Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 32


__ADS_3

Setelah makan siang Adira mengambil perlengkapan yang tadi dibelinya di fotocopy lalu membawanya ke ruang tamu.


Dengan tangan halusnya Adira mulai menulis surat lamaran pekerjaan dimulai dari kata demi kata hingga membentuk sebuah kalimat yang dia tulis di atas selembar kertas HVS.


Selesai menulis surat lamaran pekerjaan itu, Adira turut melampirkan beberapa dokumen pendukung untuk melengkapi surat lamarannya tersebut lalu ia satukan menggunakan paper clip. Setelah itu Adira memasukkannya semuanya ke dalam sebuah map coklat.


" Alhamdulillah akhirnya selesai juga. " ucap Adira sambil memandangi map coklat yang ada di atas meja.


Saat Adira melihat jam yang ada di dinding waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 siang.


" Sepertinya waktunya masih cukup untuk mengantarkan surat lamaran pekerjaan ini ke kos-kosannya Lila. " ucap Adira.


Tidak ingin membuang-buang waktu, Adira segera merapikannya mejanya kembali lalu dia segera menuju ke dalam kamarnya untuk mengambil dompet milikinya.


Adira segera berlalu dari dalam rumahnya menyusuri jalan untuk mencari angkutan umum yang lewat, namun 10 menit lamanya Adira menunggu tetapi tidak ada satupun angkutan umum yang lewat. Akhirnya Adira memilih untuk naik sebuah becak bermotor menuju kos-kosannya Lila.


Beruntung kos-kosan Lila masih berada di daerah yang sama dengan Adira, jadi hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit bagi Adira untuk tiba di kos-kosannya Lila. Saat berada di jalan Adira sudah menghubungi Lila terlebih dahulu sehingga saat Adira sampai Lila sudah menunggu di depan pintu kamar kosnya.


" Adiraaaaa. " ucap Lila yang berlari menghampiri Adira yang baru saja turun dari becak.


Tanpa mengucapkan salam Lila langsung memeluk Adira Karena dia sudah terlalu rindu dengan teman baiknya itu.


" Assalamualaikum Lila. " ucap Adira sambil membalas pelukan Lila.


" Hehehe waalaikumsalam Adira. " jawab Lila sambil tertawa cengengesan.


Lila langsung melepas pelukannya dan mengajak Adira untuk mampir ke dalam kamar kosannya.


" Ayo kita masuk ke dalam Adira. " ajak Lila dan Adira pun mengangguk setuju,


Lalu mereka bersama-sama melangkahkan kakinya masuk ke dalam kos Lila.

__ADS_1


" Silakan duduk Adira kamu tunggu di sini dulu ya! aku buatin kamu minuman dulu. " ucap Lila yang langsung meninggalkan Adira yang sedang duduk di atas karpet.


Lila kembali melangkahkan kakinya menuju ke dapur mungil yang ada di dalam kamar kosnya, setelah membuatkan satu gelas jus alpukat Lila segera membawa jus alpukat itu dan meletakkannya di depan Adira.


" Silakan diminum Adira maaf ya aku cuman ada ini." ucap Lila yang merasa tidak enak hati.


" Terimakasih banyak Lila, ini saja sudah lebih dari cukup. " ujar Adira.


" Syukurlah, oh iya mana surat lamaran pekerjaannya. " pinta Lila.


Adira segera menyerahkan map coklat yang tadi di bawanya, dan Lila pun segera membuka map coklat tersebut lalu melihat apakah surat lamaran pekerjaan Adira sudah lengkap atau masih ada yang kurang.


" Ok semuanya udah lengkap besok pagi surat lamaran kamu ini akan langsung aku bawa, jika nanti kamu diterima kamu pasti langsung akan mendapatkan telepon. " tutur Lila sambil menyimpan surat lamaran milik Adira di atas nakas yang ada di samping tempat tidurnya.


" Terimakasih banyak ya Lila kamu udah mau membantu Adira. " ucap Adira tersenyum senang.


" Sama-sama, kamu jangan kebanyakan bilang terimakasih ah, karena apa yang aku lakukan sekarang tidak sebanding dengan apa yang kamu lakukan dulu padaku. " sahut Lila.


