
"Cinta dan rasa nyaman itu akan tumbuh dengan sendirinya! Semuanya membutuhkan waktu, kamu lupa dengan kita berdua? Bahkan, kita tak saling mengenal satu sama lain awalnya. Jauh berbeda dengan Zaskia dan Vero! Mereka itu teman kecil dan rasa simpati juga saling menyayangi dan menghargai pasti ada!"
Devano tak mengerti apapun, yang ia tahu saat ini adik kecilnya sedang menangis diruang rias pengantin.
"Sayang, sudah jangan khawatir lagi ya? Semuanya akan baik-baik saja, dan percaya sama aku kalau Zaskia tak akan menderita, ada mama Chyntia yang akan menjaganya,"
***************
Zaskia membuang nafas dengan perlahan "Tenang Zaskia! Kamu jangan menangis lagi! Jangan membuat kakakmu merasa khawatir lagi,"
"Nona, saya tau bagaimana perasaan anda. Namun anda harus bisa tegas dengan pilihan dan keputusan anda. Jangan memikirkan ucapan orang sekeliling anda, anda harus mengikuti kata hati anda nona. Maaf bukan maksud saya untuk ikut campur,"
Zaskia terdiam sejenak lalu mengucapkan terimakasih kepada MUA yang sudah memberikannya saran.
"T-terimakasih banyak atas sarannya, saya sendiri juga enggak tau. Semuanya serba salah, maju mati bapak, mundur mati ibu semuanya simalakama untuk saya,"
Zaskia mengatakan dengan nada yang sesenggukan, melihat Kimmy yang kembali masuk ke ruangannya langsung Zaskia berusaha tegar dan mengontrol dirinya.
"Zaskia, ini kakak membawa segelas air minum untuk kamu. Minum lah agar kamu bisa lebih tenang,"
Zaskia mengambil gelasnya dan meminum perlahan. Lalu meletakkannya di atas meja dengan tangan yang gemetar
"Zaskia, kamu masih punya waktu untuk berfikir lagi,"
"K-kak-, rasanya sudah terlambat! Enggak bisa lagi mengambil keputusan di menit-menit tertentu. Zaskia juga nggak bisa membuat masalah dengan mempermalukan kalian,"
Kimmy memeluk adik iparnya, memberikan kekuatan untuk adik iparnya. Pernikahan sakral yang seharusnya penuh dengan air mata kebahagiaan justru menjadi air mata yang menyedihkan.
"Percaya lah sama mama dan papa, percaya jika mama meminta ini semua demi kebaikan kamu, jangan takut sayang! Masih ada kakak dan juga Devano yang selalu ada untukmu! Jika sesuatu terjadi kepada kamu, kami akan menjadi orang terdepan untuk melindungi kamu,"
Zaskia mengangguk
*********************
Pertemuan kedua pengantin,
Zaskia menahan tangisnya dan memasang senyuman palsu di hadapan para tamu juga keluarga, ia tak bisa mempermalukan kakaknya Devano juga kakak iparnya Kimmy. Dan melihat bagaimana baiknya mamanya Vero
Vero menatap Zaskia yang terlihat sangat cantik, Zaskia sudah lama tak bertemu dengan Vero. Pria itu terlihat sangat tampan dan gagah, namun tetap saja ia tak mencintai Vero dan pernikahan itu tak minat di hatinya
Kedua mempelai pun meminta restu kepada keluarga
Ikatan sakral pun terucap, kini Zaskia resmi menjadi istri orang lain. Air matanya menetes tanpa sadar
"Selamat sayang! Akhirnya kamu resmi menjadi seorang istri," Chyntia memeluk dan mencium Zaskia, ia sangat bahagia karena Zaskia resmi menjadi menantunya
"Sayang, sekarang setiap hari kita akan terus bersama-sama ya?"
Zaskia hanya mengangguk tersenyum, ia memang bahagia menjadi menantu dari teman mamanya itu namun menjadi istri rasanya ia belum siap
Acara di penuhi dengan kemewahan, tamu undangan pun menikmati hidangan dengan kebahagiaan. Zaskia dan Vero menyambut para tamu undangan dengan senyuman. Keduanya tak saling berbicara satu sama lain, Zaskia berharap acara itu segera selesai.
