Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 40


__ADS_3

" Siapa nama kamu? " tanya sang pemilik rumah yang tidak lain dan tidak bukan adalah Hani teman arisan Nuryati.


" Nama saya Adira Bu. " jawab Adira sopan dengan kepala yang sedikit menunduk.


Hani adalah seorang janda berusia 55 tahun dengan satu orang putra yang saat ini tinggal berjauhan dengannya.


Hani seorang pengusaha sukses di bidang properti yang sangat kaya raya, namun sekarang semua perusahaan miliknya sudah diserahkan dan dikelola oleh putra semata wayangnya yang saat ini sedang menetap di Jakarta.


Sejak usianya memasuki kepala 5 putranya sudah tidak lagi mengizinkan Hani untuk bekerja, maka dari itu Hani mencari kegiatan lain salah satunya dengan ikut arisan yang sama dengan Nuryati.


Di rumah yang mewah itu Hani tinggal hanya seorang diri dengan asisten rumah tangganya, putranya jarang sekali berkunjung karena kesibukan yang dia miliki. Karena terlalu sibuk putranya belum juga menikah padahal usianya udah menginjak kepala 3.


Sudah dua Minggu ini asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Hani mengundurkan diri karena faktor usia yang sudah semakin tua. Hani sudah mencari penggantinya bahkan sebelum sang asisten rumah tangga berhenti namun belum ada satu pun yang cocok dengan Hani hingga ini.


Lagi-lagi Hani masih menatap Adira dari atas kepala hingga ujung kaki.


" Kamu yakin mau kerja jadi asisten rumah tangga di sini? " tanya Hani.


" Yakin Bu. " jawab Adira dengan sopan.


" Apa kamu bisa mengerjakan pekerjaan rumah? " Hani kembali melontarkan pertanyaan karena Hani sedikit ragu saat melihat penampilan Adira.


" Insyaallah Bu, Adira bisa mengerjakan seluruh pekerjaan rumah bahkan memasak pun Insyaallah Adira bisa. " jawab Adira dengan lancar.


" Bener kamu yakin mau kerja sebagai asisten rumah tangga? " lagi-lagi Hani melontarkan pertanyaan yang sama karena dia masih sangat ragu saat melihat Adira.


" Insyaallah Adira sangat yakin Bu, Ibu bisa tes dulu jika Ibu ragu. " sahut Adira.


" Oke kamu ikut saya, kita ke dapur saya akan tes kamu memasak, karena saya butuh asisten rumah tangga yang bisa memasak juga. " tutur Hani yang mulai bangkit dari duduknya lalu melangkahkan kakinya terlebih dahulu.


Adira pun ikut melangkahkan kakinya mengikuti Hani yang berjalan menuju ke area dapur. Adira kembali di buat terkagum saat melihat area dapur milik Hani seluruh dapur Hani diisi dengan berbagai macam peralatan yang canggih dan juga modern, Adira belum pernah melihat yang seperti itu.


" Kamu pernah memakai kompor seperti ini? " Tanya Hani saat mereka sudah tiba di depan kompor.


" Belum pernah Bu. " jawab Adira sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan.

__ADS_1


" Oke kamu ke sini saya akan ajarkan kamu cara menggunakannya. " ujar Hani.


Adira mendekat ke arah Hani dan Hani pun langsung menjelaskan cara menggunakan kompor tersebut. Beruntung Adira termasuk wanita yang pintar jadi Adira dengan mudah menangkap penjelasan dari Hani.


" Semua bahan masakan ada di dalam lemari pendingin, saya minta kamu masakkan saya ikan gurame asam manis. " Titah Hani yang langsung duduk di kursi yang ada di area dapur.


Adira mulai mengambil bahan masakan yang dia butuhkan lalu membawanya ke meja dapur. Adira mulai mengolah bahan masakan tersebut menjadi masakan yang di inginkan oleh Hani.


Hani terus memperhatikan Adira yang sedang serius memasak.


" Harum banget masakannya sepertinya enak. " gumam Hani saat indra penciumannya menghirup aroma masakan Adira yang memang sangat harum dan membuat perutnya jadi keroncongan.


Adira yang memang sudah terbiasa memasak dengan gampangnya bahan masakan tadi sudah berubah menjadi menu masakan ikan gurame asam manis. Adira segera meletakkan hasil masakannya di atas piring lalu menyerahkannya pada Hani.


