
Di dalam mobil taksi online...
" Kira-kira Ibu marah nggak ya Mas? " ucap Adira yang menyampaikan kekhawatirannya.
" Kamu tenang saja Mas sudah menjelaskannya pada ibu dan insya Allah Ibu tidak akan marah. " sahut David yang menenangkan istrinya.
" Alhamdulillah jika Ibu tidak marah Mas. " ujar Adira sembari menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
Tidak terasa Setelah beberapa jam berada di dalam mobil akhirnya mereka tiba di rumah orangtua David. Sang sopir taksi online langsung menghentikan laju mobilnya tempat di depan rumah yang tidak terlalu besar milik orangtua David.
Dari dalam mobil Adira dapat melihat sang ibu mertua yang sedang duduk di teras rumah sambil terus memperhatikan mereka. David segera mengajak Adira untuk langsung turun dari dalam mobil setelah membayar ongkos taksi online tersebut.
" Ayo sayang kita turun? " David mengajak istrinya sambil menggenggam tangan istrinya dengan lembut.
Jantung Adira berdetak dengan sangat kencang saat langkah kakinya semakin mendekat ke arah teras di mana sang ibu mertua sedang menunggu dengan ekspresi wajah yang tidak dapat Adira tebak.
" Assalamualaikum. " ucap David dan Adira di saat mereka mulai menampakkan kakinya di teras rumah.
" Waalaikumsalam. " jawab Nuryati dengan ekspresi wajah yang langsung berubah menjadi tersenyum lebar dan langsung berhambur memeluk Putra kesayangannya.
Adira hanya bisa diam sambil terus memperhatikan ibu dan anak yang sedang berpelukan sembari melepaskan rindu setelah satu minggu tidak bertemu.
" Eh kalian sudah sampai. " ucap Laila yang langsung menghampiri Adira dan memeluknya.
" Yang berpelukan sudah seperti satu tahun lamanya tidak bertemu, padahal baru satu minggu. " Sindir Sinta yang berdiri di belakang Laila.
Merasa tersindir Nuryati segera melepas pelukannya dari tubuh sang putra.
" Kamu ini berisik sekali sih, Ya wajar dong jika Ibu memeluk David ibu kan merindukan putra ibu . " ucap Nuryati membalas sindiran dari putrinya.
" Assalamualaikum Ibu. " Sapa Adira yang langsung mencium punggung tangan Nuryanti.
" Wa'alaikumsalam." Nuryanti menjawab dengan singkat.
Nuryati langsung menggandeng tangan putranya masuk ke dalam rumah tanpa mengajak Adira. David pun langsung mengikuti ibunya tanpa mengajak istrinya juga.
" Astaghfirullah. " gumam Adira dengan pelan.
__ADS_1
" Maafin ibu ya Adira? " ucap Sinta yang merasa tidak enak hati.
" Gak apa apa kok mbak. " Adira menjawab seraya tetap tersenyum.
" Keterlaluan kamu David bukannya ngajakin istrinya masuk malah main ngikut ibunya aja. " sungut Laila yang geram melihat kelakuan keponakannya.
" Ayo kita masuk Adira? " ajak Sinta.
Adira segera membawa tas baju miliknya yang tadi di tinggalkan oleh sang suami. Adira langsung digandeng oleh Sinta dan Laila untuk masuk ke dalam rumah.
Sesampainya di dalam rumah Adira melihat sang suami yang sedang asik makan bersama ibunya.
" Astaga ada yang lupa jika sudah punya istri. " sindir Laila ketika mereka sudah tiba di ruang makan.
Dalam sekejap David langsung menghentikan suapannya.
" Astaghfirullah, maaf sayang mas lupa. " ucap David sedangkan Adira hanya tersenyum palsu.
" Mbak Sinta bisa minta tolong tunjukkan Adira dimana kamarnya? soalnya kepala Adira sedikit sakit mbak. " pinta Adira.
" Ayo mbak biar mbak tunjukkan. " sahut Sinta.
" Kamu mau kemana David? habiskan dulu makanannya ibu sengaja loh membelikan makanan yang sangat lezat ini spesial untuk kamu. " ujar Nuryati yang mencegah putranya untuk pergi.
" Tapi Bu... " ucap David yang tertahan karena Laila sudah keburu memotong ucapannya.
