
"Nyonya, sebaiknya anda istirahat saja biar Nona Queen dan Tuan Bintang saya yang menjaganya,"
"Tidak usah! Biar mereka bermain dengan saya,"
"Atau nona Queen dengan saya saja nyonya,"
Tammy menatap baby sister itu "Caca, Queen itu anak saya! Jadi saya yang akan menjaganya,"
"Tapi nyonya akan lelah mengurus dua bayi sekaligus,"
"Kamu enggak percaya dengan saya!"
Caca menggelengkan kepalanya dan meminta maaf
"Maafkan saya nyonya, bukan maksud saya seperti itu. Namun, saya hanya tidak mau anda lelah,"
Tammy tersenyum, ia meminta kepada Caca untuk menemaninya saja "Ya sudah, kamu duduk di sini, temani saya menjaga kedua anak ini. Jika mereka rewel kamu bisa membantu saja menenangkannya kan?"
Caca mengangguk
************************************************************ SepuluhTahun Kemudian***********
"Selamat pagi mami, selamat pagi papi!" Queen mencium mamanya yang sedang duduk di kursi sarapan
"Pagi tuan Putri ku,"
"Pagi mi, pagi pi!"
Bintang pun memeluk dan mencium mamanya. Tammy membalas ciuman dan pelukan anaknya itu
Tammy dan Devano sangat senang karena anak-anak semakin tumbuh besar
"Mi, Bintang tidak mengerjakan tugas sekolahnya! Dan dia kemarin di hukum oleh Bu Guru,"
Bintang menatap adiknya dengan kesal "Dasar pengadu!"
"Sudah! Sebaiknya anak-anak mami sarapan dulu ya? Dan untuk Bintang, jangan mengulanginya lagi ya sayang?"
"Iya mami,"
Tammy sangat menyayangi Queen dan Bintang. Bahkan, ia selalu berbicara dengan lembut kepada kedua anaknya.
Tammy menyuapi Bintang dan Queen "Sayang, mereka ini udah besar. Seharusnya mulai belajar makan sendiri, kamu enggak bisa terus menyuapi keduanya,"
"Enggak apa-apa, Dev! Mereka mungkin sudah sepuluh tahun dan sudah sekolah namun di mataku anak-anak ku masih kecil,"
Memang begitulah seorang ibu, mau sebesar apapun anak-anaknya di matanya mereka masih sangat kecil.
Devano hanya mengalah, ia tau bagaimana Tammy sangat menyayangi anak-anaknya.
"Tuan, nona ini tas kalian,"
Baby sister memberikan tas anak-anak, Tammy mengucapkan terimakasih kepada Caca yang selalu membantunya selama sepuluh tahun belakangan ini untuk mengurus anak-anak
Kehidupan rumah tangga Tammy dan Devano begitu harmonis dan bahkan tak pernah memiliki konflik
Setelah selesai sarapan, Devano ingin mengantar anak-anak kesekolah namun ponselnya berbunyi
Tammy melihat suaminya yang mengangkat panggilan telepon itu
Wajah bahagia terlihat dari raut wajah Devano, Tammy menatap Devano "Siapa Dev?"
"Pihak rumah sakit, Kimmy sudah sadar!"
Deg!
Ucapan suaminya seketika membuat Tammy termenung diam, ia tak tau apakah harus senang atau bahagia?
Tammy meneteskan air mata, Devano mendekati Tammy dan memeluknya "Penantian kita akhirnya tidak sia-sia, aku bahagia sekali!" segera Tammy menghapus air matanya dan mengangguk. Devano melepaskan pelukannya dengan Tammy
"Maaf Tammy, aku harus kerumah sakit sekarang. Kamu bisa kan mengantar anak-anak dulu?"
Tammy mengangguk "I-iya, aku a-akan mengantarkan anak-anak kesekolah,"
Devano segera pergi, rasanya ia tak sabar menuju rumah sakit
*******
Tammy terduduk lemas, Queen dan Bintang mendekat "Mami, papi mau kemana? Kenapa papi terlihat senang? Dan siapa yang sudah sadar di rumah sakit?"
