
"Kak, cobain ini enak loh rasanya. Kak Kimmy yang masak, baru belajar tapi udah seenak ini kan?" Zaskia mencoba mencairkan suasana yang ada namun Devano sepertinya acuh.
Setelah selesai makan, Devano cukup tahu diri untuk membersihkan piring kotor "Enggak udah, biar aku aja!"
"Kamu lagi hamil, perlu istirahat yang cukup jangan bekerja seperti ini,"
Ucapan itu seakan meminta Kimmy untuk istirahat yang cukup. Kimmy membantu Devano hanya pria itu semakin kesal
"Sudah aku katakan, biar aku saja!"
Kimmy tersentak kaget, begitu juga dengan Zaskia "Apaan sih kak? Kenapa harus marah-marah!"
Devano menyesal dan meminta maaf "M-maaf! T-tapi yang aku tahu, ibu hamil enggak boleh lama-lama bermain di air. Lebih baik kamu istirahat, aku minta maaf soal tadi,"
Kimmy hanya tersenyum dan mengangguk "Aku pergi dulu,"
"Kemana kak?"
Zaskia bertanya kepada kakaknya, Devano pun mengatakan jika dirinya pergi sebentar "Kakak harus pergi sebentar, kamu di rumah saja!"
"Kak, aku mau ikut!"
***********
Di mansion, Tammy masih kesal dengan keputusan wasiat itu "Mama hanya sayang dan cinta sama Kimmy aja! Semuanya tentang Kimmy! Kan aku udah bilang sama kamu, buat bunuh dia! Tapi kamu enggak pernah mau membunuhnya! Aku enggak tahu, apa yang kamu lakukan sama dia, kamu hanya bilang memberikan dia pelajaran. Memang, setiap kamu memberikannya pelajaran dia tampak ketakutan dan gemetar tapi kenapa kamu tidak membunuhnya sih, Ram?"
Rama memegang kepalanya yang pusing, Tammy masih saja mengomel membuat pria itu pusing, ia kehilangan kendali dan mencekik leher istrinya sampai Tammy kehilangan nafas
"A-ap-apa yang kamu lakukan?"
"Berisik banget kau jadi wanita! Aku lagi pusing, harusnya aku membunuh kalian berdua saja agar kekayaan itu jatuh kepadaku!"
Rama mencampakkan tubuh istrinya ke atas kasur, Tammy kaget dengan suaminya yang brutal menghajarnya habis-habisan bahkan ia di cambuk dengan tapi pinggang
"Itu hukuman buat orang yang terlalu berisik kayak kamu! Sekali lagi, kamu membuat kegaduhan seperti ini akan aku pastikan kau tidak bisa melihat langit lagi untuk selamanya!"
__ADS_1
Tammy menangis ketakutan, kenapa Rama bersikap menjadi kasar kepadanya? Tubuh dan wajahnya penuh dengan memar akibat ulah Rama.
"Kamu jahat!" Tammy berteriak, ia pun mencampakkan semua barang-barang yang ada disekitarnya. Hal itu membuat Rama semakin emosi, ia menginjak perut Tammy begitu kuat
Membuat wanita itu langsung tak sadarkan diri "Sial! Menyesal aku menikahinya! Seharusnya aku menikahi Kimmy yang jauh lebih cantik dan seksi! Kimmy juga memiliki banyak harta warisan ketimbang wanita tidak berguna ini!"
Rama langsung pergi dari kamar itu, meninggalkan Tammy seorang diri dengan keadaan tidak sadar dan begitu memprihatinkan.
*********
Perasaan Kimmy tak enak, ia gelisah namun tidak mengerti apa yang ia takuti. Bahkan, tubuhnya terasa begitu sakit terutama dibagian perut, dadanya berdegup lebih kencang.
"Ada apa ini? Kenapa aku merasa gelisah?" tangannya tremor, ia bahkan meneteskan air mata. Tanpa tahu sebabnya apa, tiba-tiba Kimmy kepikiran dengan saudara kembarnya Tammy.
"Kak?"
Zaskia berlari mendekati Kimmy "Kakak kenapa? Apakah sesuatu telah terjadi?"
