Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 31 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Tammy membuka matanya perlahan, ia segera beranjak dari tempat tidurnya melihat kamar yang begitu berantakan. Kaca-kaca yang bertebaran di lantai, ia juga meringis melihat luka yang ada ditubuhnya.


Menangis tak ada gunanya, ia sudah memilih pilihan hidupnya bersama pria yang begitu tempramental, padahal sebelumnya Rama sudah berjanji untuk tidak akan melakukan kekerasan lagi kepadanya. Namun, apa yang bisa ia lakukan? Tetap saja, suaminya bermain kasar jika sedang marah


Tammy juga tak mengerti, semenjak harta warisan itu di bagikan, Rama berubah menjadi pria yang pemarah.


Ceklek!


Pintu kamar terbuka,


Rama masuk, namun tak menghiraukan keberadaan Tammy, bahkan tak bertanya bagaimana kondisi Tammy


"Mau sampai kapan begini?"


Rama menatap Tammy "Kalau udah enggak kuat, yaudah cerai aja!"


Tammy kaget mendengar ucapan suaminya "Cerai?"


Jika Rama mau bercerai dengannya lalu untuk apa beberapa waktu lalu Rama datang dan membujuknya untuk kembali bersama? Apa semua ini?


"Gila kamu!" Tammy melempar bantal ke arah Rama "Kalau kamu memang mau pisah kenapa kamu datang ke rumah sakit dan meminta aku bersama kamu?"


Rama mendekati Tammy dengan mata yang merah, sepertinya pria itu sedang mabuk


"Aku harus apa? Aku juga enggak mau menyakiti kamu, tapi emosi ku sudah melupakan rasa sayang dan cinta aku! Semua ini karena saudara kembar mu! Andai dia tidak mempersulit kehidupan kita, aku enggak akan kasar!"


Kembali, Rama memukul Tammy. Kali ini, wanita itu lebih tegar, tidak lemah


"Bunuh aja aku sekalian!" Tammy berteriak kepada suaminya dengan tatapan marah


"Bodoh! Kalau aku membunuh mu, bagaimana aku bisa mendapatkan uang? Kau adalah alat agar aku mendapatkan uang!"


Tak heran lagi, memang Rama bersamanya hanya karena uang


"Jika bukan karena uang, dan jika saja saudara kembar mu mau kepada ku, aku lebih baik menikah dengan wanita waras sepertinya!"


Tammy hanya meneteskan air matanya, begitu sanggup suaminya mengatakan itu


"Bajingan!"


Tammy berteriak kepada suaminya namun tamparan yang ia dapatkan


"Jika mau tenang, jangan banyak mengeluh!"


Rama memperingati Tammy, ia bosan mendengar keluh kesah Tammy setiap harinya.


"Keluar dari kamar aku bajingan!" Tammy mengusir suaminya, Rama pun pergi meninggalkan Tammy.


Tammy menangis, melempar barang-barang yang ada dihadapannya.


"Lagi dan lagi, Kimmy memperburuk semuanya!" Tammy semakin membenci saudara kembarnya itu, apalagi pengakuan suaminya yang lebih menyukai Kimmy daripada dirinya.


Tammy menghapus air matanya, selama ini ia tak pernah menghabiskan uang kedua orang tuanya untuk hal yang tak penting. Bahkan, dia tidak pernah perawatan karena dirinya tidak menyukai itu.

__ADS_1


Mulai sekarang, Tammy akan mempercantik dirinya. Ia akan merawat dirinya secantik mungkin.


"Kamu akan menyesal telah mengatakan itu Rama!" Suaminya itu lupa, jika Tammy mempunyai uang, dia bisa melakukan apapun yang ia mau.


Uang bisa membeli segalanya, selama ini Tammy hanya menginginkan cinta, tidak peduli dengan uang. Bahkan uangnya, semua ia serahkan kepada Rama karena bukan uang yang ia butuhkan melainkan cinta dan perhatian, hal yang tak pernah ia dapatkan dari kedua orang tuanya hanya karena saudara kembarnya yang lebih unggul itu.


Kimmy bisa menghabiskan uang ratusan juta setiap bulannya untuk melakukan perawatan, berbelanja bahkan hingga milyaran rupiah berbeda dengan Tammy. Wanita itu tidak menyukai perawatan, atau berbelanja hal yang tak penting


Rama sudah menyakitinya, bukan hanya fisiknya namun juga batinnya.


