Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 72 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Kevin mengikuti ucapan Namira, ia juga tak mau pemakaman mamanya untuk terkahir kali menjadi hancur hanya karena ucapan papanya. Namira mengajak Kevin untuk masuk ke dalam, ia menatap papanya dengan tajam


"Saya mengira kamu lebih memilih mengejar wanita murahan itu daripada menghormati pemakaman mama mu!"


Kevin mengepalkan tangannya dengan geram, Namira takut jika suaminya kehilangan kendali


"Membela wanita murahan!"


"Cukup pa!"


Kini, batas kesabaran Kevin hilang. Jika papanya tak menyukai Tammy, tak perlu harus menghina seperti itu, tamu yang lainnya menoleh. Namira menenangkan suaminya "Tenang mas! Jangan kepancing emosi, tolong hargai mama!"


Kevin diam, memilih pergi menjauh dari papanya. Namira pun mendekati ayah mertuanya itu "Pa, papa harus tenang ya? Namira tau saat ini papa berduka tapi jangan sampai rasa kehilangan membuat papa melupakan jati diri papa! Pa, papa yang Namira kenal itu lelaki yang tak akan mengatakan hal-hal kasar kepada seorang wanita!"


"Bagaimana papa tidak marah? Karena wanita itu, rumah tangga kamu dan Kevin hancur. Mama menjadi drop dan meninggal dunia, lalu dengan tak tau malunya wanita itu datang dan mengatakan berduka? Apa salah papa marah?"


Namira menggelengkan kepalanya "Pa, kemarahan papa tidak salah. Namun papa salah memarahi orang, bukan Tammy yang merusak rumah tangga aku dan mas Kevin! Tapi, cinta dan hati mas Kevin yang menghancurkan rumah tangga kami,"


Namira meneteskan air matanya "Awalnya Namira juga salah sangka, Namira marah kepada wanita yang tak bersalah. Jika mas Kevin yang mencintainya lalu apa kesalahan wanita itu pa?"

__ADS_1


Papanya terdiam "Mas Kevin dan Tammy tidak mempunyai hubungan apapun, yang Tammy tau mas Kevin adalah kakak kelasnya dan ia hanya menyambut tamu yang datang kerumahnya. Tammy juga tidak mengetahui jika istri mas Kevin ada. Yang dia tau, ibu dari Tammy sudah meninggal dunia. Jika mas Kevin yang mencintainya lalu mengapa dia yang disalahkan pa?"


"Mama meninggal dunia karena ini!"


"Pa, papa harus bisa ikhlas ya?"


Namira tak mau papa mertuanya menyalahkan siapapun, dan jika harus ada yang disalahkan itu adalah Namira! Namira yang terlalu kekanak-kanakan! Cemburu buta-nya membuat dia kehilangan akal!


"Pa, jika harus ada yang bertanggungjawab atas semua ini! Namira yang salah! Namira yang menyebabkan pertengkaran ini hingga mama meninggal,"


Namira menangis, ia pun dipeluk oleh papa mertuanya "Nak, jangan mengatakan itu! Ini semua bukan kesalahan kamu! Maafin papa ya?"


**********


Kevin masih kesal dan tak terima dengan ucapan papanya. Tak seharusnya papanya mempermalukan Tammy seperti itu di depan umum


"Papa sudah keterlaluan! Tak seharusnya papa bersikap seperti itu!"


Bahkan, Kevin lebih memikirkan tentang perasaan Tammy daripada meninggalnya sang ibu

__ADS_1


Namira mendekati suaminya "Mas, saya sudah berbicara dengan papa. Dan papa sudah mengerti semuanya,"


"Apakah dengan papa sadar bisa membuat harga diri Tammy kembali!" Kevin membentak istrinya "Mas, tolong dong! Jangan seperti ini, sekarang kita lagi berduka dan kamu masih memikirkan tentangnya?"


"Mas, e-enggak apa-apa kamu mencintai dia! Aku ikhlas dan aku enggak masalah! Tapi tolong dong hargai jenazah mama yang bahkan belum di makamkan!"


Namira kesal, namun tetap berusaha tenang dan mengontrol dirinya "Mas di sini aku loh yang di sakiti! Aku yang di khianati, tapi kamu malah bersikap seolah kamu yang di sakiti! Seolah kamu yang menderita! Aku tau, Tammy enggak bersalah! Karena kamu lah yang mencintai dia! Tapi apa kesalahan aku dengan mama? Apa mas?"


Namira menjatuhkan tubuhnya ke lantai, hatinya merasa hancur dan terluka. Tak tau apa yang harus ia lakukan lagi "Tolong dong mas stop! Kamu enggak lelah? Aku lelah loh mas! Sungguh, aku lelah!"


Bahkan, ia mengatupkan kedua tangannya di hadapan Kevin


"Ak-aku mohon! Kalau kamu enggak cinta aku, enggak perduli sama aku, enggak apa-apa! Tapi setidaknya kasian sama jenazah mama!"


Namira sesenggukan, kalau ia bisa menangis darah mungkin dirinya akan menangis darah untuk memohon!


Kevin langsung memeluk istrinya dan meminta maaf "Maaf! Seharusnya aku tak membuat masalah saat seperti ini!"


Keduanya berpelukan, ia pun mengangguk memahami semuanya

__ADS_1


"Aku mohon sampai mama di makamkan saja, setelah itu terserah mas mau melakukan apa! Saya tak akan melarang! Bahkan jika kita harus berpisah selalu pun,"


Kini, Namira sudah berada di titik pasrahnya jika memang harus berpisah ia sudah siap.


__ADS_2