" Lebih baik kamu ikuti saja apa kata ibu kamu, bukannya sejak di depan tadi kamu sudah melupakan Adira? bulek sama Sinta masih bisa mengantar Adira ke kamar. " timpal Laila yang kembali menggandeng tangan Adira lalu segera menuju ke kamar David yang terletak di sebelah kamar Nuryati.
" Sayang. " David memanggil dan ingin menyusul istrinya tapi dengan cepat di cegah oleh Nuryati.
" Habiskan dulu makanannya David. " titah Nuryati yang kembali menambahkan nasi dan rendang daging di atas piring putranya.
Sedangkan David sudah tidak lagi fokus pada makanan yang ada di piringnya, karena tatapan mata David terus menatap ke arah istrinya yang sedang berjalan menuju ke kamar.
" Sudah jangan di lihatin terus, habiskan makanannya ibu juga sudah membelikan puding kesukaan kamu. " ucap Nuryati.
Dengan terpaksa David menghabiskan makanannya karena tidak ingin membuat ibunya kecewa, namun makanan yang tadinya terasa sangat lezat di lidahnya sekarang sudah berubah menjadi hambar.
__ADS_1
" Bodoh banget sih, kenapa aku bisa sampai melupakan Adira coba. " batin David yang merutuki kebodohannya sendiri.
" Adira ini dia kamar kamu dan David. " ucap Sinta seraya membuka pintu kamar tersebut.
" Nanti kamu susun saja pakaian milikmu di dalam lemari yang ada di kamar David, tentang yang tadi tidak usah kamu pikirkan ya? mbak yakin David tidak sengaja melupakan kamu." ucap Sinta lagi.
" Iya mbak nggak apa-apa kok lagi pula itu hanya masalah kecil. " sahut Adira seraya tersenyum simpul.
" Syukurlah, kalau begitu Mbak dan bule tinggal dulu ya? Sebaiknya kamu langsung istirahat. " ujar Sinta yang segera pergi bersama Laila meninggalkan Adira di dalam kamar sendirian.
Setelah Sinta dan Laila pergi Adira segera menutup pintu kamar lalu mulai menyusun pakaiannya ke dalam lemari yang ada dalam kamar itu.
Di saat Adira sedang menyusun pakaiannya tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan terlihat suaminya yang masuk ke dalam kamar lalu memeluk tubuh Adira dari belakang.
" Sayang mas minta maaf soal yang tadi ya? mas tidak sengaja melupakan kamu? " ucap David yang semakin mengeratkan pelukannya di tubuh sang istri.
" Padahal baru saja kita sampai di rumah ibu tapi mas sudah lupa dengan Adira? untung ada Mbak Sinta dan bulek Laila yang mengajak Adira masuk, jika mereka tidak ada mungkin sampai malam Adira akan terus berada di luar tanpa dipersilakan masuk ataupun diajak masuk. " tutur Adira sambil melepas pelukan sang suami di tubuhnya.
" Mas mengaku salah sayang Mas minta maaf? mas janji tidak akan begitu lagi? kamu jangan marah lagi ya? " ucap David yang berjalan mengikuti sang istri.
" Adira gak marah sama Mas, Adira hanya kecewa bisa bisanya mas langsung masuk begitu saja tanpa mengajak Adira, bahkan tas pakaian milik Adira mas tinggalkan begitu saja di depan teras. " sahut Adira yang segera mengambil handuk dan pakaian ganti miliknya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Selama istrinya mandi David hanya duduk di atas ranjang sembari terus menatap pintu kamar mandi yang tertutup. Namun tidak lama telinga David mendengar suara orang mengetuk pintu kamarnya dan tidak lama terdengar juga suara ibunya yang memanggil.
Tok...
Tok...
Tok...
" David ini ibu nak? " ucap Nuryati sambil mengetuk pintu kamar putranya.
" Iya Bu, sebentar. " David menjawab sembari melangkahkan kakinya membuka pintu kamar.
" Ada apa ibu? apa ibu membutuhkan bantuan David? " ucap David dengan tutur kata yang lembut.
" Ibu sedang tidak membutuhkan bantuan apapun, ibu hanya ingin mengajak kamu makan puding kesukaan kamu ayo? " ajak Nuryati sambil menarik tangan putranya.
__ADS_1
" Nanti saja ya Bu aku makan pudingnya bareng Adira, Adira sedang mandi. " David menolak secara halus.