
Tammy di antar oleh Kevin, apartemen yang tak terlalu mewah milik Tammy membuat Kevin kebingungan. Ia sangat mengenal keluarganya Tammy
"Begini lah kak keadaannya," Tammy memang sengaja hidup sederhana, meninggalkan semua kemewahan yang ia miliki dulu. Baginya, hidup sederhana mampu membuat ketenangan untuk dia dan Bintang. Yang terpenting, semua kebutuhan Bintang tidak ada yang kekurangan.
"Kamu pindah ke sini karena bercerai sama suami kamu?"
Tammy mengangguk, Kevin tau betul bagaimana Tammy sangat mencintai suaminya. Tak lama ponsel Tammy berbunyi.
Melihat nama di layar
Zaskia,
Tammy meminta izin kepada Kevin mengangkat telepon tersebut. Kevin pun mengangguk
Panggilan Terhubung
Hai Zaskia ~ Tammy
Kak, gimana kabar kakak dengan Bintang? Kangen banget sama keponakan ~ Zaskia
Tammy mengarahkan ponselnya ke arah Bintang
Keponakan Tante sayang! Rindu banget-banget sama kamu! ~ Zaskia.
Lalu Zaskia memberitahu Tammy tentang kabar duka jika Rama telah tiada.
Tammy kaget, mungkin ini sudah jalan dari yang maha kuasa "Kakak turut berduka,"
Kevin menatap Tammy yang tak ada rasa sedih sedikit pun. Sedikit aneh, ayah dari anaknya meninggal dunia namun Tammy biasa saja.
Zaskia dan Tammy pun mengobrol mengenai perkembangan mereka masing-masing. Tammy pun bertanya bagaimana kabar Kimmy dan Devano, gimana kehamilan Kimmy. Begitu juga sebaliknya, Zaskia bertanya bagaimana Tammy apakah ia bisa menjalani kehidupan seorang diri dengan anak kecil di negeri orang?
Lima belas menit berbincang,
Keduanya mematikan panggilan!
********
Tammy pun meletakkan ponselnya di atas meja "Kasihan anak sekecil ini harus kehilangan papanya,"
Tammy pun mengatakan jika Bintang bukan anaknya Rama.
"Sebenarnya Bintang bukan anak aku dan Rama kak,"
"Lalu?"
"Ceritanya panjang,"
Tammy terlihat gusar, namun ia tak segan menceritakan tentang hal yang sudah ia alami. Bukannya ia mencari simpati namun ia sudah mengenal Kevin dengan baik.
"Aku mengalami kekerasan dalam rumah tangga kak, bahkan karena itu. R-rahim ku di angkat, aku enggak bisa punya anak. Aku juga sempat koma dalam waktu yang tak singkat,"
Kevin mengepalkan kedua tangannya, andai ia tahu jika Tammy mengalami penderitaan itu ia pasti akan mengambil Tammy dari lelaki bajingan itu!
Bahkan menurutnya, lelaki itu pantas untuk mati!
"Kenapa dia tega melakukan hal jahat dengan wanita sebaik kamu?""
Tammy menggelengkan kepalanya "Enggak kak! Aku bukan orang baik, ini semua memang karma buat aku! Aku pantas mendapatkannya,"
Tammy pun mengatakan dengan mata yang berkaca-kaca, seakan memikirkan banyak hal
"Apapun yang kamu lakukan, dia enggak pantas melakukan itu sama kamu!"
__ADS_1
"Pantas kak! Karena keserakahan aku, karena cinta buta-nya aku sama dia. Aku kehilangan akal sehat aku kak, aku jahat sama saudara kembar aku sendiri, ak-aku bahkan tega membunuh kedua orang tua ku hanya karena aku terlalu cinta dengan dia,"
Tammy menangis,
Mengingat semua kejahatannya "Ini memang hukuman yang pantas buat aku kak,"
Tammy pun menghapus air matanya dengan wajah yang tertunduk malu. Kevin memegang bahunya untuk memberikan ketenangan
"Jangan menangis Tammy! Aku yakin, kamu melakukan itu bukan karena keinginan kamu, kamu sudah dipengaruhi oleh dia! Kamu itu baik Tammy,"
Kevin menyakinkan Tammy, Tammy menatapnya dengan mata yang sendu "Kak, aku terlalu hina! Ak-aku bahkan enggak pantas menjadi seorang wanita. Kakak tau kenapa?"
