Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 56


__ADS_3

" Benda apa itu yang Adira pegang? " ucap David sembari tangan kanannya terulur ingin mengambil test peck tersebut.


Saat test peck tersebut sudah ada di tangannya, kedua bola mata David langsung membulat dengan sempurna saat melihat dua garis merah terang yang terdapat di test peck tersebut.


Sebagai seorang lelaki dewasa sudah tentu David sudah mengetahui alat apa itu, apalagi pada saat itu David pernah membelikan alat itu untuk Sinta kakaknya.


" Du-dua garis. " ucap David dengan terbata.


Secara otomatis bibirnya menarik garis senyuman sementara kedua netranya sudah berkaca-kaca.


" Sayang, sayang. " David membangunkan Adira dengan cara menepuk pipinya dengan pelan.


Adira yang sudah tertidur pulas langsung membuka kedua matanya saat mendengar suara dan tepukan halus di pipinya.


" Eeennngghh. " Adira menggeliat merenggangkan otot tubuhnya yang terasa kaku.


" Mas kenapa? " tanya Adira saat melihat suaminya yang sudah berkaca-kaca.


" Sa-sayang ini. " ucap David yang masih terbata sambil menunjukkan dua buah test peck yang ada di tangannya.


Melihat test peck yang ada di tangan suaminya Adira mengembangkan senyumnya lalu dia pun mengangguk.


David langsung menarik tangan istrinya dan membawanya ke dalam pelukannya, David mencium puncak kepala Istrinya berkali-kali meluapkan rasa bahagia yang sedang dia rasakan.


Saking bahagianya David memeluk istrinya dengan sangat erat sekali hingga membuat Adira kesulitan untuk bernapas.


" M-mas jangan kenceng-kenceng meluknya Adira gak bisa napas. " ucap Adira dengan suara yang tertahan.


" Maaf-maaf sayang Mas terlalu bahagia. " sahut David yang langsung melerai pelukannya.


Melihat suaminya yang masih meneteskan air mata bahagia, tangan Adira terulur menghapus air mata suaminya yang masih menetes.


" Ini gak mimpi kan sayang? Kamu hamil beneran kan? Kamu gak lagi bercandain Mas kan? " tanya David beruntun karena dia masih belum percaya jika istrinya sedang mengandung buah cintanya.


" heeessttt aaw, sakit sayang kenapa pinggang Mas di cubit. " seru David saat merasakan sakit di pinggangnya akibat cubitan dari istrinya.


" hihihi biar Mas yakin jika ini bukan mimpi Mas. " sahut Adira sembari tertawa kecil.

__ADS_1


David meraih kedua tangan istrinya lalu mencium tangannya dengan mesra.


" Terimakasih sayang? Terimakasih karena kamu sudah membuat Mas merasa sangat bahagia sekali. " ucap David yang mencium tangan istrinya sekali lagi.


" Sama-sama Mas. " jawab Adira sembari tetap tersenyum.


" Kamu tau sayang kabar ini lah yang Mas tunggu-tunggu dari bulan lalu sayang dan Mas sangat bersyukur sekali bulan ini Mas mendapatkan kabar yang sangat Mas nanti-nantikan. " seru David yang masih terus tersenyum bahagia.


" Alhamdulillah ya Mas Allah memberikan kita kepercayaan secepat ini. " ujar Adira.


" Iya sayang dan besok sepulang Mas bekerja kita periksa kandungan kamu ya? " tutur David dengan semangat dan Adira pun mengangguk.


Setelah itu David menatap perut istrinya dengan dalam sembari tangannya terulur memegang serta mengusap perut istrinya dimana calon anaknya sedang berkembang saat ini.


David mendekatkan wajahnya di atas perut istrinya lalu David mencium perut istrinya dengan lembut.


" Assalamualaikum sayang, ini ayah kamu baik-baik ya di dalam perut Bunda, Ayah gak sabar sekali ingin segera bertemu dengan kemu. " David berbicara di atas perut rata istrinya seolah-olah dia sedang berbicara dengan anaknya.


