Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 61


__ADS_3

Waktu terus berlalu tidak terasa kandungan Adira sudah menginjak usia 20 minggu, aktivitas yang Adira lakukan masih lah sama dan tidak ada sama sekali yang berubah.


Beruntung janin yang ada di dalam kandungan Adira sangatlah kuat meskipun Bundanya banyak melakukan aktivitas yang berat namun dia tetap baik-baik saja dan keadaannya semakin sehat.


Adira yang biasanya selalu rajin bangun pagi dan selalu bersemangat entah mengapa hari ini Adira merasa sangat malas sekali melakukan aktivitas apapun bahkan Adira juga sangat enggan untuk berangkat kerja padahal hari ini adalah tanggal Adira menerima gaji dari Hani.


Saking malasnya setelah sholat subuh Adira kembali naik ke atas ranjang dan melanjutkan tidurnya, bahkan saat suaminya bangun Adira masih tertidur pulas.


" Sayang bangun sayang. " David membangunkan istrinya dengan cara menepuk pelan pipinya.


" Eengghhh. " Adira merenggangkan otot tubuhnya seperti kebiasaannya semenjak hamil.


" Sayang kamu kok tumben jam segini masih tidur? " tanya David yang duduk di pinggir ranjang sembari membelai lembut rambut panjang istrinya.


" Adira hari ini malas ngapa-ngapain Mas pengen tiduran aja, Mas beli sarapan di luar aja ya? Adira pengen tidur aja seharian. " jawab Adira sembari menahan kantuknya.


" Ya udah kalau memang kamu lagi malas ngapa-ngapain gak apa-apa nanti Mas beli makanan aja di luar, tapi kamu jangan tiduran terus kamu harus makan juga ya sayang karena kasian anak kita kalau Bundanya gak makan. " ujar David yang sekarang sudah beralih mengusap lembut perut Adira yang mulai membuncit.


" Iya Mas nanti Adira makan, oh iya Mas sekalian bilangin Ibu ya Mas kalau hari ini Adira gak masak. " tutur Adira dengan mata yang semakin memberat


" Iya nanti akan Mas sampaikan ke Ibu, ya udah kamu lanjut tidur aja sepertinya kamu mengantuk sekali, sekalian Mas mau berangkat. " seru David sembari menyodorkan tangan kanannya.


Adira langsung menyambut tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya dengan takzim.


" Mas hati-hati ya di jalan? " ucap Adira.


" Iya sayang Assalamualaikum. " pamit David yang segera berlalu dari dalam kamar sembari membawa tas kerjanya.


Sedangkan Adira langsung memejamkan matanya karena rasa kantuknya sudah tak tertahankan lagi.


Setelah keluar dari dalam kamarnya, David segera pergi ke kamar Ibunya.

__ADS_1


Tok...


Tok...


Tok...


" Bu buka pintunya? " ucap David sembari mengetuk pintu kamar Ibunya.


Nuryati yang sudah siap ingin sarapan langsung membuka pintunya saat mendengar ada orang yang mengetuk pintu kamarnya.


" Eh kamu David ada apa? " tanya Nuryati setelah membuka pintu kamarnya.


" Begini Bu aku cuma mau bilang kalau hari ini Adira nggak masak. " jawab David memberitahu.


" Loh kenapa dia nggak masak terus ibu makan apa? " ujar Nuryati yang kesal.


" Biasa Bu lagi bawaan bayi Adira lagi males ngapa-ngapain dan pengen tiduran aja, jadi untuk sarapan dan makan siang ntar ibu pesan online aja. " sahut David.


" Alasan bawaan bayi bilang aja memang dianya yang males. " sungut Nuryati.


Setelah David pergi Nuryati langsung masuk ke kamar Adira tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.


Braaakkk...


Nuryati membanting pintunya hingga Adira yang sedang tertidur pulas langsung terlonjak kaget.