Kevin menggelengkan kepalanya "Agar aku bisa keluar dari hubungan yang rusak, aku justru merusak rumah tangga saudara kembar aku sendiri! Ak-aku bergantung kepadanya! Dan aku meminta suaminya untuk menikahi aku,"
Kevin merasa kacau melihat Tammy menangis, terlepas apapun yang Tammy lakukan. Air mata Tammy terlalu berharga untuk dirinya "Jangan menangis Tammy!"
"Aku bahkan enggak pantes hidup kak! Semua yang aku lakukan sudah terlalu jahat, tapi Tuhan masih baik sama aku!"
"Jika kamu menikah dengan suami Kimmy, lalu di mana suami kalian?"
Tammy pun mengatakan jika ia menyadari kesalahannya, ia mundur dan memilih mengingat Devano suaminya.
"Hubungan kami salah kak, dan Kimmy akan terus menderita. Saat anaknya Kayla meninggal, aku sadar. Jika semua perbuatan ku salah, dia sudah banyak menderita karena aku. Lalu, aku memutuskan untuk berpisah dengan Devano! Dia lelaki baik, bahkan dia memberikan aku kesempatan menjadi ibu. Sebelum kami berpisah, kami mengadopsi Bintang,"
Kevin merasa sedih dengan kehidupan yang di lalui oleh Tammy.
"Tammy, semuanya sudah terjadi dan berlalu. Kamu harus bangkit! Jangan terlalu sering menyalahkan diri kamu sendiri,"
Tammy mengangguk "Aku selalu berusaha melupakan segalanya kak, namun kenyataan enggak bisa di bohongi! Kenyataannya, aku penyebab semua ini,"
"Ini bukan kesalahan kamu Tammy! Namun kebaikan dan kepolosan kamu sudah disalah gunakan! Orang-orang memanfaatkan rasa sakit kamu, itu yang menyebab kan kamu terdorong dalam perbuatan yang salah,"
Tammy sesenggukan, ia menyesal dan yang paling ia sesali adalah membunuh kedua orang tuanya.
Bintang merengek,
Tammy pun menenangkan anaknya, Kevin melihat sosok keibuan Tammy. Bahkan, orang tidak akan curiga jika Bintang anak angkat Tammy, melihat bagaimana Tammy memperlakukan dan menyayanginya dengan baik dan tulis.
"Tammy, aku dan anakku harus pulang dulu. Ada hal yang harus aku kerjakan,"
Tammy mengangguk, memberikan senyuman dan salam perpisahan kepada Tammy kecil
"Mama, nanti Tammy ke sini lagi ya?" Tammy pun tersenyum "Iya nak, boleh!"
Keduanya saling memegang tangan satu sama lain, Kevin dan anaknya pulang kerumah..
Tammy sedikit kasihan dengan anaknya Kevin, masih sekecil itu namun ditinggal oleh mamanya. Memang ini semua sudah takdir, dan mamanya pasti sudah tenang di surga sana.
Kevin merasa senang dengan pertemuannya dengan Tammy "Jika sudah takdir, Tuhan pasti akan mempertemukan kita kembali," Kevin senyum-senyum sendiri.
"Papa, mama!"
Tammy meminta untuk bersama mamanya, Kevin pun mengatakan jika esok dia akan kembali kerumah Tammy. Saat ini, Kevin tidak bisa terlalu lama.
Sesampai di rumah
"Dari mana saja kamu mas?"
"Ajak Tammy jalan-jalan,"
"Tapi kenapa enggak bilang aku?"
