Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 13 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Dua Bulan Berlalu.....


Kimmy masih berduka atas meninggalnya kedua orang tua dan pembantunya. Tammy belum juga sadar dari komanya dan Rama? Entah di mana ia saat ini berada, polisi masih mencari keberadaannya sampai saat ini ia menjadi buronan prioritas bagi para aparat.


"Kak, Zaskia udah menyiapkan sarapan kakak makan ya?"


Kimmy makan dengan tatapan kosong, dua bulan ini Devano juga mengurus bisnis keluarga Kimmy dikarena kan kondisi Kimmy dan Tammy yang tak memungkinkan.


"Kak, kakak harus ikhlas! Mau sampai kapan kakak terpuruk begini?"


Kimmy menoleh ke arah adik iparnya "Jika saja kematian itu wajar, kakak sudah ikhlas. Namun, ini tidak wajar dan umi? Umi meninggal dengan begitu tragis, umi orang yang sangat baik. Umi bahkan juga menyayangi Rama seperti anaknya sendiri, tapi kenapa dia tega?"


Perut Kimmy sudah mulai buncit memasuki usia lima bulan. Pikirannya selama beberapa bulan belakangan ini kacau. Ia tidak mengerti dengan semua ini.


"Kak, setelah sarapan kita pergi kerumah sakit ya?"


Kimmy mengangguk, tak lama ponselnya berbunyi. Ia pun mengangkat panggilan itu, terisat senyuman di wajah Kimmy, membuat Zaskia penasaran


"Kenapa kak?"


"Tammy udah sadarkan diri,"


"Apa? Syukur lah! Aku senang sekali kak, sudah lama tidak melihat kakak tersenyum sebahagia ini,"


Kimmy bangkit dari tempat duduknya, memeluk sang adik ipar


"Aku bahagia sekali, akhirnya Tammy sadar dari komanya,"


Keduanya pun segera bersiap-siap kerumah sakit untuk melihat keadaan Tammy.


******


Tammy menatap langit-langit rumah sakit, ia pun mengingat kejadian di mana dirinya di perlakukan begitu brutal, ia di siksa, bahkan mau dibakar hidup-hidup sama sang suami.


Tammy menangis, tak menyangka suami yang selama ini ia cintai tega melakukan ini kepadanya, bahkan Tammy enggak tahu udah berapa lama ia berada di rumah sakit.


Ceklek!


Pintu terbuka, melihat siapa yang datang ia memalingkan wajahnya


"Pergi!"

__ADS_1


Kimmy mendekati perlahan "Aku bilang pergi!" Walau semua yang terjadi, Tammy masih saja kasar kepada saudara kembarnya Kimmy.


"A-aku khawatir sama keadaan kamu dan aku senang,"


"Apa? Kamu senang melihat aku di siksa seperti ini iya? Perut aku di injak sampai babak belur sampai rahim aku diangkat kamu pasti senang kan?"


Kimmy menggelengkan kepalanya dan menangis "Enggak! Aku sedih melihat kamu, jangan mengatakan hal itu Tammy! Aku ini saudara kembar kamu, aku enggak pernah berharap ini terjadi sama kamu!"


"Aku benci kamu! Pergi sana! Pergi Kimmy!" Tammy berteriak mengusir Kimmy agar keluar dari ruangan.


Ia melihat perut Kimmy yang buncit sepertinya Kimmy sedang mengandung sementara dirinya? Tidak bisa punya anak karena rahimnya sudah diangkat.


Tammy menangis senggugukan, ia pun memanggil pelayan yang selama ini mengurusnya sejak bayi "Umi,"


Kimmy terdiam, ia tidak tau harus menjelaskan apa kepada Tammy. Zaskia memegang kakak iparnya untuk memberikan kekuatan kepada Kimmy


"Aku cuman mau kamu panggil umi, aku mau sama umi, setelah itu kamu pergi aja Kimmy!"


Tammy mencari uminya "Umi di mana sih? Apa umi masih dirumah?"


Tammy mencari ponselnya, ia ingin mengunjungi Umi dan memberitahu jika dirinya membutuhkan umi.


Syok!


Bagai di sambar petir!


Ucapan Kimmy membuat Tammy terdiam sejenak, ia meneteskan air matanya "******! Jangan berbohong kau! Enggak mungkin Rama melakukan itu! Umi masih ada!"