Adira mengembangkan senyum bahagianya saat melihat suaminya yang begitu bahagia saat mendengar kabar bahwa saat ini dia sedang mengandung.


" Sayang kamu jaga anak kita baik-baik ya? " ucap David sambil tangannya terus mengusap lembut perut Adira.


" Ayo sayang. " ujar David.


Setelah itu mereka pun merebahkan tubuhnya dengan David yang memeluk istrinya dari belakang sembari tangannya terus mengusap-usap perut istrinya dan hal itu membuat Adira merasa sangat nyaman hingga mereka berdua tertidur dengan pulas.


Keesokan harinya...


Baik David maupun Adira mereka berdua belum mengatakan berita bahagia ini pada anggota keluarganya karena mereka ingin memastikannya dengan memeriksakan kandungannya ke dokter terlebih dahulu.


" Apa kamu sudah siap sayang? " tanya David.


Sore ini mereka sedang bersiap-siap untuk pergi ke dokter spesialis kandungan untuk memeriksakan kandungan Adira.


" Sudah siap Mas ayo kita berangkat? " jawab Adira.


Mereka berdua segera berlalu dari dalam kamarnya untuk berpamitan dengan Nuryati yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.

__ADS_1


" Ibu aku dan Adira pergi dulu ya? " pamit David saat mereka sudah berada di ruang keluarga.


" Memangnya kalian berdua mau ke mana? " sahut Nuryati sambil menatap David dan Adira dengan tatapan penuh selidik.


" Kita berdua hanya ingin jalan-jalan kok Bu, semenjak Adira tinggal di sini kan aku belum pernah sekalipun mengajaknya untuk jalan-jalan. " jawab David.


" Alah ngapain sih di ajakin jalan-jalan manja banget. " seru Nuryati dengan ketus.


" Ibu kok gitu sih ngomongnya yang nggak papa dong aku mau ngajak istriku jalan-jalan? " sahut David.


" Iya udahlah terserah kamu aja yang penting jangan lama-lama. " sungut Nuryati.


" Iya Bu lagi pula kita jalan-jalannya hanya di sekitaran sini aja kok nggak jauh-jauh, kalau begitu aku pergi dulu ya Bu assalamualaikum. " pamit David sembari mencium punggung tangan Ibunya.


" Ibu Adira pergi dulu ya? " pamit Adira yang ingin mencium punggung tangan Nuryati namun Nuryati tidak membalas uluran tangan Adira.


" Awas ya Adira jangan sampai kamu minta yang macam-macam dengan David. " ucap Nuryati berbisik memberikan peringatan pada Adira.


Adira tampak memberikan senyuman saat diperingatkan seperti itu oleh ibu mertuanya.


" Ibu tenang aja Adira nggak akan minta yang macam-macam kok Bu. " jawab Adira.


" Bagus kalau begitu awas aja kalau kamu berani minta ya macam-macam. " Sahut Nuryati yang baru membalas uluran tangan Adira.


Setelah berpamitan Adira dan David segera pergi dari rumah dengan mengendarai motor milik David.


" Dokternya masih jauh ya Mas? " tanya Adira.


" Lumayan sayang, Mas tadi tanya orang kantor yang kebetulan udah punya anak dan dia rekomendasikan dokter kandungan ini katanya bagus dan pelayanannya juga ramah apalagi dokter ini pro melahirkan normal. " tutur David menjelaskan.


" Alhamdulilah, terimakasih ya Mas udah mencarikan dokter yang terbaik. " sahut Adira yang semakin mengeratkan pelukannya di pinggang sang suami.


" Sama-sama sayang Mas hanya ingin yang terbaik untuk kamu dan untuk calon anak kita. " jawab David sambil tetap fokus mengemudikan motornya.


Karena jarak antara rumah mereka dan alamat praktek dokter spesialis kandungan itu lumayan jauh, mereka membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk sampai di sana.


" Masih jauh lagi Mas? " Adira bertanya lagi karena sedari tadi mereka belum sampai juga.

__ADS_1


" Itu tempat prakteknya di depan sayang. " jawab David.


__ADS_2