
Si kembar yang malang, keduanya memiliki masalah dan kehidupan yang pahit. Namun kenapa keduanya tidak bisa bersatu? Jika saja mereka bersatu dan saling melindungi satu sama lain, semuanya akan jauh lebih mudah dan membaik.
Devano rasanya tak tega meninggalkan Tammy dengan kondisinya yang begitu buruk
Devano yakin, seburuk-buruknya manusia masih mempunyai sisi baiknya
"Aku benci kalian," Tammy kembali mengigau, apakah begitu banyak luka di hati Tammy?
"Mama, papa jahat! Kalian enggak pernah sayang aku, kalian selalu jahat sama aku, aku benci kalian!"
Devano tak tahu, apa sebenarnya yang terjadi, namun melihat Tammy ia yakin jika sejak kecil Tammy memiliki luka yang selalu ia pendam sendiri. Itu sebabnya, ia begitu banyak dendam dan kebencian.
Ceklek!
Pintu ruangan terbuka
Kimmy masuk, ia terlihat kesal "Kenapa kam," belum selesai Kimmy menyelesaikan ucapannya, Devano memberikan isyarat agar Kimmy mengecilkan volume suaranya
"Ada apa?" Kimmy terlihat panik, ia khawatir jika sesuatu terjadi kepada Tammy. Pelan-pelan Devano melepaskan tangannya dari genggaman Tammy
Ia mengajak Kimmy keluar ruangan, terlihat pengawal memberikan hormat pada keduanya. Kimmy dan Devano duduk di kursi luar
"Ada apa?"
"Tammy histeris, mungkin dia mengingat kejadian yang membuatnya merasa hancur,"
Kimmy mengerti perasaan saudara kembarnya "Siapa yang enggak hancur? Jika ia dibuat rusak oleh suaminya sendiri. Rama itu memang jahat banget ya? Kenapa dia tega buat saudara kembar aku gini?"
Devano menoleh ke arah Kimmy yang menangis "Boleh aku nanya sesuatu?"
Kimmy mengangguk "Gimana hubungan orang tua kalian terhadap Tammy?"
"Iya baik! Mama dan papa selalu memanjakan kami,"
"Memanjakan seperti apa?"
"Misalnya aku ingin belajar di sekolah yang aku inginkan, makanan yang aku mau, bakat yang aku sukai kami akan melakukannya, bahkan warna kesukaan aku kami akan memakainya. Handphone dan barang-barang yang aku sukai, kami akan memakainya,"
"Yang kamu sukai?"
"Iya, apa yang aku mau. Mobil, apartemen, mansion, semuanya yang aku inginkan mama dan papa akan membelikannya untuk kami. Kami akan memilikinya,"
"Apakah Tammy suka? Maksudnya, apakah dia pernah meminta?"
"Iya meminta, tapi kalau aku maunya beda ya pastinya beli apa yang aku mau. Tammy juga akan menyukainya,"
__ADS_1
Devano kini mengerti, mengapa Tammy memiliki rasa benci dan dendam karena sejak kecil Tammy tak pernah diberikan hak dalam memilih atau bersuara. Semuanya mengenai kemauan Kimmy bukan dirinya
"Mama dan papa selalu memberikan yang terbaik untuk kami, selalu adil kok. Kalau aku maunya itu, Tammy juga selalu dibelikan yang sama! Mama dan papa enggak pernah bersikap enggak adil. Kami bahagia banget dulunya, aku juga bingung kenapa Tammy sekarang begini!"
Kimmy kembali sedih, ini bukan kesalahan Kimmy tapi Tammy juga korban disini.
"Kita pulang yuk? Bukannya udah selesai?" Kimmy mengajak suaminya kembali kerumah. Namun Devano mengatakan jika ia khawatir dengan Tammy
"Aku di sini dulu ya? Sepertinya Tammy masih butuh aku,"
"Van, di sini banyak pelayan loh! Banyak pengawal juga! Mereka pasti akan menjaga Tammy!"
"Iya aku mengerti, tapi Tammy keadaannya lagi enggak baik-baik aja,"
"Devano, dia udah enggak apa-apa. Buktinya tadi tidur dengan nyenyak!"
"Apa yang kamu lihat belum tentu kenyataannya Kim, Tammy lagi hancur dan butuh keluarganya,"
Kimmy pun mengatakan dia juga mau merawat Tammy, namun Tammy? Apakah Tammy menerima kehadirannya?
