Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 95 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

"Tapi kamu harus punya anak sendiri!" Tammy menatap Devano "Enggak! Selama ini aku selalu mengikuti ucapan kamu Dev! Pertama, mengadopsi Bintang dan aku mengikuti ucapan kamu! Lalu, kita berpisah dan hanya ada aku dan Bintang. Lalu, aku menjadi ibu untuk Queen dan menikah lagi dengan kamu, sekarang lihat? Anak-anak sudah mulai dewasa, ibunya Queen telah kembali dan nantinya aku harus melepaskan Queen! Dan sekarang, kamu meminta aku untuk program bayi tabung Dev?"


Tammy tak habis pikir dengan suaminya, mengapa Devano dengan mudahnya memutuskan segala hal sesuatu tanpa memikirkan perasaan Tammy?


"Tammy, yang kamu katakan benar. Ibunya Queen telah kembali, dan dia akan diambil oleh Kimmy. Kamu akan berpisah dengan Queen, dan tidak menutup kemungkinan ibunya Bintang dan ayahnya Bintang juga datang. Dia akan mengambil Bintang dari kita,"


Tammy terdiam, apakah ia juga akan kehilangan Bintang nantinya?


"Enggak, aku enggak akan rela kehilangan Bintang! Aku tidak meminjamnya seperti Queen! Kita resmi mengadopsi Bintang. Orang tuanya enggak berhak mengambil Bintang dari aku! Bintang anak aku! Aku merawatnya dulu seorang diri di luar negeri. Enggak ada yang berhak atas Bintang,"


Tammy meneteskan air matanya, apakah sesakit ini menyayangi dan merawat anak orang lain?


Devano memeluknya "Maafkan aku Tammy! Tapi, itulah kenyataannya! Bintang bukan milik kita, dan mungkin saja suatu saat orang tuanya akan mengambil Bintang dari kita, tapi kalau kita mengikuti program bayi tabung. Itu anak kita, dan selamanya akan menjadi milik kita, orang lain enggak bisa mengambilnya dari kita kecuali Tuhan,"


Pandangan Tammy mulai gelap "Tammy!" Devano menangkap tubuh istrinya yang tak sadarkan diri. Ucapan Devano berhasil membuat Tammy merasa stres


"Tammy,"


Devano langsung menggendong tubuh Tammy, membawanya ke ranjang tempat tidur mereka. Ia pun membelai rambut Tammy, semua yang terjadi pasti telah mempengaruhi pikiran Tammy.


Semuanya menjadi kacau, Devano sendiri tak mengerti mengapa semuanya terjadi diluar kendali mereka.


"Tammy, aku enggak bermaksud membuat kamu menderita. Tapi semua ini demi kebaikan kamu, aku juga enggak tega melihat kamu terus tersiksa.,"


Setidaknya Devano ingin Tammy mempunyai anak kandung, jika suatu saat Queen dan Bintang di ambil oleh ibu kandungnya Tammy masih memiliki anak.


Devano tau, dosa yang dilakukan oleh Tammy di masa lalu itu memang salah! Namun, Tammy sudah bertobat dan menjadi lebih baik namun mengapa Tuhan masih saja menghukumnya? Bukannya mengangkat Rahim Tammy itu sudah menjadi hukuman yang cukup berat?


"Tammy, kamu wanita yang kuat sayang! Aku percaya kamu mampu melewati semuanya!"


********


Tammy membuka matanya perlahan, kepalanya terasa sangat pusing. Memang benar, akhir-akhir ini Tammy sudah merasa stres dan cemas saat membayangkan Queen akan jauh darinya. Dan sekarang, ia juga harus mendengar ucapan Devano yang mengatakan jika dirinya juga harus siap kehilangan Bintang


"Mereka anak-anakku, enggak ada yang berhak mengambil mereka dariku," gumam Tammy dengan pelan, wajahnya terlihat sangat pucat. Devano menatap Tammy, ia pun mengecup kening Tammy seakan memberikan kekuatan


"Aku tau kamu kuat sayang!"


Tammy menggelengkan kepalanya, air matanya menetes. Ia menangis tanpa suara


"Tidak ada ibu yang akan baik-baik saja saat anaknya akan dibawa pergi!"

__ADS_1


Memang benar, siapa yang rela kehilangan anaknya? Walau bukan dia yang melahirkan Bintang dan Queen. Namun Tammy sudah menganggap keduanya seperti anak kandungnya sendiri, dia yang merawat kedua anak itu saat Queen dan Bintang masih merah.


Devano memeluk Tammy memberikan kekuatan kepada Tammy, namun Tammy menjauhkan tubuhnya dari Devano.


Ia juga tau, sebentar lagi Devano akan kembali dengan Kimmy, hanya ada Tammy seorang diri. Tammy ingin mulai terbiasa menyembuhkan lukanya sendiri tanpa sandaran orang lain.


"Cukup Dev! Saat Kimmy ingatannya kembali, kita akan bercerai. Kamu dan Queen akan kembali dengan Kimmy, aku tidak mau terlalu bergantung dengan mu! Aku yakin bisa menyembuhkan luka ku sendiri!"


Devano terdiam, apakah ia sanggup kehilangan Tammy? Apakah ia akan bahagia kembali kepada Kimmy tanpa adanya Tammy?


Pria itu sudah terjebak oleh kedua saudara kembar itu, bahkan ia sendiri tidak tau mencintai Kimmy atau Tammy? Keduanya memiliki paras yang sama. Bukan hanya paras namun kebaikannya juga sama


Tammy dan Kimmy wanita baik dan berjasa dalam hidup Devano! Kimmy, telah menyelamatkan dia dan Zaskia adiknya dari hidup yang gembel dan memberikan kemewahan dan harta yang berlimpah. Sedangkan Tammy? Menyelamatkan anaknya Devano dari masa depan yang kelam. Tammy merawat Queen dengan penuh cinta dan memberikan semua kasih sayangnya yang tulus sebagai seorang ibu.