Kimmy menggelengkan kepalanya "Enggak tahu! Tapi aku merasa begitu cemas sekali Zaskia,"
Zaskia mengira jika itu hanya bawaan hamil saja "Kak, udah jangan banyak pikiran! Mungkin kakak begini karena kakak lagi mengingat tentang kehamilan kakak. Kakak ingat gimana bajingannya pria itu kepada kakak, makanya kakak kepikiran kak Tammy,"
"T-tapi," Kimmy pun memikirkan ucapan Zaskia yang ada benarnya "Iya mungkin kamu benar,"
Zaskia langsung mengambil segelas air putih dan diberikan kepada Kimmy "Kakak minum lah!"
"Terimakasih Kia,"
Zaskia mengelus bahu Kimmy untuk menenangkan wanita hamil itu. Setelah Kimmy lebih tenang, ia meminta Kimmy untuk istirahat.
*******
Zaskia keluar dari kamar Kimmy, menunggu kakaknya yang belum pulang. Tak lama, suara pintu terbuka ia segera menyusul kakaknya
"Kak, dari mana aja?"
__ADS_1
"Kenapa?"
"Kak, jangan bilang karena kekayaan dan uang yang kakak punya sekarang. Kakak jadi seenaknya dan balik kayak dulu lagi ya?"
Devano tak menggubris ucapan adiknya "Kak, aku lebih suka kita di jalanan kayak dulu! Dimana kakak lebih mementingkan aku daripada keegoisan kakak sendiri!"
Zaskia berteriak dan menangis kepada kakaknya, Devano menatap adiknya "Kalau kakak enggak mementingkan kamu dan mementingkan ego kakak sendiri. Kakak enggak akan mau terjebak dalam pernikahan seperti ini! Semua ini kakak lakukan demi kamu, kakak bersedia menikah dengan wanita asing yang kakak tidak kenal sama sekali demi masa depan kamu! Bahkan, kakak menjadi ayah bayaran untuk anak yang dikandung wanita itu dan semua itu kakak lakukan untuk kamu!"
Devano mendekati adiknya, memeluk untuk menenangkan sang adik "Kakak hanya mau yang terbaik untuk kamu, masa depan kamu hanya itu!"
"Tapi enggak gini caranya kak! Terlepas dari apapun alasan kakak dan kak Kimmy menikah. Saat ini dia sudah menjadi istri kakak! Kak Kimmy sudah menjadi tanggungjawab kakak! Dia sedang mengandung sekarang, harusnya kakak menjaga dia bukan malah pergi-pergian seperti ini!"
"Kakak tahu enggak? Tadi kak Kimmy kambuh lagi serangan paniknya, aku takut sesuatu terjadi kepadanya kak! Kak Kimmy itu orang yang baik, enggak pantes dia mendapatkan hal yang enggak layak!"
Devano melepaskan pelukannya terhadap sang adik "Kita baru kenal sama dia, dan hubungan ini berdasarkan tentang bisnis saja. Kamu jangan terlalu dekat sama dia!"
"Kamu tahu? Awalnya kakak kasian dengannya, kakak iba dengan sikap saudara kembarnya yang jahat. Namun kebenarannya, dia bukan sepolos yang dibayangkan!"
"Kak, kakak harus tahu! Kak Kimmy," Zaskia mengingat janjinya kepada Kimmy untuk merahasiakan kebenarannya
"Ada apa?"
"Enggak kak, enggak seperduli apapun alasannya tapi sekarang kak Kimmy udah jadi istri kakak, dia juga enggak jahat sama kita apa salahnya jika kita berbuat baik dengan dia?"
"Kak, bersumpah lah demi aku untuk tetap bersikap hangat kepada kak Kimmy apapun yang terjadi!"
Devano terdiam "Kak bersumpah lah untuk kakak menjaga, melindungi kak Kimmy dan anaknya seperti kakak menjaga dan melindungi aku!"
"Kak, bersumpah lah demi aku!" pinta Zaskia yang menangis kepada kakaknya, entah mengapa Zaskia mengatakan itu kepada Devano
"Setelah aku tiada, kakak harus!" Ia pun menutup mulut Zaskia dan meminta Zaskia tidak mengatakan hal yang sembarangan lagi
"Jangan katakan itu lagi! Kamu akan selalu bersama kakak sampai maut memisahkan kita!" Zaskia masih menangis meminta kakaknya untuk berjanji membuat Devano tak mempunyai pilihan dan Devano akhirnya bersumpah demi adiknya
"Demi kamu kakak akan menjaga dan melindungi Kimmy beserta adiknya," Zaskia tersenyum, ia memeluk kakaknya dengan erat "Aku sayang banget sama kakak!"
__ADS_1