Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 53


__ADS_3

Sampai di pintu depan Adira segera membuka pintunya dan ternyata yang mengetuk adalah ibu mertuanya.


" Lama banget sih. " gerutu Nuryati sambil masuk ke dalam rumah.


" Maaf Bu tadi Adira lagi di dalam kamar jadi sedikit lama. " jawab Adira sembari menutup pintunya kembali.


" Ambilkan Ibu minum dingin sekarang! " titah Nuryati yang mendudukkan dirinya di kursi sofa yang ada di ruang tamu.


" Iya Bu. " jawab Adira yang melanjutkan langkah kakinya menuju ke dapur untuk mengambil air dingin dari dalam lemari pendingin lalu memberikannya pada Nuryati.


" Ini Bu minumnya? " ucap Adira sambil meletakkan segelas air dingin di atas meja.


Nuryati segera meminum air dingin tersebut hingga habis tak bersisa.


" Oh Iya Bu Mas David nya mana? katanya Ibu makan malam dengan Mas David? " tanya Adira yang ikut duduk di kursi tamu tepat di hadapan Nuryati.


" David Ibu tinggal di Mall berduaan sama Aura. " jawab Nuryati tanpa memikirkan bagaimana perasaan Adira.


Adira mencelos mendengar jawaban yang keluar dari mulut Ibu mertuanya.


" Kenapa Ibu tinggal Bu? " protes Adira.


" Memangnya kenapa kalau Ibu tinggal mereka berduaan? lagi pula Ibu memang sengaja supaya mereka bisa lebih dekat jika perlu pun mereka menikah secepatnya. " sahut Nuryati dengan begitu mudahnya.


" Astaghfirullah Ibu kok gitu bicaranya! Mas David itu suami Adira Bu, seharusnya Ibu mendukung pernikahan kami bukannya malah menghadirkan duri dalam rumah tangga kami! " ujar Adira yang sangat terkejut.


" Alah sejak awal David ingin menikahi kamu Ibu memang gak pernah menyetujuinya tapi karena Ibu gak bisa berbuat apa-apa ya sudah akhirnya dengan terpaksa Ibu mengizinkan David menikah. " tutur Nuryati yang lagi-lagi membuat hati Adira sakit.


" Astaghfirullah Ibu tega sekali bicara begitu? apa ibu tidak memikirkan bagaimana perasaan Adira? Kita sama-sama wanita Bu. " sahut Adira yang mulai berkaca-kaca.


" Untuk apa Ibu memikirkan perasaan kamu gak penting, yang terpenting bagi Ibu sekarang bagaiman caranya menyatukan David dan Aura. " seru Nuryati.


" Udah lah Ibu capek mau istirahat, gak ada gunanya bicara sama kamu. " seru Nuryati lagi yang segera melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamar sambil membawa tas dan paper bag belanjaannya.

__ADS_1


" Astaghfirullah Ibu tega sekali. " gumam Adira dan air mata yang sudah memenuhi kelopak matanya langsung luruh dalam satu kali kedipan.


Karena terlalu larut dalam kesedihannya Adira sampai tidak menyadari jika suaminya sudah pulang ke rumah.


" Kamu kenapa menangis sayang? " tanya David membuat Adira terkejut.


" Mas David. " ucap Adira yang langsung menghapus air mata yang mengalir di kedua pipinya.


David berjongkok di depan Adira lalu memegang kedua tangannya dan menatap wajah cantik istrinya.


" Katakan sama Mas kenapa kamu menangis sayang? " tanya David mengulang pertanyaannya.


" Adira sedih Mas ibu tadi bilang sama Adira jika Ibu sengaja meninggalkan Mas dan wanita itu berduaan di Mall dan Ibu berharap semoga Mas dan wanita itu segera menikah. " jawab Adira menjelaskan.


Sebelum menjawab David mencerna ucapan istrinya baik-baik.


