
Kimmy dan Devano mengantarkan Zaskia ke kampusnya, mereka berbicara dengan dewan untuk kelanjutan pendidikan Zaskia. Akhirnya, Zaskia kembali diterima oleh kampus itu
"Saya tidak mau adik ipar saya mendapatkan perundingan di kampus ini, jika sampai itu terjadi saya akan menuntut kampus ini!" Kimmy berkata dengan serius, siapa yang tidak mengenal Kimmy dan keluarganya Baskoro Tan?
Pihak kampus berjanji bahwa mereka akan menjaga ketenangan Zaskia, Kimmy membawa pengacara juga ke kampus itu untuk memperingati pihak kampus.
******
Zaskia masuk ke kelasnya, terlihat mantan pacar dan sahabatnya lagi bermesraan di sekolah
"Dih, sanggup balik lagi kesini? Mahal biayanya, kan pemulung?"
Tak lama dosen datang untuk memberikan pelajaran kepada Manissa, mantan sahabat Zaskia.
Dosen memperingati siapapun yang menganggu Zaskia akan segera di drop out dari kampus. Hal itu membuat mereka tak berani lagi berkutik
Manissa terlihat kesal, ia ingin mengadukan hal ini kepada ayahnya namun mendengar ucapan dosen yang mengatakan jika kampus sudah dibeli oleh Zaskia membuat mereka semua terkejut. Begitu juga dengan Zaskia
"Apa? Mem-membeli?" Gumamnya bingung, karena ia tidak pernah membeli kampus itu.
"Iya Zaskia, kakak iparmu nyonya Kimmy sudah membeli kampus ini. Memang belum resmi atas namanya namun ia sudah membeli nya dan kampus ini akan menjadi milik kamu karena akan atas nama kamu,"
Zaskia dan teman-temannya merasa kaget, tapi mereka juga gak heran apalagi Zaskia sudah menjadi keluarga Baskoro Tan. Orang kedua terkaya di kota mereka.
Dio mantan pacar Zaskia pun tersenyum licik seakan sedang merencanakan sesuatu.
"Zaskia sudah kaya, aku akan memilikinya kembali!" Manissa menoleh ke arah pacarnya "Kenapa kamu? Melihatnya seperti itu?"
Dio tak menjawab pertanyaan kekasihnya, bahkan ia melepaskan tangan Manissa dari pergelangan tangannya. Manissa tak percaya dengan tingkah Dio barusan untuk pertama kalinya ia seakan menolak dirinya.
Kelas di mulai dengan suasana canggung, teman-teman yang dulu mem-bully Zaskia merasa takut kepadanya kecuali Manissa. Mereka takut kelakuan mereka dulu yang begitu jahat dengan Zaskia akan mendapatkan hukuman berat sekarang.
*******
"Kamu enggak harus melakukan ini dan menghabiskan banyak uang untuk membeli kampus,"
"Semua akan aku lakukan demi adik ipar ku tersayang!" Ujar Kimmy tersenyum, namun ia tak bisa berhenti memikirkan Tammy
Gimana dia sekarang? Apa dia sudah maka? ~batinnya.
Kimmy mengambil ponsel dan menghubungi orang suruhannya. Meminta mereka memastikan agar Tammy mau makan.
"Van,"
__ADS_1
"Iya?"
"Aku boleh minta tolong enggak sama kamu?"
"Apa?"
"Tolong kamu ke rumah sakit, pastikan saudara kembar aku mau makan gimana pun caranya, boleh?"
Devano terdiam sejenak, ia mau menolak namun mengingat kebaikan Kimmy, membuatnya tidak bisa mengecewakan Kimmy
"Baik, aku akan berusaha,"
"Terimakasih!" Kimmy terlihat bahagia, Devano juga berterimakasih kepada Kimmy karena sudah menyayangi adiknya Zaskia.
"Tapi, aku temani kamu kontrol kehamilan dulu ya!"
Kimmy menggelengkan kepalanya "Enggak udah, aku kontrol di rumah sakit Tammy dirawat aja! Kamu bujuk Tammy, aku bisa sendiri nanti kita kembali bertemu di sana gimana?"
"Tapi,"
"Aku bisa sendiri Devano, tapi Tammy? Entah apa yang akan dia lakukan sekarang, dia masih sangat hancur sekali. Orang-orang suruhan ku tak berhasil meluluhkan ya agar makan,"
Devano menyerah, dan mengikuti ucapan Kimmy "Baik, jika itu membuat mu senang!"
