Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 71 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

"Papa jangan membenarkan perbuatan anak kita dong pa! Bagaimana kalau dia terus menerus membuat kesalahan? Mama enggak mau membuat Zaskia kecewa jika nanti menikah dengan Vero! Kasian Zaskia pa! Kehidupannya sudah sangat menderita, mama enggak mau menikah pun membuatnya menderita!"


Cyntia menangis, ia pun menceritakan semua hal yang sudah dilalui oleh Zaskia dan juga Devano. Vero mendengar semuanya dari jauh, hatinya terasa sakit mendengar semua yang sudah di lalui oleh calon istrinya itu


"Mengapa ada manusia sekejam itu?"


"Pa, itu sebabnya mama enggak mau jika Vero melakukan hal yang nantinya akan membuat menantu kita menderita, cukup penderitaannya selama ini!"


"Iya ma, tapi papa yakin kalau Vero enggak akan membuat menantu kita kecewa, mama tenang saja ya?"


Cyntia pun mempercayai ucapan suaminya, karena suaminya juga menjadi suami dan ayah yang baik untuk dia juga anaknya.


*******************


Duka dan kehilangan menyelimuti keluarga Kevin, Namira masih merasa bersalah dengan kematian ibu mertuanya, ia menganggap kematian ibu mertuanya itu karena ulah darinya.


Terdengar suara langkah kaki, yang menuju ke arah Namira juga Kevin


"A-aku turut berduka cita ya?" tanpa berpikir panjang, Kevin langsung memeluk orang itu sambil menangis


"Mama aku sudah enggak ada, Tammy!"


"Yang sabar kak!" Tammy mengelus bahu Kevin, Namira hanya menunduk menahan sakit juga malu. Orang di sekitar saling menatap kearah Tammy dan Kevin, mereka bertanya kedekatan mereka. Dan hubungan apa yang dimiliki oleh Kevin juga wanita itu?


Mengapa Kevin dan Tammy terlihat sangat dekat!


Banyak pertanyaan-pertanyaan dalam pikiran semua orang yang ada disekitar. Namira hanya diam, ia tidak mau menuntut haknya lagi karena kemarin ia meminta haknya, Namira kehilangan ibu mertuanya.


"Kak, yang sabar ya? Semua ini udah jalannya!"


Kevin semakin memeluk Tammy dengan erat, lelaki yang mencintai seorang wanita pasti akan mencurahkan semua rasa sakitnya kepada wanita itu. Tammy melepaskan pelukannya dari Kevin menuju Namira


"Kak yang sabar ya?" Tammy memeluk Namira, namun wanita itu hanya mematung. Tammy mengelus bahu Namira.


Kini, Namira sadar jika Tammy wanita yang tulus dan baik, bukan hanya kepada Kevin ia memberikan perhatian namun juga kepada Namira, padahal sebelumnya Namira datang ke rumah Tammy dan mengucapkan kata-kata yang pedas untuk wanita itu.


"T-terimakasih!"


Ternyata sahabat mereka! Pantas saja ~ ujar salah satu orang yang ada disana


Iya Bu, aku pikir itu selingkuhannya! Kenapa dekat sekali, ternyata dengan istrinya juga dekat! ~sahut seseorang lagi!


********

__ADS_1


Tammy menoleh ke arah suara itu berasal "Apakah kalian enggak punya teman selain menggosip? Kalian bisa keluar jika ingin bergosip! Ini tempat berduka! Mulut dan pikiran kalian itu sampah! Enggak punya rasa berduka untuk orang lain kalian malah memberikan fitnah sesuka kalian!"


Tammy marah, Namira menenangkan Tammy "Biarkan saja mereka mau beranggapan apa!"


"Tidak kak! Manusia-manusia sampah seperti mereka enggak pantas ada disini!"


Orang-orang yang berbicara dan berkata buruk meminta maaf, mereka menyesal


"Maaf! Kami menyesal dan tidak bermaksud membuat kegaduhan di sini, maafin kami!" setelah mengatakan itu, dua orang itu segera pergi dari kediaman rumah Kevin.


Tammy menuju papanya Kevin, ia mengucapkan belasungkawa untuk meninggalnya mama Kevin


"Om, Tammy turut berduka ya?"


Namun, papanya Kevin menolak Tammy untuk memeluk dirinya. Ia menganggap kematian mama Kevin itu karena Tammy!


"Kamu penyebab kematian istri saya!"


"P-pa!" Namira mendekati ayah mertuanya, meminta papanya Kevin untuk tenang


"Kamu! Jika bukan karena kamu, menantu dan anak saya tidak akan berdebat! Kamu penyebabnya!"


Tammy meneteskan air mata. Apakah benar yang dikatakan papanya Kevin? Jika Tammy lah penyebab kematian mamanya Kevin?


"Pergi kamu!""