Selama ini, Queen dan Bintang tidak tau dengan keberadaan Kimmy yang koma dirumah sakit. Bukannya Tammy ingin menyembunyikan identitas Kimmy, namun pihak keluarga memintanya untuk tidak memberitahukan siapa Kimmy
__ADS_1
"Mami?" Queen memegang bahu Tammy, Tammy menatap Queen dengan mata yang berkaca-kaca, langsung memeluk Queen dengan isakan tangis
Apakah ia harus kehilangan Queen? Anak yang selama ini ia rawat dan cintai sepenuh hatinya? Bahkan menganggapnya sebagai anak kandung
Bahkan, Caca ikut menangis sedih karena ia tau jika Tammy akan dipisahkan oleh Queen setelah ibu kandungnya sadar.
Bukan kah ini resiko yang harus di terima oleh Tammy? Namun, ia sudah terlanjur mencintai Queen sebagai anak kandungnya "Mami, kenapa mami menangis?" Queen tampak bingung, mengapa maminya menangis setelah mendengar papinya menerima kabar dari rumah sakit
"Mami jangan menangis, Queen membenci orang yang sudah membuat mami menangis! Queen sangat menyayangi mami, tolong jangan menangis mami!"
Anak mana yang tak sedih melihat ibunya menangis senggugukan seperti itu.
Tammy juga tak mau melepaskan pelukannya dari sang anak. Bahkan ia semakin mengeratkan pelukannya kepada Queen.
"Mami, bilang sama Bintang siapa yang udah membuat hati mama terluka,"
Anak laki-laki akan selalu melindungi mamanya, walau papanya harus menjadi musuhnya sendiri.
Tammy melepaskan pelukannya dengan Queen lalu memeluk Bintang. Ia menggenggam kedua tangan anaknya "Tidak sayang! Ini adalah air mata kebahagiaan, mami sangat senang sekali! Udah siang, mami antar kalian kesekolah ya? Nanti kalian berdua terlambat lagi,"
Tammy pun mengantarkan kedua anaknya ke sekolah, ia enggak mau terlihat sedih atau hancur didepan anak-anaknya.
*************************
Di rumah sakit, Devano juga ketemuan dengan adiknya Zaskia. Zaskia membawa Vero dan anak mereka yang bernama Bianca.
"Kakak,"
Zaskia terlihat sangat senang sekali, doanya selama ini terkabul. Ia juga sangat merindukan Kimmy
"Paman,"
Bianca juga memeluk pamannya, seiring berjalannya waktu. Vero dan Zaskia saling mencintai satu sama lain, mereka memiliki dua anak dan saat ini Zaskia sedang mengandung anak ketiga.
Anak sulungnya bernama Bianca berumur tujuh tahun, yang kedua bernama Varrel umur empat tahun dan sekarang usia kandungan Zaskia memasuki usia tiga bulan.
"Kak, aku senang sekali karena akhirnya kak Kimmy telah siuman,"
Entah berapa juta kali Zaskia mengucapkan kata syukur untuk kesadaran kakak iparnya.
Mereka langsung masuk kedalam ruangan melihat keadaan Kimmy.
Zaskia berlari kecil lalu memeluk Kimmy yang sedang melamun
"Siapa kalian?" Kimmy langsung melepaskan pelukannya dengan Zaskia. Zaskia kaget, begitu juga dengan Devano
"Kak, aku Zaskia! Kakak lupa sama aku?"
"Maaf, keluarga nona Kimmy?"
Mereka menoleh kebelakang, dokter berjalan mendekati mereka.
Dokter mengatakan koma panjang selama sepuluh tahun membuat Kimmy kehilangan ingatannya.