**************
Malam harinya,
Keluarga sudah mempersiapkan hotel mewah untuk keduanya berbulan madu
"Sayang, mama dan papa sudah mempersiapkan hotel untuk kalian berbulan madu,"
"T-tapi ma, apakah tidak sebaiknya di rumah saja?"
"Tidak nak! Mama dan papa juga udah membeli tiket untuk kalian berbulan madu ke Bali,"
Zaskia hanya diam dan pasrah, ia tak mau membantah orang tua Vero yang sekarang sudah menjadi orang tuanya
"Zaskia, kakak dan kakak ipar mu harus pulang dulu ya? Kimmy lagi hamil tua, tidak baik jika pulang terlalu malam,"
"Kalian menginap saja di sini," mamanya Vero meminta Devano dan Kimmy untuk menginap, namun Devano menolak
"Lain waktu saja ya ma?"
Devano berat melepaskan adik kesayangannya, jika ia menginap malam ini maka akan sulit baginya untuk melepaskan Zaskia
"Kak, malam ini saja ya?"
"Tapi kamu juga menginap di hotel malam ini, untuk apa kami menginap?"
Zaskia terdiam pasrah, ia tak mau membantah yang akan membuat nama baik kakaknya tercemar "Ya udah nak kalau kalian enggak mau menginap, hati-hati ya?"
Devano dan Kimmy berpamitan pulang kerumah,
Kakak lelaki sama seperti seorang ayah, tak akan mudah melepaskan anak perempuannya
Devano menatap adiknya, memeluk Zaskia dengan penuh kasih sayang "Kamu jaga diri baik-baik, jadi lah istri dan menantu yang baik jangan merepotkan keluarga baru mu,"
Zaskia terisak di pelukan kakaknya, berat sekali baginya harus menjauh dari Devano
"K-kak-,"
"Kakak akan selalu merindukan mu,"
__ADS_1
Devano dan Zaskia saling melepaskan pelukan satu sama lain, lalu Zaskia memeluk Kimmy dengan isakan tangis yang ia luapkan
"Jangan menangis adikku! Tetap lah menjadi wanita yang kuat, yang baik dan menurut kata suami juga mertua mu ya? Jangan mempermalukan keluarga kita, didikan dari almarhum kedua orang tua kamu dan juga didikan Devano!"
Kimmy begitu menyayangi adik iparnya, Zaskia berjanji untuk tetap menjadi istri dan menantu yang baik juga menurut kepada keluarga.
*************
Setelah Kimmy dan Devano pergi, Chyntia meminta Vero dan Kimmy pergi ke hotel yang sudah mereka siapkan.
Zaskia hanya mengangguk, keduanya pun menuju hotel yang ditunjuk oleh mamanya Vero.
Di hotel,
Zaskia hanya duduk di ranjang dengan tubuh yang gemetar, air matanya terus saja berlinang. Vero menutup pintu kamar hotel, berjalan ke arah Zaskia
"Hari ini sangat penat, sebaiknya kau bersihkan diri. Pakaian di tubuh mu juga sangat berat pastinya bukan?" Zaskia mengangguk, ia menghapus air matanya.
"Tapi, bagaimana aku bisa mengganti pakaian jika pakaian saja aku tidak bawa,"
"Sebentar lagi akan ada orang suruhan mama yang mengantar,"
Ting!
Belum siap Vero berbicara, bel kamar berbunyi, segera Vero membuka pintu kamar. Zaskia juga menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
"Tuan, ini yang diberikan oleh nyonya,"
"Terimakasih,"
Setelah mengambil bungkusan itu, Vero langsung menutup pintu kamar hotel. Ia mengetuk kamar mandi dengan sopan, Zaskia membukanya namun hanya tangan saja yang muncul. Vero memberikan bungkusan itu kepada wanita yang sudah menjadi istrinya
"Terimakasih,"
"Sama-sama!"
Vero langsung menuju ranjang tempat tidur, tubuhnya sangat lelah. Ia pun membaringkan badannya dan tanpa sadar, dirinya langsung terlelap
***************************************************
Kimmy juga Devano sudah sampai rumah,
Tentu saja rumah itu terasa sangat sunyi karena adik kesayangan mereka sudah menjadi istri orang lain. Kini, hanya Kimmy dan Devano saja, paling di temani beberapa pengawal juga pelayan.
