
Kimmy menoleh ke arah Zaskia, meminta Zaskia untuk memberikan kesempatan kepada paman dan bibi untuk bicara. Namun, Zaskia masih berat hatinya
"Zaskia sayang, tolong dengarkan kami sebentar saja ya?"
Zaskia memalingkan wajah dengan mata yang berkaca-kaca, hatinya sakit bukannya Zaskia ke kanak-kanak namun apa yang telah di perbuat oleh paman dan bibi mereka tidak bisa di maafkan.
"Hanya lima menit saja sayang ya?"
Akhirnya Zaskia mengalah, Kimmy mengajak paman dan bibi Devano dan Zaskia untuk masuk
"Masuk lah!"
Keduanya masuk, Kimmy meminta pelayan untuk menghidangkan teh dan juga cemilan. Tamu akan selalu ia perlakukan dengan sangat baik walau musuh sekaligus yang datang.
"Duduk lah!"
Kimmy mempersilahkan keduanya untuk duduk, Devano dan Zaskia juga ikut duduk di samping Kimmy. Walau Zaskia tak menyatakan apapun, terlihat dari dirinya jika ia tak baik-baik saja. Tangannya keringat dingin dan tangannya gemetar
"Ada apa?"
Devano tak mau berlama-lama lagi, ia mau adiknya menjadi sedih saat melihat wajah paman dan bibinya
"Nak, kedatangan kami ke sini untuk meminta maaf,"
Cih!
Zaskia membuang wajahnya ke sembarang arah, semua permintaan maaf itu sudah terlambat untuknya
Kenapa menyesal sekarang? Kenapa tidak dari dulu saja?
"Kami tau, perbuatan kami enggak bisa di maafkan! Tapi jika memungkinkan tolong maafkan kami nak, paman mu terkena kanker otak. Umurnya mungkin tak akan lama,"
"Orang jahat seperti kalian pantas mendapatkannya!"
Zaskia!
Devano dan Kimmy menegur adiknya Zaskia, mereka memahami kemarahan Zaskia namun merasa bahagia di atas penderitaan orang lain bukannya itu tidak baik?
Mengutuk orang yang sudah menyakiti kita juga tak akan mengubah keadaan. Takdir telah terjadi, dan Devano mau adiknya berdamai dengan keadaan
"Kami tau, ini semua hukuman untuk kami atas semua perbuatan kami selama ini,"
"Bagus kalau kalian sadar! Kalian udah dzolim kepada anak yatim piatu! Dan kalian udah sangat dzolimin dengan orang yang sudah tiada!"
Pamannya pun menangis "Nak, sungguh! Jika waktu bisa di ubah kami tak akan melakukan dosa sebesar ini,"
"Tapi apa buktinya? Kalian sudah melakukan dosa besar dan saat kalian sudah mau mati baru kalian menyesal? Kalian bertobat!"
Zaskia berteriak, paman dan bibinya memahami rasa sakit Zaskia yang meledak-ledak!
Devano juga terluka, namun dia seorang pria dan dirinya hanya bisa memendam semuanya saja. Devano tak mampu mencurahkan kemarahan juga kekecewaannya seperti Zaskia!
"Paman dan bibi apa tau? Apa yang sudah anak yatim piatu ini lalui? Kami menderita! Kami tinggal di kolong jembatan bahkan tak jarang kami memakan makanan sisa dari sampah!" Suara yang gemetar, Zaskia mengingat semua rasa sakit itu.
Kimmy menenangkan Zaskia
"Paman enggak tau kan gimana rasanya jadi kita!"
Paman dan Bibinya hanya menangis "Bahkan kalian tega! Tega melihat kuburan mama dan papa aku mau dibongkar karena kalian enggan membayar tanah makam itu!"
"Jika kakak dan kakak ipar ku tak datang tepat waktu, entah di mana keberadaan jenazah kedua orang tua kami sekarang!"
Devano memeluk adiknya, ia sangat memahami perasaan Zaskia. Karena kemarahan Zaskia juga kemarahannya
"Tenang lah Zaskia!"
"Zaskia sayang, sungguh kami menyesal dengan dosa-dosa yang sudah kami lakukan! Kami sangat menyesali nya nak! Sungguh, andai waktu bisa di putar kembali, kami tak akan melakukan itu!"
"Tapi semuanya sudah terlambat!"
"Zaskia, biarkan mereka menyelesaikan apa yang ingin mereka sampai kan dulu!" Devano meminta adiknya untuk diam, Zaskia masih terisak menatap tajam paman dan bibinya!
