
Kimmy mencari keberadaan Devano yang belum juga kembali
"Kemana dia?" Akhirnya Kimmy melihat GPS keberadaan suaminya. Ia mengerutkan dahinya "Di pondok salak?"
Daerah Mansion kedua orang tuanya di bangun "Ngapain dia kesana?"
Kimmy langsung meminta supirnya mengantarkan dirinya ke mansion itu. Ia ingin tahu apa yang suaminya lakukan disana.
*********
Tammy membuatkan teh Devano "Makasih ya?" Heran bukan? Bahkan Tammy tak dekat dengan saudara kembarnya namun ia begitu dekat dengan suami kembarannya itu.
"Makasih udah mau antar aku,"
"Sama-sama,"
Keduanya duduk tak saling berbicara, masih sangat canggung satu sama lain
"Apakah masih sakit?" Tammy menggelengkan kepalanya "Enggak terlalu, sebaiknya kamu pulang aja. Aku enggak mau Kimmy menganggap hal buruk terhadap aku,"
Devano mengangguk, ia ingin kembali pulang namun Kimmy sudah ada didepan
"Kimmy,"
Matanya berkaca-kaca saat melihat suami dan kembarannya berduaan, apakah ia berhak marah?
"Maaf menganggu waktu kalian," Kimmy ingin pergi, namun Devano menarik tangannya menahan wanita itu pergi
"Aku bisa jelasin,"
"Enggak ada yang harus dijelasin! Aku paham semuanya,"
Tammy diam, ia tak berniat memberikan penjelasan karena baginya tak perlu. Ia tak merasa mengkhianati Kimmy.
"Kalian selingkuh di belakang aku? Kamu punya perasaan sama dia Van?"
Devano tak mengerti mengapa Kimmy mempunyai pemikiran yang dangkal seperti itu.
"Kamu salah paham?"
"Enggak ada yang salah paham kok, enggak masalah kalau memang kalian punya hubungan. Aku pulang,"
Kimmy tersenyum, menahan sakitnya. Tammy heran, mengapa dengan santainya Kimmy mengatakan itu? Tammy tak mengerti antara hubungan Kimmy dan Devano
Bukannya pasangan normal akan marah melihat suaminya berada di rumah wanita lain? Lalu, mengapa Kimmy mengatakan tak masalah?
"Kimmy,"
Kimmy tak mau mendengarkan penjelasan suaminya, hatinya sudah terlalu sakit.
"Lepas!"
Devano tetap memegang tangan Kimmy, ia meminta Kimmy melihat keadaan Tammy. Kimmy pulang tenang, ia melihat keadaan saudara kembarnya.
Namun Kimmy, seakan tak perduli. Ia melepaskan tangannya dari Devano dan berlalu pergi.
Bukannya Kimmy tak menyayangi Tammy, ia sudah berulangkali meminta Tammy untuk berpisah dari Rama namun wanita itu menolak. Pilihannya hidup bersama Rama, apa yang bisa ia lakukan?
"Dari banyaknya para wanita mengapa harus Tammy?"
Kimmy pulang kerumah dengan perasaan kacau, marah, sedih dan kecewa. Semuanya bercampur menjadi satu, entah apa yang ada dipikiran suaminya. Ia pun tak mengerti, sejak kapan kedekatan itu mulai terjadi?
"Aku enggak apa-apa, kalau Devano memiliki hubungan dengan wanita lain. Tapi kenapa harus dengan saudara kembar ku?"
********
Di sisi lain, Devano masih mematung didepan rumah Tammy. Tammy juga diam, tak mengatakan satu kata pun.
Satu sisi, Tammy juga enggak bisa ditinggal sendirian dengan keadaannya. Devano takut jika Tammy melakukan hal yang nekat.
"Kamu pulang aja, istri mu lebih membutuhkan mu!"
Walau Tammy membenci Kimmy, ia tak pernah berniat merusak rumah tangga saudara kembarnya itu.
"Kimmy bisa mengatasinya sendiri," ujar Devano, ia juga mengatakan akan menemani Tammy.
__ADS_1
"Aku bisa sendirian, kamu pulang aja!"
"Gimana kalau dia datang dan memukul mu lagi?"
Tammy menggelengkan kepalanya, ia juga menyatakan jika Rama tak mengetahui mansion tersebut.
Devano akhirnya pulang kerumah, ia pun yakin dengan Tammy "Jika sesuatu terjadi kamu bisa hubungi aku,"
Tammy mengangguk, ia yakin dirinya aman di mansion ini. Rama tidak akan tahu, jika dia tahu pasti ia takkan bisa masuk karena tak tau pasword rumah itu.
Tammy bisa bersembunyi dengan aman. Devano pulang, sebelum pulang ia meminta Tammy untuk menjaga diri "Jaga diri kamu baik-baik, ingat jika sesuatu hal terjadi segera hubungi aku!""
