
"Sayang," Devano mencium kening Kimmy, lalu berpindah ke perut istrinya yang membesar "Hai anak papa, hari ini enggak buat mama repot kan nak?"
Devano memang sering mengajak anaknya berkomunikasi walau masih dalam kandungan Kimmy, dokter juga menyarankan agar orang tua sering mengajak bayi yang ada dalam kandungan untuk sesering mungkin di ajak berkomunikasi
Kimmy mulai tersenyum, Devano selalu perhatian kepadanya jika dirinya hamil. Ia mengingat saat dirinya dulu hamil Kayla
"Dia pasti secantik Kayla!"
Devano langsung menjauhkan kepalanya dari perut istrinya "Iya, dia akan cantik seperti kamu dan Kayla jika wanita, namun akan tampan seperti aku papanya!" Devano mengatakannya dengan senyuman yang tulus
"Enggak! Dia pasti perempuan seperti Kayla!"
Devano dan Zaskia terdiam bingung "Tapi dia bisa saja lelaki?"
Kimmy menggelengkan kepalanya "Dia harus perempuan!"
"Sayang, apa yang kamu katakan? Jangan seperti itu sayang!"
Kimmy menepis tangan Devano yang menggenggamnya "Intinya dia juga harus wanita, aku enggak mau kalau dia bukan wanita!" Kimmy bangkit menjauh dari suami dan adik iparnya.
Semenjak kepergian Kayla, Kimmy sering menjadi wanita yang pemarah. Suka kehilangan kendalinya, Devano dan Zaskia juga tak bisa menyalahkan Kimmy atas sikapnya. Itu bentuk dari rasa terlukanya kehilangan anak yang ia sayang.
"Kenapa Kimmy sekarang menjadi wanita yang mudah marah dan kasar?"
Zaskia mendekati nya "Kak, jangan marah dan kesal kepada kak Kimmy. Dia masih berduka atas kepergian Kayla. Kamu lupa dulu juga bunda depresi karena kehilangan Gerry sepupu kita. Dia merasa hancur dengan kepergian Gerry dan itu yang saat ini dirasakan oleh Kak Kimmy sekarang. Kita harus bisa memahaminya!"
Devano mengangguk, ia mengerti rasa sakit Kimmy namun apakah anaknya juga harus merasakan penderitaan? Bagaimana jika anaknya lelaki dan Kimmy enggak mau menerimanya?
"Kakak khawatir,"
"Kakak enggak perlu khawatir, yang penting saat ini kita akan membantu kak Kimmy sembuh dari rasa sakitnya,"
Devano pun mengangguk, ia berdoa agar Kimmy bisa lebih ikhlas dengan kepergian Kayla.
************
Hidup seperti mati, mati namun raga masih hidup! Itulah yang dirasakan oleh Kimmy. Dukanya begitu dalam, dunianya terasa hancur lebur.
Kimmy sudah berusaha sekuat mungkin merelakan kepergian anaknya, namun sangat mustahil!
__ADS_1
Katanya, waktu mampu menyembuhkan semuanya, namun tidak! Semuanya terasa sama! Luka itu tak juga sembuh, bahkan setiap hari dan detiknya Kimmy kehilangan arah untuk hidup, dadanya penuh dengan sesak yang tak berujung.
Air mata yang mengering juga tak akan mampu menyembuhkan luka dirinya.
Entah sampai kapan, Kimmy juga tak tau pasti. Namun luka itu masih melebar dan basah.
"Anakku sayang!"
Kimmy gemetar saat kembali mengingat adegan di mana anaknya tertembak oleh Rama. Bagaimana darah itu jatuh mengalir dengan begitu deras dan kentalnya.
Kimmy membuang barang+barang yang ada di kamarnya dengan tekanan batin
Devano dan Zaskia melihat Kimmy saat mendengar begitu banyak barang-barang yang terlempar.
"Kak,"
"Kimmy!"
Keduanya takut jika Kimmy terkena pecahan kaca yang ia lempar.
"Apa yang kakak lakukan?"
Zaskia memeluk Kimmy "Kenapa dia tega membunuh anak yang tidak berdosa? Apa kesalahan anakku?" tanya Kimmy dengan pandangan mata yang kosong. Siapapun tak akan tega melihatnya
Zaskia menangis, begitu juga dengan Devano yang hancur melihat keadaan Kimmy.