" Astaga itu gak mungkin sayang Ibu tadi pulang duluan karena kepala Ibu pusing, lagi pula Mas gak mungkinlah menikah dengan Aura karena Mas sudah memiliki kamu sayang. Apa lagi yang ingin Mas cari coba, wanita yang cantik? Istri Mas juga cantik, wanita yang pinter masak? Istri Mas juga pinter masak, wanita yang Sholehah? Istri Mas juga Sholehah, kamu sudah paket lengkap yang Allah berikan untuk Mas sayang jadi gak semudah itu wanita lain bisa menggantikan posisi kamu. " tutur David sambil terus menggenggam tangan istrinya.


Adira yang tadinya kesal dengan suaminya langsung luluh dan kembali mengukir senyuman saat mendengar pujian yang lontarkan dari bibir yang sedikit tebal milik suaminya.


" Terimakasih ya Mas udah bisa membuat Adira jauh lebih tenang sekarang? " ucap Adira sembari tersenyum manis.


" Sama-sama sayang, oh iya bukannya hari ini kamu gajian ya sayang? " tanya David.


" Iya Mas hari ini Adira gajian dan Mas tau Ibu Hani memberikan Adira gaji 10 juta Mas. " jawab Adira yang masih tetap tersenyum.


" Apa sayang 10 juta? " seru David terkejut.


" Iya Mas 10 juta tapi. " sahut Adira menggantung dan ekspresi wajahnya langsung berubah sedih.


" Tapi apa sayang? Kenapa ekspresi wajah kamu berubah menjadi sedih? " ujar David bertanya.


" Tapi uangnya di ambil Ibu semua Mas dan Adira gak di kasi sedikitpun, padahal rencananya uang itu mau Adira kasi Ibu 4 juta, Bapak dan Ibu di kampung 4 juta, 1 juta untuk Adira dan 1 jutanya lagi untu bersedekah Mas tapi sayang uangnya malah di ambil Ibu semua. " tutur Adira menjelaskan.

__ADS_1


" Astaghfirullah Ibu. " seru David terkejut.


" Kamu ke kamar duluan saja ya sayang? Mas mau temui Ibu dulu siapa tahu Ibu mau mengembalikan uang kamu walaupun tidak sepenuhnya tapi setidaknya kamu masih bisa mendapatkan sebagian dari gaji kamu. " tutur David.


Untuk masalah gaji Adira David percaya 100 persen karena Ibunya memanglah seperti itu, selalu meminta seluruh uang gajinya tanpa menyisakan sedikitpun.


" Ya sudah Mas kalau begitu Adira ke kamar dulu ya? " pamit Adira yang mulai bangkit dari duduknya.


" Iya sayang, setelah dari kamar Ibu Mas akan menyusul kamu ke kamar. " sahut David.


Adira segera melangkahkan kakinya menuju ke kamar mereka, sedangkan David memastikan pintu dan jendela terkunci rapat terlebih dahulu barulah dia segera menuju ke kamar Ibunya.


Tok...


Tok..


Tok...


" Ibu ini David Bu. " ucap David sambil mengetuk pintu kamar Ibunya.


" Ibu buka pintunya Bu, David ingin bicara. " ucap David lagi yang masih tetap mengetuk pintu kamar Ibunya.


Di dalam kamarnya Nuryati sedang membersihkan diri di bawah pancuran shower maka dari itu Nuryati sama sekali tidak mendengar suara putranya.


Selesai membersihkan diri Nuryati membalut tubuhnya dengan handuk setelah itu dia keluar dari dalam kamar mandi untuk mengenakan pakaian tidur.


Namun saat Nuryati keluar dari dalam kamar mandi dia baru mendengar suara putranya yang memanggil.


" Iya David sebentar Ibu sedang memakai pakaian. " teriak Nuryati dari dalam kamarnya.


Walaupun dirinya sudah ditunggu oleh sang putra tetapi Nuryati masih sempat memilih pakaian tidur dengan santai, setelah menemukan yang sesuai Nuryati bukannya segera menemui putranya malahan dia memakai skin care malamnya terlebih dahulu.


Barulah setelah itu Nuryati membuka pintu kamarnya dan Nuryati melihat putranya yang masih menunggu dirinya di depan pintu.

__ADS_1


" Ibu kok lama sekali? " tanya David setelah Ibunya membuka pintu kamarnya.


" Ibu tadi lagi mandi makanya lama, memangnya ada apa David? " jawab Nuryati sembari balik bertanya.


__ADS_2