Sebuah perintah dan tak boleh dilanggar. Tammy mengangguk. Ia menatap kepergian Devano
"Kimmy beruntung mempunyai suami yang begitu lembut dan perhatian, tapi memang. Dari dulu, Kimmy selalu lebih beruntung dari aku,"
Gumamnya yang menatap kepergian Devano. Kimmy beruntung dari segala hal, kepintaran, kecantikan, pergaulan, persahabatan, kasih sayang orang tua, anak hingga suami. Tammy kalah dalam segala hal dan itu hal yang sudah biasa.
********
Devano telah sampai dirumah, ia mencari keberadaan Kimmy. Terlihat Kimmy tertidur lelap dengan mata yang sembab Devano tahu istrinya sedang menangis
Ia membelai rambut Kimmy, hingga terlihat wajah cantik wanita itu. Walau sudah memiliki satu anak, tubuh dan wajah Kimmy masih cantik seperti anak gadis
Ia mengingat permintaan Kimmy, wanita itu ingin memiliki anak darinya. Devano bukan lah lelaki bajingan yang mau melakukan hal itu tanpa adanya rasa cinta.
Devano menyayangi dan menghormati Kimmy sebagai istrinya, namun tidak ada cinta. Untuk apa memiliki anak? Kelak anak itu juga akan menderita. Ia ingin mempunyai anak hasil dari cinta yang tulus, bukan hanya kesepakatan semata saja.
Kimmy wanita yang sangat baik, dia juga sudah sangat berjasa bagi Devano dan adiknya Zaskia. Tanpa Kimmy, mungkin mereka masih menjadi pemulung yang hidup di bawah kolong jembatan.
Devano memandangi wajah Kimmy yang tertidur, sesekali terdengar isakan tangis itu. Apakah Kimmy begitu terlukanya? Devano pun membaringkan dirinya disebelah Kimmy, ia memeluk Kimmy lalu tertidur lelap.
******
Pagi harinya Devano terbangun,
Sudah tak adalagi Kimmy disamping, biasanya Devano yang terlebih dahulu bangun. Ia pun beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi, ia ingin membersihkan diri.
Setelah selesai membersihkan diri, Devano turun ke bawah, ia melihat istri dan anaknya bermain bersama. Jam segini Zaskia sudah pergi ke kampus. Zaska melanjutkan pendidikannya hingga S2.
"Papa,"
"Sudah papa! Mama yang memandikan Kayla! Papa, ayo kita makan! Kayla sudah lapar,"" mengalungkan kedua tangannya di leher Devano.
"Kayla sayang, kamu makan sama mama aja ya? Papa lagi sibuk, mau pergi!" Ujar Kimmy yang mengambil kayla dari gendongan suaminya.
"Bibi udah siapin sarapan, kamu bisa sarapan. Aku sama Kayla makan di kamar,"
"Kenapa enggak sarapan bareng, Kim?"
Kimmy menatap suaminya dengan mata yang sembab "Kami harus terbiasa tanpa kamu," dengan nada yang berat lalu tersenyum. Kimmy sedang membiasakan anaknya tanpa kehadiran Devano.
Suatu saat jika Devano ingin bersama wanita lain dan menikahinnya, Kayla tidak akan merindukan sosok pria yang ia anggap papanya.
Devano meminta Baby sister membawa Kayla ke kamar. Baby sister itu membawa Kayla ke kamar untuk sarapan di kamar.
"Kenapa kamu bicara gitu, Kim?" Setelah Kayla dan baby sister pergi, Devano berbicara dengan istrinya. Kimmy terdiam sejenak, membuang nafas dengan kasar.
"Aku enggak salah kan? Mau sampai kapan Kayla harus bergantung sama orang lain? Kamu juga punya kehidupan, dan kami enggak bisa selamanya menggangu kehidupan kamu!"
"Aku dan Tammy enggak punya hubungan apa-apa,"
"Aku enggak perduli!"
"Kamu salah paham, Kim!"
"Salah paham? Dengan semua yang udah aku lihat kamu masih bilang salah paham?"
Devano menatap istrinya "Aku hanya membantu dia,"
"Membantu apa? Urusannya dengan suaminya? Dia loh yang memutuskan hidup dengan pria gila itu. Apa aku ada maksa dia menikah dengan Rama? Aku bahkan melindungi dia, tapi apa? Dia memilih pergi dengan pria itu! Perlindungan seperti apa yang kamu berikan?"
Devano diam, ia juga tak mengerti
"Kim, aku hanya ingin memperbaiki hubungan kalian,"
__ADS_1
"Memperbaiki? Apa aku kurang berusaha agar hubungan aku sama dia baik- baik aja? Aku kurang?"
Devano menggeleng "Enggak! Kamu udah berusaha sebaik mungkin dan aku ingin membantu,"
Kimmy tertawa sinis, ucapan yang tak masuk akal baginya
Devano hanya membenarkan perbuatannya aja
"Tammy udah punya pasangan, udah punya kehidupan!"
"Tapi toxic dan kita harus membantunya keluar dari hubungan toxic itu!"
