
Itu sebabnya Devano tak pulang selama enam bulan, ia menemani Tammy hingga wanita itu kembali bangkit dari keterpurukan.
Ia tak bisa menjelaskan semuanya kepada Kimmy karena tak mau kondisi semakin memburuk.
Kimmy terdiam, ia mengingat momen hal yang tak pernah mereka lakukan sebelumnya
Untuk apa Devano melakukan semua ini? Bukannya ia sudah menikahi Tammy? "Van," Devano memeluk Kimmy dengan keduanya dalam keadaan polos tanpa sehelai benang "Tidur lah! Ini sudah malam jangan memikirkan hal yang tak penting,''
Bagaimana Devano bisa mengatakan ini tak penting? Kimmy bingung dengan pikiran suaminya namun ia tak mau memperpanjang lagi
"Aku hanya mau kamu tidak kasar lagi dengan Zaskia, kasihan Kayla dan Zaskia,''
kimmy menderita namun ia lebih memikirkan adik dan anaknya, apapun yang terjadi psikis keduanya tak boleh terganggu.
************************************************
Keesokan paginya
Kimmy terbangun lebih dulu, Devano membuka matanya dan memberikan morning kiss kepada Kimmy
Hati siapa yang tak berdebar mendapatkan keindahan itu dari sang suami. Lucu bukan? Setelah enam tahun pernikahan dan saat suaminya sudah memiliki istri baru kini Devano baru bersikap mesra dengannya?
Apakah itu tanda bersalah Devano kepada Kimmy atau Devano sudah mencintai Kimmy?
"Kau terlihat lebih cantik dan bersinar saat baru bangun tidur,'' Kimmy semakin berdebar, yang pengantin baru itu Devano dan Tammy bukan Devano dan dirinya namun mengapa semua berbalik?
Devano menatap Kimmy, Kimmy menutupi tubuhnya dengan selimut, namun Devano menarik selimut itu, membuangnya ke atas lantai.
Kimmy tak berani bergerak, dadanya berdegup dengan kencang. Kimmy tak diberikan kesempatan untuk berfikir lebih lama, Devano kembali melakukan ritual mereka tadi malam. Dunia terasa milik berdua.
**********
Tammy yang sarapan tak melihat Devano juga Kimmy "Kemana mereka?'' Tammy bertanya kepada pelayan dan pelayan mengatakan jika majikannya belum keluar kamar dari pagi.
Zaskia yang baru datang terlihat senang mendengar Devano memilih tidur di kamar Kimmy
"Mau gimana pun pelakor menggoda, yang utama tetap menjadi yang utama, nggak tau deh yang kedua. Kapan-kapan aja,'' ujarnya seakan meledek
Tammy yang kesal segera bangkit dari tempat duduk, ia pun mendekati Zaskia, menjambak rambut Zaskia dengan kuat. Zaskia meringis kesakitan
"Awww,' Zaskia meringis, melepaskan tangan Tammy yang begitu kuat menjambak dirinya. Kimmy dan Devano yang melihat langsung menghampiri untuk melerai keduanya
"Zaskia, ada apa? Tammy kenapa kamu kasar sama Zaskia?'' tanya Kimmy
"Tanya saja dengan bocil kurang ajar ini!" Devano menahan Tammy, ia juga meminta Kimmy untuk memberitahu dan mengajarkan sopan santun kepada Zaskia dengan tegas
Kimmy diam, ia meminta maaf kepada Devano, sikap manisnya di kamar tadi menghilang. Devano kembali tegas dan membela Tammy tanpa bertanya kebenarannya.
"Bilang sama adik kamu mulutnya, dia menyindir aku dan mengatakan yang pertama akan tetap menjadi yang pertama, sedangkan yang kedua? Maksud dia apa!?''
'Tenanglah Tammy!'' Devano meminta Zaskia untuk meminta maaf, namun Zaskia menolak menurutnya ucapannya itu tak ada yang salah "Untuk apa aku meminta maaf? Aku enggak salah!"
Devano tak mengerti bagaimana membuat adiknya mengerti dan bisa menerima keadaan "Kimmy, katakan kepadanya jika sekarang Tammy juga istri ku! Seperti dia menghormati dan menyayangi mu sebagai kakak ipar, dia juga harus menerima Tammy!''