Papanya Kevin mengusir Tammy dari rumahnya "Dulu, saya mengira mama dan papa kamu sudah salah telah membandingkan kamu dengan kembaran mu. Namun sekarang saya mengerti mengapa mereka melakukan itu! Kamu adalah biang dari semua masalah! Kamu wanita pembawa masalah! Kamu pembawa sial!" Hati Tammy terasa sakit mendengar ucapan papanya Kevin


"Jika saya menjadi orang tau kamu, mending saya membunuh kamu saja! Kamu wanita tidak berguna dan selalu membawa malapetaka untuk orang lain!"


"P-pa, jangan mengatakan hal itu!" Namira sedih melihat papanya mengatakan hal-hal yang sangat menyakitkan! Sebelumnya, papa mertuanya bukan lah orang yang banyak berbicara dan tak pernah berkata kasar kepada orang lain apalagi kepada seorang wanita.


"Namira, jangan kurang ajar kepada saya! Saya papa mertua kamu, jika kamu enggak sanggup mendengarnya kamu bisa menjauh!"


Kevin datang, ia pun memeluk Tammy


"Papa enggak punya hak menghina dan mengucapkan hal kasar kepada Tammy!"


Kevin membela Tammy, semua manusia yang datang melihat keributan terjadi.


"Kamu membela pelakor ini?"


Tammy yang tak sanggup lagi mendengar ucapan papanya Kevin melepaskan pelukannya dari Kevin, ia berpamitan pulang

__ADS_1


"M-maaf jika kedatangan s-saya mem-mbuat k-kalian merasa terganggu. Saya pamit!"


Tammy berlari pergi dari rumah Kevin, semua menyorakinya. Membuat Tammy kehilangan harga dirinya!


Ia segera masuk ke dalam mobil dengan tangisan yang tak tertahankan. Awalnya ia datang untuk berbagi duka, namun malah hinaan yang ia dapatkan!


Tammy menitipkan anaknya Bintang, ke penitipan anak untuk sementara, ia tak bisa membawa Bintang ke rumah duka saat anaknya masih sangat kecil


"A-apakah aku penyebab Tante meninggal?"


Tok! Tok! Tok!


Tammy!


Terlihat Kevin mengetuk pintu kaca mobil Tammy, Tammy tak menoleh meminta supir untuk jalan


Namira mengejar suaminya "Mas, tunggu! Kamu enggak bisa pergi, dan harus menghargai mama untuk terakhir kalinya!" Kevin menoleh ke arah Namira


"Kamu senang kan melihat Tammy di permalukan di depan umum sama papa? Makanya kamu mengatakan ini!"


Namira menggelengkan kepalanya "Enggak mas! Aku juga hancur mendengar papa menghina Tammy! Aku juga seorang wanita! Aku tau bagaimana sakitnya menjadi Tammy! Tapi saat ini, kita harus menyelesaikan pemakaman terakhir mama! Jangan karena memikirkan perasaan Tammy, kita mengabaikan perasaan mama!"


Kevin terdiam, memandangi mobil Tammy yang semakin menjauh, ia tau pasti Tammy merasa sangat hancur dan trauma.


"Mas, kita sudah kehilangan mama! Jangan sampai kita kehilangan papa lagi! Ucapan papa yang kasar, mungkin meluapkan rasa sakit karena kehilangan mama, kita juga harus bisa mengerti papa!"


"Iya, tapi ucapan papa sudah sangat keterlaluan! Tammy sangat sedih, dia dipermalukan di depan semua orang! Kenapa papa enggak bisa mengendalikan dirinya?"


"Saat mama masuk rumah sakit, kamu juga membentak aku! Kamu juga enggak bisa mengendalikan diri kamu kan? Karena kamu sedang panik dengan keadaan mama. Apalagi ini papa? Dia sedang kehilangan istrinya yang sudah puluhan tahun menemaninya! Kita juga harus merasakan rasa sakit papa dong mas!"


Kevin merasa kesal, namun ia juga enggak berdaya. Namira meminta suaminya masuk, ibu mertuanya akan segera dimakamkan, dan Kevin sebagai anak satu-satunya harus melakukan itu


Hati Kevin campur aduk, satu sisi kehilangan mamanya dan di satu sisi ada Tammy yang hancur dengan ucapan papanya.


Kevin dan Namira masuk ke dalam, Kevin menatap papanya dengan tatapan yang sangat tajam, Namira memarahi suaminya


"Mas jaga pandangan kamu melihat papa! Ingat papa itu papa kandung kamu, bukan musuh kamu mas!" Kevin tak mendengarkan ucapan Namira.


Apakah anak dan papa itu akan menjadi musuh?


Namira sangat takut sekali membayangkan hal itu! Ia takut gagal menjaga keutuhan keluarga yang selama ini ibu mertuanya lakukan "Tuhan, jangan sia-siakan pengorbanan mama mertua mu selama bertahun-tahun untuk membuat keluarga kami utuh!""


Namira berdoa, untuk keutuhan keluarganya dan Kevin tidak membenci papanya, begitu juga sebaliknya!

__ADS_1


__ADS_2