Kimmy meminta supir untuk singgah ke restauran favorit Tammy dan dirinya saat mama dan papa mereka masih ada.
"Aku ikut?"
"Jangan! Kamu disini aja!"
Devano membantah "Sama seperti Kimmy, kamu juga butuh perlindungan! Bagaimana jika dia mencoba menyakiti mu?"
Kimmy terdiam lalu membolehkan suaminya ikut "Ya sudah ayo!"
Keduanya masuk kedalam restaurant tersebut dan memesan menu kesukaan Tammy. Kimmy juga memesan makanan untuk mereka berdua
"Kamu juga belum makan, sebaiknya kita makan dulu,"
"Aku tidak lapar," ujar Devano "Tapi aku lapar, apa kamu enggak bersedia menemani ibu hamil ini makan?"
Devano kembali mengalah, tak lama makanan yang dipesan oleh Kimmy datang. Keduanya menyantap dengan lahap
"Kamu lapar, tapi menahannya!" Batin Kimmy dalam hati yang menatap suaminya makan begitu lahap.
__ADS_1
Kimmy mengingat awal pertemuan mereka yang tidak masuk akal namun itulah yang dinamakan takdir. Semuanya terjadi secara tiba-tiba tanpa mereka inginkan
"Kenapa enggak makan?"
"Ini aku makan," Kimmy memasukkan sesendok makanan kedalam mulutnya. Matanya tak terhenti menatap Devano
"Mau sampai kapan hubungan ini? Akan gimana kedepannya?"
Kimmy bertanya-tanya dalam hatinya, akan kah kedepannya mereka akan terus bersama?
Kimmy sadar, pernikahan ini hanya kesepakatan bisnis bersama. Namun, apakah Devano tidak akan mencari istri sesuai dengan wanita yang ia cintai?
"Kalau kamu mau menikah lagi enggak apa-apa kok,"
Sontak, Devano menghentikan aktifitas makannya "Kenapa kamu tiba-tiba bicara gitu?" menatap Kimmy dengan serius
"Van, aku tahu. Pernikahan ini bukan karena kemauan kamu, kamu terpaksa demi masa depan Kimmy. Tapi, masa depan kamu enggak harus hilang hanya karena aku. Aku enggak apa-apa kok kalau kamu menikah lagi dengan wanita yang kamu cinta. Aku juga bisa berpura-pura enggak kenal kamu, kamu enggak harus jujur sama pasangan kamu kalau kita sudah menikah,"
Kimmy mengatakan dengan nada yang gemetar, Devano tidak mengerti mengapa Kimmy berkata seperti itu
"Jangan merusak masa depan kamu hanya karena aku! Kamu pantas bahagia dengan pasangan hidup kamu,"
"Aku udah kenyang, kita kerumah sakit sekarang yuk? Nanti Tammy lama makannya dia bisa sakit,"
Devano seakan mengalihkan pembicaraan, Kimmy pun menuruti ucapan suaminya. Ia membayar semua total makanan
Mereka kembali kerumah sakit "Kamu semangat ya berjuang agar Tammy mau makan," Kimmy masih menyemangati Devano. Ia berharap, Tammy mau makan kalau Devano yang membujuknya. Sementara itu, ia berjalan ke dokter spesialis kandungan, ia ingin memeriksa kandungannya yang sudah memasuki usia enam bulan itu
Ceklek!
Devano membuka pintunya, terlihat Tammy yang sedang menangis di kasurnya. Ia berjalan mendekat, Tammy bahkan tak menghiraukan siapa yang masuk
Devano mendekati Tammy, meletakkan makanan itu diatas meja. Perlahan Tammy menoleh "Untuk apa kau kesini?"
Tammy tahu, jika itu Devano suami saudara kembarnya "Cuman mau minta kamu makan,"
Devano membuka kotak makanan itu, ia pun ingin menyuapi Tammy makan
"Apaan sih! Ga jelas banget, sama kayak istrinya freak!"
Devano mencoba menahan amarah saat mendengar Kimmy di jelek-jelekan seperti itu
"Makan lah! Biar cepat pulang, katanya kamu mau pulang kerumah?"
__ADS_1
Tammy diam, Devano tak menyerah "Ayo makan?" Menyodorkan sesendok makanan didepan mulut Tammy namun wanita itu menepisnya hingga makanan terjatuh.
"Untung saya belinya lima kotak, jadi masih ada simpanan lagi!" Ujar Devano dengan santai