Kimmy menatap suaminya "Kamu lihat aku! Yang bisa mengeluarkan hubungan gila itu hanya Tammy, tapi nyatanya Tammy juga tak mau kan? Lalu, hak kita apa?"
"Percaya sama aku Kimmy!" Kimmy menggelengkan kepalanya "Aku enggak bisa! Kalau kamu memang sayang sama keluarga ini, sayang sama Kayla. Kamu jauhi Tammy! Biarin Tammy menjalani kehidupannya tanpa campur tangan kita!"
Devano meminta maaf
"Maaf Kimmy, untuk sekarang aku enggak bisa meninggalkan dia. Dia butuh kita!"
"Dia enggak butuh aku! Dia hanya butuh kamu!"
Dengan tangan gemetar Kimmy menunjuk suaminya "Sejak awal, dia enggak pernah butuh aku! Walau aku membutuhkan dia, aku ingin berada di samping dia. Dia enggak ingin ada didekat aku! Jadi, kalau kamu bilang dia butuh kita salah! Dia enggak butuh kita, dia hanya butuh kamu!"
Devano memeluk Kimmy untuk menenangkan istrinya "Aku cuman minta kamu percaya sama aku,"
"Gimana aku mau percaya, kalau kamu aja ga cinta sama aku?"
Devano bungkam mendengar ucapan Kimmy! Dia memang tidak mencintai Kimmy, namun dirinya tak serendah itu! Ia tak mungkin mengkhianati sebuah pernikahan. Jika dia mau, sejak pernikahan tahun pertama dia pasti sudah mencari wanita pujaannya. Ia akan menikah dengan orang lain. Namun nyatanya? Tidak! Devano Bahkan tak pernah kepikiran untuk mencari wanita lain.
Namun, percuma menjelaskan apapun kepada wanita yang sedang cemburu dan salah paham.
"Lima tahun kita menikah, aku selalu berusaha mencintai mu, Devano! Aku tak pernah menganggap pernikahan ini sebagai kesepakatan aja. Aku menghargai rasa sayang dan cinta mu dengan Kayla! Tapi sedikit saja, kau tidak pernah membuka hatimu kepada ku!"
Andai Kimmy tau, jika Devano sangat menyayangi dan menghormati nya. Devano tak akan menyakiti Kimmy atau mengkhianati pernikahan mereka. Namun, menurutnya saat ini Tammy memang membutuhkan seseorang yang membuatnya keluar dari lingkungan yang toxic.
*******
Ting....!
Tammy membuka pintu, terlihat seorang wanita yang tak asing baginya
"Kau?"
"Kau adiknya Devano?"
Ternyata, Zaskia yang mendatangi Tammy
"Perkenalkan, aku Zaskia! Adik ipar dari kak Kimmy!"
"Aku tau, ada apa?"
"Jauhi kakak ku! Jangan rusak pernikahan saudara kembar mu, jika pernikahan mu yang sudah hancur. Jangan libatkan kakak ku!"
Tammy tak mengerti dengan ucapan wanita yang ada dihadapannya.
"Kau yang sudah memilih jalan hidup mu, dan jika pilihan mu tak membuat mu bahagia. Dan membuat mu menderita, jangan tarik kakak ku untuk ikut penderitaan mu,"
Tammy mengatakan jika dirinya tidak pernah meminta siapapun mengasihani dirinya.
"Dengar! Pertama aku enggak tahu darimana kau mengetahui alamat ku! Dan yang kedua, aku enggak pernah menganggu rumah tangga kakak mu, ketiga aku enggak pernah meminta siapapun mengasihani aku karena memang itu pilihan hidup ku. Jadi, berhenti menghakimi orang lain tanpa bukti yang jelas,"
Cih!
"Sungguh, aku mengira kau ini hanya wanita yang kejam namun ternyata kau tidak lebih dari seorang pelacur! Bagaimana bisa kau merebut suami kembaran mu sendiri!"
"Pergi!" Tammy mengusir Zaskia "Ini peringatan untuk mu, sekali lagi kau bertemu dengan kakak ku. Membuat kakak ipar ku sedih dan menangis, aku akan mengajak suami mu yang gila itu untuk kesini! Kau paham!"
Tammy ketakutan, bagaimana jika Rama mengetahui keberadaannya?
"Wanita gila! Pergi kau dari sini!"
Tammy segera menutup pintu rumahnya.
Zaskia membuang nafas kasar, ia tak sengaja mendengar pertengkaran Kimmy dan Devano. Ia merasa kesal dengan Tammy yang datang sebagai perusak rumah tangga orang saja.
__ADS_1
Zaskia juga mendapatkan alamat Tammy, dari pelacak GPS kakaknya. Itu sebabnya, Zaskia bisa mengetahui alamat Tammy.
Bukannya ia tak merasa kasihan dengan kondisi Tammy sebagai sesama perempuan, namun dia juga enggak bisa membiarkan rumah tangga kakaknya hancur.