
Pyar!
Terdengar beberapa gelas yang pecah! Yang melakukan itu adalah Zaskia. Dengan mata yang sembab, hidung memerah.
*********
Kalian semua manusia suci, kalian semua manusia yang selalu menuduh, menilai dan mencap seseorang tanpa mengetahui semua kebenarannya! Lihat! Lihat wanita malang itu! Wanita yang kalian tatap dengan penuh kebencian, wanita yang kalian anggap sampah dan angin lalu! Lihat dia! Wanita malang yang enam tahun lalu selalu di siksa oleh saudara kembarnya, wanita yang selalu di nodai oleh suami saudara kembarnya, wanita yang hamil oleh perbuatan bejad dari suami saudara kembarnya! Lihat betapa malangnya dia! Tapi apakah dia pernah sedikit saja mencari pembelaan? Tidak! Dia memendam semua penderitaannya selama bertahun-tahun, yang dia inginkan hanya lah membesarkan dan membahagiakan anaknya! Yang dia ingin kan adalah hidup tenang dengan anaknya. Dan setelah bertahun-tahun dia menyembuhkan lukanya sendiri. Dua orang yang menyakitinya kembali datang ke kehidupannya dan menganggu kebahagiaannya, saudara kembar yang dulu selalu menyiksanya merebut suaminya! Dan pria yang sudah menghamilinya merebut kehidupan anaknya! Lihat dia! ~ teriak Zaskia
******
Wanita itu sudah tak tahan lagi, ia tak tahan melihat Kimmy selalu di hina dan disalahkan!
"Apa pernah sekali saja kalian bertanya kepada wanita malang ini apa yang sebenarnya terjadi? Tidak! Kalian hanya menilai dia buruk, dia jahat dan dia murahan! Apa kalian mengerti dengan rasa takutnya? Rasa bencinya pada diri sendiri karena dirinya telah dinodai oleh suami kembarannya sendiri?"
Semua orang terdiam, Kimmy hanya menangis. Suasana menjadi hening. Tammy mendekati Zaskia "Apa yang kau katakan Zaskia?"
"Kebenaran! Semua kebenarannya yang tidak ada orang tahu! Termasuk kakak ku sendiri! Dia memendam penderitaan dan lukanya sendiri! Karena dia tidak mau menyakiti hati saudara kembarnya! Walau saudara kembarnya sudah jahat kepadanya! Menyiksa dia, bahkan membunuh kedua orang tua mereka. Namun tetap saja! Tetap saja kak Kimmy tak sanggup menyakiti hati saudara kembarnya jika mengetahui suami yang ia cintai adalah manusia monster yang tak punya hati!"
Tammy meneteskan air matanya
"Lihat kak! Lihat wanita yang selama ini engkau benci! Lihat dia! Dia selalu menjaga perasaan mu! Bahkan melupakan rasa sakit dan menahan penderitaannya sendiri selama bertahun-tahun,"
Zaskia tak sanggup terus-menerus melihat Kimmy di tatap dan dicaci dengan penuh makian.
"Dia korban, namun ia di anggap tersangka! Ia di lecehkan mentalnya di buat hancur namun tetap di anggap sebagai orang jahat? Di anggap sebagai pengkhianat?"
Seluruh keluarga terdiam, Kimmy meminta Zaskia untuk tidak menjelaskan apapun lagi.
"Sudah Zaskia,"
"Enggak kak! Aku enggak tahan lagi! Mau sampai kapan kakak menahan rasa sakit ini? Kakak ini korban! Kakak di lecehkan! Tapi kakak memendamnya sendiri, kakak sampai hamil dan melahirkan namun kakak tetap menyayangi anak kakak! Dan kenapa sekarang kakak yang disalahkan?"
Zaskia menatap para tamu dengan tatapan kebencian "Kalian enggak punya hati! Wanita malang ini sedang kehilangan anaknya! Dia sedang berduka namun kalian tiada henti-hentinya menghina dengan kata-kata pedas! Apa enggak bisa sekali saja kalian mengasihani wanita malang ini? Anaknya telah meninggal! Suaminya juga sudah direbut oleh saudara kembarnya sendiri!"
Devano meneteskan air matanya, betapa menderitanya istrinya selama ini. Namun, Kimmy selalu terlihat baik-baik saja, terlihat tegar dan bahagia sehingga tak ada satu orang pun yang melihat penderitaannya.
"Jika kalian tidak bisa menyayanginya, setidaknya jangan menyakitinya! Kalau kalian enggak bisa menjadi baik, jangan jadi orang jahat!"
Zaskia memang adik ipar idaman setiap wanita yang selalu membela kakak iparnya, melindungi kakak iparnya. Dan menyayangi kakak iparnya seperti kakak kandungnya sendiri.
Tante-tante dan keluarga besar menangis, mereka menyesal!
"Mentalnya lagi rapuh, mentalnya hancur dan kalian membuatnya semakin hancur!"
Zaskia pun mengatakan itu dengan suara yang keras hingga suaranya mau habis, mengatakan dengan penuh emosional dan perasaan yang hancur.
