
Ingin rasanya Tammy menangis dan mengatakan yang sebenarnya kepada Queen namun ia tak sanggup, Devano memegang bahu Tammy seakan meminta istrinya untuk kuat dan bertahan.
Tammy berusaha tegar didepan anak-anak, ia pun meminta anak-anaknya untuk mengganti pakaian "Sayang, kalian ganti pakaian terlebih dahulu, mami akan memasak untuk kalian! Mbak Caca, tolong bantu anak-anak ya?"
"Baik nyonya,"
Bahkan pelayan saja sedih dan menangis, Caca merasa tidak mudah menjadi Tammy dan sangat menyakitkan, ia harus mengorbankan masa depannya juga perasaannya.
Caca saksi hidup bagaimana Tammy sangat menyayangi Queen dan merawatnya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Tammy tak mau membuang-buang waktu dengan kesedihan. Segera ia memasak untuk anak-anak, Queen sangat suka ayam semur, Udang balado dan Bintang sangat menyukai ayam di rendang juga cumi asam manis, Ia pun masak dengan menu yang berbeda-beda karena kedua anaknya tidak memiliki selera makanan yang sama.
Devano melihat istirnya yang sibuk dengan perang didapur "Sayang, sudah sepuluh tahun ini kamu mengurus anak-anak sendiri. Padahal pelayan bisa memasak semua ini, tapi kenapa selalu kamu yang turun tangan dalam makanan anak-anak?"
"Iya Dev, aku hanya ingin memastikan gizi untuk anak-anak ku sendiri. Aku enggak bisa membiarkan orang lain memasaknya, enggak tau bumbu apa yang diberikan bisa saja terlalu banyak penyedap, itu tidak akan baik untuk kesehatan anak-anak,"
Devano memeluknya dari belakang, Tammy memejamkan kedua matanya. Namun ia kembali tersadar, jika semua ini hanya titipan, suami, anak semuanya milik Kimmy dan sebentar lagi Tammy akan mengembalikan semuanya
"Lepasin Dev! Nanti anak-anak melihatnya!"
"Kenapa kalau anak-anak lihat? Kamu adalah istri ku,"
Tammy berusaha menahan air matanya, ia memotong bumbu-bumbu untuk ia masak.
Dev, kamu bukan milikku! Sebentar lagi semuanya akan pergi! Aku dan Bintang akan pergi dari kehidupan mu dan Queen! ~batinnya
Tammy masih berusaha mengontrol dirinya "Mami,"
Suara teriakan dari Queen, membuat Devano melepaskan pelukannya dari Tammy. Tammy meninggalkan pekerjaannya, meminta pelayan untuk meneruskannya terlebih dahulu. Devano dan Tammy pun berlari menaiki anak tangga untuk ke kamar Queen
"Ada apa sayang?" Sesampai di kamar, Tammy langsung mendekati Queen, memeriksa tubuh anaknya apakah ada yang terluka atau tidak
"Ada apa sayang?"
Queen menggelengkan kepalanya "Queen enggak mau ganti pakaian dengan mbak Caca, maunya sama mami!"
Huft!
__ADS_1
Devano dan Tammy merasa lega, mereka takut sesuatu terjadi kepada Queen "Queen, lain kali kamu jangan seperti itu ya! Papi dan mami sangat khawatir dengan kamu! Kamu mengira kamu kenapa-kenapa,"
"Sudah enggak apa-apa Dev!"
"Tidak bisa selalu dimanjakan seperti itu Tammy! Queen bukan anak-anak lagi, dia udah kelas empat SD mau sampai kapan terus manja seperti anak-anak?"
"Selagi aku bisa memanjakan anakku, biar kan aku memanjakannya Dev!" Devano terdiam, tau kemana arah bicara Tammy.
Cepat atau lambat, Kimmy akan ingat semuanya. Tammy pasti akan pergi dari kehidupannya dan Queen.
Devano keluar dari kamar, Queen yang mengira papinya marah pun langsung menangis dan meminta maaf "Maaf papi, mami papi marah ya sama aku?"
Tammy menghapus air mata Queen dan tersenyum "Tidak sayang! Papi enggak marah sama Queen!"
"Lalu kenapa papi pergi?" Tammy pun mencari alasan yang pas untuk anaknya "Mungkin saja papi lagi ada kerjaan sayang, di bawah tadi papi sedang mengerjakan pekerjaan kantornya lalu mendengar Queen yang berteriak papi langsung berlari dan meninggalkan pekerjaannya,"
"Maaf mami, Queen sudah membuat masalah," Queen mengatakan dengan penuh penyesalan "No sayang! Ini bukan kesalahan kamu! Kamu enggak perlu merasa bersalah begitu oke? Memang sudah seharusnya kamu memanggil mami dan papi jika ada kesulitan,"
Tammy berusaha menghibur anaknya, Bintang masuk ke kamar Queen "Mami, Queen ada apa? Kenapa Queen berteriak,"
Queen menghampiri saudara lelakinya lalu memeluk dengan erat "Queen melakukan kesalahan, papi marah sama Queen!"
Bintang sangat menyayangi saudarinya itu, dan mencoba menenangkan Queen "Tenang lah Queen! Semuanya akan baik-baik saja! Dan aku yakin Papi enggak marah sama kamu, jangan sedih!"
