Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 52


__ADS_3

Selama di perjalanan Aura berpegangan hanya sewajarnya saja karena sejak awal sudah di peringatkan oleh David.


Karena letak rumah Aura sangat jauh dari mall, jadi mereka membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk sampai di rumah Aura.


" Terimakasih ya David udah mau nganterin aku pulang? Oh iya jaket kamu biar aku cuci dulu ya? Kalau udah kering aku kembalikan ke kamu. " ucap Aura saat mereka sudah tiba di depan rumahnya.


" Sama-sama, gak usah di cuci biar langsung aku bawa pulang saja? " tolak David.


" Udah nggak apa-apa biar aku cuci dulu lagi pula kan jaket kamu udah aku pakai. " sahut Aura yang tetap kekeh dengan keinginannya.


" Iya udah terserah kamu aja, kalau begitu aku pulang dulu ya udah malam. " pamit David sembari menghidupkan mesin motornya.


" Iya David, kamu hati-hati di jalan ya, bye David. " ucap Aura yang tersenyum sembari melambaikan tangan ke arah David.


David mulai melajukan motornya lalu dia berputar arah menuju ke rumahnya, untuk bisa sampai ke rumahnya David membutuhkan waktu sekitar satu jam 15 menit karena rumahnya dan rumah Aura berlawanan arah.


Di sisi lain...


Setelah makan malam Adira hanya bisa menonton televisi karena dia sangat kesepian di rumah.


" Sepi banget di rumah sendiri, " gumam Adira sambil menonton televisi tetapi dia sama sekali tidak memperhatikannya.


" Oh iya Ayah sama Ibu apa kabar ya udah dua minggu ini belum ada nelpon Ibu sama Ayah lagi. " gumam Adira yang mematikan televisinya lalu dia melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar Adira duduk di tepi ranjang lalu dia mengambil ponsel miliknya dan segera menghubungi ponsel milik Ayahnya.


Tut...


Tut...


Tut...


Tut...

__ADS_1


Dalam dering ke empat Ayahnya sudah menjawab panggilannya.


" Assalamualaikum nak kamu apa kabarnya? " sapa Abdullah di seberang sana.


" Waalaikumsalam alhamdulillah Adira baik-baik aja di sini Yah, Ayah di sana bagaimana kabarnya sehat-sehat aja kan? " tanya Adira yang terlihat bahagia saat mendengar suara ayahnya.


" Alhamdulillah Ayah di sini baik-baik saja, kamu ke mana saja nak? kenapa sudah 2 minggu ini tidak ada menghubungi ayah dan ibu. " jawab Abdullah sekaligus bertanya.


" Maafin Adira ya Yah? dua minggu ini kalau sudah malam badan Adira rasa lelah sekali Yah. " jawab Adira menjelaskan.


" Kalau kamu kelelahan sebaiknya kamu nggak usah bekerja lagi Adira daripada nanti kamu sakit sementara kamu jauh dari Ayah dan Ibu. " tutur Abdullah khawatir.


" InsyaAllah Adira nggak apa-apa Yah, lagi pula lelahnya hanya pada malam hari saja kok Yah, tapi kalau saat pagi hari Adira sudah seperti biasanya. " ujar Adira menenangkan.


" Alhamdulillah jika memang seperti itu tapi kalau misalnya lelahnya berkelanjutan apalagi kamu sampai sakit sebaiknya kamu berhenti bekerja saja ya nak ya? " ucap Abdullah menasehati.


" Iya Ayah, oh iya Yah Ibu mana Adira pengen ngomong sama ibu? " pinta Adira.


" Ibumu lagi melipat pakaian di dalam kamar, ya udah kamu tunggu sebentar ya? " ucap Abdullah yang terdengar sedang melangkahkan kakinya menemui Khadijah di dalam kamar.


" Wa'alaikumsalam Bu, Ibu apa kabarnya? " sahut Adira dengan suara yang tidak kalah gembiranya juga.


" Alhamdulillah Ibu baik-baik aja nak, kamu sendiri gimana? " tanya Khadijah.