" Ini Bu ikan gurame asam manisnya sudah siap." ucap Adira sambil meletakkan hasil masakannya di atas meja tepat di hadapan Hani.


" Masakanmu harum sekali Adira. " puji Hani.


" Terimakasih Bu, semoga Ibu suka ya sama rasanya. " sahut Adira sembari tersenyum manis.


Dengan sigap Adira mengambilkan sendok dan garpu untuk Hani makan, Hani cukup terkesima dengan kesigapan yang Adira miliki.


" Ini sangat enak sekali Adira, saya sangat menyukai nya. " Hani memuji lagi hasil masakan Adira.


" Alhamdulillah jika Ibu menyukai masakan saya. " jawab Adira dengan senyum yang mengembang lebar di wajah cantiknya.


" Apa Ibu membutuhkan Nasi? " tawar Adira.


" Boleh Adira tolong ambilkan ya? " pinta Hani.


Adira langsung mengambil piring dan menyendokkan nasi hangat yang baru di ambilnya dari dalam rice cooker.


" Ini Bu nasinya. " ucap Adira yang meletakkan sepiring nasi hangat di depan Hani berdampingan dengan gurame asam manisnya.


Tanpa membuang waktu lebih lama lagi Hani langsung memakan hasil masakan Adira dengan begitu lahapnya. Adira semakin mengembangkan senyum bahagianya saat melihat Hani yang sedang makan.

__ADS_1


Tidak lupa Adira juga mengambilkan satu gelas air putih untuk calon majikannya itu.


" Alhamdulillah. " ucap Hani di saat dirinya baru saja selesai makan.


" Masakanmu enak sekali Adira saya sampai kekenyangan. " puji Hani lagi sambil mengusap perutnya yang sedikit membuncit.


" Terimakasih banyak Bu atas pujiannya, jadi saya di terima bekerja di sini atau tidak? " ujar Adira bertanya dengan jantung yang berdetak dengan kencang karena takut jika dia tidak akan di terima kerja.


" Kamu saya terima kerja di sini Adira. " ucap Hani dengan tersenyum.


" Alhamdulillah. " sahut Adira yang langsung memanjatkan syukur karena sudah di terima bekerja.


" Terimakasih banyak Bu, terimakasih banyak sudah menerima saya bekerja di sini. " ucap Adira seraya tersenyum lebar dan kali ini terlihat jelas raut wajah bahagianya.


" Sama-sama tapi kamu bisa menginap di sini kan? " tutur Hani membuat Adira langsung terdiam.


" Bagaimana Adira kamu bisa kan? " Hani mengulang pertanyaannya sekali lagi.


" Maaf Bu, tapi kalau pulang hari bisa gak? soalnya Adira tinggal dengan ibu mertua, jadi gak enak jika Adira harus menginap di sini sementara di rumah ada suami dan Ibu mertua. " papar Adira.


" Loh kamu sudah menikah Adira? Saya kira kamu masih single. " ujar Hani yang sedikit terkejut.


" Saya sudah menikah Bu. " jawab Adira dengan sopan.


Setelah itu Hani nampak terdiam memikirkan apakah dia harus menerima Adira bekerja atau tidak.


Lagi-lagi Adira harus menunggu dengan harap-harap cemas takut permintaannya tidak di kabulkan dan dia tidak jadi di terima kerja.


" Oke jika itu alasan kamu tidak masalah jika kamu ingin pulang hari, tapi saya minta kamu datang tepat pukul setengah 7 pagi karena biasanya jam 7 saya sudah harus sarapan pagi. " tutur Hani memberikan jawaban.


" Alhamdulillah. " sekali lagi Adira memanjatkan syukur karena dia benar-benar sudah di terima bekerja.


" Terimakasih Bu, Adira berjanji Adira tidak akan membuat Ibu kecewa. " janji Adira.


" Sama-sama Adira saya percaya sama kamu. " jawab Hani tersenyum.

__ADS_1


Setelah itu Adira membersihkan piring, gelas serta peralatan bekas dia memasak, tidak lupa Adira juga membersihkan area dapur dan meja makan.


Setelah semua sudah rapi dan bersih seperti semula Adira pamit pulang dengan hati yang sangat bahagia karena dia sudah berhasil di terima kerja.


__ADS_2