Devano memegang tangan Tammy, membawanya untuk sarapan di luar, setelah keduanya pergi Kimmy pun menegur adik iparnya dengan lembut
"Apa ini Zaskia? Kenapa kamu besikap seperti anak kecil?'' Zaskia meminta maaf namun ia juga mengakui jika dirinya tak tahan saat berada didekat Tammy.
"Maaf kak, tapi sungguh aku sangat gerah dengan adanya dia! Lagipula, aku mengatakan semua kebenarannya! Kenapa kakak ku memilih tidur dengan kakak padahal tadi malam itu malam pertamanya dengan wanita tak waras itu?"
"Namanya Tammy!'
__ADS_1
"Siapapun namanya, Zaskia enggak perduli kak!''
Tadi malam juga malam pertama Kimmy dengan Devano walau sudah enam tahun mereka menikah, dan sampai detik ini Kimmy tak tahu mengapa Devano melakukan malam pertama dengannya bukan dengan Tammy
***********
Tammy dan Devano berada di dalam mobil, tammy terlihat kesal
"Udah jangan marah-marah nanti cantiknya kamu hilang,''
"Gimana aku enggak kesal? Di malam pernikahan kita, kamu enggak ada. Kamu tidur dengan Kimmy dan saat aku mau sarapan adik kamu menyindir aku begitu, seakan aku enggak ada harganya buat kamu. Kalaui tau begini ngapain kamu meminta aku pisah sama Rama?''
"Aku minta maaf!'' Devano tak mau membuat Tammy semakin kesal
Tammy menangis di dalam mobil, Devano meminta maaf ia tahu dirinya bersalah "Maaf! Aku nggak bermaksud membuat mu sedih!"
"Kenapa setelah berpisah dari Rama, aku bukannya bahagia makin tersiksa!"
"Jangan mengatakan itu Tammy! Aku tidak bermaksud membuat mu tersiksa sungguh!" Devano menghapus air mata Tammy, ia pun mengajak Tammy untuk sarapan di luar
"Bukannya kamu yang minta kita untuk tinggal di sini?"
Tammy mengangguk "Kalau kamu merasa enggak nyaman kita akan mencari rumah," tabungan Devano sudah banyak, hasil yang selama ini Kimmy berikan kepadanya, memang tak sebanyak harta Kimmy dan juga Tammy. Namun, cukup jika membeli sebuah rumah.
"Enggak! Aku enggak mau, kan kamu yang minta aku biar dekat dengan Kimmy dan sekarang aku mencoba dekat dengannya. Bagaimana aku bisa dekat kalau kami jauh?"
Devano tersenyum, memang itu yang ia harapkan kedua saudara kembar itu kembali akur. Walau caranya salah "Dev?"
Devano menoleh ke arah Tammy "Nanti malam kamu tidur sama aku ya?"
Tiba-tiba rem dilakukan secara mendadak "Kenapa? Kamu kan udah jadi suami aku, sama seperti Kimmy?"
Devano mengangguk padahal ia masih ingin terus bersama Kimmy.
"Jangan mengatakan itu Tammy! Aku juga enggak akan meminta kamu melakukan itu kepada ku,"
"Bukan begitu Dev! Kamu bebas kok mau kapan saja melakukan itu, tapi aku enggak bisa punya anak,"
Devano fokus dengan jalan "Kamu dengar kan apa kata dokter? Kondisi kamu enggak memungkinkan untuk melakukan hubungan suami dan istri. Kamu harus banyak istirahat, jangan memikirkan hal itu yang terpenting adalah kesembuhan kamu,"
"Kamu jijik kan sama tubuh aku? Bekas penjahat sepertinya,"
"Enggak Tammy! Kalau aku jijik enggak mungkin kita menikah tapi saat ini kamu harus sembuh dulu!"
"Baik lah,"
Tammy mengalah kini keduanya sampai di sebuah restauran mewah. Devano membuka pintu mobil untuk tammy, wanita itu tersenyum Devano begitu memperlakukannya selayaknya seorang ratu
"Makasih Dev!"
Devano tersenyum, keduanya masuk kedalam restaurant untuk sarapan bersama.
*******************
Pria adalah sosok manusia yang sulit sekali ditebak, bahkan Kimmy tak tahu apakah Devano menginginkan dirinya atau lebih menginginkan Tammy.