Bintang sangat menyayangi Queen sebagai saudaranya.
Tammy memeluk kedua anaknya, ia merasa bersalah jika nanti keduanya harus berpisah hanya karena dirinya.
"Maafin mami sayang, suatu saat nanti kalian akan berpisah dan tak akan bersama lagi, ini semua salah mami," ~gumam Tammy dalam hati.
Bagaimana bisa dua saudara yang saling menyayangi dan melindungi akan berpisah?
Tammy pun menghapus air matanya, dan memeluk kedua anaknya "Kalian adalah kehidupan mami, kalian adalah kekuatan mami,"
******************
Devano terduduk di ruangan kerjanya, kepalanya terasa mau pecah. Mengapa ujian dalam pernikahannya selalu datang bertubi-tubi? Bahkan saat ini Devano tak tau siapa wanita yang dia cintai. Kimmy atau Tammy?
__ADS_1
"Aku tau, semua ini akan menyakiti salah satu diantara kalian, namun aku tidak bisa bersama dengan kalian berdua dan harus memilih salah satunya,"
Devano dilema, apakah ia mengintai Tammy? Atau mencintai Kimmy?
Perasaannya tak mengerti dan bimbang, saat ia bersama Kimmy dahulu, dan Tammy di luar negeri Devano selalu saja memikirkan dan merindukan Tammy
Namun saat ia bersama dengan Tammy sekarang, Devano selalu cemas dan gelisah memikirkan keadaan Kimmy yang sedang dirumah sakit.
"Besok Kimmy akan pulang kerumah, aku sangat senang tapi aku yakin kedatangan Kimmy akan membuat anak-anak merasa bingung, bagaimana bisa maminya ada dua? Dan wajah keduanya sangat mirip,"
Melihat Queen yang sangat manja dan sayang dengan Tammy apakah ia bisa menerima kehadiran Kimmy? Dan menerima Kimmy lah yang sebenarnya ibu kandungnya? "Bagaimana kalau Queen tak bisa menerima semua kenyataan ini? Queen sangat manja dengan Tammy, dan selama ini dia menganggap Tammy adalah ibu kandungnya. Apa yang akan ia katakan saat melihat Kimmy? Aku tau, untuk sementara ini semua kebenarannya harus di rahasiakan, baik dengan Queen, Bintang dan juga Kimmy. Namun suatu saat, ingatan Kimmy akan kembali, ia pasti akan meminta haknya. Dia akan meminta anaknya,"
Devano tau bagaimana Kimmy sangat menyayangi anaknya, bahkan saat belum lahir saja Kimmy sudah menantikan anaknya. Kepergian Kayla, membuat Kimmy sudah sangat menderita
Devano menatap bingkai Poto dirinya bersama Tammy dan anak-anak, semuanya terlihat sangat romantis dan harmonis.
"Siapapun yang melihatnya, bahkan tak akan pernah menyangka jika Bintang dan Queen bukan anak kamu. Tapi kamu merawat dan mencintai mereka seperti anak kandungmu sendiri, apakah ini adil untuk mu Tammy? Kenapa Tuhan membuat Takdir yang menyakitkan untuk kita,"
Andai semuanya bisa dirubah, Devano tak akan membuat Tammy berada dalam situasi yang rumit seperti ini.
"Seandainya aku dulu tidak egois dan setuju dengan saran Tante Laras semuanya tak akan terjadi,"
***************
Dua wanita paru baya yang terlihat masih sangat cantik dan kencang pun menikmati teh di restaurant
"Lihat ide gila anda sepuluh tahun yang lalu, kini menjadi Boomerang untuk masa depan," ujar Cyntia, mamanya Vero
"Aku tidak melakukan kesalahan, aku hanya ingin yang terbaik untuk keluarga keponakan ku,"
"Nona Laras, anda lihat sekarang! Kimmy sudah sadar, walau ia kehilangan ingatannya namun cepat atau lambat ingatannya akan kembali, dia akan kembali dengan suami dan anaknya. Karena itu haknya! Devano dan Queen adalah milik Kimmy! Lalu, bagaimana dengan Tammy dan Bintang? Anda mengorbankan mereka hanya demi pemikiran anda sendiri,"
Laras terdiam, saat ini dia memang sangat khawatir dengan posisi Tammy
"Seharusnya sebelum memberikan saran sepuluh tahun yang lalu, anda sudah harus memikirkan konsekuensi yang ada untuk masa sekarang! Saya tau, anda pasti berharap jika Kimmy akan mati kan? Tapi Tuhan sayang dengannya, Tuhan memberikan dia satu kehidupan lagi agar bisa berkumpul dengan keluarganya terutama dengan anaknya!"
Laras hanya diam, namun Cyntia kembali memberikan pernyataan-pernyataan yang menyakiti hati dan melukai perasaan Laras
__ADS_1
"Apakah anda sedih memikirkan masa depan Tammy? Apakah anda tidak memikirkannya waktu sepuluh tahun yang lalu? Saat anda meminta Tammy harus menikah dengan Devano? Nona Laras, saya tau maksud anda waktu itu tidak buruk kepada Tammy! Anda sangat yakin jika Kimmy akan meninggal dunia bukan?""