" Kamu ini masih aja ingat yang itu. " ujar Adira lalu meminum jus alpukat tersebut.


" Alhamdulillah kalau kamu suka, ayo buruan dihabiskan aku sengaja loh membuatkannya khusus untuk kamu. " sahut Lila sambil tersenyum.


Karena rasanya yang memang enak sekali dalam 3 kali tegukkan satu gelas jus alpukat tersebut sudah berpindah ke dalam perut Adira.


Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 03.30 sore dan sudah waktunya bagi Adira untuk pamit pulang karena dia harus memasak untuk makan malam.


" Lila Adira pamit pulang dulu ya? "pamit Adira.


" Yah kok cepat banget sih aku masih kangen tahu sama kamu. " ucap Lila yang masih menginginkan Adira berada di kos-kosannya lebih lama lagi.


" Maaf ya Lila ini sudah sore Adira harus memasak untuk makan malam, lagi pula sebentar lagi suami Adira pulang. " tutur Adira menjelaskan.

__ADS_1


" Iya udah deh kalau begitu kamu hati-hati ya di jalan. " ujar Lila yang akhirnya mengizinkan Adira pulang.


" Iya Lila kalau begitu Adira permisi dulu ya Assalamualaikum. " pamit Adira yang segera berlalu dari dalam dalam kamar kos Lila.


Lila pun mengantar Adira hingga ke pinggir jalan dan menemani Adira hingga Adira naik becak bermotor yang akan mengantarkannya pulang.


" Assalamualaikum. " ucap Adira saat masuk ke dalam rumah ibu mertuanya.


" Udah mulai liar kamu sekarang ya? " ujar Nuryati yang sedang berdiri di dekat ruang tamu sambil melipat kedua tangannya di dada.


" Maaf Bu Adira bukannya liar, tadi Adira mengantarkan surat lamaran pekerjaan ke kos-kosannya Lila. " tutur Adira menjelaskan.


" Aalah alasan saja kamu bisanya, awas ya kalau kamu berani macam-macam Ibu pastikan David akan segera menceraikan kamu. " ucap Nuryati sambil menunjuk-nunjuk wajah Adira.


" Astagfirullah ibu enggak boleh ngomong seperti itu Bu pamali. " sahut Adira yang spontan terkejut saat mendengar ucapan Ibu mertuanya.


" Kamu itu masih kecil nggak usah sok-sokan ngajarin ibu, Ibu lebih tahu segalanya dari kamu. Udah sama kamu masuk beresin kamar ibu habis itu masak. " titah Nuryati.


" iya Bu. " Adira menjawab dengan patuh lalu dia pun segera berlalu dari hadapan Ibu mertuanya dan masuk ke dalam kamarnya sendiri, setelah itu mulai menjalankan rutinitas sore harinya seperti biasa.


Malam harinya...


Selesai menonton televisi bersama Adira dan suaminya David masuk ke dalam kamar mereka, di dalam kamar Adira sedang duduk bersandar di headboard ranjang sementara David merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan kepalanya yang berbantalkan paha sang istri.


" Sayang apa benar kata ibu tadi kamu pergi? " David bertanya sambil menatap wajah istrinya dari bawah.


" Iya Mas maaf yah? Adira tidak meminta izin sama mas karena saat Adira hubungi ponsel Mas mati jadi Adira langsung pergi saja. " jawab Adira sambil balik menatap wajah suaminya.


" jika Mas boleh tahu memangnya kamu pergi ke mana sayang? " ujar David yang kembali bertanya.


" Adira sudah mendapatkan info lowongan pekerjaan Mas, jadi tadi Adira ke fotocopy untuk membeli perlengkapan yang Adira butuhkan. Selesai membuat surat lamaran pekerjaan Adira mengantarkannya ke kos-kosannya Lila. " tutur Adira menjelaskan agar suaminya tidak salah paham.

__ADS_1


" Siapa Lila sayang? " tanya David.


"Oh iya Adira lupa, Lila itu teman Adira semasa SMA Mas, dan kebetulan Lila bekerja di sebuah pabrik dan katanya pabrik tersebut sedang membutuhkan karyawan. Ya udah Adira coba aja buat surat lamaran ke sana siapa tahu diterima. " jawab Adira menjelaskan.


__ADS_2