
Zaskia mengingat saat masa-masa dulu ia tinggal di jalanan bersama sang kakak. Berasa dunia itu sudah habis baginya, untuk sesuap nasi saja mereka harus mulung terlebih dahulu. Bahkan, keduanya pernah makan makanan di tong sampah
"Aku udah enggak minta apa-apa lagi sekarang, aku hanya mau hidup tenang dan enggak buat kakak sedih lagi, kakak udah banyak berjuang untuk aku. Lalu, apa yang aku inginkan? Kak Kimmy seperti ini juga karena dia takut sesuatu terjadi kepada ku,"
*********
Hari ini
Devano dan Kimmy ke kantor, para karyawan menegur mereka dengan rasa hormat. Keduanya masuk ke dalam ruangan yang di situ ada sektaris pribadi
"Kamu udah transfer bagian Tammy?"
"Sudah Bu,"
"Bagus!"
Kimmy meminta karyawannya keluar, ia menatap Devano "Cantik?"
"Siapa?"
"Dia!"
"Semua wanita itu kan cantik!"
"Kamu mau menikah sama dia?"
Devano mengerutkan dahinya "Apaan sih!"
"Memangnya kamu enggak mau menikah lagi?"
"Iya kan aku enggak cinta sama dia!"
Kimmy terdiam sejenak, lalu bertanya kembali "Wanita seperti apa yang kamu cinta?"
Devano terdiam, selama ini hanya Clara yang ia cinta, namun rasa itu sudah hilang untuk mantannya.
"Kenapa diam?"
Devano hanya menggelengkan kepalanya dengan santai "Mantan kamu ada?"
"Kita hidup di masa depan, bukan di masa lalu! Jadi, enggak perlu membahas masa lalu!"
Kata-kata itu sangat kenak di hati Kimmy, namun ia juga ingin tahu bagaimana perasaan Devano sekarang
"Memangnya kamu cinta aku?"
Devano segera menatapnya "Belum, tapi suatu saat mungkin!"
Kimmy kembali diam "Aku lihat kemarin kau nyaman dan nyambung banget sama Tammy,"
Devano terdiam, ia bingung dengan ucapan Kimmy
"Kan kamu yang minta,"
Apakah Kimmy merasa cemburu?
__ADS_1
Ah entah lah! Hanya Kimmy yang tahu dengan perasaanya sendiri
Devano mengecek laporan keuangan "Kemarin transfer ke akun Tammy lima milyar?"
Kimmy kaget "Lima milyar?"
Segera ia memanggil Nia, sektaris pribadinya itu
"Nia, kenapa kamu transfer Tammy lima milyar? Bukannya jatah setiap bulan dari perusahaan ini hanya 2 milyar saja?"
"Iya nona, nona Tammy menghubungi saya dan meminta 5 milyar kepada saya,"
"Kamu kan tahu, omset juga enggak segitu!"
"Maaf nona,"
"Ya sudah enggak apa-apa, ambil saja jatah saya tapi ingat! Bulan depan jangan kirim lagi kepadanya! Dia juga pasti meminta jatah lebih kepada yang lain," ujar Kimmy yang memegang kepalanya terasa pusing.
"Gimana ya? Bukannya aku pelit, tapi aku yakin itu semua Rama yang minta! Kamu tahu kan? Rama bisa saja menyalahgunakan uang itu!"
Kimmy segera meminta para karyawan yang memegang keuangan untuk tidak memberikan jatah Tammy terlebih dahulu
Dana yang masuk ke rekening Tammy akan dibekukan
"Tapi, kenapa?" tanya Devano bingung, bukan kah itu haknya Tammy? Di mana pun ia berada, ia berhak atas bagiannya.