"Ya sudah, kamu disini aja jagain Tammy dulu ya?"
Devano mengangguk, Kimmy pun pulang kerumah bersama tiga orang pengawal. Mereka selalu dikawal kemana pun, bukan hanya mereka namun juga Zaskia. Semua itu Kimmy lakukan demi perlindungan keluarganya dari Rama.
*******
"Kimmy?"
"Hai Lala! Apa kabar?" Kimmy memeluk sahabatnya itu dengan perasaan sayang
"Kamu habis kontrol kandungan ya?"
Kimmy mengangguk "Iya La, aku habis kontrol kandungan aku,"
"Aku turut berduka cita ya atas meninggalnya kedua orang tua kamu, maaf ga bisa datang kemarin. Aku lagi diluar negeri sama suami ku!"
"Enggak apa-apa,"
"Kamu udah menikah Kim?"
Kimmy mengangguk "Iya aku udah menikah, maaf ya gak undang-undang kalian, pernikahannya privat banget!"
"Iya maklum, sultan seperti kalian pasti lebih suka yang privat gini kan?"
"Kamu bisa aja!"
__ADS_1
"Gimana keadaan Tammy?"
Kimmy tiba-tiba murung, ia pun bercerita semuanya tentang kelakuan suaminya Tammy "Sekarang Tammy lagi dirawat di dalam,"
"Ohiya? Boleh aku jenguk?"
"Tentu aja boleh kok!"
"Tapi aku ga punya akses buat menjenguk dia. Pasti banyak pengawal?"
"Enggak apa-apa, bentar aku hubungi suami aku dulu ya?"
Kimmy menghubungi Devano untuk memberitahu jika ada sahabat Tammy yang akan menjenguk Tammy ia pun langsung memotret Lala agar Devano bisa mengenalinya
"Sekarang udah aman! Kamu boleh masuk, di lantai empat ya? Itu khusus ruangan Tammy dan enggak ada yang boleh akses kok! Suami aku udah menunggu di depan lift,"
"Loh Kim, suami kamu yang menjaga Tammy?"
Kimmy mengangguk "Gimana lagi? Mama dan papa udah enggak ada. Sekarang yang Tammy punya cuman aku dan suami, aku juga enggak bisa terlalu lama di rumah sakit jadinya suami aku yang bantu jagain,"
"Wah, baik banget suami kamu ya?"
"Aku pulang dulu ya La? Panas juga harinya, aku juga mudah lelah sekarang daaa!"
Keduanya berpelukan untuk mengucapkan perpisahan "Main lah kerumah oke?"
"Iya Kim,"
Kimmy dan Lala pun berpisah, Kimmy naik kedalam mobil. Cuaca memang begitu terik, Kimmy pun memegang wajahnya yang terasa panas.
"Terik banget, pulang mau mandi langsung!" Gumamnya manja, dia pun kembali memberikan krim wajah untuk melindunginya dari sinar matahari yang jahat.
"Kalau begini terus bisa rusak wajah ku!" Ia pun memutuskan untuk melakukan perawatan, ia akan kerumah mengajak adik iparnya perawatan.
*********
Lala kini sudah sampai di lantai empat, Ia melihat sosok yang begitu tampan dan gagah "Kamu Devano ya? Suaminya Kimmy?"
Devano mengangguk tersenyum, ia mempersilahkan Lala untuk bertemu dengan Tammy di ruangannya
"Ganteng sekali ya suaminya Kimmy, apa enggak takut tuh biarin suami dan saudara kembarnya bersama haha!" Ujar Lala melantur, Lala pun membuka pintu ruangan. Terlihat Tammy sedang tertidur lelap
"Ya, sayang banget Tammy masih tidur!"
Devano mempersilahkan Lala untuk duduk, di sofa ruang tunggu "Sebaiknya anda menunggu sebentar, saya akan membangunkan nona Tammy,"
__ADS_1
"Enggak usah baku gitu, aku ini sahabatnya Tammy dan Kimmy kok! Itu tandanya aku sahabat kamu juga,"
Tammy membuka matanya perlahan, saat mendengar suara tak asing di telinganya "Lala," gumamnya dengan pelan namun masih bisa didengar oleh Lala dan Devano. Sontak keduanya berjalan mendekati Tammy