
" Bisa kita masuk ke dalam sebentar bu? " seru David.
" Bisa ayo masuk. " jawab Nuryati yang menggeser tubuhnya lalu membuka pintu kamarnya semakin lebar.
Setelah Ibunya membuka pintu lebih lebar lagi, David segera masuk ke dalam lalu duduk di tepi ranjang. Nuryati menutup kembali pintu kamarnya lalu menyusul putranya dan duduk di sebelahnya.
" Memangnya ada hal penting apa sih yang ingin kamu bicarakan sampai kamu malam-malam begini datang ke kamar Ibu? " tanya Nuryati yang penasaran.
" Begini Bu aku ingin bertanya apa benar Ibu mengambil seluruh uang gaji Adira? " tanya David to the point.
" Haaaah mengadu apa aja istri kamu? pasti dia mengadukan yang tidak tidak tentang ibu kan? " tuduh Nuryati sambil menghela napasnya.
" Adira tidak mengadukan apa-apa kok Bu dia hanya bercerita jika uang gajinya ibu ambil udah itu aja. " sahut David dengan lembut.
" Iya sama saja itu namanya dia udah mengadukan yang tidak-tidak. " seru Nuryati tidak terima.
" Ibu jangan marah dong kedatangan aku ke sini kan hanya bertanya ingin apakah benar ibu mengambil uang gaji Adira atau tidak? " ujar David mengulang pertanyaannya.
" Kalau iya memangnya kenapa masalah buat kamu? bukannya selama ini kamu juga selalu memberikan seluruh gajimu ke Ibu jadi sebagai istri kamu ya dia harus memberikan seluruh gajinya ke Ibu juga dong. " jawab Nuryati dengan santainya.
" Kalau aku sih tidak apa-apa Bu, tapi kalau dengan Adira ya jangan seperti itu dong, Adira kan juga punya orang tua lagi pula yang kerja kan Adira jadi ya seharusnya dia juga menikmati uang hasil kerja kerasnya dong Bu jangan Ibu ambil semuanya kan kasihan dia. " tutur David menasehati Ibunya.
" Jadi dia keberatan dan nggak ikhlas memberi seluruh gajinya ke Ibu? " seru Nuryati dengan suara yang lantang.
" Bukan gak ikhlas Bu insyaAllah Adira 100% ikhlas memberikan uangnya ke ibu tapi jangan semuanya Bu, rencananya uang itu akan Adira beri ke Ibu 4 juta, Ayah dan Ibu di kampung 4 juta dan sisanya untuk Adira pegang sendiri Bu. " ucap David menjelaskan tetap dengan tutur kata yang lembut agar tidak menyakiti hati ibunya.
" Ya nggak bisa gitu dong itu namanya nggak adil enak banget orang tuanya Adira di kampung dapat uang 4 juta. " protes Nuryati.
" Kok nggak adil sih Bu? ya itu adil dong Ibu 4 juta, orang tuanya kan juga 4 juta? " sanggah David.
" Ya nggak bisa seperti itu dong? dia tinggal di sini, makan di rumah ini, tidur juga di sini, masa ibu sama orang tuanya sama nggak bisa pokoknya Ibu mau 7 juta dan sisanya terserah mau dia berikan ke orang tuanya berapa. " seru Nuryati.
" Astaga Ibu jangan seperti itu dong, Ibu kan udah dapat 5 juta dari aku. " ucap David yang masih berusaha bernegosiasi dengan Ibunya.
__ADS_1
" Iya itu kan uang dari kamu bukan dari Adira pokoknya keputusan Ibu sudah bulat bilang sama istri kamu setiap bulannya dia harus menyetor ke ibu 7 juta dan sisanya terserah mau diapakan, POKOKNYA SAMA IBU 7 JUTA. " tutur Nuryati dengan suara yang ditekan.
David hanya bisa menghembuskan napas dengan pasrah, jika Ibunya sudah berkata seperti itu bagaimanapun dia bernegosiasi tetap saja keputusan ibunya tidak akan bisa berubah.
" Ya udah deh Ibu tidak apa-apa tapi boleh kan David minta uang 3 jutanya sekarang. " Pinta David.
" Iya sudah tunggu sebentar Ibu ambilkan dulu uangnya. " jawab Nuryati dengan kesal.
Dengan terpaksa Nuryati bangkit dari duduknya lalu dia mengambil uang senilai 3 juta yang ada di dalam tas yang tadi Nuryati gunakan.
Setelah mendapatkan uang tersebut Nuryati kembali lagi lalu memberikan uang itu kepada putranya David.