Devano dan Zaskia merasa syok "Sebaiknya kalian tidak memaksakan pasien untuk mengingat, atau ia akan kehilangan ingatannya secara permanen,"
Penjelasan dokter membuat Zaskia, Devano mengerti. Setelah bertahun-tahun penantian itu namun kini Kimmy melupakan mereka
"Kak, kami adalah keluarga kakak. Ini anakku kak, namanya Bianca!"
Kimmy hanya diam, dia tidak mengingat apapun. Devano dan Zaskia keluar ruangan yang diikuti oleh Vero dan anaknya Bianca.
"Dokter mengatakan agar kita tidak memaksa nona Kimmy mengingat siapa jati dirinya, lebih baik kita tidak memberitahu dulu jika Devano adalah suaminya,"
"Kenapa?"
Zaskia menatap suaminya dengan bingung, Vero pun menjelaskan jika saat ini Kimmy saja tidak tau jati dirinya.
"Nona Kimmy sedang hilang ingatan, bahkan mengingat dirinya siapa saja tidak mampu. Kalau kita memberitahu semuanya, itu akan membuatnya pusing. Dan jangan lupa, ada nyonya Tammy yang saat ini sudah menjadi istrinya Devano. Kita enggak bisa menjelaskan hubungan yang begitu rumit ini kepada nona Kimmy dalam kondisi seperti ini,"
"Jadi kita harus apa?" Zaskia bertanya kepada suaminya, ia mengira dengan Kimmy sudah sadar semua masalah akan selesai namun tidak.
"Kita harus bersabar sampai nona Kimmy kembali dengan ingatannya,"
Devano pun setuju dengan ucapan adik iparnya "Kau benar Vero! Lagipula, Queen juga tidak tau siapa ibu kandungnya yang dia tau hanya Tammy ibunya. Aku juga tidak tau harus bagaimana menjelaskannya kepada Queen,"
"Aku udah bilang dari awal sama kakak, untuk jujur sama Queen tapi kalian tidak mau jujur dengan anak itu, lihat sekarang?"
Devano terdiam, apakah ini semua kesalahan? Namun ia menggelengkan kepalanya, selama ini Queen di rawat dengan penuh cinta dan kasih sayang oleh Tammy. Jika bukan karena kebaikan Tammy, mungkin setiap hari Devano harus melihat anaknya menangis karena memikirkan kondisi ibu kandungnya
"Kak! Sekarang kita harus melakukan apa? Apakah kita harus menjadikan kak Kimmy sengaja orang asing? Kita harus menganggap dia orang asing?"
__ADS_1
Zaskia merasa gusar, ia begitu menyayangi Kimmy. Zaskia juga menyayangi Tammy, namun rasa sayangnya kepada Kimmy tidak pernah hilang. Vero meminta istrinya untuk sabar
"Sayang, kamu jangan emosi! Kendalikan diri kamu!"
Zaskia menghela nafas panjang, Bianca pun bertanya kepada mamanya mengapa mamanya menangis dan marah-marah
"Mama, yang didalam tadi itu siapa? Kenapa wajahnya mirip sekali dengan Mami Tammy?"
Zaskia, Devano dan Vero hanya terdiam "Mama jawab! Tante itu siapa?" Anak kecil pasti akan terus bertanya sampai rasa penasarannya hilang
"Sayang, itu namanya Tante Kimmy. Kembarannya mami Tammy, kamu bisa manggilnya mami kok,"
Bianca menolak "Enggak mau! Bianca enggak kenal sama Tante itu, mami Bianca hanya mami Tammy saja!"
Zaskia meneteskan air mata, apakah ia harus menyalahkan anaknya? Tentu saja tidak, anak-anak tidak pernah diberitahu tentang keberadaan Kimmy dan itu memang kesalahan mereka yang menutupi semua ini dari anak-anak.
Zaskia hanya menatap kakak dan suaminya secara bergantian. Bahkan dirinya tidak tau lagi harus menjelaskan apa kepada anaknya. Bahkan dengan Bianca saja dia merasa bingung lalu bagaimana ia harus menjelaskan semuanya kepada Queen?