"Aku mencintai mu Rama! Aku memberikan segala yang aku punya kepada mu, namun apa balasan mu? Kau menyakiti ku, aku benci dengan mu!"


Semua yang Tammy miliki sudah di ambil oleh Rama, bahkan masa depannya yang tak bisa menjadi seorang ibu itu semua karena Rama.


Ia akan bangkit untuk haknya, untuk kebahagiaannya.


*************


Kimmy terbangun, ia tak melihat suaminya "Kemana dia?"


Kimmy ingin mencari keberadaan Devano, namun pria itu segera masuk ke dalam kamar "Udah bangun? Aku tadi mencari udara segar diluar,"


Begitu manisnya Devano, tanpa di tanya ia sudah memberitahu keberadaannya dari mana saja.


"Aku enggak marah kok, kenapa harus menjelaskannya?"


"Iya enggak apa-apa, biar kamu enggak memikirkan hal yang enggak harus di pikirkan,"


Devano tau bagaimana ribetnya seorang wanita, suka tenggelam dengan pikirannya sendiri.


Kimmy menggelengkan kepalanya, ia tak merasa lapar sedikit pun, namun entah mengapa dirinya ingin terus bersama Devano.


"Ada apa?"


Kimmy tak berani mengatakannya "Katakan saja!"


"Tidak ada apa-apa! Lupakan saja lah!"


Devano mengangguk!


**************


###################################


∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆


§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§


Lima Tahun telah berlalu


Happy birthday Kayla! Happy birthday Kayla!


Kimmy dan Devano sedang merayakan ulang tahun anaknya Kimmy yang ke-lima.

__ADS_1


"Terimakasih mama, terima kasih papa!"


Walau Devano bukan papa kandungnya Kayla, namun ia sangat menyayangi anaknya itu.


"Sama-sama sayang!"


"Kayla, aunty ada sesuatu buat kamu!"


Zaskia juga memberikan kado terbaik untuk keponakannya


"Terimakasih Aunty!"


Zaskia memeluk keponakannya dengan manja, pada tamu undangan juga di suguhkan dengan hidangan makanan dan minuman yang lengkap dan banyak.


"Semuanya silahkan di nikmati ya!" Kimmy merasa bahagia, anaknya tumbuh menjadi anak yang begitu cantik.


"Kayla senang sekali, Kayla sayang dengan mama dan papa,"


"Mama dan papa juga sayang sama Kayla!"


Keduanya memeluk Kayla, pernikahan mereka sudah lima tahun namun sampai sekarang Kimmy belum disentuh oleh Devano.


Keduanya, masih aja menerapkan pernikahan bayaran itu.


"Kayla enggak sayang sama aunty?"


"Sayang juga!"


Zaskia dan Devano sangat menyayangi Kayla, walau Kayla bukan darah mereka.


"Selamat ulang tahun keponakan kami," Kimmy, Devano dan Zaskia terkejut dengan kehadiran Tammy dan Rama.


"Kalian?" Kimmy terdiam, di satu sisi ia senang karena bisa bertemu dengan kembarannya setelah lima tahun namun di sisi lain, ia juga kesal melihat wajah Rama.


"Mama, kenapa mama ada dua?" Kayla yang polos bertanya kepada mamanya dengan bingung, ia melihat namanya ada dua. Keduanya sangat mirip bagai pinang di bagi dua.


"Kayla sayang! Ini mama kamu juga namanya mama Tammy!" Rama mendekati Kayla, namun di cegah oleh Kimmy


"Jangan berani dekat dengan anakku!"


"Dia juga anakku!"


Kimmy terdiam kaget, apakah Rama mengetahui jika Kayla adalah anaknya?


"Kakak ipar, Kayla ini anak mu. Anak mu juga anaknya Tammy, anaknya Tammy juga anakku, bukan begitu sayang?"


tanya Rama yang menatap Tammy, Tammy mengangguk "Yang di bilang oleh Rama memang benar!"


Kimmy menggelengkan kepalanya "Kalau kalian kesini untuk menjadi pengacau lebih baik pergi!"


"Mama, kenapa mama marah-marah?"


Kayla masih bingung dengan mamanya yang ada dua, dan mengapa mamanya menjadi orang yang pemarah? Ia belum pernah melihat mamanya marah seperti ini

__ADS_1


"Lihat anakmu ketakutan saudara kembar ku,"


__ADS_2