Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 39


__ADS_3

Seminggu kemudian...


Walaupun kaki kirinya sedang sakit, tetapi Adira tetap melakukan rutinitasnya seperti biasa dan Nuryati sama sekali tidak iba ataupun kasihan saat melihat Adira yang berjalan tertatih-tatih.


Sementara David memang terkejut saat mengetahui istrinya terkena pecahan kaca, tapi itu hanya di awal saja selebihnya David biasa saja dan tetap membiarkan istrinya melakukan pekerjaan rumah seperti biasa tanpa berniat untuk membantu.


Hari ini kondisi kaki kiri Adira sudah lebih baik dan dia sudah bisa berjalan dengan normal.


" Kapan kamu mulai kerja? " ujar Nuryati bertanya saat Adira sedang mencuci pakaian di kamar mandi belakang.


" Adira belum mendapatkan pekerjaan Bu. " jawab Adira sambil tetap mencuci pakaiannya.


" Selesai mencuci baju lebih baik kamu pergi ke rumah mewah yang ada di depan supermarket sana sepertinya mereka masih membutuhkan pembantu, Ibu lihat kaki kamu sudah sembuh jadi sudah seharusnya kamu bekerja. " titah Nuryati sambil berkacak pinggang.


" Iya Bu, tapi nanti Adira izin Mas David dulu ya. " sahut Adira.


" Enggak usah pakai acara izin David segala, kamu tinggal pergi aja toh David tidak akan marah kalau pun nanti David marah biar ibu yang bicara. " ujar Nuryati.


" Ya sudah Bu, kalau begitu nanti adira akan coba tanya ke sana. " jawab Adira.


" Bagus. " sahut Nuryati yang langsung pergi meninggalkan Adira sendirian.


Selesai mencuci pakaian Adira langsung masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri lalu memakai gamis dan jilbab lebar yang biasanya Adira kenakan setiap kali dia keluar rumah.


" Bu Adira pergi dulu ya. " Adira berpamitan pada ibu mertuanya yang sedang asyik menonton televisi.


" Hmmm. " Nuryati menjawab hanya dengan berdehem saja.


Setelah itu Adira segera berlalu dari rumah menyusuri jalan untuk menuju ke rumah mewah yang letaknya agak sedikit jauh dari rumah.


Adira lebih memilih berjalan kaki dari pada naik kendaraan umum agar lebih menghemat uang, karena sejak jatah uang belanja bulanan di pegang oleh Nuryati, hingga saat ini Nuryati selalu memberikan Adira uang belanja sebesar Rp 20.000 saja.

__ADS_1


Adira cukup kelelahan dan kehausan saat berjalan di siang hari yang sedang panas terik. Adira terus melangkahkan kakinya hingga tidak terasa dia sudah sampai di depan pagar sebuah rumah mewah yang menjulang tinggi.


Adira celingukan melihat adakah orang yang bisa dia tanya atau tidak, namun ternyata Adira menemukan sebuah bel yang ada di dinding pagar. Tanpa berpikir dua kali Adira segera menekan bel tersebut lalu keluarlah seorang laki-laki paruh baya yang merupakan satpam penjaga rumah mewah itu.


" Assalamualaikum mbaknya mau cari siapa ya? " tanya satpam tersebut dengan sopan.


" Waalaikumsalam pak, maaf saya ingin bertanya apakah di rumah ini sedang membutuhkan asisten rumah tangga? " jawab Adira sekaligus bertanya.


Satpam tersebut tidak langsung menjawab, dia melihat dan meneliti penampilan Adira dari atas kepala hingga ujung kaki dan hal itu cukup membuat Adira sedikit tidak nyaman.


" Maaf Mbak saya tidak bermaksud kurang ajar, saya hanya heran Mbak yang cantik ini beneran mau melamar sebagai asisten rumah tangga? " ujar satpam tersebut yang tidak menyangka wanita secantik Adira ingin bekerja sebagai asisten rumah tangga.


" Saya serius pak, bahkan saya amat sangat serius dan bapak tenang aja saya bisa mengerjakan seluruh pekerjaan rumah dan saya juga bisa memasak. " ucap Adira meyakinkan satpam tersebut.


