
" Sudahlah Mas lebih baik sekarang kita tidur karena hari sudah malam lagi pula besok Mas kan sudah harus mulai bekerja. "
" Oh iya mas satu lagi, jika bisa sesibuk apapun Mas jangan sampai lupa menjalankan kewajiban mas untuk melaksanakan sholat lima waktu. " ucap Adira yang langsung memejamkan matanya.
" Maafkan Mas sayang? " sahut David yang ikut memejamkan matanya sambil memeluk tubuh istrinya.
Karena sudah terbiasa bangun pagi pukul 04.00 pagi, Adira baru saja terbangun dari tidurnya. Setelah itu Adira segera mengambil handuk dan pakaian ganti miliknya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
" Ternyata air di sini tidak sedingin di rumah ibu. " gumam Adira yang baru saja selesai mandi.
Setelah itu Adira segera keluar dari dalam kamar mandi lalu membangunkan suaminya yang masih tertidur lelap.
" Mas bangun. " Adira memanggil dengan suara lembutnya sambil memegang bahu sang suami.
" Mas ayo bangun kita sholat tahajud berjamaah. " ucap Dira yang duduk di samping suaminya.
David merenggangkan tubuhnya lalu memeluk pinggang istrinya dan menelusupkan kepalanya di perut rata Adira.
" Mas jangan begini ah geli tau. " ucap Adira sembari tertawa kecil karena David menggosokkan hidungnya di atas perutnya.
" Maafin mas ya sayang atas kejadian semalam? " ucap David sambil mendongakkan kepalanya melihat wajah cantik istrinya dari bawah.
" Iya Adira udah maafin mas kok. " Adira menjawab sembari tersenyum manis.
" Terimakasih sayang, mas sangat mencintai kamu. " sahut David yang mencubit kecil hidung bangir milik Adira.
" Adira juga mencintai mas, Ya udah mas bangun kita sholat berjamaah ayo? " Adira menarik tangan suaminya untuk bangun.
Sebelum suaminya membersihkan diri Adira mengambil air wudhu terlebih dahulu setelah itu barulah David masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selama suaminya mandi Adira menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya lalu meletakkannya di atas ranjang, setelah itu Adira segera mengambil mukena miliknya dan juga sajadah untuk dirinya dan sang suami.
Selesai suaminya mandi dan berganti pakaian mereka segera melaksanakan sholat tahajud berjamaah setelah itu di lanjutkan dengan membaca Alquran bersama sembari menunggu adzan subuh.
Di saat mereka sedang asik mengaji, mereka mendengar sang ibu yang mengetuk pintu kamar mereka dengan keras.
Tok...
Tok...
Tok...
" David, Adira.. " Nuryati mengetuk pintu sambil berteriak.
" Iya Bu sebentar. " David menjawab dari dalam kamarnya sambil melangkahkan kakinya untuk membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
" Ada apa Ibu? Apa Ibu perlu bantuan? " ujar David bertanya.
" Kalian sadar nggak sih! Ini masih pagi buta tapi kalian sudah berisik sekali, suara kalian mengganggu ibu yang sedang tidur tau nggak. " Nuryati menjawab dengan ekspresi wajah yang kesal.
" Maaf Ibu, Kami sedang mengaji sambil menunggu adzan subuh. " sahut David dengan suara yang lembut.
" Sejak kapan kamu jadi seperti ini David? " Nuryati bertanya sambil menatap heran putra kesayangannya yang sedang memakai sarung, baju koko dan juga peci yang menghiasi kepalanya.
" Aku hanya ingin menjalankan kewajibanku sebaga seorang muslim Bu. " jawab David.
" Sepertinya kamu sudah terpengaruh oleh Adira tapi ya sudahlah intinya kalian jangan ribut ibu mau tidur.
" sambung Nuryati yang segera berlalu menuju ke dalam kamarnya.
David langsung menutup pintu kamarnya lalu kembali bergabung bersama istrinya.
" Ibu marah ya mas? " tanya Adira.
" Ibu gak marah kok sayang, ibu hanya meminta kita untuk sedikit mengecilkan suara kita yang sedang mengaji. " jawab David.
" Oh Adira kira ibu marah mas. "
" Ya gak mungkin dong sayang ibu marah karena kita mengaji " sahut David yang tidak sepenuhnya jujur.
