Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 65 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Zaskia hanya diam, ia memahami kasih sayang yang diberikan oleh mama dan papanya.


"Zaskia, kamu juga menikah dengan teman masa kecil kamu dan itu juga nggak terlalu buruk kok,"


Memang, semuanya tak terlalu buruk apalagi mereka mengenal keluarga teman mamanya tapi namanya orang tak ingin menikah tetap saja itu hal yang buruk


"Zaskia,"


Kimmy memegang bahu adik iparnya, Zaskia menatap Kimmy


"Kak Kimmy memang orang yang baik, walau dia sendiri sedang hancur dan terluka namun saat aku atau kak Devano ada masalah. Dia melupakan kesedihannya untuk menghibur kami. Kak Kimmy tak merasakan kesakitan juga penderitaannya,"


Zaskia merasa bersalah!


Ia merasa terlalu kekanak-kanakan, kenapa dirinya tak bisa memahami? Kimmy sudah berusaha menjadi kakak ipar yang baik, bahkan selalu mengatakan tentang kebahagiaan Zaskia. Begitu juga dengan Devano


"Kak, Zaskia mau menikah. Tapi saat aku menikah nanti kakak dan kak Devano jangan melupakan aku ya? Aku masih boleh kan bermain ke sini?"


"Tentu saja sayang! Kamu bebas kesini, ini juga rumah kamu! Tapi, kamu harus ingat ya Zaskia, saat kamu menjadi seorang istri kamu bukan lagi sendirian. Ada suami, kamu harus berbakti dengan suara, kemana-mana juga harus izin darinya. Jangan kekanak-kanakan!"


Kimmy bukan hanya kakak ipar, namun bagaikan seorang ibu untuk Zaskia. Selalu peduli dan memberikan nasihat-nasihat yang baik.


"Iya kak, tapi gimana rasanya ya kak menikah dengan orang yang enggak kita cinta?"


Kimmy menatap Zaskia "Harus terbiasa! Kamu lupa? Dulu kakak dan kakak mu Devano. Jangan kan karena cinta, kami juga enggak saling mengenal dulunya, namun karena perasaan saling menghargai satu sama lain, semuanya bisa berubah kan?"


Zaskia mengangguk, bahkan Kimmy tak keberatan dengan kehadiran Zaskia!


"Kak, tapi Zaskia takut!" Zaskia memonyongkan mulutnya kedepan, sesekali menggerutu!


"Selama ini aku hanya tinggal dengan mama, papa, kak Devano juga kakak! Enggak biasa dengan orang asing!"


"Vero teman kecil kamu kan?"


Zaskia mengangguk, Kimmy meminta adik iparnya untuk bersikap layaknya dulu ia berteman dengan Vero saat kecil.


"Itu kan beda kak! Masih kecil banget, enggak tau apa-apa juga!"

__ADS_1


"Makanya harus di biasakan Zaskia!"


Zaskia membaringkan tubuhnya, menatap langit-langit kamar. Dan tak lama memejamkan kedua matanya


Kimmy mengelus rambut Zaskia, ia memahami kegelisahan yang di alami oleh adik iparnya. Setelah Zaskia terlelap, Kimmy menyelimuti adik iparnya itu lalu pergi dari kamar Zaskia.


Zaskia memang seperti itu, saat ada masalah yang membuatnya pusing ia langsung memejamkan mata dan tertidur.


***************


Dengan langkah yang susah,


Kimmy membuka pintu kamar, masuk perlahan. Devano berjalan mendekati Kimmy dan membantu istrinya "Kan udah aku bilang, jangan terlalu lelah! Nanti kamu bisa kontraksi lagi!"


Perlahan, Devano membantu Kimmy untuk naik ke atas tempat tidur


"Sayang, apakah kamu enggak mencari tau dulu bagaimana sifat pria itu?"


Devano tau, jika Kimmy sedang membahas Vero


"Sudah, dan secara catatan dia pria yang baik, layak untuk menjadi suami Zaskia!"


Devano menatap Kimmy dan tersenyum penuh dengan cinta "Sayang, Zaskia itu adik aku! Tentu saja, aku juga tak mau dia salah dalam hidup, salah mendapatkan pasangan! Sebelum kamu merasa cemas sudah aku yang terlebih dahulu tak bisa tidur, makan juga enggak enak memikirkan semuanya. Aku memaksa Zaskia mau, bukan berati aku tak mencari tau terlebih dahulu bagaimana Vero! Memang, dia teman masa kecil kami, namun saat dia memasuki sekolah dasar, kedua orang tuanya pindah ke luar negeri. Kami enggak pernah bertemu,"


"Itu makanya sayang! Aku takut, jika Vero bukan pria yang baik untuk Zaskia! Melihat mamanya aku yakin Zaskia akan diterima dan disayang dengan baik, namun gimana dengan perlakuan suaminya?"