" Ini uangnya dan bilang sama istri kamu untuk bulan ini Ibu tidak akan memberikan jatah uang belanja padanya. " ucap Nuryati sambil memberikan uang tersebut kepada David tapi ekspresi wajahnya sangat tidak sedap dipandang.
" Ibu jangan begitu dong Bu? " protes David.
" Tidak ada negosiasi lagi ya David, pokoknya untuk bulan ini Ibu tidak akan memberikan uang belanja sepeserpun sama Adira dan bilang juga sama dia gunakan uang itu untuk belanja dan jangan berani-beraninya minta uang pada ibu. " seru Nuryati membuat David bungkam.
" sudah lebih baik kamu keluar dari kamar Ibu David Ibu capek mau istirahat. " usir Nuryati yang langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang lalu tidur menyamping membelakangi putranya.
Setelah dari kamar ibunya David menuju ke dapur terlebih dahulu untuk membasahi tenggorokannya yang kering.
David segera menuju ke lemari pendingin lalu mengambil satu botol air mineral lalu meminumnya langsung dari botolnya hingga habis setengahnya.
" Semoga Adira nggak marah deh karena uangnya aku dapatkan hanya 3 juta. " gumam David.
Setelah tenggorokannya tidak lagi kering David kembali melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamar.
Sampai di dalam kamar David melihat istrinya yang sedang duduk di atas ranjang sambil menyandarkan punggungnya di headboard ranjang.
" Mas David bagaimana Mas apa Ibu mau memberikan uang gaji Adira? " tanya Adira di saat dia melihat suaminya yang sedang melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.
Sebelum menjawab pertanyaan istrinya David menutup pintu kamar lalu menguncinya.
__ADS_1
" Ceritanya nanti dulu ya sayang mas mau mandi dan ganti pakaian dulu gerah nih pakai pakaian ini terus dari pagi. " ucap David yang segera menuju ke dalam kamar mandi.
" Iya Mas. " jawab Adira yang segera bangkit dari atas ranjang lalu dia menuju ke lemari untuk mengambil pakaian ganti suaminya.
Selesai membersihkan diri David segera keluar dari dalam kamar mandi lalu berganti pakaian di hadapan istrinya.
Setelah berganti pakaian barulah David ikut naik ke atas ranjang lalu duduk tepat di sebelah istrinya.
" Bagaimana Mas apa Ibu mau memberikan gaji Adira? " ucap Adira mengulang pertanyaannya.
" begini sayang tadi Mas sudah berbicara pada ibu dan alhamdulillah Ibu mau memberikan uang gaji kamu tapi. " jawab David menggantung.
" Tapi apa Mas? " tanya Adira lagi yang penasaran.
" Tapi Ibu hanya mengembalikannya 3 juta saja sayang dan ibu juga berpesan jika untuk kedepannya setiap gajian kamu harus memberikan Ibu uang 7 juta dan sisanya bisa kamu pegang sendiri. " jawab David menjelaskan.
Adira cukup lemas saat mendengar penjelasan dari suaminya tapi di satu sisi Adira juga bersyukur dia masih bisa mendapatkan gajinya walaupun hanya seperempatnya saja.
" Iya sudah Mas tidak apa-apa daripada Adira tidak mendapatkan apapun. " jawab Adira sembari tersenyum manis.
" Tapi ada satu hal lagi sayang. " ucap David.
" Apa itu mas? " seru Adira.
" Ibu bilang juga jika bulan ini ibu tidak akan memberikan uang belanja sepeserpun sama kamu jadi kamu bisa menggunakan uang 3 juta ini untuk belanja sehari-hari sayang. " tutur David membuat senyum Adira langsung menghilang.
" Kok gitu sih Mas ya itu sama aja dong Adira juga yang menanggung. " protes Adira.
" Sudahlah sayang jangan kebanyakan protes ikuti aja permintaan ibu dan ingat surganya Mas ada di bawah telapak kaki Ibu jadi Mas wajib menuruti permintaan ibu dan surganya kamu ada pada rumah Jadi kamu wajib menuruti perintah Mas. " ucap David membuat Adira terpaksa bungkam.
" Iya Mas. " jawab Adira dengan suara yang lemas.
" Ya udah kita tidur sekarang mah sudah capek, oh ya nanti seperti biasanya Mas akan memberikan uang satu juta sama kamu untuk tambahan belanja dan sisanya gunakan uang itu. " seru David yang langsung merebahkan tubuhnya lalu tidur dengan membelakangi istrinya.
__ADS_1
" Astagfirullah. " batin Adira yang hanya mampu mengucapkan istighfar di dalam hati.
Setelah itu Adira ikut merebahkan tubuhnya dan dia pun membelakangi suaminya juga.