"Apa kalian bisa sekuat dia? Bisa! Enggak kan? Karena kalian hanya taunya menilai tanpa merasakan penderitaannya!"
Suasana sangat hening, semua orang menyesal dengan perbuatannya.
__ADS_1
"Kalian membenci kak Kimmy karena kesalahan yang tidak pernah ia buat, ia disalahkan karena dirinya lebih pintar, lebih cantik dan lebih di sayangi oleh mama dan papanya. Kalian membencinya karena pencapaian yang ia dapat dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri, ia tidak pernah melakukan kejahatan! Dia enggak pernah menyakiti orang lain, enggak pernah membuat orang lain terluka. Tapi kalian menghukumnya, jika orang sebaik ini mendapat hukuman. Lalu hukuman apa yang lebih pantas untuk kak Tammy?"
"Kak Tammy sudah membunuh kedua orang tuanya sendiri karena faktor kecemburuan, ia sudah menyiksa kembarannya hanya karena rasa cemburu dan sekarang ia menikah dengan suami saudara kembarnya. Hukuman apa yang pantas untuk wanita seperti ini?"
Zaskia menunjuk Tammy, ia menyadari Tammy sudah menjadi wanita lebih baik terutama saat sudah mendapatkan anak. Namun, bukan berarti semua orang buta dengan semua kesalahan yang ia lakukan.
"Aku tau, kak Tammy juga menderita. Tapi apa kesalahan kak Kimmy di sini? Aku tau dia di siksa bahkan dia menjadi wanita yang tak sempurna. Tapi itu semua karena pilihannya sendiri! Bukan karena kak Kimmy! Apa kesalahan Kak Kimmy hingga kalian begitu membencinya?"
Berulang kali Zaskia bertanya kepada seluruh keluarga besar kakak iparnya namun tak ada satu pun yang sanggup menjawab.
Akhirnya, pria yang terlihat tak muda lagi namun tetap kekar mendekati Zaskia
"Nak, kami sungguh tidak tau apa yang dialami oleh Kimmy. Dia tidak pernah bercerita apapun, dia tidak pernah mendekatkan dirinya kepada kami,"
Zaskia menatap pria itu "Paman, tolong katakan kepada ku, bagaimana kak Kimmy bisa cerita penderitaannya, bagaimana kak Kimmy bisa mendekatkan dirinya kepada kalian kalau kalian saja selalu menatapnya dengan tatapan kebencian?"
Suara Zaskia gemetar mempertanyakan itu, bukannya ia mau kurang ajar dengan orang yang lebih tua namun mau sampai kapan Kimmy harus di benci?
"Paman, setiap kali perayaan dan undangan yang kak Kimmy berikan apakah langkah kalian ringan untuk datang? Tidak! Kalian tidak pernah datang, dan wanita malang ini hanya bisa tersenyum mencoba bahagia menikmati setiap acara perayaan yang ada. Padahal hatinya sedih! Keluarganya tak ada yang datang. Kak Kimmy bukan hanya kehilangan kedua orang tuanya saja, namun ia juga kehilangan seluruh keluarganya ia seperti sebatang kara walau sebenarnya memiliki saudara kembar!"
Tangisan semua orang memecah, mereka mendekati Kimmy dan memeluk Kimmy. Meminta maaf serta menyesal perbuatan mereka.
"Maafin kami nak, kami selalu marah kepada kedua orang tua mu karena tidak adil kepada kalian, namun tanpa sadar kami sendiri juga tidak adil kepada mu,"
Tangisan memecah dari Kimmy, ia pun memeluk kerabatnya dengan hangat. Ini yang Kimmy rindukan sejak dahulu, di peluk hangat dan diberikan kekuatan oleh keluarga besar.
"Kak, aku mengatakan itu bukan karena aku membenci kakak! Aku enggak benci, aku hanya ingin semua orang tahu semua kebenarannya! Tau rasa sakit yang dialami oleh kak Kimmy selama ini,"
Tammy merenung, ia juga merasa bersalah kepada Kimmy. Walau ia sudah jahat dengan Kimmy namun Kimmy selalu menjaga perasaannya ia tak memberitahu Tammy kebejatan yang sudah dilakukan Rama, saat Tammy menjadi istri Rama. Itu semua Kimmy lakukan karena ia tidak mau menyakiti perasaan Tammy.
"Kimmy sangat menyayangi ku dan menjaga perasaan ku, namun apa balasan ku kepadanya? Aku bahkan menghancurkan hatinya, aku menikahi suaminya. Aku membuatnya semakin terluka dengan perbuatan ku," ~batin Tammy
Tammy pun mendekati Kimmy, yang lainnya memberikan ruang untuk Tammy berbicara dengan saudara kembarnya. Mereka sedikit menjauh.
Bintang di pegang oleh Zaskia, Tammy menatap Kimmy dengan tatapan yang dalam. Lalu, keduanya berpelukan, tangisan memecah di antara keduanya.