Kevin menatap wanita yang ada dihadapannya "Kamu ini bukan ibunya jadi stop bersikap menjadi ibunya!"
__ADS_1
"Tapi aku ini istri kamu!"
Kevin menghentikan langkah kakinya "Tapi aku enggak pernah mengharapkan pernikahan ini, sudah berapa kali aku katakan kepada mu, kau bisa pergi dan aku akan mengurus surat cerainya!"
Wanita itu menangis "Apakah segampang itu pernikahan bagi kamu?"
"Lalu aku harus apa? Aku tidak menginginkan pernikahan ini! Sebelum orang tua kita menikahkan kita, aku sudah meminta mu untuk menolak! Namun apa? Kau tetap memaksa kan?"
Wanita itu bernama Namira, hatinya hancur mendengar ucapan sang suami.
"Mas kita menikah kamu juga tau kan apa alasannya?"
Kevin terdiam, Namira adik kandung dari istrinya, mama kandungnya Tammy yang sudah meninggal. Keluarga meminta mereka menikah karena yakin hanya Namira yang bisa menyayangi Tammy dengan baik. Dia adik kandung dari mamanya.
"Namira. Aku lelah!"
Kevin pergi meninggalkan Namira, ia tidak mau menyakiti hati Namira, namun ia tak bisa mencintai Namira.
"Dulu, aku terpaksa menikah dengan Amira karena perjodohan, sampai ia hamil dan melahirkan lalu meninggal aku juga tak pernah bisa mencintainya. Dan sekarang, adiknya Namira menikah dengan ku! Sama saja, perasaan ku hanya untuk Tammy!"
Kevin sangat mencintai Tammy, walau ia sudah berusaha melupakan Tammy, namun Kevin tidak bisa. Hari ini, pertemuan mereka setelah beberapa tahun.
"Kenapa aku terlambat? Andai aku tidak tinggal di sini, mungkin aku yang menyelamatkan Tammy dan menikah dengannya. Bukan suami dari Kimmy, saudara kembarnya sendiri!"
Kevin membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, menatap langit-langit kamar.
Rasanya, Kevin ingin kembali bertemu dengan Tammy, namun ia tahu mama dan papanya akan sampai satu jam lagi. Jika ia tak ada dirumah, maka mama dan papanya akan marah
*********
Namira yang malang,
Ia tidak tahu sampai kapan suaminya bisa mencintai dirinya, ia sangat menyayangi anak almarhum kakaknya dengan tulus.
Tak lama,
Suara memanggil terdengar, Namira keluar melihat itu adalah kedua orang tua Kevin, mertuanya Namira
"Mama, papa!" Namira mengalami keduanya, kedua mertuanya sangat menyayangi Namira sebagai menantu
"Namira, di mana suami mu nak?"
"Mas Kevin sedang membersihkan dirinya di kamar ma, sebentar lagi pasti juga ke luar;"
Kevin pun menghampiri kedua orang tuanya, dan memeluk
"Ma, pa. Ayo kita makan kalian pasti lelah,"
"Iya nak,"
Kevin mengajak kedua orang tuanya untuk makan bersama, mamanya Kevin mengajak Namira
"Kamu ini kebiasaan! Seharusnya kamu ajak istri mu terlebih dahulu baru ajak mama dan papa! Kamu tinggalin istri mu dibelakang!"
Kevin di marahi oleh mamanya, Namira memang menantu kesayangan kedua orang tua Kevin. Bahkan, Namira lebih spesial di hati mereka ketimbang mama kandung Tammy dulu.
"Wah, harum sekali masakannya!"
Papanya Kevin memuji, ia yakin jika masakan menantunya nomer tiga paling enak setelah masakan istri dan juga mamanya.
"Ini masakan ketiga nomer enak di dunia, setelah masakan mama dan nenek kalian,"
Mereka tertawa, papanya Kevin sangat menghormati istri dan juga mamanya.
__ADS_1