Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 22


__ADS_3

" Terus kenapa kamu mau mengerjakannya? " lagi lagi Laila bertanya.


" Memangnya Adira bisa menolak bulek. " ujar Adira.


" Ah kamu benar juga, jika kamu menolak pasti ibu mertuamu itu akan memberikan kamu pekerjaan yang lebih berat. " sahut Laila.


" Maka dari itu walaupun lelah tetap Adira mengerjakannya bulek daripada nanti Ibu semakin marah. "


" kalau begitu ayo Bulek bantu? nggak tega Bulek melihat kamu mencuci pakaian sebanyak ini. " ucap Laila yang menggulung lengan baju dan juga celana yang dia gunakan.


" Nggak usah bulek, nanti pakaian bulek jadi basah, lagi pula Adira tidak mau merepotkan. " ujar Adira menolak bantuan dari Laila.


" Sudah tidak apa-apa Adira, Bulek yakin kamu pasti lelah dan belum makan siang kan ? " tutur Laila yang mengambil alih pekerjaan Adira.


" hehehe Bulek tahu aja. " ucap Adira yang tertawa kecil sambil menampilkan giginya yang putih.


" Makanya jangan sok jual mahal, ayo kita selesaikan pekerjaan ini setelah itu kita pergi ke rumah Sinta. " titah Laila.


" Nemangnya kita mau ngapain ke rumah Mbak Sinta Bulek? " Adira bertanya karena dia lupa dengan janjinya.


" Gini nih kalau orang sudah kebanyakan kerja tapi lupa istirahat , bukannya semalam kamu sudah janji akan pergi ke rumah Sinta. " ucap Laila mengingatkan.


" Astagfirullah hampir aja Adira lupa bulek untung Bulek Ingatkan, jika tidak Adira pasti lupa dan jadi tidak enak dengan Mbak Sinta . " sahut Adira sambil membilas pakaian yang sudah dicuci oleh Laila.


" Makanya ayo cepat selesaikan Sinta sudah memasak makanan yang enak. " ujar Laila.


Setelah itu Laila dan Adira bekerja sama mencuci pakaian tersebut hingga seluruh pakaian yang tadi diberikan oleh Nuryati selesai di cuci dan dijemur oleh mereka.


" Alhamdulillah, Akhirnya selesai juga . " ucap Laila sambil memijat pinggangnya yang terasa pegal.


" Terimakasih banyak ya bulek , bulek sudah mau membantu Adira mencuci pakaian ibu? " ucap Adira merasa senang karena pekerjaannya terasa lebih ringan dan cepat selesai berkat bantuan dari Laila.


" sama-sama sekarang Kamu buruan mandi Bulek pun mau mandi lagi setelah itu kita pergi ke rumah Sinta bersama-sama. " titah Laila sambil melangkahkan kakinya meninggalkan area belakang.

__ADS_1


" Iya Bulek, sekali lagi terima kasih banyak ya Bulek? " Amsahut Adira yang mengantarkan Laila hingga ke depan teras.


" Ya sudah, kamu buruan masuk Bulek mau pulang dulu, Assalamualaikum. " ucap Laila yang mulai melangkahkan kakinya menuju ke rumahnya.


" Waalaikumsalam. " sahut Adira yang kembali masuk ke dalam menuju ke kamarnya.


Baru saja Adira ingin masuk ke dalam kamar mandi, Adira mendengar suara lantang sang ibu mertua yang berteriak memanggil namanya.


" Adira. " Nuryati berteriak dari ruang keluarga.


" Adiraaaa. " Nuryati berteriak lebih kencang lagi karena Adira belum terlihat batang hidungnya.


" Iya Bu ada apa? " ucap Adira yang berlari tergopoh-gopoh menuju ke ruang keluarga di mana Nuryati berada.


" Ada apa kamu bilang? Memangnya matamu sudah buta? Apa kamu tidak melihat ruang keluarga ini penuh dengan sampah cepat bersihkan Ibu mau tidur, ketika Ibu bangun nanti jangan sampai ada satu kulit kacang pun yang tertinggal di ruang keluarga ini. " titah Nuryati yang berbicara sambil berkacak pinggang.


" Iya Bu. " jawab Adira sambil berusaha mengatur emosinya agar tidak meledak.


" Oh iya jangan lupa bersihkan meja makan jangan sampai ada satu ekor semut pun gara-gara kamu tidak membersihkan meja makan . " ucap Nuryati yang segera berlalu meninggalkan ruang tamu menuju ke dalam kamarnya lalu menguncinya dari dalam.


