Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 74


__ADS_3

Keesokan harinya...


Walaupun semalam dirinya baru menikah dengan Aura, tetapi hari ini David memutuskan untuk kembali bekerja. Jam sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi David sudah rapi dengan kemeja lengan panjang berwarna navy yang dipadukan dengan celana bahan berwarna hitam dan dirinya sudah sangat siap untuk berangkat bekerja, namun tidak dengan istrinya Aura masih betah bergelung di balik selimut dan tidak ada pergerakan jika dia akan bangun pagi.


" Huuuuhhh padahal matahari sudah menunjukkan sinarnya tapi dia sama sekali belum bangun dari tidurnya. " David mendesah pelan saat matanya menatap ke arah ranjang di mana istrinya yang masih tertidur pulas.


David mulai melangkah mendekat ke arah ranjang lalu duduk di pinggir rajang sembari membangunkan istrinya.


" Aura bangun Aura. " David membangunkan istrinya sambil menggoyangkan bahunya pelan.


Aura yang sedang tertidur pulas mendadak terganggu saat mendengar suara suaminya, namun bukannya berniat untuk bangun Aura malah menggeliat lalu berbalik memunggungi suaminya dan melanjutkan tidurnya.


" Aura bangun aku akan pergi bekerja Aura. " ucap David yang kembali membangunkan istrinya.


Walaupun sudah dibangunkan sekali lagi tetapi Aura sama sekali tidak berniat untuk membuka matanya dan tetap melanjutkan tidurnya.


" Astaga Aura ayo bangun aku akan pergi bekerja. " ujar David yang berbicara dengan suara yang lebih meninggi.


" Ada apa si David kalau mau pergi kerja ya pergi aja sana, ngapain bangunin aku segala sih! aku masih ngantuk tahu. " sahut Aura namun dia sama sekali tidak membuka kedua matanya.


" Ada apa kamu bilang? Aura, aku itu mau berangkat bekerja seharusnya sebagai seorang istri kamu itu memasak dan menyiapkan sarapan dan juga bekal untuk aku makan siang di kantor bukannya malah asik tidur saja. " jawab David yang sedikit kesal.


Mendengar kata memasak aura langsung bangkit dari tidurnya lalu menatap suaminya dengan tajam.


" Aku ini istri kamu bukan pembantu! jadi jangan pernah sekali-kali kamu meminta aku untuk memasak dan jika kamu lapar suruh Ibu kamu itu masak, jika dia tidak mau silakan pergi beli di luar dan jangan ganggu aku. " bentak Aura lalu kembali berbaring dan melanjutkan tidurnya.


" Bangun kamu Aura jangan kurang ajar kamu ya sama suami! " Hardik David dengan suara yang lebih meninggi lagi.


" Apa lagi si David apa kuping kamu itu tuli, sudah aku bilang kalau kamu mau sarapan suruh Ibu kamu masak atau beli di luar sekalian. " tutur Aura yang kembali membentak suaminya.


" Kurang ajar kamu ya Aura berani kamu bentak suami kamu. " berang David dengan muka yang merah pada menahan emosi.

__ADS_1


Aura yang sudah memejamkan kedua matanya terpaksa harus bangkit kembali, lalu berdiri dengan berkacak pinggang tepat di hadapan suaminya.


" Memangnya kenapa kalau aku membentak kamu? aku ini Aura bukan mantan istri mandulmu itu yang selalu mengangguk dan patuh setiap kali kalian perlakukan dengan buruk. " hardik Aura sambil menunjuk wajah David.


Emosi David semakin memuncak tinggi mendengar ucapan istrinya yang sangat kurang ajar dan tidak ada sopan santunnya sedikit pun, secara tiba-tiba David langsung bangkit berdiri lalu tangannya naik ke atas dan bersiap ingin menampar pipi Aura.


" Mau apa kamu David mau tampar aku! silakan tampar David tampar! " ucap Aura dengan berani sambil mengarahkan pipi kanannya mendekat ke arah David.


Aaaarrrggghhh....


Praaangg...


David menggeram sambil mengambil lampu tidur yang ada di belakang Aura, lalu melemparnya ke dinding hingga pecah berantakan.


Aaaakkkhhh...


Aura berteriak sambil menutupi seluruh wajahnya dengan tangan karena pecahan dari lampu tidur tersebut hampir mengenai wajahnya.


