Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 40 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Devano dan Tammy telah sampai di panti asuhan, ibu panti mengatakan ada bayi yang berusia dua Minggu


"Bayi ini baru ditinggal didepan pintu dua hari yang lalu,"


Tammy dan Devano saling menatap, mereka kasihan kepada bayi sekecil itu yang ditinggal oleh orang tuanya.


"Kamu mau?"


"Terserah kamu, gimana kamu?" Tanya Devano kepada Tammy, ia ingin Tammy memilih anak yang membuatnya nyaman.


Tammy memilih bayi lelaki yang berusia dua Minggu itu "Saya mau ini,"


Devano dan pihak panti mengurus dokumen-dokumen yang disediakan. Tammy menggendong bayi lelaki itu, ia begitu senang dan bahagia


"Hai anak ganteng, mulai sekarang panggil aku mami ya? Dan nama kamu sekarang Bintang karena kamu yang akan menghindari kehidupan mami,""


Devano yang telah selesai mendekati Tammy "Hai anak ganteng,"


"Hai papi, ayo pulang dengan Bintang!"


"Bintang? Nama yang indah,"


Tammy mengangguk, ia mengatakan jika Bintang akan menjadi cahaya dalam hidupnya juga pernikahannya dengan Devano


"Bintang, akan selalu menyinari rumah tangga kita berdua, dengan adanya Bintang kita akan semakin bersinar Dev!"


Devano tersenyum, ia membawa istri dan anak angkatnya kembali kerumah.


Oeek...!!!! Oeekkkk!!!


Mendengar suara bayi menangis membuat Kimmy dan Zaskia turun untuk melihat "Bayi?" tanya Zaskia bingung.


Devano pun memperkenalkan anak angkatnya "Ini Bintang, anak aku dan Tammy. Kami baru saja mengadopsi anak,"


"Mengadopsi anak? Apakah Kayla enggak cukup untuk kakak?"


Devano pun meminta Tammy membawa anak mereka ke kamar "Kamu diamkan Bintang di kamarnya ya?" Tammy yang menggendong Bintang pun mengangguk, ia merasa sangat bahagia. Akhirnya ia merasakan menjadi seorang ibu, ia akan merawat dan menyayangi anak itu sepenuh hatinya


"Kayla anak kakak dengan kak Kimmy, tapi kakak juga punya istri yang lain. Kamu tau gimana keadaannya kan Zaskia? Dia juga berhak menjadi seorang ibu, jadi kakak dan dia memutuskan untuk mengadopsi anak,"


"Tapi kenapa kakak enggak diskusi dulu masalah ini? Apa kakak udah izin sama kak Kimmy?"


"Zaskia, ini bukan tentang kakak dan kak Kimmy. Ini tentang kakak dan kak Tammy, jadi masalah rumah tangga kakak dengan kak Tammy, kakak enggak perlu meminta izin kepada kak Kimmy. Begitu juga sebaliknya!"


Zaskia menggelengkan kepalanya, dia tak mengerti dengan pikiran kakaknya


"Suatu saat nanti, saat kamu sudah berumah tangga kamu akan memahami segalanya!"


"Terserah kakak deh!" Zaskia berlalu pergi, namun di cegah oleh kakaknya


"Namanya Bintang, mulai sekarang dia akan menjadi keponakan kamu! Dan kakak berharap kamu bisa adil dalam menyayangi Bintang dan Kayla,"


"Adil? Memangnya kakak bisa adil? Terapkan adil itu dalam diri kakak baru kakak bisa meminta adil kepada orang lain!"

__ADS_1


Zaskia menepis tangan kakaknya, ia pun berlari menuju kamar


Devano ingin mengejar adiknya namun di cegah oleh Kimmy "Aku yang akan menjelaskan segalanya kepada Zaskia! Jangan terlalu memaksa, dia butuh waktu untuk mengerti!"


Kimmy enggak mau kalau Devano terlalu keras kepada Zaskia. Devano meminta Kimmy untuk memberikan pengertian kepada Zaskia. Kimmy mengangguk, entah mengapa setiap melihat Kimmy rasanya Devano ingin terus berhubungan dengannya.


Devano mengajak Kimmy ke kamar "Mau ngapain?" tanya Kimmy, bukannya ia ingin menolak. Namun mengapa sekarang Devano meminta haknya sebagai suami setelah sekian lama.


"Hari ini hari pernikahan kita yang ke enam kan? Sama seperti Tammy yang sudah mendapatkan anak. Aku ingin kita memiliki anak, bukannya kau dulu meminta anak dari ku bukan? Kita akan terus mencoba hingga kau hamil," ujar Devano dengan santainya.


Sebagai istri, ia tak bisa menolak permintaan suaminya. Karena ia tak mau berdosa dalam hal itu, Kimmy mengangguk. Keduanya pun pergi ke kamar.


Devano tak pernah bosan melakukan ritual itu, bahkan ia menyesal mengapa baru sekarang ia melakukan itu? Kenapa enggak dari dulu saja.


************


Nafas Kimmy masih tak beraturan, Devano seperti anak bayi yang menyu*u kepadanya.


"S-sudah aku lelah!"


