Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 11 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Ketiganya pun segera menuju rumah sakit yang dikatakan oleh Kimmy, Devano dan Zaskia belum paham dengan apa yang terjadi namun keduanya tidak mau bertanya lebih lanjut. Mereka akan mengetahuinya setelah sampai di tempat.


Mobil berhenti di parkiran rumah sakit, Kimmy berlari ke arah koridor rumah sakit, Devano dan Zaskia meminta Kimmy untuk tidak berlari apalagi ia sedang hamil


"Kak pelan-pelan! Nanti kakak jatuh,"


Devano dan Zaskia mengejar Kimmy, mereka takut jika Kimmy jatuh itu akan membahayakan janin yang ada dikandungan Kimmy.


*******


Mereka telah sampai tepat didepan ruangan ICU, Zaskia menatap Devano kakaknya. Kimmy menangis melihat Tammy yang berbaring lemah di ruangan ICU, Zaskia memeluk Kimmy untuk menenangkannya


"Apa yang terjadi, Mi?" Kimmy bertanya kepada pelayan yang sudah lama berkerja di rumah mereka. Bahkan begitu dekatnya Tammy dan Kimmy memanggil pelayan itu dengan sebutan "UMI,"


"Tammy sepertinya bertengkar dengan Rama, saat Umi ingin mengajak Tammy makan umi melihat Tammy begitu," pelayan itu pun enggak sanggup melanjutkan ucapannya. Kondisi Tammy memang sangat memperihatinkan, bahkan pelayan sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib


"Tammy enggak kenapa-kenapa kan Umi?" Kimmy mendekati pelayan yang sudah ia anggap seperti keluarga itu dan memeluknya sambil terisak


"Jangan menangis nak! Semuanya akan baik-baik saja,"


"Umi, Kimmy enggak siap kehilangan Tammy,"


Zaskia dan Devano melihat betapa Kimmy sangat menyayangi kembarannya itu, padahal Tammy ingin sekali membunuh Kimmy, namun Kimmy tidak memiliki dendam kepada saudara kembarnya. Bahkan, ia takut jika sesuatu terjadi kepada Tammy


"Umi, Rama kenapa jahat banget sama Tammy? Kenapa dia enggak cukup jahat sama aku aja umi?" Ujarnya dengan senggugukan, membuat pelayan itu menenangkan dirinya


"Sudah ya sayang? Sebaiknya kita berdoa untuk kesembuhan Tammy,"


Kimmy mengangguk, ia merasa takut! Ia takut jika dirinya akan kehilangan Tammy seperti ia kehilangan kedua orang tuanya


"Kimmy takut sekali," Kimmy terlihat manja dengan pelayan itu


"Sudah nak!"


Mereka menunggu diluar ruangan ICU, entah sampai kapan Tammy akan sadar. Devano memberikan Aqua dan makanan untuk mereka

__ADS_1


"Saya tahu, ini bukan waktunya untuk makan dan minum tapi disaat seperti ini kalian juga harus sehat, agar bisa menjaga Tammy dengan fresh! Makan dan minumlah," ujar Devano ia juga tidak ingin jika Kimmy masuk angin.


"Kimmy, makan lah!"


Kimmy menggelengkan kepalanya "Aku enggak lapar,"


"Kau harus makan, jika tidak untuk dirimu setidaknya untuk anak yang ada dikandungan mu,"


Pelayan itu langsung menoleh ke arah Kimmy, ia menangis dan memeluk Kimmy "Anakku, malangnya nasib mu sayang!" Ujarnya dengan perasaan yang hancur, Kimmy pun kembali terisak memeluk pelayannya dengan erat


"Dia seperti binatang buas yang begitu tega menghancurkan kehidupan kedua anak kembar malang ini," ujar pelayannya lagi. Ternyata, pelayan itu tahu bagaimana kelakuan bejat Rama. Ia selalu melindungi Kimmy dan memberitahu Tammy juga kedua orang tua mereka namun tidak ada yang percaya dengan pelayan dan Kimmy.


Mereka tidak mempunyai bukti, walau begitu banyak cctv di mansion itu namun tidak ada rekaman yang memperlihatkan bagaimana bejatnya Rama kepada Kimmy.


