
" Iya Mas insyaallah Adira akan membagi waktu Adira dengan sebaik-baiknya, kalau begitu Adira izin pergi kerja dulu ya Mas, Assalamualaikum. " pamit Adira sambil mencium punggung tangan suaminya.
" Wa'alaikumsalam. " Jawab David yang mencium kening istrinya dengan lembut.
" Oh iya Mas, pakaian kerja Mas sudah Adira siapkan. Teh Manis sudah ada di tempat minum yang kecil itu di atas meja, bekal Mas sudah Adira letakkan di tempat biasa dan untuk sarapan mas sudah Adira siapkan di atas meja makan juga juga. " tutur Adira menjelaskan sebelum dia keluar dari dalam kamar.
" Iya sayang sip. " sahut David sambil mengacungkan jari jempol ke arah istrinya.
Adira segera berlalu dari rumah Ibu mertuanya menuju ke tempat kerjanya yang baru. Entah kenapa Adira merasa sangat bahagia bisa kerja di rumah Hani walaupun hanya menjadi asisten rumah tangga.
Karena waktunya yang masih sangat panjang, Adira berjalan perlahan menyusuri jalan sambil menikmati udara pagi hari.
" Hitung-hitung jalan begini sekalian olahraga. " ucap Adira sambil tersenyum kecil.
" Eh Adira pagi-pagi buta begini mau kemana? " tanya Susi yang baru saja selesai berbelanja dari pajak (pasar).
" Eh Mbak Susi, Adira mau berangkat kerja Mbak. " jawab Adira yang menghentikan langkah kakinya sebentar.
" Kerja? Kamu kerja dimana Adira? " tanya Susi yang penasaran.
" Adira kerja di rumahnya Bu Hani mbak. " jawab Adira.
" Apa Bu Hani? Bu Hani yang rumahnya di depan supermarket itu? " ujar Susi bertanya dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut.
" Iya Mbak Susi, memangnya kenapa kok Mbak Susi sampai terkejut gitu? " jawab Adira sembari balik bertanya.
" Kamu hebat Adira. " ucap Susi sambil bertepuk tangan.
" Hebat gimana maksudnya Mbak? " tanya Adira seraya menatap bingung.
" Ya hebat lah untuk kerja di rumahnya Bu Hani itu gak gampang loh Adira, banyak warga sini yang ngelamar tapi gak ada yang di terima makanya Mbak terkejut pas kamu bilang mau kerja di rumahnya Bu Hani. " tutur Susi menjelaskan.
" Oh gitu ya Mbak, berarti Adira termasuk beruntung dong ya? " ujar Adira tersenyum.
" Beruntung banget pun Adira, dan yang Mbak denger ya kerja di sana itu gajinya besar tahu, tapi berapa persisnya sih Mbak gak tau. " tutur Susi lagi.
" Alhamdulillah deh Mbak Adira juga bersyukur banget bisa kerja di situ, kalau begitu Adira lanjut dulu ya Mbak takut kesiangan. " pamit Adira yang kembali melangkahkan kakinya menuju ke rumah Hani.
__ADS_1
Sampai di depan pintu pagar mewah yang menjulang tinggi milik Hani, Adira menekan belnya beberapa kali lalu pintu pagar pun terbuka.
" Assalamualaikum Pak Joko. " sapa Adira di sertai senyuman saat Joko membuka pintu pagar untuknya.
" Wa'alaikumsalam eh Mbak Adira udah datang cepat banget Mbak, ayo masuk. " jawab Joko yang balik tersenyum.
" Iya Pak Joko dari pada terlambat. " ujar Adira.
" Benar juga apa kata kamu Mbak , ppppoh iya nanti kamu masuk lewat pintu samping saja ya? Dan ini kuncinya. " tutur Joko sambil memberikan anak kunci pada Adira.
" Terimakasih Pak Joko kalau begitu Adira masuk dulu ya Pak. " sahut Adira yang melanjutkan langkah kakinya menuju ke pintu samping.
Setelah masuk ke dalam rumah, Adira langsung menuju ke dapur untuk memasak nasi goreng sebagai menu sarapan.
Disaat Adira sedang asik memasak, Hani yang baru saja bangun tidur langsung menuju ke dapur dan mendapati Adira yang sedang memasak.
" Kamu sudah datang Adira. " sapa Hani yang baru saja memasuki area dapur.
Adira yang sedang memasak langsung berbalik arah saat mendengar suara majikannya yang menyapa.