" Ya sudah jika memang Mbak niat ingin kerja, Mbak tunggu di sini sebentar saya masuk ke ke dalam dan bertanya dengan majikan saya dulu. " sahut satpam itu lagi.


" Baik pak saya akan menunggu di sini. " jawab Adira dengan sedikit tersenyum.


" Maaf mbak nama mbaknya siapa? " tanya pak satpam.


" Nama saya Adira pak. "bjawab Adira dengan sopan.


" Oh Mbak Adira, saya Joko satpam di rumah ini dan ayo Mbak ikut saya ke dalam karena ibu ingin bertemu Mbak dulu. " ujar Joko.


" Baik pak Joko. " sahut Adira.


Joko membuka pintu pagarnya lebih lebar lagi kemudian Adira mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Adira sangat terpesona saat melihat rumah mewah yang ada di hadapannya. dilihat dari luar saja sudah sangat indah, apalagi dilihat dari dalam pasti jauh lebih indah.


" Subhanallah Allah rumah ini bagus sekali. " batin Adira mengagumi rumah yang ada di hadapannya.


" Mbak Adira ayo ikut saya masuk ke dalam. " ajak Joko yang sudah menutup pintu pagarnya kembali.

__ADS_1


Joko berjalan terlebih dahulu lalu Adira pun mengikuti di belakangnya. dan sesuai dengan apa yang Adira pikirkan isi dalam rumahnya jauh lebih indah dari yang Adira bayangkan.


" Subhanallah. " hanya kata itu yang terus-menerus Adira ucapkan di dalam hatinya saat melihat betapa indah dan mewahnya rumah tersebut.


" Ayo Mbak Adira lebih cepat lagi, Ibu sudah menunggu di dekat kolam renang. " ucap Joko saat melihat Adira yang berjalan dengan lambat.


" Iya pak Joko maaf Adira jalannya lama. "bsahut Adira yang mempercepat jalannya.


Sebelum sampai ke kolam renang mereka melewati beberapa ruangan dan semua interior ruangan tersebut membuat Adira begitu terkagum.


" Subhanallah rumah ini benar-benar indah sekali, andai Adira bisa punya rumah seperti ini. " ucap Adira di dalam hati.


" Astagfirullah Kamu bicara apa sih Adira, punya rumah seperti ini itu tidak akan pernah mungkin. " batin Adira sambil memukul pelan kepalanya sendiri.


Adira terus mengikuti Joko yang berjalan semakin masuk ke dalam rumah dan akhirnya mereka tiba di halaman belakang.


Di dekat kolam renang Adira melihat ada sebuah taman yang sangat indah, tidak lupa ada juga melihat ada sebuah gazebo yang terletak di tengah taman tersebut. Lagi dan lagi Adira dibuat semakin terpesona dengan rumah ini.


Adira yakin pemiliknya adalah orang yang baik, lemah lembut, dan juga kalem. Adira meyakini hal itu karena dia melihat dari desain dan furniture rumah ini yang terkesan sederhana namun juga sangat indah dan mewah.


" Maaf Ibu ini Mbak Adira yang mau melamar pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di sini. " ucap Joko yang berbicara pada seorang wanita yang sedang duduk sambil membelakangi mereka.


Orang yang Joko panggil ibu meletakkan majalah yang ada di tangannya lalu memutar tubuhnya menjadi berhadapan dengan Joko dan Adira.


" Terimakasih Joko kamu boleh kembali ke pos sekarang. " ucap wanita sang pemilik rumah.


" Siap ibu saya permisi. " ucap Joko dengan sopan dan segera pergi meninggalkan Adira dengan sang pemilik rumah.


Wanita pemilik rumah tersebut melihat penampilan Adira dari ujung kepala sampai ujung kaki sambil menatap Adira dengan tatapan yang tidak Adira mengerti.


Wanita itu belum mengatakan apapun, dia masih terus menatap Adira hingga membuat Adira menjadi salah tingkah.

__ADS_1


__ADS_2