"Kakak harus kuat kak! Ingat, ada satu kehidupan di dalam perut kakak! Kakak harus kuat kak,"
"Zaskia, aku sudah mencoba untuk kuat namun nyatanya aku enggak bisa!"
"Kakak bisa, kakak pasti bisa! Kakak harus bisa sembuh dari segala rasa sakit dan trauma kakak! Aku yakin kakak bisa melawan itu semua!"
Kimmy akhirnya jatuh dalam pelukan Zaskia, ia tak sadarkan diri
"Kak, kak Kimmy!"
Devano segera menggendong tubuh Kimmy yang terasa begitu lemas. Kondisi tubuh Kimmy sangat melemah
Devano dan Zaskia membawa Kimmy kerumah sakit
__ADS_1
Mereka khawatir dengan keadaan Kimmy dan janin yang ada dikandungannya Kimmy.
**********
"Gimana kalau sesuatu terjadi kepada Kimmy? Kakak enggak bisa tanpa dia,"
Zaskia memeluk kakaknya, keduanya menunggu di ruangan tunggu "Kakak harus percaya kalau kak Kimmy akan baik-baik aja! Kak Kimmy itu orang yang sangat kuat kak! Ia pasti bisa melewati semua ini! Kakak harus percaya sama Zaskia! Kak Kimmy wanita yang hebat,"
Devano berdoa untuk keselamatan istrinya, dokter keluar. Dan memberitahu jika Kimmy harus istirahat total, ia juga sudah memberikan vitamin kepada Kimmy agar ibu dan anak baik-baik saja.
"Jangan terus biarkan nyonya Kimmy merasa stres dan tertekan. Kalian harus menolongnya, jangan membawanya ke sini lagi! Namun, bawalah ke seorang psikolog yang mampu membantunya dalam keadaan seperti ini. Saya mempunyai kenalan psikolog tamatan luar negeri terbaik, jika kalian mau. Saya akan memberikan kontaknya,"
Tentu saja Devano mau "Dia adalah psikolog terbaik yang sudah di akui oleh Asia! Usianya memang masih muda namun dunia sudah mengakuinya! Kalian jangan khawatir, saya yakin nyonya Kimmy berada dalam tangan yang tepat,"
"Saya ingin istri saya bisa keluar dari luka batinnya dok!"
"Percaya dengan Tuhan, berbanyak lah berdoa! Karena kekuatan doa itu sangat mujarab! Obat dalam segala obat,"
********
Zaskia mencatat kontak psikolog yang sudah di rekomendasikan oleh dokter yang selama ini menangani Kimmy selama ini. Psikolog itu bernama Clara, nama yang tak asing bagi keduanya.
"Kak, Minggu depan dia baru balik ke Indonesia!"
"Terlalu lama, kita akan mencari yang lain!" Devano tak bisa menunggu terlalu lama, namun Zaskia meminta kakaknya untuk sabar dan percaya dengan ucapan dokter yang menangani Kimmy
"Kak, sabar! Kakak sudah mendengarkan apa yang dokter itu katakan. Minggu depan bukan waktu yang terlalu lama,"
"Itu kelamaan Zaskia! Kakak mau Kimmy di tangani secepat mungkin. Kamu dengar apa kata dokter kan? Jika Kimmy terus menerus stres, itu enggak akan baik untuk kandungannya. Kakak enggak bisa mengambil resiko,"
Ponsel Zaskia kembali berbunyi.
"Kak, dokter Clara mengatakan jika ia akan terbang langsung sore ini! Kakak udah bisa lega sekarang,"
Devano tersenyum, menurutnya semakin cepat Kimmy di obati maka ia akan semakin cepat sembuh.
Devano memeluk adiknya "Kakak sangat berharap agar kakak iparmu segera sembuh,"
"Iya kak, Zaskia juga rindu sama senyuman kak Kimmy!"
__ADS_1
"Iya, semenjak kepergian Kayla, tidak ada lagi senyuman kebahagiaan di wajah Kimmy. Ia selalu merenung dan menyendiri, bahkan sulit untuk di ajak komunikasi, dan saat kita mengajaknya komunikasi dia pasti akan marah bahkan dia akan berlaku kasar,""