Devano bingung dengan ucapan pelayan itu "Umi selalu berdoa untuk keadilan kalian berdua, pria itu pantas mendapatkan hukuman atas perbuatannya,"


"Umi, apakah dia sudah dipenjara?"


"Belum nak, polisi belum menemukannya. Sebab itu, kita harus menjaga Tammy lebih ketat. Umi takut, jika ia datang dan melakukan hal yang nekat lagi. Tapi, kamu harus makan dulu!"


Di sisi lain, Devano sibuk denga pikirannya sendiri. Ia memikirkan ucapan pelayan itu "Apakah Rama yang menghamili Kimmy? Apakah keduanya berselingkuh?"


Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang ada didalam pikiran Devano, namun pria itu tahu ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya apapun.


Polisi datang untuk meminta keterangan, pelayan keluarga Kimmy pun di minta ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian, Kimmy berat sekali rasanya membiarkan uminya pergi


"Umi, Kimmy temani ya?"


"Enggak usah Kimmy, kamu di sini aja! Janji ya sama umi kalau kamu harus menjaga kembaran kamu, harus selalu ada untuknya gimana pun keadaannya, janji ya sayang?"


"Kenapa umi ngomong gini?" Kimmy langsung memeluk pelayannya, ucapan ini juga yang dikatakan oleh mama dan papanya sebelum meninggal dunia.


"Umi jangan lama ya? Langsung kesini, Kimmy butuh umi! Bukan juga Kimmy aja, tetapi juga Tammy dan cucu umi,"


Kimmy mengarahkan tangan pelayannya ke perut ia yang masih rata, seakan mengatakan jika Uminya harus hidup lebih lama agar bisa terus bersama mereka.

__ADS_1


Pelayan itu pergi bersama beberapa polisi. Sementara Kimmy masih terus berdoa untuk keselamatan orang-orang yang ada disekitarnya. Perasaannya menjadi tidak enak


*******


Sejam kemudian, beberapa polisi datang menunjukan identitas mereka dan meminta saksi untuk memberikan keterangan


"B-bukannya kalian udah datang dan membawa umi untuk dimintai keterangan?"


Para polisi itu pun heran, dan mengatakan jika tidak ada satu pun dari mereka yang datang


"Kalian sudah datang sejam yang lalu, membawa umi! Jangan main-main ya!"


Kini, kesabaran Kimmy sepertinya sudah habis. Kemana orang-orang tadi membawa uminya?


Devano dan Zaskia menenangkan Kimmy "Kak tenang lah!"


"Nona, tim kami baru ini datang untuk meminta kesaksian,"


Kimmy pun terjatuh lemas "Siapa orang-orang tadi?"


Ia mengambil ponselnya, meminta orang-orang suruhannya untuk mencari uminya hingga ketemu.


Bahkan, jika perlu tim gabungan langsung turun kelapangan untuk mencari uminya. Pikiran Kimmy sudah kacau kemana-mana. Polisi juga tidak dapat kesaksian apapun karena hanya pelayan itu saja yang bisa memberikan kesaksiannya. Hanya umi yang ada di tempat dan mengetahui banyak hal.


Kimmy terus menangis, ucapan uminya yang terakhir membuatnya seakan kehilangan pelayan yang sudah mengasuhnya sejak ia kecil.


"Orang-orang itu menyamar menjadi polisi untuk membawa umi, mereka mau apa sama umi?"


Seketika, Kimmy mengingat Rama dan ia yakin jika ini adalah ulahnya Rama "Bajingan!" Kimmy berteriak


"Ini pasti ulahnya dia! Rama yang melakukan ini semua, dia pasti membayar orang untuk menyamar menjadi polisi dan menculik umi hiks,"


Di satu sisi ada Tammy yang sedang sekarat diruang ICU dan si satu sisi hilangnya pelayan yang pasti ulah dari Rama.


"Pria bajingan! Dia kenapa jahat kali sama keluarga aku?" Dengan nada yang gemetar, Kimmy terus meminta orang-orangnya mencari keberadaan Umi, dan juga Rama.

__ADS_1


Ia akan memasukan pria itu kedalam penjara seumur hidup, bahkan jika perlu ia akan membunuhnya!


__ADS_2