakku, tapi kamu juga istri ku saat ini Tammy! Tolong lah mengerti,"
Tammy mengatakan jika saat ini mereka hanya perlu memikirkan anak-anak dan juga perasaan Kimmy
"Kimmy sekarang lagi sekarat, dia koma. Ini bukan waktunya untuk meminta hak atau memberikan hak,"
"Baik Tammy! Tapi aku mohon jangan menghindar, kita bisa tetap satu kamar dan aku janji! Aku tidak akan meminta hak ku tanpa seizin mu!"
Devano hanya ingin Tammy tidak merasa jika Tammy hanya dibutuhkan sebagai ibunya Queen saja. Tammy dan Bintang juga berhak bahagia
Devano meminta kepada Tammy agar wanita itu mau sekamar dengannya, Tammy awalnya menolak namun Devano terus membujuk hingga akhirnya wanita itu setuju.
"Baik Dev! Tapi aku tidak mau kamu melupakan janji kamu ini,"
Devano pun mengangguk, pria ini juga tak mengerti dengan perasaannya sendiri. Zaskia, suami dan mertuanya sudah sampai di rumah. Mereka sangat penat dengan masalah yang dihadapan dalam beberapa bulan ini. Bahkan, Zaskia dan Vero belum melakukan malam pertama sama sekali mereka hanya memikirkan tentang Kimmy yang koma
"Zaskia sayang! Kamu sebaiknya membersihkan diri kamu dan pergi lah istirahat!"
Zaskia mengangguk, ia pergi ke kamar untuk membersihkan dirinya dan pergi istirahat
Di kamar,
Zaskia mengambil pakaiannya, kepalanya terasa cenat cenut memikirkan masalah rumah tangga kakaknya
Cekrek!
"Kamu enggak mandi?"
"Ini aku mau mandi,"
Zaskia pun jalan menuju kamar mandi, mengambil handuk membersihkan diri
Tiga puluh menit kemudian,
Zaskia pun selesai, mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kepala
Vero menatap kecantikan istirnya, namun saat Zaskia melihat Vero pria itu langsung mengarahkan wajahnya kesembarang arah.
"Kenapa?"
Vero menggelengkan kepalanya, Zaskia duduk di samping Vero dia pun menatap suaminya dan meminta maaf
"Maaf ya?"
"Maaf kenapa?"
"Semenjak pernikahan kita, kamu selalu direpotkan dengan masalah keluarga aku. Dari mulai kakak ipar ku yang koma, menjaga anaknya dan sekarang pernikahan kakakku dengan saudara kembarnya,"
Vero tersenyum, mengatakan jika itu memang tugas keluarga yang harus membantu saat keluarga yang lain mengalami kesusahan.
"Itu sudah kewajiban bukan? Bagaimana pun kakak mu sudah menjadi kakak ipar ku juga. Dan masalah keluarganya juga menjadi masalah kita,"
Zaskia mengangguk, ia juga tersenyum karena suaminya begitu pengertian
"Aku mandi dulu,"
Vero pun berjalan menuju arah kamar mandi, sedangkan Zaskia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia sudah terlalu lelah dan penat dengan semua yang ada.
__ADS_1
Sebelum tidur, Zaskia berdoa untuk kebaikan semua orang, ia juga berharap agar Kimmy segera sadar dari komanya.
************
Keesokan paginya,
Waktu menunjukan pukul enam pagi, namun Tammy sudah bangun menyiapkan bubur untuk Bintang, ia juga sudah membersihkan tubuh Bintang dan Queen
Mengurus bayi tiga bulan dan delapan bulan sekaligus bukan lah hal yang mudah baginya, namun Tammy menjalankan dengan perasaan yang senang
"Anak-anak mami udah mau besar ya?"
Melihat kedua anaknya di stoler, membuat senyuman di wajah Tammy mengembang dengan sempurna. Tammy juga di bantu oleh Baby sister, namun bukan berarti ia lepas tanggungjawab
Dalam hal mengganti pakaian, pokok, memberikan susu bahkan makanan itu tugasnya. Ia juga memantau keduanya, Devano yang meminta baby sister untuk membantu Tammy agar istrinya dan kerepotan.
Devano terbangun, menuruni anak tangga satu persatu. Melihat Tammy yang sudah bangun sepagi ini dan mengurus kedua bayi dengan sangat baik.
Tammy melihat Devano yang sudah bangun, ia pun meminta suster melihat Queen dan Bintang sebentar karena dirinya membuatkan teh untuk Devano.
Bersama Tammy, Devano diurus dengan sangat baik, dalam hal makan, pakaian dan juga minum teh di pagi hari semuanya Tammy yang menyiapkan.