"Maafin aku Kim,"
"Maafin aku juga Tammy, aku selalu membuat kamu menderita, selalu membuat kamu sedih dengan sikap mama dan papa dulu,"
Tammy menggelengkan kepalanya "Kamu enggak salah! Aku yang salah, aku terlalu cemburu hingga cemburu itu membuat aku buta. Buta dengan kasih sayang kamu ke aku, aku menjadi orang yang begitu jahat sama kamu, aku minta maaf!"
"Aku sudah memaafkan kamu, Tammy! Jauh sebelum kamu meminta maaf. Aku sudah memaafkan kamu," saling memeluk dengan erat, menangis di dalam pelukan saudara kembar sendiri membuat keduanya lebih tenang dan damai.
Tammy pun melepaskan pelukan itu perlahan, ia menghapus air matanya. Menatap Kimmy dengan mata yang sembab.
"Aku udah memutuskan untuk bercerai dengan Dev! Kamu cintanya, kamu yang lebih berhak atas dia! Kamu lebih membutuhkan Dev daripada aku,"
"Tapi Tammy," ujar tante mereka, Tantenya memikirkan masa depan Bintang yang tak memiliki ayah.
__ADS_1
Tammy menoleh ke arah tantenya "Tante, Tammy dan Bintang bisa hidup berdua dengan aman. Saat ini Kimmy sedang mengandung anaknya Dev! Dia lebih membutuhkan Dev daripada Tammy,"
"Paman bangga sama kamu nak!" Pamannya memeluk Tammy, ia menghargai keputusan Tammy dan menurutnya itu keputusan yang benar.
Tammy mendekati Devano sambil tersenyum
"Dev, aku tau kamu menikah dengan aku karena kamu ingin aku keluar dari hubungan yang enggak sehat kan? Dan sekarang, aku udah bisa bangkit! Aku udah keluar dari hubungan yang nggak sehat dan sekarang aku udah punya Bintang. Aku enggak butuh apa-apa lagi, kamu dan Kimmy berhak bahagia!"
Zaskia merasa terharu dengan sikap Tammy, Tammy orang yang sangat baik
"Kak, kakak sangat baik dan penilaian aku buruk tentang kakak itu salah! Hari ini kakak menepis semua salah sangka aku kak,"
Tammy memutuskan untuk bercerai dengan Devano, ia tak ingin rumah tangga saudara kembarnya hancur karena dirinya.
Semua orang menghargai keputusan Tammy, niatnya sangat mulia dan melepaskan pasangan saat anak masih kecil itu bukan hal yang mudah. Terutama Tammy yang memiliki kisah pernikahan yang buruk sebelumnya.
"Aku akan pergi jauh dari kalian, aku berharap kalian bisa bahagia,"
Kimmy mendekati Tammy "Kamu mau kemana? Jangan pergi, kamu bisa di sini!"
Tammy menghapus air matanya, ia pun memegang tangan Kimmy
"Jika aku di sini, aku akan terus ingat dengan bayang-bayang buruk mantan suami ku, aku ingin hidup tenang dengan Bintang berdua, Kimmy! Kalian juga harus hidup tanpa bayang-bayang aku! Dengan begitu keluarga kita akan bahagia,"
Kimmy memeluk Tammy "Aku pasti akan sangat merindukan mu, jangan melupakan aku!"
"Tentu saja tidak! Aku tak akan melupakan kamu. Dan nanti, aku akan datang membawa anakku untuk bertemu dengan sepupunya,"
Tammy melepaskan pelukannya dengan Kimmy, mengelus perut Kimmy yang masih datar.
"Kim, kehilangan Kayla bukan hal yang mudah. Aku tau kamu hancur, tapi kamu harus ingat! Ada kehidupan baru yang akan hadir. Jangan sampai kesedihan mu membuat mu abai dengan kehidupan baru ini. Jaga dia baik-baik, jangan sampai sia-sia kan dia atau aku akan merebutnya kembali,"
Tammy bermain mata untuk mengajak saudara kembarnya bercanda. Semuanya tertawa, walau dengan mata yang sembab, bahkan beberapa senggugukan.
Keluarga besar bangga dengan keputusan Tammy, mereka akan mendukung dan membantu Tammy untuk membesarkan Bintang, anaknya!
Namun Tammy mengatakan jika ia dan Bintang akan pindah ke luar negeri!
Orang kaya memang akan bebas mau kemana saja, ia mempunyai uang jadi pindah ke luar negeri bukan lah masalah yang besar.
Zaskia memeluk Tammy dan mengatakan akan selalu merindukan Tammy juga Bintang. Tammy mendekati Devano, keduanya berpelukan sebelum berpisah.
"Jaga Kimmy, Zaskia dan keluarga mu dengan baik,"
"Kamu juga jaga diri baik-baik, jaga anak kita. Jika ada apa-apa jangan segan memberitahu ku. Bagaimana pun Bintang juga anakku, aku punya hak sebagai papa,"
Tammy tersenyum terharu, walau semua ini berat untuknya. Namun demi kebaikan, semua harus di lakukan.
"Aku akan pergi,.aku akan mengurus surat perceraian kita secepatnya. Jaga dirimu!"
__ADS_1