" Sabar Adira, sabar Adira , sabar Adira , sabar Adira. " Adira mengucapkan kata itu berulang kali guna untuk mensugesti dirinya sendiri.


Adira yang mengingat jika dia sudah memiliki janji, segera mengerjakan apa yang diperintahkan oleh ibu mertuanya, setelah itu Adira kembali ke dalam kamar untuk membersihkan diri.


Sebelum membersihkan diri Adira mengirim pesan ke suaminya terlebih dahulu.


" Mas Adira izin ke rumah Mbak Sinta ya? karena semalam Adira sudah berjanji. " tulis Adira lalu mengirim pesan pada suaminya.


Sambil menunggu balasan dari sang suami Adira lanjut pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai membersihkan diri Adira lanjut mengerjakan sholat Zuhur yang tertunda.


Selesai salat Adira kembali mengecek ponselnya apakah ada balasan dari sang suami atau tidak. Dan saat Adira membuka ponselnya tidak lama masuk notifikasi balasan pesan dari suaminya.


" Boleh sayang, tapi usahakan sebelum Mas pulang kerja kamu sudah ada di rumah ya sayang. " tulis David pada pesan yang dikirimkan ke istrinya.

__ADS_1


" Terimakasih ya Mas, Insya Allah sebelum Mas pulang ke rumah Adira pasti sudah ada di rumah. " tulis Adira lalu kembali mengirimkannya kepada suaminya.


Karena tidak ada balasan dari sang suami, akhirnya Adira meninggalkan ponselnya di dalam kamar lalu mengunci pintu kamarnya dan segera keluar dari dalam rumah. Saat Adira keluar bertepatan dengan Laila yang juga baru saja muncul.


" Ayo kita berangkat sekarang Adira, dari tadi Sinta sudah menghubungi bulek terus. " ucap Laila.


" Ayo bulek. " sahut Adira.


Adira dan Laila melangkahkan kaki bersama menuju ke rumah Sinta yang tidak terlalu jauh.


" Oya Adira bulek mau tanya jadi yang membersihkan kulit kacang di depan ruang keluarga siapa? " ujar Laila bertanya.


" Sepertinya tidak perlu Adira jawab bulek sudah tau jawabannya. " ucap Adira seraya tersenyum manis.


" Huuh... mbak Yati keterlaluan. " sungut Laila.


" Tapi Adira boleh bertanya sesuatu gak bulek? " ujar Adira yang bertanya dengan ekspresi wajah yang serius.


" boleh , memangnya apa yang ingin kamu tanyakan Adira? " jawab Laila.


" Sebelumnya Adira minta maaf ya Bulek? Jika Adira boleh tahu sifat dan karakter ibu memang seperti itu ya dari dulu? " ujar Adira bertanya.


" Tidak apa-apa Adira, tapi Bulek hanya bisa memberitahu kamu sedikit saja, karena yang berhak untuk menjelaskan semua itu adalah David suami kamu.. " ucap Laila.


" Iya tidak apa-apa bule, Adira hanya penasaran saja. " sahut Adira.


" Sepengetahuan bulek sifat dan karakter Mbak Yati semakin berubah semenjak dirinya mengetahui jika suaminya yang bekerja di Kalimantan sudah menikah lagi dengan seorang gadis dan sudah memiliki satu orang anak. " tutur Laila menjelaskan.


" Astaghfirullah. " ucap Adira yang terkejut saat mendengar penjelasan dari Laila.


" Tapi sekali lagi Bulek hanya bisa menjelaskan sampai di situ saja karena selebihnya biar David yang akan menjelaskan, tapi kalaupun David tidak menjelaskan lambat laun kamu pasti akan tahu dengan sendirinya. " ujar Laila yang berbicara sambil tersenyum.


" Oh iya bulek rumah mbak Sinta masih jauh ya? " ujar Adira yang membuat Laila tersadar.

__ADS_1


" Astaghfirullah, kita kelewatan Adira. " ucap Laila yang secara spontan menarik tangan Adira berputar balik.


" Astaga Adira-Adira terlalu asik bercerita sampai tidak sadar kalau rumah Sinta sudah terlewat. ". ucap Laila lagi sambil tertawa kecil dan Adira pun jadi ikut tertawa juga.


__ADS_2