Pasti akan jauh lebih sulit lagi, Devano memegang kepalanya yang terasa pusing
"Zaskia, kita harus lebih sabar lagi ya? Untuk sementara biar ini menjadi rahasia kita saja, jangan beritahu apapun kepada anak-anak dan juga Kimmy,"
Zaskia hanya mengangguk pasrah, ia ingin marah namun rasanya percuma.
********************
Devano, Zaskia dan Vero kembali masuk kedalam ruangan, melihat Kimmy yang seperti orang kebingungan
"Siapa aku? Apakah aku mengenal kalian?"
Zaskia mengangguk dengan tatapan mata yang sendu, hatinya merasa hancur saat kakak iparnya melupakan dirinya.
Ceklek!
Devano, Zaskia dan Vero melihat ke arah suara pintu itu
Ternyata itu adalah Tammy, setelah mengantar anak-anak sekolah Tammy pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan saudara kembarnya
"Kimmy," Tammy berlari, memeluk Kimmy ia mencurahkan perasaan rindunya selama sepuluh tahun ini
Kimmy melepaskan pelukan itu, memegang wajah Tammy lalu melihat wajahnya di cermin terdekat
"Siapa kau? Kenapa wajah kita sangat mirip?" Tammy terlihat bingung, ia pun menoleh ke arah Devano suaminya, seakan meminta penjelasan
"Tammy, kita harus bicara sebentar?" Devano mengajak istrinya Tammy untuk keluar ruangan.
Di luar ruangan
Devano pun menceritakan jika Kimmy mengalami hilang ingatan karena koma begitu lama
"Apa? Hilang ingatan?"
Tammy merasa syok, ia pun merasa bersalah atas hal yang terjadi kepada saudara kembarnya itu
"Sayang, aku, Zaskia dan juga Vero udah memutuskan untuk merahasiakan hubungan kita, dan juga Queen kepada Kimmy,"
"Kenapa?"
"Dokter mengatakan jika kita enggak boleh memaksanya untuk mengingat, karena bisa jadi ia akan kehilangan ingatannya untuk selamanya,"
"Mau sampai kapan kita harus berbohong dan bersandiwara? Kimmy berhak tau tentang posisinya bukan?"
"Ini bukan waktu yang tepat sayang, kamu juga lupa? Bagaimana kita harus menjelaskannya kepada Kimmy dan Queen sementara Kimmy saja tidak mengingat apapun, bahkan dia tidak ingat siapa dirinya,"
Devano memegang tangan Tammy "Demi kebaikan bersama, kita harus merahasiakan ini semua kepada Kimmy,"
"Lalu bagaimana jika dia ingat semuanya? Dia akan marah nantinya,"
"Memberitahu Kimmy saat ingatan pulih jauh lebih mudah daripada memberitahunya sekarang. Biarkan Kimmy mengingat siapa dirinya dulu,"
"Lalu? Jika dia bertanya siapa kau? Siapa Queen?"
"Untuk sementara ini, biar lah Kimmy tau jika aku adalah suami mu dan Queen anak kita,"
Devano memeluk Tammy, Tammy menangis dalam pelukan suaminya "Aku tau ini tak mudah bagi mu kan? Kamu juga belum siap jauh dan kehilangan Queen! Aku tau apa yang kamu rasakan sayang,"
Tammy tak bisa mengelak, karena ucapan suaminya memang lah benar! Tammy tak takut harus kehilangan Devano walau dia sangat mencintai Devano namun yang Tammy takutkan adalah kehilangan Queen. Tammy begitu menyayangi Queen seperti anaknya sendiri.
"Ini semua yang terbaik untuk anak-anak sayang!"
Zaskia menyusul Tammy dan kakaknya Devano "Sebenarnya aku enggak setuju dengan keputusan ini, tapi demi kesehatan kak Kimmy aku setuju,"
__ADS_1