Kimmy, hanya pengandalkan pelayan. Bukannya Devano mau membanding-bandingkan antara Tammy dan Kimmy namun itulah kenyataannya. Tammy jauh lebih baik dalam melayaninya sebagai istri
"Wah, aroma tehnya sangat menggiurkan,"
Devano memberikan candaan kepada Tammy, wanita itu hanya diam, tidak membalas candaan atau godaan suaminya. Ia hanya menjalankan tugasnya sebagai istri tidak lebih.
"Hari ini, aku mau kerumah sakit melihat Kimmy. Kamu mau ikut?"
"Tidak Dev! Aku dirumah saja dengan anak-anak, saat kamu libur aja aku kesana. Jadi kamu bisa menjaga anak-anak dirumah sebentar,"
"Tapi kita punya baby sister yang akan menjaga mereka Tammy,"
"Iya Dev aku tau! Tapi bukan berarti kita lepas tangan kan Dev? Kita harus mengawasi anak-anak! Enggak bisa kita lepas tangan kan?"
"Sayang-,"
Deg!
Jantung Tammy berdebar saat mendengar Devano memanggilnya dengan sebutan sayang! Namun Tammy tidak mau terkecoh! Ia sudah berniat melupakan Devano, dia tidak mau terlalu terbawa perasaan lagi!
Devano merasa tak bersalah, mengapa sangat mudah baginya memanggil kata sayang?
Tammy pun kembali dengan anak-anak "Meninggalkan mereka sebentar juga enggak apa-apa. Dulu aku dan Kimmy selalu meninggalkan Kayla di rumah bersama Baby sister, itu enggak terlalu buruk!"
"Iya, memang tidak buruk bagi kalian! Namun tidak bagi ku! Dan jangan membandingkan kamu Dev! Kami memiliki cara yang berbeda dalam mengurus anak-anak. Lagipula, dulu ada Zaksia di rumah, aku juga akan lega jika meninggalkan anak aku dengan saudara!"
Devano tak mau berdebat, Tammy menyiapkan sarapan untuk suaminya. Devano sarapan dengan sangat tenang dan bahagia karena untuk pertama kalinya, ia di layani begini oleh istrinya bukan oleh pelayan.
Setelah selesai sarapan, Devano bangkit dari tempat duduknya. Ia mencium Queen dan Bintang
"Anak papa yang ganteng dan anak papa yang cantik, papa kerja dulu ya? Kalian jangan nakal di rumah, jangan menyusahkan mama kalian ya?"
Devano mengecup kedua anaknya secara bergantian, lalu ia mendekati Tammy. Mengecup kening tammy
"Aku pergi dulu, jaga anak-anak di rumah ya?" Tammy memejamkan kedua matanya, rasanya begitu hangat dan teduh saat Devano mengecup keningnya.
Namun lagi dan lagi, Tammy langsung tersadar ia tidak mau terlena dengan suaminya yang begitu manis.
"Jangan terbawa perasaan Tammy! Devano melakukan itu karena ia tau jika itu tugas sebagai suami. Ia hanya ingin menghargai mu sebagai istrinya bukan cintanya!" ~batin Tammy
Devano pun segera pergi ke kantor, setelah Devano pergi. Tammy kembali mengurus Queen dan Bintang.
Mungkin, Tammy belum pernah merasakan mengandung dan melahirkan namun sifat keibuan dari dalam dirinya sepertinya sudah sangat melekat sekali.
Ia sangat menyayangi Queen dan Bintang dengan sepenuh hati dan cinta. Dunia Tammy sekarang adalah kedua anaknya itu, bahkan Tammy tak pernah menganggap jika Bintang hanya anak adopsi dan Queen hanya anak kembarannya.
"Anak mami yang cantik, dan ini anak mami yang ganteng,"
Baby sister yang selama ini merawat Queen pun tersenyum, terlihat jelas jika Tammy ini wanita yang sangat baik. Terlepas apapun alasannya Tammy telah merebut suami kembarannya sendiri namun baby sister itu melihat cinta dan ketulusan yang diberikan oleh Tammy sebagai ibu kepada Queen .
__ADS_1
"Walau pelayan disini semua mengutuk atau mengatakan nyonya Tammy wanita yang jahat, namun saya tidak melihat kejahatan dalam dirinya! Nyonya wanita yang sangat baik dan berhati mulia, dia tidak membandingkan rasa sayang dan cintanya kepada Tuan Bintang dan juga nona Queen!" Ujar Caca dalam hati, Caca adalah baby sister yang selama ini membantu Devano untuk merawat almarhum Kayla dan juga Queen.
Bahkan menurut Caca, Tammy jauh lebih baik dalam mengurus anak daripada Kimmy. Yang Caca tau, selama ini Kimmy hanya mengandalkan baby sister untuk menjaga dan merawat anaknya. Bahkan Kimmy, jarang sekali turun tangan dalam mengurus anaknya Kayla yang sudah meninggal dunia.