" Alhamdulillah Adira juga baik-baik aja Bu, Bu Adira kangen banget sama ibu? Adira pengen deh makan mie pecel buatan ibu? " pinta Adira dengan air liur yang hampir menetes saat membayangkan lezatnya satu piring mie pecel.


" Oalah kalau kamu kangen ya mbok pulang nanti Ibu buatkan mi pecel yang enak spesial untuk kamu. " sahut Khadijah.


" Nanti deh bu Adira bilang sama Mas David dulu semoga aja dia mau. Bu Adira pengen nanya deh sama ibu? " ucap Adeia dengan suara yang terdengar manja.


" Kamu kenapa Adira tumben kok suaranya manja sekali seperti itu? " tanya Khadijah.


" Adira juga nggak tahu Bu tapi belakangan ini Adira kangen banget sama ibu, Adira pengen tidur di pangkuan Ibu sambil elus-elus kepalanya seperti dulu saat Adira masih kecil. " tutur Adira memberitahu.

__ADS_1


" Ya udah makanya kamu pulang ke sini biar Ibu turutin semua yang kamu mau. " ucap Khadijah.


" Iya Bu nanti Adira bilang sama Mas David semoga aja deh dia mau, oh ya Bu kenapa ya dua minggu ini Adira cepat banget capeknya? Baru jalan dikit capek, baru mengerjakan pekerjaan rumah dikit capek, lagi pula sudah beberapa hari ini juga setiap mau sholat subuh Adira mual-mual Bu tapi kadang bisa muntah kadang juga nggak kira-kira Adira kenapa ya Bu apa jangan-jangan Adira masuk angin? " ujar Adira bertanya karena dia tidak mengetahui apa penyebabnya.


Jauh di seberang sana Khadijah tersenyum dengan lebar saat mendengar penuturan dari Adira.


" Apa bulan ini kamu sudah datang bulan Adira? " ujar Khadijah bertanya.


Adira nampak terdiam sembari berpikir dan menghitung.


" Astaga Bu Adira baru ingat jika sudah 2 bulan ini Adira belum datang bulan, apa jangan-jangan Adira hamil ya Bu? " tutur Adira yang terkejut.


" Kalau menurut Ibu sih sepertinya kamu hamil nak, tapi coba aja kamu periksakan ke dokter atau enggak kamu beli test pack dulu di apotek terus kamu cek sendiri di rumah. " ucap Khadijah yang terdengar bahagia.


Selesai dari keterkejutannya Adira langsung mengembangkan senyum bahagianya saat mendengar ucapan dari Ibunya.


" Apa menurut Ibu Adira beneran hamil? " ujar Adira bertanya sekali lagi.


" InsyaAllah Ibu yakin kamu hamil nak tapi seperti yang Ibu bilang tadi untuk memastikannya lebih baik kamu periksakan ke dokter atau enggak beli saja test peck di apotek. " jawab Khadijah memberitahu.


" Iya udah Bu besok Adira test pakai test pack saja dulu jika hasilnya positif baru Adira periksakan ke dokter. " sahut Adira yang masih saja tersenyum.


" Iya nak semoga hasilnya sesuai dengan harapan kita ya? " ucap Khadijah.


" Aamiin Bu, oh iya Bu teleponnya udahan dulu ya Bu tiba-tiba Adira kebelet pengen ke kamar mandi? " pamit Adira.


" Iya nak, ya udah kamu baik-baik ya di sana? jaga selalu kesehatan jangan capek-capek dan kalau misalnya hasilnya nanti kamu positif hamil pesan ibu kamu jangan kerja lagi ya sayang ya?. " tutur Khadijah menasehati putrinya.


" Iya Bu, Assalamualaikum. " pamit Adira sekali lagi.


" Waalaikumsalam. " jawab Khadijah lalu Adira pun segera memutuskan sambungan teleponnya.


Selesai menelpon ibunya Adira meletakkan kembali ponsel miliknya di atas ranjang, lalu dia pun segera menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


Setelah Adira keluar dari dalam kamar mandi sayup-sayup Adira mendengar ada suara orang mengetuk pintu depan, dengan langkah yang cepat dan sedikit terburu-buru Adira segera keluar dari dalam kamar lalu melangkahkan kakinya menuju ke pintu depan.


__ADS_2