Paman dan Bibi duduk tepat dihadapan mereka dengan rasa menyesal dan tertunduk malu.
__ADS_1
"Devano, Zaskia! Umur paman sudah tak lama lagi, paman dan bibi datang ke sini untuk mengembalikan hak kalian yang sudah kami renggut secara paksa. Kami akan pergi jauh nak, kami akan bertobat di pulau seberang, kami akan menjauh dari kalian!"
Pamannya pun mengatakan sebentar lagi akan ada pengacara yang akan datang untuk mengembalikan semua aset kedua orang tua Devano.
Devano mengangguk, ia juga menghargai penyesalan dan tobat keluarganya itu. Bagaimana pun, hanya mereka yang Devano dan Zaskia punya.
"Paman berharap, kalian bisa berbahagia selamanya nak. Dan satu lagi,"
"Apa?" tanya Zaskia dengan sewot "Ini nak!"
Pamannya memberikan sebuah surat yang terlihat sudah lusuh
"Apa ini?"
"Pegang dan baca lah nak?"
"Aku tidak sudi!"
Zaskia menolak menerima surat itu, Devano yang mengambilnya dari tangan pamannya itu
"Apa ini paman?"
"Ini wasiat dari kedua orang tua kalian sebelum mereka pergi!"
"Apa?"
"Surat ini untuk Zaskia, seharusnya kami memberikan ini saat usia Zaskia dua puluh tiga tahun, namun karena keserakahan dan ketakutan kami kami menyembunyikannya,"
Devano membukannya dengan segera
***************************************************
***************************************************
Teruntuk Putri ku sayang Zaskia!
Nak, saat kamu membaca surat yang mama dan papa berikan kepada kamu. Hari ini genap usia kamu yang ke dua puluh tahun sayang! Mama dan papa tidak tau, apakah saat kamu membaca ini kami masih ada disamping kamu atau tidak anakku! Tapi, dengarkan permintaan mama dan papa mu ini sayang! Saat kamu sudah berusia dua puluh tiga tahun, kamu sudah waktunya menikah anakku!
Menikah lah dengan Vero, datang lah kerumah tante Chyntia dan berikan surat ini kepadanya. Nak, tolong ya sayang? Kamu turuti permintaan mama dan papa untuk yang terakhir kalinya ini. Salam sayang untuk putri kamu tersayang
Zaskia!
******************************************************************************************************
Zaskia menangis saat mendengar kakaknya membaca surat itu
"Zaskia, itu impian mama dan papa kamu sebelum mereka meninggal!"
Zaskia menggelengkan kepalanya, lagi pula itu juga sudah lalu
"Enggak! Itu juga udah lewat, umur aku juga sekarang udah dua puluh enam tahun! Udah enggak berlaku lagi!"
"Nak, itu yang akan membuat mama dan papa kamu tenang di alam sana! Itu adalah janji kedua orang tua kalian nak, kalian sudah di jodohkan saat kamu masih dalam kandungan,"
"Diam! Kalian nggak punya hak mengatur aku! Siapa kalian hah!"
Zaskia membentak paman dan bibinya, ia juga langsung masuk ke dalam kamar. Matanya memerah, kenapa paman dan bibinya harus datang?
Zaskia berada dalam dilema!
Ia tak ingin menikah, namun mengapa surat itu memintanya untuk menikah?
"Vero?"
Zaskia tau pria itu orang yang baik, namun ia tak mencintainya dan yang paling penting Zaskia tak ada niat untuk menikah. Lalu mengapa ia harus menikah?
"Mama, papa! Zaskia tau kalian udah tenang di sana, kalian juga meminta Zaskia menikah di umur dua puluh tiga tahun. Sungguh, Zaskia enggak bermaksud menolak tapi itu sudah lewat masanya. Jadi semuanya enggak berlaku lagi kan, ma? Pa?"
Zaskia menoleh ke arah pintu, Kimmy masuk kedalam dengan perut yang membesar. Ia kesulitan berjalan, namun demi menenangkan adiknya, Kimmy harus melakukan itu.
"Zaskia?"
Kimmy menghampiri Zaskia dengan langkah yang kesusahan
__ADS_1
"Kak, kenapa kesini? Kakak pasti susah jalannya!"
Zaskia menghampiri kakak iparnya, sebelum itu ia sudah terlebih dahulu menghapus air matanya
"Zaskia,"
"Kak, surat itu udah kadaluarsa! Enggak berlaku lagi, udah lewat selama tiga tahun. Kalau jadi makanan, udah enggak tau jadi apa itu kak!"