" Astagfirullah. " ucap Adira yang langsung duduk di atas ranjang dan jantungnya berdetak dengan sangat kencang.


" Hebat ya nyonya besar jam segini belum bangun, bukannya masak terus beres-beres ini tidur aja. " bentak Nuryati sambari berkacak pinggang.


" Astagfirullah, Bu hari ini Adira izin nggak beberes ya? soalnya Adira lagi males banget Bu pengen tiduran aja. " ucap Adira dengan pelan.

__ADS_1


" Enggak bisa pokoknya kamu harus tetap beberes, kamu harus tetap masak dan nggak ada yang namanya tidur-tiduran, kamu ini udah tahu lagi hamil bukannya banyak aktivitas malah banyakin tidur nanti susah melahirkan baru tahu. " bentak Nuryati lagi.


" Astagfirullah Bu untuk hari ini aja Bu Adira pengen tidur seharian boleh ya Bu please? " pinta Adira sembari mengatupkan kedua tangan di dada.


" Pokoknya nggak bisa sekarang kamu bangun masak habis itu beres-beres dan jangan lupa kamu juga harus kerja ke rumahnya Hani karena hari ini adalah tanggal gajian kamu dan Ibu perlu uang itu untuk shopping. " titah Nuryati.


" Tapi Adira beneran males banget Bu hari ini, boleh ya Bu hari ini aja Adira gak ngapa-ngapain? " mohon Adira lagi.


" Sekali Ibu bilang nggak bisa ya nggak bisa kamu ini bebal apa gimana sih, udah kamu jangan banyak bicara sekarang buruan bangun dan masak Ibu udah lapar dan nggak ada alasan apapun. " bentak Nuryati lagi sembari menarik tangan Adira agar segera bangun dari atas ranjang.


" Aduh aduh pelan-pelan Bu jangan ditarik-tarik nanti Adira jatuh. " ucap Adira.


" Kalau tidak mau ditarik makanya buruan bangun. " bentak Nuryati lagi dengan suara yang semakin meninggi.


Dengan terpaksa Adira keluar dari dalam kamarnya untuk memasak walaupun sebenarnya Adira sangat enggan untuk melakukannya.


Selesai memasak Adira segera menghidangkannya di atas meja makan di mana Ibu mertuanya sudah menunggu. Adira yang sedang lapar bermaksud ingin ikut makan bersama ibu mertuanya tetapi dengan teganya Nuryati melarang Adira untuk makan.


" Mau ngapain kamu? " tanya Nuryati dengan mata yang melotot.


" Adila laper Bu pengen makan. " jawab Adira sembari menarik kursi untuk duduk.


" Siapa yang nyuruh kamu duduk? jangan pernah kamu sentuh makanan yang ada di atas meja sebelum kamu menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah. " tutur Nuryati dengan suara yang lantang


" Tapi Adira laper Bu boleh ya Adira makan dulu nanti selesai makan Adira janji akan langsung beberes rumah. " pinta Adira.


" Nggak bisa pokoknya selesaikan dulu semua pekerjaan rumah baru kamu boleh makan. " seru Nuryati yang mulai menyendokkan nasi beserta kawan-kawannya ke atas piring yang ada di hadapannya.


" Tapi Adira laper banget Bu boleh ya makan sedikit aja? " pinta Adira dengan tatapan memohon.


" Buka telinga kamu lebar-lebar ya Adira, sebelum kamu menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah, jangan harap kamu akan Ibu kasih makan walaupun saat ini kamu sedang mengandung anak David tetapi Ibu sama sekali tidak peduli. " ucap Nuryati dengan pelan namun penuh dengan penekanan di setiap kata yang terucap.

__ADS_1


" Udah sana pergi ngapain kamu berdiri di situ ganggu mood makan Ibu aja. " usir Nuryati.


Dengan terpaksa Adira berlalu dari meja makan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaannya walaupun perutnya masih terasa lapar.


__ADS_2