Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 49


__ADS_3

Dengan tidak sabaran Nuryati segera merobek amplop tersebut dan mengeluarkan isi di dalamnya yang berupa segepok uang berwarna merah, tanpa menghitungnya pun Nuryati dapat menebak jika uang tersebut senilai 10 juta rupiah.


" Dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak ini Adira? " tanya Nuryati sembari menatap Adira dengan tatapan penuh selidik.


" Uang itu adalah gaji Adira selama 1 bulan bekerja di rumah Ibu Hani. " jawab Adira dengan jujur.


" Wow gila ya baru kali ini ada pembantu yang gajinya fantastis banget sampai 10 juta sebulan. " sahut Nuryati sambil berdecak kagum.


" Kalau begini caranya bisa cepat kaya kita, pokoknya kamu harus lebih rajin lagi kerja di sana dan ingat jangan sekali-kali kamu berpikir untuk berhenti kerja dari rumahnya Hani. " ujar Nuryati dengan semangat.


" Iya Bu, tapi boleh kan Adira minta sedikit uangnya? " Pinta Adira.


" Nggak boleh, uang ini semuanya biar ibu yang pegang, kamu cukup pegang uang jatah belanja harian saja. " tolak Nuryati.


" Tapi Bu. " sahut Adira tertahan.


" Tidak ada tapi-tapian Adira, David saja memberikan seluruh gajinya untuk Ibu seharusnya sebagai seorang istri kamu juga ikuti dong suami kamu yang memberikan seluruh gajinya untuk Ibu juga. " timpal Nuryati dengan egoisnya.


" Tapi Bu, Adira kan juga ingin memberikan sebagian gaji Adira untuk kedua orang tua Adira di kampung. " tutur Adira.


" Alah orang tuamu di kampung nggak perlu pegang uang banyak-banyak lagi pula masih ada Ayah kamu yang sanggup mencari nafkah, sedangkan Ibu di sini hanya seorang janda dan tidak ada lagi yang mencari nafkah untuk Ibu, jika bukan kamu dan David yang memberikan Ibu uang lalu siapa lagi. " ucap Nuryati dengan suara yang sedikit meninggi.


" Sudahlah Adira pokoknya mulai saat ini setiap gajian kamu harus memberikan semua uangnya pada Ibu begitu juga dengan David dan jangan coba-coba kamu menyembunyikan uang itu dari ibunya! jika sampai ketahuan kamu tanggung sendiri akibatnya. " ucap Nuryati lagi dengan kedua mata yang melotot sambil satu jarinya menunjuk wajah Adira.


" Iya Bu. " jawab Adira dengan suara yang lemas.


Dengan terpaksa Adira mengikuti perkataan Ibu mertuanya daripada protes pun tidak akan merubah keadaan, yang ada hubungannya dengan sang ibu mertua akan semakin kacau.


" Udah sana ngapain lagi kamu di sini. " usir Nuryati.


Adira pun mulai melangkahkan kakinya secara perlahan menuju ke kamarnya, baru saja Adira merasa bahagia karena mendapatkan gaji dengan nominal yang fantastis sekarang uang tersebut sudah tidak ada lagi di tangannya. Jangankan mengirim uang untuk kedua orang tuanya, untuk sekedar membeli permen di kedai (warung )pun Adira tidak memiliki uang.

__ADS_1


" Oh iya nanti kamu masak makan malam untuk dirimu sendiri saja soalnya Ibu akan mengajak David dan Aura makan malam di luar, dan ingat jangan coba-coba untuk menghalangi. " ucap Nuryati lagi yang segera berlalu menuju ke kamarnya.


Dengan hati, pikiran dan tubuh yang semakin lemas Adira melanjutkan langkah kakinya menuju ke dalam kamarnya.


Berkali-kali Adira mengucapkan istighfar di dalam hati dan terus berdoa semoga Allah selalu senantiasa memberikan dia kesabaran yang luasnya melebihi luasy samudra.


Di samping itu Adira juga menarik nafas dengan dalam lalu membuangnya secara kasar, untuk menenangkan emosi yang bergejolak di dalam hatinya.


Tidak ingin membiarkan setan menguasai hati dan pikirannya Adira melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu barulah dia melaksanakan kewajibannya agar hati dan pikirannya jauh lebih tenang dan emosinya pun bisa merenda.