"Ini lah kenyataannya Tammy! Dan semua ini yang lakui Rama! Dia enggak waras, dia sakit! Jika dia tega menyakiti kamu istrinya pasti tidak sulit menyakiti dan membunuh Umi! Polisi udah mencari keberadaannya namun ia belum ditemukan,"


Tammy kembali pingsan mendengar pernyataan yang ada. Ini kenyataan yang hancur baginya.


********


Tammy kembali siuman, Kimmy pun mendekatinya "Ini karma! Kamu tega membunuh kedua orang tua kita hanya karena harta dan bujuk rayu suami mu. Dan sekarang, suami mu penyebab kau tidak mempunyai anak, juga kehilangan umi!"


Tammy menangis "Jika bukan karena pesan umi, aku enggak akan peduli lagi sama kamu. Kamu pantas mendapatkan ini semua atas apa yang sudah kamu perbuat sama aku, juga sama mama dan papa. Hanya karena kamu buta, kamu jahat sama keluarga sendiri,"


"Sial! Lelaki brengsek! Bajingan! Kenapa dia bunuh umi!"


"Jika ia saja sanggup membunuh mama dan papa, kenapa tidak dengan umi?"

__ADS_1


"Diam! Pergi sana, atau aku bunuh kamu!" Tammy berteriak marah kepada Kimmy, emosinya memuncak


"Bajingan! Aku habisi kamu Rama kalau ketemu, laki-laki brengsek!"


Kimmy sebenarnya tidak tega dengan Tammy, namun mengingat semua perbuatan jahat Tammy membuatnya mengatakan hal itu.


"Kenapa dia bunuh umi?"


"Kenapa kamu dan Rama bunuh mama dan papa? Aku tahu, kecelakaan itu terjadi karena ulah kalian!"


Tammy pun mengakuinya "Iya, memang aku melakukannya! Itu semua karena mama dan papa hanya sayang sama kamu! Bahkan di saat mereka udah mati, harta kekayaannya jauh lebih banyak ke kamu! Enggak ada yang memahami dan mengerti aku kecuali umi!"


Kimmy mendekati Tammy "Semua ini karena suami kamu, keluarga kita hancur! Mau berapa nyawa lagi yang melayang baru kamu puas Tammy?"


Tammy menatap Kimmy dengan penuh kebencian "Semuanya terasa puas, kalau kamu mati Kimmy! Aku benci-sebenci bencinya sama kamu!"


Sejak kecil, memang Kimmy yang paling populer, pinter semua orang selalu memuji Kimmy dan mengucilkan Tammy


"Aku benci dengan ucapan orang-orang yang selalu saja membandingkan kita!"


~Kenapa kamu enggak secantik Kimmy?


~Tubuh Kimmy lebih berisi, kulitnya juga lebih sehat!


~Kimmy pintar banget ya, dia juga memenangkan olimpiade internasional bahasa Inggris. Kapan kamu seperti Kimmy?


Kimmy! Kimmy! Kimmy! Dan Kimmy!


Semuanya tentang Kimmy membuat Tammy menjadi membenci Kimmy! "seharusnya kamu mati sama mama dan papa aja! Aku muak banget sama kamu!"


Kimmy hanya menangis sedih mendengar ucapan saudara kembarnya "Salah aku apa Tammy? Aku sangat banget sama kamu! Aku enggak pernah jahat sama kamu! Tapi kenapa kamu benci banget sama aku?"


"Karena kamu lahir di dunia ini! Andai kamu enggak lahir, aku akan menjadi anak satu-satunya dari keluarga Baskoro Tan!"


Alasan yang kurang masuk diakal menurut Zaskia, namun bukan kah semua orang memilki pendapat?


"Mama papa sibuk kerja, dan saat dirumah hanya sama kamu aja,"


"Kamu tahu kan? Kami membicarakan apa."


"Iya aku tau, karena aku enggak punya keahlian seperti mu makanya aku diasingkan! Aku di tuntun sama seperti mu, hobby mu! Padahal sama sekali aku enggak tertarik, tapi mama dan papa hanya memaksakan kehendaknya aja. Wajar aku bunuh mereka! Karena mereka enggak pernah anggap aku ada!"

__ADS_1


__ADS_2