Devano meminta istrinya untuk tidak merasa khawatir, dia sudah menjamin semuanya. Bahkan, ia sudah meminta orang untuk memata-matai kehidupan sehari-hari Vero, dengan begitu Devano tau bagaimana sikap sehari-hari calon adik iparnya itu.


"Sebenarnya aku juga kaget, kenapa mama dan papa memberikan surat pernikahan untuk Zaskia ya? Kenapa enggak buat aku? Kan waktu itu aku juga belum menikah,"


Devano merasa bingung, Zaskia mengatakan mungkin kedua orang tua Devano sudah mengetahui takdir Devano juga Kimmy


"Mungkin saja mama dan papa sudah tau takdir kita! Mereka tau, jika ada wanita malang yang membutuhkan anaknya. Jika mereka meminta anak sulungnya menikah dengan anak temanya juga, mungkin wanita malang ini tak akan pernah merasa bahagia!"


Devano menutup mulut Kimmy dengan telapak tangannya dengan lembut


"Jangan mengatakan itu! Aku tidak suka! Kamu bukan wanita malang!" Devano menjauhkan tangannya, takut Kimmy akan merasakan kesakitan. Kimmy mengatakan, jika bukan karena kebaikan Devano ia tak akan pernah merasakan kebahagiaan! Mungkin, penderitaan akan selalu menemani dirinya.

__ADS_1


"Kalau aja kamu enggak mau menikah dengan aku, sampai sekarang aku akan menderita. Karena Tammy juga enggak akan bercerai dengan Rama. Aku mungkin akan mati, di bunuh oleh keduanya,"


Devano meminta istrinya untuk tak mengingat masa lalu lagi "Sayang, jangan mengingat masa lalu lagi! Semuanya sudah berlalu ya? Tammy juga sudah berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi,"


Kimmy terdiam, walau suaminya tak mengatakan apapun namun Kimmy tau jika Devano memiliki perasaan dengan Tammy dan belum bisa melupakan saudara kembarnya itu.


"Sayang, kamu suka kangen enggak sama dia?"


"Sa-sayang, pertanyaan semacam apa itu?"


"Jawab sayang!"


Tentu saja, Kimmy ingi mengetahui perasaan suaminya


"Enggak penting sayang, yang penting sekarang kita selalu bersama. Tammy juga sudah berubah menjadi lebih baik sesuai dengan harapan kamu, dia juga udah berpisah dengan Rama. Rama telah meninggal dunia dan tentunya enggak bisa menyakiti Tammy, itu yang kamu mau kan?"


Kimmy mengangguk, andai saja Tammy tak menikahi suaminya mungkin Kimmy bisa menyayangi dan merima Tammy kembali. Namun, Tammy pernah merebut suaminya walau Tammy sudah mengalah dan memilih pergi. Tapi kesalahan dan dosa itu tetap akan ada, tetap akan melekat dalam ingatan Kimmy.


"Van, aku belum bisa maafin dia! Dia udah merebut kamu dari aku, dia udah menikah dengan kamu walau dia tau kalau kamu suami aku!"


Devano membela Tammy, ia mengatakan jika itu bukan kesalahan Tammy


"Sayang, yang bersalah di sini adalah aku! Kamu jangan membenci Tammy! Kamu benci saja aku!"


"Apakah sedalam itu perasaan kamu sama dia sampai sejauh itu kamu membelanya?"


Devano menggeleng, istrinya salah paham dan cemberut


"Tidak begitu sayang! Namun di sini memang yang salah aku! Sebagai suami yang sangat mencintai istrinya ini! Aku enggak mau kalau istri aku membenci seseorang dengan hal yang enggak ia perbuat,"


Devano mencubit pipi Kimmy dengan gemas dan penuh kelembutan pastinya. Kimmy tersipu malu. Walau mereka sudah lama menikah, dan pernah mempunyai anak, namun keduanya masih seperti pengantin baru saja


Devano melingkarkan tangannya di perut Kimmy yang membuncit, hidungnya di dekatnya di hidung Kimmy yang mancung


"Aku mencintai mu sayang!"


"Aku juga mencintai mu, sa-sayang!"

__ADS_1


Keduanya pun berciuman dengan mesra dan penuh dengan cinta. ******* demi ******* yang dilakukan dengan sangat lembut tanpa tergesa-gesa seakan ingin membuktikan kepada dunia. Bahkan, cinta mereka itu kekal dan sejati.


__ADS_2