"Zaskia, tapi ini bukan tentang makanan sayang!"
Zaskia pun mengendus kesal, ia tak menyalahkan mama dan papanya. Tapi, kenapa paman dan bibinya menyerahkan surat itu? Seharusnya, di bakar saja! Atau di buang ke sungai!
Dengan begitu, semua rahasia akan tetap menjadi rahasia dan Zaskia tak harus menikah!
"Zaskia, sebelum kakak mu datang untuk memaksa. Tolong pertimbangkan ya? Kakak hanya mau, kamu nantinya menerima tanpa adanya paksaan! Bukannya kakak mengusir kamu dari sini. Tapi, namanya amanah tetap lah amanah! Kamu harus menurutinnya mau tidak mau!"
"Kak, itu sudah lama! Dan siapa tau Vero juga sudah menikah kak! Lalu, untuk apa datang ke sana?"
"Apa salahnya di coba?"
Kimmy dan Zaskia menoleh ke arah suara itu, Devano mendekati keduanya. Entah sejak kapan Devano masuk dan mendengarkan perbincangan keduanya namun yang pasti. Devano meminta adiknya untuk mengikuti amanah dari kedua orang tuanya.
"Zaskia, kamu mendengar kan surat yang kakak baca? Itu akan membuat mama dan papa tenang di sana,"
"Kak, aku enggak mau menikah! Sama kalian udah lebih dari cukup! Aku juga punya keponakan, ada anak dari kandungan kak Kimmy, ada Kayla juga walau Kayla udah enggak ada. Dan ada Bintang walau lagi jauh! Apalagi yang ku cari?"
"Zaskia, mau sampai kapan kamu terus menjaga keponakan kamu? Kamu enggak ingin punya anak sendiri?"
"Kak, ini juga udah lama batasnya udah lewat tiga tahun lalu! Siapa tau sekarang Vero udah menikah? Kakak mau aku jadi perusak rumah tangga orang? Perusak kebahagian rumah tangga orang lain?"
"Kita akan kesana, dan memberikan surat ini. Jika Vero sudah menikah, kita tak akan mengganggu keluarganya, namun jika dia belum menikah juga sampai sekarang kamu akan menikah dengannya. Dan ini keputusan final! Enggak bisa di ganggu gugat!"
Devano segera keluar dari kamar adiknya, setelah kepergian Devano. Zaskia kembali uring-uringan, ia pun meminta pembelaan kepada kakak iparnya Kimmy
"Kak, Zaskia janji enggak akan menyusahkan! Tapi, tolong jangan menikahkan aku!"
Apakah segitu traumanya Zaskia akan pernikahan?
"Kak, tolong buat lah kakak ku mengerti! Aku tak mau menikah kak! Aku tidak ingin!"
Rasanya, Kimmy ingin membantu adik iparnya namun ia tak berdaya. Semua ini juga demi masa depan Zaskia! Usia Zaskia udah sangat cukup untuk menikah.
Ia harus menikah dan memiliki keluarga baru, untuk menemaninya di hari tua kelak.
"Masa tua kamu sangat berharga, dan memiliki anak adalah impian setiap wanita,"
"K-kak-,"
Zaskia mencoba merayu Kimmy, namun Kimmy meminta adiknya untuk tidak kekanak-kanakan
"Zaskia, berhenti kekanak-kanakan! Lagipula, kita juga enggak tau kan? Siapa tau Vero sudah menikah, kalau dia sudah menikah kamu juga enggak akan jadi menikah dengan Vero! Jadi tenang lah!"
"Bagaimana kalau dia belum menikah?"
"Itu tandanya kalian berjodoh;"
Kimmy tersenyum, ia menggoda adik iparnya itu. Zaskia merasa galau, namun melihat Kimmy yang tersenyum lagi membuatnya bahagia
Sudah lama sekali, Zakia tak melihat kebahagiaan di wajah kakak iparnya itu?
"Kenapa melamun?" tanya Kimmy kepada Zaskia, ia hanya menggelengkan kepalanya saja
"Enggak apa-apa kak, issss tapi aku galau kak! Aku enggak mau menikah!"
Zaskia kembali memeluk Kimmy dengan manja, melengketkan kepalanya di paha Kimmy dengan manja
"Kakak,"
"Sudah jangan khawatir! Lagipula, kita juga enggak tau gimana kan kedepannya? Berdoa saja semoga Vero sudah menikah!"
Zaskia berharap, kalau Vero teman kecilnya itu sudah menikah.
"Semoga saja ia sudah menikah!"
__ADS_1