David yang tidak ingin membuat emosinya semakin memuncak yang akan berakibat buruk pada mood kerjanya nanti, memilih keluar dari dalam kamar sambil membawa tas kerjanya.


" Jangan lupa kamu bersihkan pecahan lampu itu atau kamu akan tahu akibatnya. " ucap David yang berbicara di tengah ambang pintu tanpa melihat ke arah Aura sedikit pun.


setelah mengatakan hal itu, David lanjut melangkah dan bertemu dengan ibunya yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.


Saat berpapasan dengan putranya, Nuryati menatap dengan bingung saat melihat wajah David yang merah padam serta giginya yang saling bergemelutuk.


" Kamu kenapa David apa kamu bertengkar dengan Aura? " ucap Nuryati yang mencoba mengajak putranya untuk berbicara.


" Ibu tanyakan saja pada menantu idaman Ibu itu, aku pergi dulu. " jawab David yang lanjut melangkahkan kakinya keluar dari dalam rumah.


Sedangkan di dalam kamar....

__ADS_1


" Enak saja dia nyuruh aku untuk membereskan ini semua memangnya aku pembantu apa! kalau dia mau bereskan saja sendiri. " ucap Aura yang kembali naik ke atas ranjang untuk melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda.


Walaupun dirinya habis bertengkar dengan suaminya, tetapi Aura biasa saja dan menganggapnya angin lalu dan dia sama sekali tidak takut dengan ancaman David.


" Astaga Aura kenapa lampu tidurnya bisa pecah seperti ini? " ucap Nuryati dengan suara yang lantang saat masuk ke dalam kamar Aura dan juga David.


Aura yang baru saja akan terbang ke alam mimpinya terpaksa kembali membuka matanya saat mendengar suara Ibu mertuanya yang cempreng menurut Aura.


" Ada ada apa sih Bu, berisik banget sih? lain kali kalau mau masuk kamar orang itu ketuk pintu dulu jangan asal main masuk aja nggak sopan banget sih. " pekik Aura dengan muka yang kesal.


" Hei Aura ini rumah Ibu, jadi jangan berani-beraninya kamu ngatur-ngatur Ibu ya? " sungut Nuryati yang tidak terima sambil berkacak pinggang.


" Ini memang rumah Ibu tetapi kamar ini adalah area privasiku dan juga David, Jadi Ibu tidak bisa main masuk sembarangan ke kamar ini tanpa seizin ku. " sahut Aura dengan berani.


" Berani kamu melawan Ibu ya? " bentak Nuryati sambil melotot tajam ke arah aura.


Bukannya takut Aura justru semakin mendekat ke arah Ibu mertuanya, sambil melipat kedua tangannya di dada dan mengangkat sedikit dagunya menantang.


" Memangnya kenapa kalau aku melawan? aku Aura bukan Adira, mantan menantu sampah yang selalu diam saat Ibu injak-injak seperti ini. " hardik Aura tanpa rasa takut sedikit pun.


Nuryati yang pada dasarnya bukanlah orang yang pandai menahan emosi, langsung mengangkat tangan kanannya ke udara dan melayangkan tamparan ke pipi Aura.


Plaaakkk...


Nuryati menampar pipi Aura dengan sangat keras hingga kelima jarinya bertepak di pipi mulus milik Aura. Tidak terima diperlakukan seperti itu Aura balas menampar pipi Nuryati dengan tenaga yang lebih kuat lagi.


Plaaaaaaakkk...


Aura menampar pipi Nuryati sampai kepalanya bergerak ke arah samping dan kelima jarinya bercap di pipi putih Nuryati yang sudah mulai dipenuhi dengan keriput.


" Dengar ya ibu Nuryati yang terhormat, aku bukan wanita lemah seperti Adira yang dapat Ibu tindas dan Ibu perlakukan dengan sesuka hati, jika kamu ingin melakukan hal itu padaku sepertinya anda salah lawan Ibuku tersayang. " ucap Aura sambil mengelus lembut pipi Nuryati yang memerah dengan jari telunjuknya.

__ADS_1


Belum sempat Nuryati membalas perkataan Aura, Aura sudah keluar dari dalam kamar setelah mengambil ponsel, dompet, dan kunci mobilnya lalu melangkah dengan cepat meninggalkan rumah tersebut.


__ADS_2