"Rumah ini sangat sepi tanpa adanya Kayla juga Zaskia,"
Sampai di rumah, baru lah Kimmy menangis. Devano menatap istrinya "Kenapa kau menangis sekarang? Sejak kemarin, kau yang paling tegar dan menguatkan aku dan adikku?"
Kimmy memeluk suaminya dengan manja "Selain kamu, aku juga paling kehilangan Zaskia! Biasanya dia yang akan menemani aku. Tapi sekarang? Dia pergi, a-aku tau! Dia pergi kerumah mertuanya dan mengabdi kepada suami dan mertuanya namun tetap saja aku merasa berat untuk melepaskannya hiks,"
Devano membelai rambut istrinya! Ia pun menenangkan Kimmy "Jangan menangis lagi! Nanti aku akan sedih, kita akan sering menjenguk Zaskia nantinya ya?"
Kimmy mengangguk, keduanya pun kembali dalam kamar dan beristirahat
*************
Di sisi lain,
Wanita malang yang menatap langit-langit kamar, air mata menetes dan terus menahan kerinduannya
"Demi kebaikan semua orang, aku harus membuang perasaan yang salah ini!"
Tammy tau, perasaannya untuk Devano itu salah. Walau Devano pernah menjadi suaminya, bukannya ia juga memiliki hak untuk mencintai pria yang pernah menjadi suaminya?
"Kenapa harus sesakit ini mencintai mu?"
Perasaan yang salah, yang selama ini dibuang oleh Tammy. Ia mencoba melupakan Devano walau semakin ia berusaha melupakan, dirinya semakin terluka dengan semua itu.
Tammy sudah dua kali berumah tangga, pernikahan pertamanya gagal namun tak sesakit saat ia harus berpisah dengan Devano. Masih terlintas jelas di benak dan pikiran Tammy bagaimana Devano memperlakukannya dengan sangat baik dan lembut. Dadanya terasa sangat sesak, Tammy memegang dadanya yang sesak.
"Maaf, aku sudah berusaha melupakan mu namun semakin aku melupakan mu aku justru semakin tak berdaya hiks,"
Mencintai suami orang itu salah! Apalagi mencintai suami saudara kembar sendiri! Semuanya tidak benar! Semuanya benar-benar salah! Namun Tammy tak berdaya
Takdir semacam apa ini? Mengapa Tuhan membuatnya berada dalam situasi yang begitu sulit?
"Maaf Kimmy! Maaf aku gagal, aku gagal melupakan suami mu. Tapi aku akan berusaha dan berjanji untuk tidak akan mengganggu pernikahan kalian. Bahkan bayangan ku sekali pun tak akan pernah menganggu rumah tangga kalian, tapi sungguh maafkan aku! Aku sangat menyesal! Aku tidak bisa berhenti mencintai suami mu,"
*************
Tammy!
Kimmy melihat ke arah suaminya yang terlelap, Devano memanggil nama Tammy?
Tentu saja Kimmy tak salah dengar! Telinganya masih sangat sehat
"Tammy? Kenapa Devano memanggil namanya!"
Kimmy kembali berpikir yang aneh-aneh, ia pun menangis walau ia sudah menjauhkan suaminya Tammy namun tetap saja Devano tak melupakan Tammy.
"Tammy? Kenapa selalu Tammy? Apakah cinta mu untuknya dan bukan untukku?" gumam Kimmy yang meneteskan air mata.
__ADS_1
Istri mana yang tak hancur melihat dan mendengar suaminya menyebut nama wanita lain di dalam tidurnya.
Pernikahan Zaskia sudah sangat melelahkan bagi mereka, di tambah dengan Devano yang mengigau nama Tammy semakin membuat Kimmy merasa hancur.
"Aku harus apa? Aku ingin merelakan mu dengan Tammy jika itu kebahagiaan mu, tapi aku enggak bisa mengorbankan masa depan anakku hanya karena cinta kalian! Anak aku juga butuh mama dan papa yang lengkap! Keluarga yang utuh untuk masa depannya," ~batin Kimmy
Pikiran dan batinnya sedang berperang, di satu sisi kebahagiaan suaminya namun di sisi lain juga masa depan anaknya.
Apakah Kimmy wanita yang egois?
Kimmy perlahan turun dari tempat tidur menuju kamar mandi, ia tak mau isakan tangisnya sampai terdengar oleh Devano
***********
Kimmy menatap wajahnya di cermin,
Walau sejuta kali Devano mengungkap kan cintanya untuk Kimmy, tetap saja tak bisa membohongi kenyataan jika Devano terus memikirkan Tammy.