" Eh Assalamualaikum Ibu, selamat pagi. " sapa Adira seraya tersenyum manis.
" Kamu masak apa Adira? Aromanya harum sekali. " puji Hani sambil menghirup aroma masakan Adira yang memenuhi seisi ruangan dapur.
" Adira masak nasi goreng kampung Bu. " jawab Adira sambil melanjutkan masakannya.
" Wah kesukaan saya itu Adira tapi pagi ini perut saya sedikit tidak enak Adira sepertinya masuk angin. " tutur Hani memberi tahu.
" Apa Ibu mau Adira buatkan wedang jahe? Biasanya bapak atau Ibu Adira kalau masuk angin suka Adira bikinkan wedang jahe dan itu terbukti ampuh untuk atasi masuk angin. " Tawar Adira.
" Wedang jahe? Boleh juga saya belum pernah mencobanya. " jawab Hani.
" Ya sudah Bu, setelah ini Adira buatkan wedang jahenya. " sahut Adira yang sedang memindahkan nasi goreng hasil masakannya dari atas kuali.
Segera saja Adira menghidangkannya di depan Hani beserta telur mata sapi sebagai pelengkapnya. Setelah Hani mulai menyantap makanannya, Adira mengambil beberapa rimpang dari dalam lemari pendingin lalu dia pun mulai membuat wedang jahe tersebut.
Setelah wedang jahenya matang bertepatan dengan Hani yang baru saja selesai makan.
__ADS_1
" Ini Bu wedang jahenya semoga suka dan masuk anginnya sembuh. " ucap Adira sambil meletakkan satu gelas wedang jahe di hadapan Hani.
" Terimakasih Adira. " sahut Hani yang langsung mengangkat gelas tersebut dan menghirup aroma wedang jahe tersebut dalam-dalam.
Setelah puas menghirup aroma dari wedang jahe yang dapat merilekskan pikirannya, Hani mulai meminum sedikit wedang jahe tersebut.
Rasa manis, sedikit pedas, dan juga hangat langsung dapat Hani rasakan saat lidahnya mencecap rasa dari wedang jahe tersebut. Hani dapat merasakan rasa hangat mengalir di tenggorokannya lalu berakhir di perutnya.
" Ini enak sekali Adira perut saya jadi hangat. " ucap Hani saat dirinya sudah meminum setengah gelas wedang jahe tersebut.
" Alhamdulillah jika Ibu menyukainya. " sahut Adira seraya tersenyum senang.
" Tapi ngomong-ngomong kamu sudah sarapan belum Adira? " tanya Hani.
" Alhamdulillah Adira sudah sarapan Bu, kalau begitu Adira permisi lanjut kerja dulu ya Bu? " Pamit Adira dengan sopan.
" Ya sudah Adira tapi kamu jangan lupa antarkan makanan untuk Joko ya? Dia pasti belum sarapan. " ujar Hani mengingatkan.
" Iya Bu, sarapan untuk pak Joko akan Adira antarkan. " jawab Adira.
Hani segera menghabiskan wedang jahe tersebut lalu di pun berlalu dari area dapur menuju ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri.
Sedangkan Adira langsung mengambil sebuah nampan dan mengisinya dengan satu piring nasi goreng buatannya beserta telur mata sapi setelah itu Adira membawanya menuju ke pos satpam.
" Pak Joko ini sarapannya. " ucap Adira sambil meletakkan nasi goreng tadi di bawahnya di atas sebuah meja.
" Terimakasih banyak Adira. " ucap Pak Joko sambil memandang ke lapar ke arah nasi goreng tersebut
" Sama-sama pak Joko, semoga suka ya sama rasanya. " sahut Adira sambil tersenyum.
" Kalau dilihat dari penampilannya saya pasti suka ini mah, apalagi aromanya bikin saya makin lapar Mbak. " ujar Joko yang mulai menyantap sarapannya.
" Bener kan apa kata saya rasanya enak sekali Mbak. " puji Joko.
" Alhamdulillah jika Pak Joko juga suka. " sahut Adira.
Setelah mengantarkan sarapan untuk Joko, Adira segera berlalu dari pos satpam menuju ke dalam rumah untuk melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
Adira mengerjakan tugasnya dengan pelan dan hati-hati jangan sampai ada debu yang tertinggal. Adira membersihkannya dari satu ruangan ke ruangan yang lain hingga tidak terasa seluruh rumah dan ruangan yang ada di rumah mewah tersebut sudah bersih rapi dan juga wangi kecuali kamar Hani yang belum Adira bersihkan.