Setelah adzan subuh selesai berkumandang Adira dan suaminya David segera menunaikan ibadah sholat subuh berjamaah.
" Eh. " David sempat tercekat mendengar pertanyaan dari istrinya.
Pasalnya yang David tau ibunya tidak pernah menjalankan sholat. Bahkan dirinya pun baru menjalankan sholat setelah menikah dengan Adira.
" Apa Adira bangunkan saja ya mas? takutnya ibu kesiangan. " ucap Adira yang ingin bangun dari duduknya.
" Tidak usah dibangunkan sayang paling ibu sudah sholat. " ujar David berbohong.
" Oh iya sudah kalau begitu, mas temenin Adira ke dapur dong Adira kan gak tau tata letak dapur ibu. " ucap Adira.
" Ayo sayang, tapi sepertinya di dapur tidak ada apa apa sayang karena ibu gak pernah masak. " sahut David dengan jujur.
" Oh gitu ya mas, lalu tempat orang yang berjualan sayur disekitar sini ada gak mas? " ujar Adira bertanya.
" Ada sayang kebetulan tempatnya tidak jauh dari sini, ayo mas antar? "
Adira segera melipat mukena dan Sajadah yang tadi mereka gunakan setelah itu Adira bersama suaminya David keluar dari rumah dan berjalan kaki menuju ke rumah tetangga David yang kebetulan menjual beraneka macam kebutuhan dapur.
" Eh David, tumben pagi-pagi belanja ke sini? " ucap tetangga David yang bernama Susi.
__ADS_1
" Iya Mbak Susi kebetulan ada yang harus dibeli. " jawab David.
" Ngomong-ngomong kamu lagi sama siapa David cantik . " ujar Susi yang memuji kecantikan Adira.
" Oh iya sampai lupa Mbak Susi kenalin ini istriku namanya Adira. " sahut David yang mengenalkan Adira pada tetangganya.
Adira langsung mengulurkan tangannya dan Susi pun langsung menjabat tangan Adira.
" Perkenalkan Nama saya Adira Mbak. " ucap Adira yang memperkenalkan diri seraya tersenyum manis.
" Saya Susi senang berkenalan denganmu Adira. " sahut Susi yang ikut tersenyum.
" Tapi kamu kapan menikahnya David? " ujar Susi yang bertanya sekaligus terkejut.
" Sekitar satu minggu yang lalu Mbak . " jawab David.
" Astaga Mbak sampai lupa, ayo kalian mau beli apa dipilih-pilih saja kebetulan masih pada segar, soalnya Mbak baru saja pulang belanja dari pajak ( pasar). " ucap Susi
Adira segera memilih bahan masakan yang dia butuhkan untuk memasak hari ini.
" Di rumah ada beras enggak mas? " tanya Adira.
" Sepertinya tidak ada sayang. " jawab David.
" Mbak Susi Adira mau berasnya dong 5 kilo. " Pinta Adira dan Susi pun langsung menyiapkan satu karung beras seberat 5 kg.
Selesai memilih semua bahan masakan yang Adira butuhkan untuk memasak, David segera membayar total belanjaan istrinya pagi ini.
" Terima kasih ya Adira David sudah berbelanja di warung Mbak? " ucap Susi.
" Sama-sama Mbak Susi kalau begitu kami pamit pulang dulu ya? Mau lanjut masak soalnya, Assalamualaikum. " Pamit Adira.
" Oh iya Waalaikumsalam. " sahut Susi.
Setelah itu David segera membawakan belanjaan istrinya dan mereka langsung kembali pulang ke rumah.
" Oh iya Mas berarti selama ini Mas nggak pernah bawa bekal dong? " tanya Adira
" Tidak sayang, sejak dulu ibu memang tidak pernah memasak jadi Mas selalu makan di luar . "
" Jadi kalau Adira bawakan bekal Mas mau tidak? " Adira bertanya karena takut suaminya tidak mau membawa bekal.
" iya Mas tentu saja mau sayang. " jawab David tersenyum senang.
" Alhamdulillah kalau begitu Adira akan membuatkan makanan spesial untuk suami Adira yang paling soleh. " tutur Adira yang ikut tersenyum manis.
__ADS_1
" Terima kasih sayang Mas jadi tidak sabar untuk memakan makanan special buatan istri Mas tercinta. "
Setelah itu mereka berdua kembali melanjutkan langkah kakinya hingga mereka tiba di rumah.