"Tapi aku belum,"


Kimmy kelelahan melayani suaminya, namun bukannya ini kewajiban sebagai istri?


Terserah! Kimmy hanya bisa pasrah dengan perbuatan suaminya..


Hingga keduanya mencapai ******* entah yang keberapa kali.


"Kenapa?" tanya Kimmy, Devano tak mengerti ia hanya memejamkan matanya


Devano kekeh "Karena pernikahan perjanjian itu telah usai, dan aku sudah menjadi suami seutuhnya. Bukan suami bayaran,"


"Tapi, kau mengatakan tidak bisa melakukan itu dengan wanita yang tidak kau cintai,"


"Sederhana saja, itu tandanya aku sudah mencintai mu!" Devano menatap wajah Kimmy yang begitu seksi. Ia kembali ******* bibir istrinya


Jantung Kimmy berdetak kencang


Benarkah dia mencintai ku? Namun kenapa dia harus menikah dengan Tammy jika mengintai ku?


Kimmy masih memikirkan segalanya, ia bingung namun Devano tak memberikannya banyak waktu untuk berfikir lebih lama.


"Aku sudah lelah,"


Entah berapa kali mereka melakukan itu, namun yang pasti Devano tak pernah merasa bosan. Dan Kimmy hanya akan terus melayani nafsu suaminya


"Sekarang, kau istri ku sepenuhnya. Kau milikku!" bisik Devano


Kimmy merintih, merasakan nikmat yang luar biasa. Ia tak menyangka jika suaminya sangat pintar bermain di r***ng


Apakah ia belajar dari Tammy? ~batinnya.


Kimmy menutupi tubuhnya dengan selimut, Devano juga sudah kelelahan namun nafas keduanya masih terengah-engah

__ADS_1


"Belajar dari dia?"


"Apanya?"


Devano masih kurang mengerti, lalu ia memahami maksud istrinya


"Aku baru melakukan ini padamu,"


"Benar kah?"


Devano mengangguk "Jika kita tidak melakukan hal ini selama pernikahan Lima tahun, kenapa aku melakukan ini dengan pernikahan yang baru terhitung jam?" Kimmy terdiam


"Kenapa?"


"Enggak apa-apa,"


"Kim, jangan terlalu memikirkan hal yang panjang! Fokus dengan anak kita," Devano memegang perut Kimmy.


Kimmy tersenyum "Tapi kau sudah memiliki anak dengan Tammy,"


"Apa salahnya memiliki anak lagi dari mu?"


"Bagaimana bisa kau mengurus dua anak sekaligus?"


"Bukan dua, tapi tiga! Aku juga punya Kayla,"


Kimmy terharu, Devano menyayangi Kayla anaknya. Ia mengira dengan ia meminta anak lagi, Devano akan melakukan Kayla namun nyatanya tidak


"Tapi Bintang masih kecil, kasihan harus terbagi rasa sayangnya"


Devano menggelengkan kepalanya "Tidak mungkin terbagi, mereka memiliki masing-masing ibu. Dan cinta ayahnya? Tenang saja, ayahnya akan selalu adil salam mencintai dan menyayangi anak-anaknya,"


Devano begitu manja dengan Kimmy "Kimmy, sungguh! Aku menyadari perasaan ku saat jauh dari mu, aku membutuhkan mu dan aku ingin kita hidup selamanya,"


Kimmy terdiam "Kau menyadari perasaan mu namun kau menikah dengan Tammy?"


"Terkadang, kita mengambil keputusan bukan karena keinginan namun karena keadaan, dan keadaan yang harus membuat ku menikah dengannya. Aku tidak menyesal dengan pernikahan kami, semuanya telah terjadi dan aku akan bersikap adil kepada kalian berdua,"


Kimmy mengangguk


"Zaskia membenci ku?" Kimmy menggelengkan kepalanya "Tidak! Dia tidak membenci mu! Dia hanya merasa kecewa saja! Ia tak percaya mengapa kakaknya berbuat hal seperti itu. Kamu juga jangan terlalu kasar kepadanya,"


Keduanya berbincang sambil tangan Devano bermain dengan tubuh Kimmy. Sesekali wanita itu merintih, suaranya yang seksi membuat Devano merasa begitu gemas.


"Kamu cantik kalau lagi merintih," bisik Devano di kuping Kimmy, membuat wanita itu merinding mendengar suara seksi suaminya.


Matanya sesekali memejam, menikmati sentuhan itu


"Kamu suka?"


Kimmy mengangguk, ia belum pernah merasakan kenikmatan indah seperti ini. Karena selama ini ia hanya di nodai oleh Rama mantan suami tammy dengan paksa, tak ada kelembutan semuanya selalu tergesa-gesa.


Sementara Devano, melakukan dengan tenang dan Kimmy mampu masuk ke dalam imajinasinya sendiri

__ADS_1


Semuanya terjadi begitu cepat, entah suka berapa kali pelepasan keduanya kini Kimmy merasa lemas dan lelah ia pun memejamkan matanya untuk beristirahat. Jika ia terus bangun, maka ia akan menjadi santapan bagi suaminya terus menerus.


__ADS_2