"Apakah benar Devano mencintai ku? Atau mencintai Tammy dalam sosok diri ku?"
Wajah Tammy dan Kimmy tak ada bedanya, apakah selama ini Devano selalu menganggap jika dirinya bersama dengan Tammy?
Lalu siapa aku? Apakah aku hanya orang asing yang kebetulan mirip dengan wanita yang dia cintai? Pernikahan kami hanya karena bayaran dan kesepakatan semata saja namun pernikahan mereka? Mereka menikah tanpa adanya paksaan atau perjanjian seperti pernikahan ku dengan Devano!
Kimmy histeris di kamar mandi
Bruak!
Suara itu, membuat Devano langsung tersentak! Ia melihat sebelahnya tidak ada istrinya
Kimmy!
Devano langsung menuju kamar mandi, ia kaget melihat Kimmy yang tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Darah mengalir dari sela paha dalamnya
Kimmy!
Segera Devano menggendong istrinya, meminta supir untuk siapkan mobil. Ia pun membawa Kimmy kerumah sakit!
"Sayang, bangun sayang! Apa yang terjadi dengan kamu?" Devano menangis, ia khawatir dengan keadaan istrinya itu
"Kimmy, kamu harus bangun! Jangan tinggalkan aku sayang!"
Devano sedih karena harus melepaskan adiknya menikah dengan orang lain dan sekarang, keadaan Kimmy yang sangat memperihatinkan
Sesampai di rumah sakit.
Devano meminta tim medis untuk segera menangani istrinya,Devano menunggu dengan sangat cemas di tempat tunggu
Ia berdoa agar sesuatu tak terjadi dengan Kimmy
"Tuhan selamatkan istri dan juga anakku! Aku tak sanggup jika sesuatu terjadi kepada keduanya!" "Kakak,"
Zaskia berlari ke arah koridor rumah sakit untuk mendekati kakaknya, ia sangat khawatir dengan Kimmy begitu juga dengan keluarga mertuanya.
Beberapa waktu lalu,
Vero terbangun, melihat tak ada Zaskia di dekatnya. Melihat jam sepertinya sudah satu jam Zaskia belum keluar dari kamar mandi tentu saja membuat pria itu bangkit menuju kamar mandi
"Zaskia, apakah masih lama lagi? Aku juga ingin membersihkan diri,"
"I-iya sebentar,"
Zaskia membuka pintu kamar mandi,
Membuat Vero membelalakkan kedua matanya, melihat Zaskia yang menggunakan lingerie berwarna merah.
Zaskia menutup tubuhnya dengan kedua tangannya "M-mama memberikan baju tidur seperti ini,"
Terlihat Zaskia sangat seksi dan menggoda, namun Vero menahan hasratnya ia tak ingin Zaskia merasa terpaksa atau tertekan dengan keadaan ini.
Tak lama kemudian,
Ponsel Vero berbunyi, ia mendapatkan kabar jika Kimmy masuk kerumah sakit dan mengalami pendarahan.
Vero segera memberitahu Zaskia, wanita itu terlihat khawatir namun ia juga bingung bagaimana caranya keluar? Pakaiannya tidak ada
"Kamu jangan panik dulu, aku akan memesan pakaian di butik,"
"Tapi semalam ini?"
Vero meminta kepada Zaskia untuk tenang, Vero mempunyai teman yang memiliki toko butik dia yang akan membantu Vero juga Kimmy menghadapi masalahnya.
Tak butuh waktu sepuluh menit,
Pesanan Vero sampai, Zaskia segera mengganti pakaiannya. Vero juga sudah memberitahu kedua orang tuanya dan mereka akan menyusul kerumah sakit.
Vero meminta Zaskia tenang dan jangan menangis "Jangan menangis Zaskia! Tenang lah, kita akan kesana sekarang!"
Zaskia yang masih menangis pun mengangguk, ia meminta Vero untuk cepat mengantarkannya kerumah sakit.
"Belum beberapa jam aku pergi dari rumah, keadaan kakak udah drop seperti ini," ujarnya, itu sebabnya mengapa Zaskia tak ingin menikah, ia hanya ingin mengurus dan menjaga Kimmy juga anak-anak Kimmy nantinya
__ADS_1