Ia sebelumnya sudah memarahi Zaskia agar adik iparnya bisa menjaga sikap.
Sulit rasanya bagi Kimmy, harus berbagi segala hal kepada kembarannya bahkan suami sekaligus.
Saat ia menikah dengan Rama, tanpa disengaja Kimmy juga berbagi dengan Tammy. Bahkan, ia mendapatkan anak dari Rama, walau itu bukan kemauannya. Dan sekarang? Tammy menikah dengan suaminya walau ia tak tahu siapa yang menginginkan pernikahan itu lebih dulu.
__ADS_1
"Ah, hubungan seperti apa ini? Dulu, aku memiliki anak dengan suaminya dulu dan sekarang. Suami ku menjadi suaminya!"
Begitu rumit, bahkan sinetron indonesia juga pusing jika membuat film kisah mereka.
Kimmy terlihat seperti orang linglung
"Kepala ku sangat pusing memikirkan semua ini, semuanya terasa begitu rumit!"
Kimmy mendengus, Kayla mendekatinya "Mama, papa di mana?"
Kimmy menatap anaknya "Nak, udah makan?"
"Nona Kayla sudah makan nyonya,"
Kimmy lega "Mbak, mulai sekarang jangan membiasakan Kayla ke bawah ya? Di kamar saja, nanti saya akan menyatukan ruangan main Kayla dengan kamarnya!"
Baby sister mengangguk, ia pun meminta maaf "Maaf atas kelalaian saya nyonya,"
"Tidak masalah! Ini bukan salah mu, saya juga baru memberitahu ini,"
"Kayla mau papa! Kayla mau papa!"
Bagaimana mengatakannya kepada Kayla?
Kayla sayang, papa kamu sedang bersama istri barunya
Kayla sayang, papa lagi makan sama mami
Apakah harus begitu? Kimmy tersadar dari lamunannya. Ia tak bisa lagi menjawab pertanyaan anaknya, sungguh hubungan ini sudah sangat merumitkan baginya.
"Kayla sayang, kepala mama lagi pusing sekali nak. Mama istirahat di kamar ya?" Kayla mengangguk, Kimmy meninggalkan anaknya bersama suster
Ia ingin istirahat sejenak, untuk menghilangkan rasa pusing dan kepenatannya.
"Sebaiknya aku istirahat saja! Tidak ada gunanya untukku memikirkan hal yang akan membuat aku stres! Aku enggak mau terlalu stres karena masalah ini,"
Kimmy memejamkan matanya, namun membayangkan adegan tadi malam juga tadi pagi, ia membuka mata. Segera duduk
"Sial! Sial! Sial! Ngapain aku harus membayangkan adegan itu sih?"
Kimmy mendumel sendiri, sejujurnya ia merasa kesal karena Devano pergi membawa Tammy. Apakah ia sedang cemburu?
Ngapain aku merasa kesal?
Ngapain aku harus memikirkan kejadian itu?
Kimmy mendumel sendirian, ia malas untuk memikirkan segalanya. Namun harus bagaimana lagi? Semuanya terasa bingung, kepalanya mau pecah. Namun sayang jika harus pecah
"Sakit sekali kepala ku tapi lebih sakit jika tak punya kepala,"
Daripada Kimmy merasa stres, ia pun memutuskan untuk berbelanja. Ia akan shopping mengajak Zaskia adik iparnya.
Kimmy pun menuju kamar Zaskia, ia mengajak adik iparnya untuk shopping
"Zaskia, happy-happy yuk? Maaf kalau tadi kakak marah, kakak hanya enggak mau melihat kamu terus dimarahi oleh Devano hanya karena Tammy! Kita harus lebih sabar dan main cantik, bagaimana pun kak Tammy lebih tua dari mama Zaskia. Kamu harus hormat sama dia ya?"
"Kak, aku benci banget sama dia!"
"Huaaaa!!!!"
Kimmy menangis, membuat Zaskia bingung "Kak kenapa kakak menangis?"
__ADS_1
"Kamu benci sama kakak? Kan wajah kakak dengan Tammy itu sama. Kalau kamu membencinya tandanya kamu benci juga sama kakak,"
"Enggak kak! Aku enggak benci sama kakak! Aku hanya benci dengan kak Tammy, tapi bukan benci wajahnya! Zaskia hanya benci dengan sikap dan perbuatannya,""