"Van, kamu enggak mengerti! Sekarang, kita enggak tahu di mana Tammy! Gimana kalau Rama menyakiti Tammy? Aku juga enggak akan menganggu bagian Tammy, biarin bagiannya di tabung. Dan saat Tammy kembali, ia bisa mengambil semua bagiannya,"
Kimmy melakukan ini demi kebaikan Tammy. Ia takut jika Rama yang akan menyalahkan uang Tammy sementara Tammy akan menderita
*******
Tak butuh waktu lama, ponsel Kimmy berbunyi dan itu dari Tammy saudara kembarnya
Panggilan terhubung
Gila ya kamu? Kenapa kamu bekuin semua jatah aku? Itu enggak ada hubungannya sama kamu ya! Itu hak aku sialan! ~Tammy
Aku enggak ambil hak kamu! Kamu melakukan hal yang kamu suka saja, begitu juga aku! Kamu enggak ada di sini, dan aku yang akan handle semuanya! Kamu tenang aja, hak kamu tetap utuh tanpa cacat sedikit pun tapi ada syaratnya! Kamu ambil langsung hak kamu kesini, enggak adalagi yang di transfer ke rekening kamu! ~ Kimmy
Apa sih? Baru bentar aku pergi, kamu udah berkuasa cih! ~ Tammy!
Kimmy tak menghiraukannya bahkan ia mematikan panggilan itu. Kimmy menarik nafasnya panjang
********
Devano meminta istrinya untuk tenang, memberikan segelas air agar Kimmy minum "Aku enggak perduli kamu mau anggap aku gimana juga, aku melakukan ini agar aku bisa jumpa dengan Tammy! Aku hanya memastikan kalau kembaran aku baik-baik aja bersama pria itu!"
Kimmy mengatakan dengan nada yang gemetar, Kimmy masih memiliki rasa takut, gimana jika Rama melakukan hal yang sama lagi? Tammy pernah koma karena perbuatan Rama.
Devano memeluk Kimmy untuk menenangkannya "Kamu harus percaya sama pilihannya! Mungkin, itu yang terbaik untuknya,"
Kimmy melepaskan pelukannya itu "Terbaik apa? Kamu lihat gimana keadaan Tammy kemarin bukan? Aku enggak apa-apa kalau dia benci aku, enggak mau ketemu tapi aku tahu gimana dia, gimana keamanan dia, dia baik-baik aja. Kalau sekarang? Dia pergi jauh sama Rama, kita enggak tahu gimana dia kan?"
Devano memahami ke-khawatiran yang dirasakan oleh Kimmy, namun Tammy juga sudah mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri.
__ADS_1
"Kita berdoa aja agar Tammy baik-baik aja ya?"
********
Di sisi lain, Tammy kesal sekaligus takut jika Rama akan tau hal ini, ia takut kalau Rama akan kembali menyakitinya lagi
"Gimana kalau dia butuh uang dan aku enggak bisa?"
Rama masuk kedalam kamar
"Sayang,"
Tammy gemetar ketakutan, di sisi lain ia masih takut jika kejadian dulu terulang kembali
"Kenapa kamu gemetaran?"
"Hem, K-kimmy,"
"Kenapa dia?"
"Dia enggak mau kasih pada karyawan transfer ke rekening aku lagi, kalau aku butuh. Aku di suruh ambil sendiri,"
"Apa?"
"M-maaf!"
Spontan Tammy meminta maaf kepada suaminya, Rama pun mendekati Tammy "Gimana kalau kamu ambil langsung, dia pisahi kita?"
Tammy meneteskan air matanya, Rama seketika wajahnya berubah.
"Kenapa? Takut?" Tammy mengangguk "Aku enggak akan kasar kalau saudara kembar kamu enggak melakukan hal bodoh seperti itu!"
Tammy di dorong diatas tempat tidur, namun ia tak melakukan apapun.
"Dia udah lama enggak aku kasih pelajaran, makanya gitu ya?"
Tammy diam, ia tidak tahu apa yang selama ini dilakukan suaminya kepada Kimmy
"M-memangnya apa yang selama ini kamu lakukan dengan Kimmy?"
Spontan Rama kesal, ia mendekati Tammy dan memukul kepala Tammy ke dinding "Banyak tanya!"
Tammy pun pingsan, Rama segera keluar dari kamar.
Ia sudah kesal sekarang, Rama pun mencari barang yang membuatnya gila dan kecanduan yaitu obat terlarang
*******
Tammy terbangun, ia gemetar. Rama mendekatinya dan memberikan obat ke dalam mulut Tammy "Apa ini?"
Tammy menolak, namun Rama memaksa Tammy untuk mengkonsumsi obat terlarang itu.
"Minum!"
Tammy menggelengkan kepalanya, namun tenaganya tak sekuat tenaga Rama.
__ADS_1