Apakah Devano bisa memilih antara Tammy atau Kimmy?


Tammy turun dari tempat tidur, menatap dirinya di cermin, wajahnya yang sembab. Tammy tau itu bukan dirinya, dirinya yang dulu tidak selemah ini.


Tammy menghapus air matanya, sejak kecil dirinya tidak pernah bahagia. Mengapa kebahagiaan selalu berpihak kepada Kimmy? Devano memeluk Tammy dari belakang "Sayang, aku tau semua ini membuat mu marah dan kecewa. Tapi aku mohon, apapun yang terjadi kedepannya tetap lah menjadi orang baik! Jangan kembali seperti dulu, yang penuh dengan kebencian dan dendam!"


Air mata Tammy kembali menetes "Lalu, apa yang aku dapat dari semua kebaikan ku? Hanya ada penderitaan dan pengorbanan saja! Kenapa selalu aku yang berkorban?"


"Jangan mengatakan itu sayang!"


Devano membalikan tubuh Tammy menatap dirinya, tanpa mengatakan apapun Devano mengecup bibir Tammy


Mereka sudah bersama sepuluh tahun lebih namun untuk pertama kalinya ia mengecup bibir Tammy, Tammy terkejut dengan tindakan suaminya.


Dia pun menjauhkan dirinya dari Devano! "Apa-apaan ini Dev?" Bahkan dengan spontan Tammy menampar dirinya.


Jika dulu, Kimmy yang selalu meminta haknya sebagai istri yang tak pernah di sentuh, kini Devano justru memberikan hak kepada Tammy padahal wanita itu tidak memintanya


"Kamu istri aku Tammy! Dan aku berhak atas diri mu,"


Tammy hanya diam, dia menjadi dilema namun yang dikatakan oleh Devano memang benar. Saat ini Devano masih menjadi suaminya, dan Devano berhak meminta haknya sebagai suami.


Tapi, bagaimana dengan Kimmy? Kimmy sudah sadar, dan ingatannya juga akan kembali pulih, mengapa Devano justru meminta hal itu kepada Tammy? Bukan kepada Kimmy yang merupakan istri pertamanya.


Tanpa aba-aba, Devano menuntun Tammy untuk menuju tempat tidur. Ia semakin mengeratkan pelukannya dengan Tammy, membaringkan tubuh Tammy perlahan di tempat tidur


"Dev, ini semua salah!"

__ADS_1


"Tidak ada yang salah, kamu istri ku! Aku suami mu Tammy!"


Tammy dan Devano semakin tenggelam dengan perasaan masing-masing. Hingga ritual itu pun terjadi dengan sendirinya.


Tammy dan Devano menikmatinya dengan perasaan yang tak bisa dikatakan lagi. Walau sebenarnya, masih ada kebingungan di hati Tammy, namun sentuhan Devano mampu membuatnya melupakan segalanya.


Apakah dia mengkhianati kepercayaan saudara kembarnya Kimmy?


Selama ini, Tammy udah menjaga kepercayaan Kimmy namun hari ini semuanya sia-sia, sepuluh tahun yang dibangun oleh Tammy sia-sia hanya karena sentuhan Devano.


*************


Tammy menutupi dirinya yang tanpa busana dengan selimut, pikirannya kacau balau! Devano memeluk Tammy dengan penuh cinta. Tangannya juga masih menempel di bukit kembar milik Tammy


"Jangan memikirkan apapun di masa depan, aku dan kamu juga hanya manusia biasa. Kita sering lepas kendali, kita bukan manusia sempurna. Kita enggak bisa menahan perasaan ini lebih lama lagi,"


Tammy hanya diam, menatap langit-langit kamar, dia juga tidak terpaksa melakukan ini semua namun dirinya memikirkan Kimmy.


Bagaimana jika Kimmy tau semua ini? Dia pasti akan merasa hancur.


"Tammy, aku ingin kamu selalu bahagia. Dan aku ingin memiliki anak dari mu,"


Spontan ucapan Devano, membuat tammy menoleh kearah suaminya "Dev, kamu mau menghina kekurangan aku?"


Walau tau Tammy tidak bisa mungkin memberikan anak, lalu mengapa Devano meminta hal itu?


Devano memegang pipi Tammy dengan sangat lembut "Kita bisa program bayi tabung! Kita bisa menyewa rahim orang lain untuk menitipkan benih kita,"


Tammy menggelengkan kepalanya, dia tak mau melibatkan orang lain


"Sayang, setidaknya kita bisa konsultasi ini dulu sama dokter! Selama ini kita enggak pernah konsultasi masalah ini dengan dokter kan? Apa salahnya mencoba?" Tammy pun terdiam, Devano terus saja membujuk Tammy.


"Aku akan memikirkannya nanti! Jangan paksa aku sekarang Dev! Aku hanya ingin fokus dengan Queen dan Bintang saja saat ini,"


Devano mengangguk, dia menghargai keputusan Tammy. Setidaknya, Tammy mau mempertimbangkan semua ucapannya


"Aku yakin, ini akan membuat kita bahagia, pernikahan kita akan bahagia!"


Tammy tersenyum sinis, bagaimana bisa bahagia? Jika pernikahan mereka saja hanya untuk masa depan anak-anak bukan karena cinta. Dan satu lagi, Devano masih memiliki istri yang sah secara hukum dan agama.


Mengapa laki-laki sangat egois? Dia tidak mau memilih dan melepaskan salah satunya? Mengapa laki-laki ingin mempertahankan pernikahannya dan ada dua wanita di hidupnya?

__ADS_1


__ADS_2