Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 23


__ADS_3

Saat Laila dan Adira berputar balik, dari kejauhan mereka melihat Sinta dengan perut buncitnya sedang berdiri di pinggir jalan sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


" Kirain kalian berdua mau jalan terus sampai simpang depan sana. " ucap Sinta yang sengaja menyindir Laila dan juga Adira ketika mereka sudah tiba di hadapan Sinta.


" Hehehe maaf Mbak Sinta kita berdua kelewatan. " ucap Adira Sambil tertawa cengengesan.


" Kalau kamu yang kelewatan Mbak memakluminya Adira, tapi kamu jalan sama Bulek Laila masak Kelewatan juga. " sahut Sinta sambil geleng-geleng kepala.


" Ya maklum saja namanya juga perempuan terlalu asik bercerita sampai nggak sadar udah kelewatan . " Timpal Laila yang ikut tertawa cengengesan juga.


" Huuh gini nih kalau punya Bulek hobi bergosip. " ujar Sinta sambil membuang nafasnya secara kasar.


" Ya udah sih yang penting kan kami berdua sudah sampai di sini, terus kami berdua nggak dipersilakan masuk gitu. " tutur Laila yang menyindir Sinta.


" Tuh kan gara-gara Bulek sih aku jadi lupa. Ayo ayo kita masuk ke dalam kebetulan Mas Ardi juga baru pulang, sekalian Mbak akan kenalkan kamu dengan Mas Ardi Adira. " ucap Shinta yang menggandeng tangan Adira.


" Pilih kasih kamu Sinta masa Adira saja yang digandeng Bulek nggak ikut di gandeng juga? " ujar Laila yang berpura-pura cemberut.


" Jiaaah udah tua juga masih aja pengen digandeng, makanya Bulek cepetan cari Palek yang baru dong biar ada gandengannya. " sahut Sinta menggoda Laila.


" Kamu kan tahu sampai kapanpun Palek Joko mu tak akan pernah tergantikan oleh siapapun , hanya dia satu-satunya yang akan menjadi suami bulek. " tutur Laila.


" Iya deh, bulek ku yang satu ini memang wanita yang paling setia. " Sinta menggandeng tangan Adira dan juga Laila, lalu mereka bertiga bersama-sama masuk ke dalam rumah sederhana yang dihuni oleh Sinta dan suaminya Ardi.


" Assalamualaikum. " ucap Laila dan juga Adira di saat mereka mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sederhana Sinta.


" Waalaikumsalam. " sahut Sinta sang pemilik rumah.


" Adira dan Bulek Laila tunggu saja di ruang tamu , Aku akan segera menyiapkan makanan enak yang sudah aku masak sejak tadi pagi. " ucap Shinta yang segera berlalu dari ruang tamu menuju ke dapur kecil miliknya.


" Bumil tunggu. " ucap Adira memanggil kakak iparnya.


" Ada apa calon bumil. " jawab Sinta yang menghentikan langkah kakinya.


" Biar Adira bantu ya mbak, ibu hamil nggak boleh terlalu capek loh . " pinta Adira.

__ADS_1


" Enggak usah, kalian berdua kan tamu, sudah seharusnya Mbak yang melayani kalian. " ujar Sinta menolak secara halus.


" Pokoknya Adira memaksa ingin bantu. " sahut Adira yang menggandeng tangan Sinta.


" Ya udah deh iya boleh , dasar pemaksaan. " ucap Sinta sambil tersenyum


Adira dan Sinta berjalan sambil bergandengan tangan menuju ke dapur.


" Aduh mie ayam. " ucap Adira tiba-tiba saat melihat meja dapur Sinta yang sudah tersedia mie ayam beserta berbagai macam pelengkapnya.


" Memangnya kenapa Adira? Apa kamu tidak menyukai mie ayam ? " sahut Sinta.


" Bukan nggak suka mbak tapi Mie ayam ini malah makanan favorit Adira dan jika sudah makan mie ayam Adira pasti tidak akan bisa berhenti makan sebelum kenyang. " tutur Adira menjelaskan.


" Astaga Adira, Mbak Kirain kamu nggak suka. Khusus untuk hari ini kamu bebas makan mie ayam ini sepuasnya bahkan Jika perlu kamu habiskan saja Mie ayam ini semua. " ujar Sinta.