Sedangkan di kamar sebelah...


Nuryati sedang tertawa bahagia karena dia baru saja mendapatkan durian runtuh.


" Ternyata ada gunanya juga menantu satu itu, nggak nyangka gajinya gede banget gini, kalau begini terus setiap bulan aku bisa happy-happy dan bisa belanja sepuasnya kapan lagi kan hanya di rumah nggak ngapa-ngapain tapi dapat uang 15 juta sebulan. " ucap Nuryati yang sedang duduk di pinggir ranjang sambil berkipas dengan menggunakan uang gaji milik Adira.


" Sebaiknya aku segera menghubungi David sebelum dia sampai di rumah. " ucap Nuryati seraya mengambil ponsel miliknya yang berada di bawah bantal.


Setelah mengotak-atik ponselnya sebentar Nuryati segera menghubungi putranya.


Hanya dalam dering ketiga panggilan Nuryati langsung dijawab oleh putranya David.


" Halo Bu ada apa? " tanya David di seberang sana.


" Kamu lagi di mana David? " ucap Nuryati yang malah melontarkan pertanyaan yang lain.


" Aku lagi di kantor Bu, sepertinya malam ini aku akan pulang terlambat paling habis magrib aku baru sampai di rumah. " jawab David menjelaskan.


" Baguslah kalau begitu nanti sehabis pulang dari kantor kamu langsung saja ke mall yang biasanya Ibu datangin. " ujar Nuryati.


" Loh memangnya ada apa Ibu meminta aku untuk datang ke mall Bu? memangnya ada yang ingin ibu beli? " tanya David.

__ADS_1


" Tidak ada nak ibu hanya ingin mengajak kamu makan malam? kita kan sudah lama sekali tidak pernah makan malam di luar lagi. " ajak Nuryati.


" Oh makan malam ya Bu, Kalau aku sih oke-oke aja tapi nanti Adira ikut juga kan Bu? " tanya David.


" Kalau soal itu kamu jangan khawatir nak, Adira pasti akan Ibu aja kok kan tidak mungkin Adira Ibu tinggalkan sendiri di rumah. " tutur Nuryati berbohong.


" Ya sudah Bu nanti setelah pulang kantor aku akan langsung ke mall, kita makan malam di restoran yang biasanya kan? " ujar David bertanya.


" Iya dong David kita makan di restoran yang biasa. " jawab Nuryati.


" Ya udah Bu kalau gitu teleponnya udahan dulu ya? aku mau melanjutkan pekerjaanku dulu supaya cepat selesai. " sahut David.


" Oh iya nak, sampai ketemu nanti ya. " jawab Nuryati lalu panggilan teleponnya pun terputus.


Setelah menelpon David Nuryati kembali mengotak-atik ponselnya lalu dia menghubungi nomor ponsel Aura


Satu panggilan, dua panggilan, hingga tiga panggilan Aura belum juga menjawab telepon dari Nuryati, namun saat Nuryati melakukan panggilan yang keempat barulah teleponnya dijawab oleh Aura.


" Halo Tante ada apa? " tanya Aura dengan suara yang serak khas orang baru bangun tidur.


" Begini Aura Tante mau mengajak kamu makan malam di luar bersama David kira-kira kamu mau nggak ya? " ucap Nuryati menyampaikan maksud dan tujuannya.


Mendengar nama David Aura yang tadinya sangat mengantuk tiba-tiba matanya kembali segar dan terbuka lebar.


" Mau Tante mau banget apalagi kalau di sana ada David. " jawab Aura dengan semangat.


" Bagus kalau gitu kita ketemu di mall aja ya? satu jam lagi tante sampai di sana. " sahut Nuryati.


" Kok satu jam lagi sih tante? ini kan masih sore bukannya makan malam ya? " ujar Aura bertanya.


" Iya memang makan malam, tapi kan sebelum bertemu David nggak ada salahnya kita jalan-jalan dulu belanja atau kita nyalon aja gimana agar nanti saat bertemu David Kamu terlihat fresh dan lebih cantik. " usul Nuryati.

__ADS_1


" Ide bagus itu tante, oke deh satu jam lagi kita bertemu di mall ya. " jawab Aura yang segera memutuskan sambungan teleponnya.


__ADS_2