" Ah Mbak Sinta, kalau menghabiskan semuanya, Adira mana mungkin sanggup bisa meledak perut Adira nanti. " sahur Adira Sambil tertawa kecil.


" Ya jangan sampai meledak dong, nanti Kasihan Adik Mbak masak baru menikah sudah jadi Duda. " ucap Shinta yang ikut tertawa kecil.


" Sudahlah, ayah Ayo kita bawa semuanya menuju ke ruang tamu supaya kita bisa segera makan bersama-sama. " Titah Sinta.


" Oke Mbak Sinta. " jawab Adira dengan patuh.


Adira segera membantu Sinta membawakan mie ayam beserta pelengkapnya menuju ke ruang tamu di mana Laila sedang menunggu dengan santai.


" Waduh mie ayam, bisa makin tambah mekar ini badan. " ucap Laila setelah melihat mie ayam yang sedang Adira Letakkan di atas karpet, Laila duduk di atas karpet karena ruang tamu Sinta belum memiliki sofa.


" Iya aku emang sengaja masak mie ayam supaya kita bertiga bisa mekar sama-sama dan jangan hanya aku sendirian saja yang mekar. " Timpal Sinta sambil meletakkan satu teko teh manis dingin.


" Pas Mantap, makan mie ayam minumnya teh manis dingin. " sahut Laila yang terlihat sudah sangat lapar.


Setelah semuanya sudah tersedia di ruang tamu, lantas Shinta permisi untuk memanggil suaminya yang sedang berada di dalam kamar.


" Kalau begitu aku panggilkan Mas Ardi dulu ya? " pamit Sinta yang mendapat anggukan dari Laila dan juga Adira.

__ADS_1


Sinta segera berlalu dari ruang tamu menuju ke dalam kamarnya. Sampai di dalam kamar Sinta melihat suaminya yang sedang tertidur pulas, dengan perlahan-lahan Sinta mendekati suaminya lalu menggoyang lembut bahunya.


" Mas, Mas Ardi ayo bangun mas di luar ada Bulek Laila dan juga Adira. " ucap Shinta yang membangunkan suaminya.


" Mas Ardi ayo bangun kita makan mie ayam sama-sama. " ucap Sinta yang kembali menggoyang bahu suaminya lebih keras lagi.


Tidak lama dari itu Sinta melihat suaminya yang mulai menggeliat lalu membuka kedua matanya.


" Mereka sudah datang sayang? " tanya Ardi sambil meregangkan otot tubuhnya yang terasa kaku.


" Iya Mas mereka sudah datang, sebaiknya sekarang Mas buruan cuci muka Aku tunggu di ruang tamu ya. " jawab Sinta sambil berlalu dari dalam kamarnya menuju ke ruang tamu.


" Ardi mana Sinta? " ujar Laila bertanya.


" Mas Aldi lagi cuci muka Bulek, sebentar lagi juga akan menyusul kemari. " jawab Sinta.


Dan benar saja tidak lama dari itu Ardi keluar dari dalam kamar menuju ke ruang tamu di mana sang istri dan yang lainnya berada.


" Maaf ya sudah membuat kalian menunggu lama? " ucap Ardi yang mendudukkan dirinya di samping Sinta dan dihadapan Laila dan juga Adira.


" Iya tidak apa-apa Ardi, kenalin ini yang namanya Adira istrinya David. " sahut Laila sambil mengenalkan Adira.


" Hai Adira Aku Ardi suaminya Sinta. " Ardi ucap Ardi yang menjulurkan tangan ingin bersalaman dengan Adira.


" Hai Mas Ardi saya Adira. " jawab Adira sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


Melihat hal itu Ardi kembali menarik tangannya.


" Oh maaf maaf Adira saya tidak tahu. " ucap Ardi yang merasa tidak enak.


" Iya Mas Ardi tidak apa-apa kok. " jawab Adira yang menjadi sedikit canggung.


" Ya sudah kalau begitu ayo kita mulai makannya Bulek sudah lapar nih. " ucap Laila yang memecah kecanggungan di antara Ardi dan Adira.


" Ayo ayo kita mulai makan. " Timpal Sinta yang mulai mengambilkan mie ayam untuk suaminya.

__ADS_1


Setelah itu mereka makan mie ayam bersama-sama di rumah sederhana milik Sinta dan juga Ardi sambil di selingi dengan obrolan ringan agar semakin akrab.


__ADS_2